Header Ads

postimage

Polres Indramayu Amankan Lima Pelaku Trafficking

Indramayu - Polres Indramayu mengamankan lima tersangka terkait dugaan tindak pidana perdagangan orang (trafficking) dengan wilayah operasi di Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Subang. 

Mereka diciduk saat membawa empat perempuan yang sedianya akan dipekerjakan sebagai pekerja seks komersil di kawasan Saritem Kota Bandung.

Kapolres Indramayu Ajun Komisaris Besar Polisi G. Pangarso RW didampingi Kasat Reskrim Ajun Komisaris Polisi I Nyoman Dita menuturkan, dua tersangka tercatat sebagai warga Indramayu, yaitu Sd (23) warga Kecamatan Terisi dan Hs (33) warga Kecamatan Losarang. 

Sementara tiga tersangka lainnya merupakan warga Kabupaten Subang, yaitu Kk (22) warga Kecamatan Pusakanagara, Ag (23) warga Kecamatan Pusakajaya dan Wk (38) warga Kecamatan Pusakanagara.

Sementara keempat perempuan yang akan dibawa ke Bandung yaitu Ay (17) warga Kecamatan Kroya Kabupaten Indramayu, Tr (17) warga Kecamatan Kroya Kabupaten Indramayu, Ml (17) warga KEcamatan Purwadadi Kabupaten Subang dan El (24) warga Kecamatan Pamanukan Kabupaten Subang.

"Seluruh tersangka serta korban diamankan saat berada di kawasan Losarang Indramayu," ujar Pangarso, Senin (4/2).

Tindak pidana perdagangan orang ini terendus saat polisi yang melakukan patroli rutin mendapat informasi tentang adanya upaya pemberangkatan sejumlah perempuan ke Bandung. 

Setelah melakukan penelusuran, petugas mendatangi salah satu hotel di kawasan Losarang Indramayu dan mendapati dua perempuan dan tiga laki-laki tengah berada di depan hotel tersebut. 

Tak lama kemudian, datang lagi dua laki-laki serta dua perempuan ke lokasi yang sama dengan menggunakan mobil berbeda.
Setelah diperiksa, diketahui kemudian bahwa mereka akan berangkat menuju Bandung. Keempat perempuan tersebut dijanjikan sejumlah uang tunai jika mau bekerja sebagai pekerja seks komersil (PSK) di Saritem, Bandung. 

Bahkan dua perempuan di antaranya sudah mendapat uang tunai sebesar Rp 250.000 dan Rp 200.000. Untuk dua perempuan lainnya, uang tunai dijanjikan akan dikirim ke orang tua masing-masing setelah mereka tiba di Bandung.

Dalam penggagalan tindak pidana perdagangan orang ini, Polres Indramayu mengamankan sejumlah barang bukti seperti satu mobil, satu motor, empat telepon genggam, kartu ATM, serta uang tunai Rp 100.000.

"Tersangka diduga melanggar UU RI No 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan paling singkat 3 tahun dan denda paling banyak Rp 300 juta dan paling sedikit Rp 60 juta," kata Pangarso. (PR)

No comments

Powered by Blogger.