Header Ads

postimage

Masyarakat Rasakan Program Kesehatan



Indramayu - Penyelenggaraan pemerintah daerah di Kabupaten Indramayu disemua sector terus mengalami peningkatan, hal ini tidak dapat dipungkiri karena semua bukti telah ditunjukan dan masyarakat Indramayu telah menikmatinya. Diakui, memang masih terdapat beberapa kekurangan dalam tataran aplikasi, meskipun demikian kekurangan itu akan terus diperbaiki sebagai wujud demi terciptanya masyarakat Indramayu yang religius, maju, mandiri, dan sejahtera.

Masih dalam paparan Informasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Tahun 2000-2009, Bupati Indramayu DR. H. Irianto M.S. Syafiuddin melalui Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Indramayu Drs. Ahmad Juniadi mengungkapkan, untuk bidang kesehatan banyak program yang telah dicapai dalam beberapa tahun terakhir ini dan sangat dirasakan oleh masyarakatnya.

Pada tahun 2002 angka harapan hidup (AHH) di Kabupaten Indramayu hanya 63,87 dengan capaian IPM bidang kesehatan hanya 64,50. Sedangkan tahun 2007 terus mengalami peningkatan dimana AHH mencapai 66,17 dan IPM menjadi 68,62. Meningkatnya angka indeks tersebut tentu saja meningkatkan pula kondisi kehidupan masyarakat Indramayu.

Sementara untuk sarana dan prasarana kesehatan, menurut Ahmad Juniadi, pada tahun 2000 hanya terdapat 1 RSUD dan 3 Puskesmas pembantu, kemudian pada tahun 2007 menjadi 2 RSUD termasuk RSUD M.A. Sentot dan 9 Puskesmas pembantu dan peningkatan Puskesmas induk menjadi Puskesmas rawat inap dan saat ini total Puskesmas di Indramayu mencapai 116 unit.

Hal yang sangat meninjol dalam sektor kesehatan, yakni pelayanan di Puskesmas pada tahun 2000 masyarakat masih dibebankan biaya setiap kali berobat di Puskesmas dan belum adanya perhatian pada Posyandu. Namun, sejak tahun 2005 setiap berobat di Puskesmas telah digeratiskan dan kader Posyandu mendapatkan insentif serta pemberian makanan tambahan bagi 2.275 balita di Indramayu.

Untuk lebih meningkatkan pelayanan kesehatan, pada tahun 2000 alat fooging hanya terdapat di Dinas Kesehatan, namu sejak tahun 2008 tambah Ahmad Juniadi, alat fooging tersedia diseluruh kecamatan sehingga kasus demam berdarah dengue (DBD) dapat ditekan. (den's)

No comments

Powered by Blogger.