BREAKING NEWS

PERTANIAN

PENDIDIKAN

HUKUM DAN KRIMINAL

Jumat, Oktober 29

PLTU Sumur Adem Tingkatkan Kehandalan Listrik Jawa-Bali


Indramayu - Keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Desa Sumur Adem Kecamatan Sukra Indramayu, dipastikan akan meningkatkan kehandalan pasokan listrik untuk wilayah Pulau Jawa dan Bali.

Proyek BUMN dibidang pembangkit energi listrik ini, akan mengandalkan pemanfaatan batu bara sebagai energi pendukung dalam menggerakkan turbin pembangkit bertenaga uap. "Dengan adanya PLTU di wilayah pantura Indramayu ini, sangat diharapkan bisa menjadi pendukung kehandalan pasokan listrik bagi masyarakat," tutur Manager PLN UPJ Indramayu Sugarba Rabu (27/10) di sela Hari Listrik Nasional ke-65 di Desa Amis Kecamatan Cikedung.

PLN tandasnya, saat ini tengah memperkenalkan produk baru listrik pra bayar (LPB) dengan menawarkan berbagai keunggulan diantaranya penggunaanlistrik menjadi terukur dengan menggunakan "taken* pulsa listrik. Kalau dengan LPB pemakaian listrik setiap bulan bisa dikira-kira, tentunya kita bisa ngirit danpembelian bisa diawali dengan nominal token Rp20.000 saja," tutur dia.

Pada kesempatan ini, sebanyak sebanyak 230 warga miskin di Kecamatan Trisi dan Cikedung Indramayu, Rabu (27/10) menerima pelayanan listrik melalui program gebyar satu juta sambungan langgaran baru .

Camat Cikedung Drs H Warlan berharap program listrik desa (Lisdes) ini mampu memacu dinamika perekonomian masyarakat di wilayahnya. "Dengan adanya pasokan listrik lebih merata kepada masyarakat diharapkan mampu memacu perekonomian masyarakat desa, misalnya dengan tumbuhnya industri kecil (home industri) di tengah masyarakat," tandas dia.

Sementara itu Ny Waryem (53) warga miskin penerima program listrik 450 Watt mengaku sangat senang. Keinginan untuk memiliki listrik murah di rumahnya sudah lama menjadi impian." Saya senang karena dengan telah terpasangnya listrik di rumah maka tidak harus nyambung dari rumah tetangga," tutur dia. (Pel)

Kamis, Oktober 28

Menghadapi Musim Tanam Petani Indramayu Buru Tikus



Indramayu - Menghadapi musim tanam, sejumlah petani di daerah Pantura Kabupaten Indramayu, Jawa Barat memburu tikus dengan cara tradisional.

Asep Kepala Desa Singaraja Kecamatan Indramayu, kepada wartawan di Indramayu, Rabu, mengatakan sejumlah petani menghadapi musim tanam memburu tikus yang merupakan hama pengganggu tanaman padi mereka, meski dengan cara tradisional ratusan tikus sawah ditangkap dan lalu dilemparkan kejalan supaya terlindas kendaraan yang melintas.

Dia menambahkan, kebiasaan memburu tikus sudah berlangsung sejak dulu, dirinya berharap cara tradisional dengan mengerahkan anjing pemburu dapat dipertahankan, karena tidak membahayakan dibandingkan dengan obat kimia yang sering menimbulkan kerusakan binatang lain.

"Cara tradisional cukup diminati oleh sejumlah petani, selain menyehatkan badan ada rasa puas setelah berhasil membunuh tikus tersebut, karena hama tikus merupakan penyebab gagal panen," katanya.

Dikatakannya, memburu tikus dengan gotong royong budaya petani sebelumnya dalam membangun rasa kebersamaan, sehingga kegiatan tersebut tetap lestari di daerah pantura Kabupaten Indramayu. Harapannya panen padi musim tanam ketiga berhasil.

Sementara itu Ahmad salah seorang petani mengaku, memburu tikus saat ini hanya mengisi waktu menunggu musim tanam tiba, supaya tanaman padi tidak terganggu. Kegagalan panen sebelumnya akibat serangan hama wereng coklat jangan terulang kembali.

"Serangan hama tikus juga hama wereng coklat, tidak mematahkan semangat petani pantura terus menanam padi, sehingga produki panen dari petani selalu stabil," katanya.

Dia menjelaskan, petani Indramayu sudah turun-temurun tetap mempertahankan tanaman padi sebagai tanaman utama, meski sekarang di sebagaian daerah pantura terus mengembangkan sayuran dataran rendah yang lebih menjanjikan keuntungannya. Selain mudah perawatannya juga masa panen hanya butuh waktu 40 hari.

Kepala Dinas pertanian dan peternakan Indramayu Ir Toto Kuswanto menuturkan, merubah pola tanam petani Indramayu cukup sulit, karena mereka masih panik menanam padi. Padahal tanaman lain yang perawatannya sederhana dan menguntungkan bisa ditanam di pantura.

"Lahan pertanian di Kabupaten Indramayu cukup subur ditanami berbagai jenis sayuran, buah-buahan seperti melon, semangka, selain tanam utama padi. Kami berharap petani dapat mengembangkan tanaman lain untuk meningkatkan kesejahteraan mereka," katanya.

Dia menambahkan, tanaman padi cukup banyak hama penganggu seperti hama wereng coklat, keong mas, kupu-kupu putih, serangan tikus yang saat ini sedang diburu oleh petani daerah Indramayu.
Memaksakan tanam padi memang dapat menjaga persediaan beras di Jawa Barat, namun petani harus memilik mental kuat akibat gagal panen. (Ant)

"Wa Kaji" Tewas Digorok Mayatnya Dibuang Dalam Sumur



Indramayu - Seorang petani, Kamis (28/10) dinihari ditemukan tewas dengan kondisi tubuh tertelungkup dimasukkan ke lubang sumur.

H. Winata, 80 petani naas warga RT 02 RW 02 Desa Wanasari, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, Jabar itu mengalami luka-luka cukup parah. Pada leher korban terdapat luka bekas digorok senjata tajam. Untuk mengelabui orang lain, pelaku menyembunyikan jenazah itu ke dalam sumur.

Polisi masih terus mengusut kasus kematian korban. Sejauh ini, petugas belum menemukan tanda-tanda yang mengarah kepada pelaku pembunuhan itu.

Korban diduga dihabisi karena latar belakang perampokan. Hal itu dibuktikan dengan raibnya 2 unit sepeda milik korban yang tersimpan di rumah.

Tim medis di RS Bhayangkara Losarang yang mengotopsi jenazah Wak Haji itu mencatat luka-luka pada leher korban jadi penyebab tewasnya H. Winata yang diperkirakan sudah 2 minggu berada di dalam sumur. (PK) Foto : Tar

Calon Pengantin Pria Sekarat Minum Racun Tikus



Indramayu - Sebulan lagi mau menikah, bukannya sibuk menyiapkan segala sesuatu untuk hari spesial itu, seorang pemuda, malah nekat menelan butiran racun tikus di rumahnya.

Karuan saja Usmad, 21, calon pengantin warga Desa Karanganyar, Blok Karangsinom, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Rabu (27/10) pukul 08:00 WIB sekarat di rumah sendirian.

Korban tak sadarkan diri selama lebih dari 3 jam, sejak menelan butiran racun tikus merk Kepala Kambing. Beruntung, orang tua Usmad, keburu pulang sehingga nyawa anaknya tertolong. Usmad ketika pertama kali ditemukan orang tuanya dalam kedaan lemas serta tak sadarkan diri.

Melihat kondisi demikian, orang tua korban segera membawa korban ke RS Bhayangkara Losarang yang berjarak sekitar 4 Km dari rumahnya untuk diobati.

Usmad yang mengalami keracunan itu ditangani tim medis di RS Bhayangkara Losarang. Setelah beberapa saat dilakukan tindakan medis, kondisi Usmad membaik. Walaupun ia belum bisa diajak bicara lantaran kepalanya masih merasa pening, pandangan kabur serta konsentrasinya terganggu.

Usmad nekad menelan butiran racun tikus itu konon karena yang bersangkutan merasa belum siap menjadi seorang kepala rumah tangga setelah berumah tangga dengan gadis itu nanti. (PK)

Banyak Lampu Mati, Rencana Kenaikan PPJ Diprotes


Indramayu - Rencana kenaikan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) oleh Pemkab Indramayu melalui pembahasan Raperda oleh DPRD setempat, dari yang semula enam persen menjadi 10 persen, mulai mendapat tanggapan berbagai kalangan masyarakat.

Selain munculnya penolakan kenaikan PPJ di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Barat dengan "trend" protes karena memberatkan konsumen listrik, di sisi lain warga menilai hal yang harus dibenahi lebih awal bagaimana peningkatan pelayanan penerangan jalan umum di masyarakat

"Mungkin yang harus dipikirkan dari PPJ Indramayu yang kini sudah mencapai Rp22 miliar/tahun alokasi untuk pemeliharaannya harus proporsional bukan hanya Rp600 juta/tahun," tutur Duliman (43) tokoh masyarakat Desa Terusan Sindang.

Alokasi ini terasa tak sebanding dengan kebutuhan biaya pemeliharaan bagi 13.000 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) di Indramayu yang kini terpasang di 310 desa yang temyata" hanya dialokasikan kurang dari lima persen pendapatan PAD PPJ setiap tahunnya." Kalau hanya sejumlah itu mana cu-kup untuk memelihara lampu, PJU yang kini banyak yang mati karena belum diganti," tambah dia.

Fakta banyaknya lampu jalan umum yang mati belakangan ini, membuat masyarakat sangat kecewa. Pasalnya kontribusi berupa pajak tetap disetorkan warga melalui tagihan rekening listrik setiap bulannya. "Kita kan bayar terus pajak setiap bulan faktarnya lampu jalannya malam sudah lama padam dan tidak segera diperbaiki," tutur Nono (52) warga Desa Cikedung Kecamatan Cikedung.

Minimnya alokasi anggaran pemeliharaan PJU di Indrama-yu diakui Kapala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Ir Herry Hilman didampingi Kabid PJU Anas SH kepada Pelita menjadi kendala kurang maksimalnya pemeliharaan kerusakan PJU yang terjadi. "Memang kita akui kendala minimnya dana menyebabkan saat ini kita tak bisa maksimal untuk memelihara lampu PJU yang ada," tutur dia.

Ketua Komisi C DPRD Indramayu H Taufik Hidayat SH ditemui secara terpisah menjelaskan, alokasi PJU sebesar Rp600 juta bukan untuk melakukan pemeliharaan PJU secara keseluruhan, karena untuk peme-liharaan PJU investasi masih menjadi tanggungjawab PT Kharisma Serunting Sakti. "Jadi kalau investor habis waktu pemeliharaan akhir 2010 ini, maka tanggungjawabnya kembali ke Pemkab, jadi kita akan naikkan anggaran biaya pemeliharaan," tandas dia.

Akibat terbengkalainya pemeliharaan PJU di Indramayu, ribuan PJU kini dalam kondisi padam. Warga berharap agar Pemkab Indramayu melalui DKP untuk segera menangani kasus PJU yang padam sehingga anekdot habis terang terbitlah gelap alias "petengjimet" di malam hari dapat segera teratasi. (Pel)

Cuaca Ekstrim Hasil Tangkapan Ikan Tetap Stabil



Indramayu - Cuaca ekstrim berlangsung cukup lama di perairan Utara Laut Jawa Indramayu hasil tangkapan ikan sejumlah nelayan setempat stabil sehingga tidak mempengaruhi pasokan.

Kepala UPTD Kecamatan Indramayu dan Balongan Dinas Perikanan, Edi Warnadi, Rabu, mengatakan, hasil tangkpan ikan di sejumlah Tempat Pelelangan Ikan tetap stabil meski kondisi cuaca ekstrim terus melanda perairan Utara laut Jawa Indramayu.

Menurut dia, sejumlah nelayan yang menggunakan kapal semi modren jarak tempuhnya cukup jauh hingga keperairan Kalimatan, Irian, bahkan perbatasan negara lain, selama ini pendaratan ikan mereka tetap aman memasok ikan di Kabupaten Indramayu.

"Pasokan ikan di sejumlah Tempat Pelelangan Ikan lancar harga ikan di pasar tradisional Kabupaten Indramayu stabil, meski ada sebagain jenis ikan harganya turun naik seperti ikan bawal putih, ikan tenggiri,"katanya.

Dia menambahkan, pendaratan ikan di pesisir pantai Utara Indramayu setiap tahunnya lancar, sehingga dapat menekan harga ikan tersebut, meski kondisi cuaca tidak menentu nelayan tetap melaut dengan membawa hasil masih maksimal.

Dia menjelaskan, produksi ikan di Indramayu aman terhitung dari tahun 2008 sekitar 9500 ton, sehingga dapat memasok ikan keberbagai daerah di Jawa Barat, permintaan ikan berjalan normal meski ada kenaikan konsumsi pada perayaan hari besar.

Sementara itu Masduki salah seorang nelayan asal Indramayu mengaku, cuaca ekstrim masih sering terjadi di perairan Utara laut Jawa, namun di perairan lain ikan mudah ditangkap seperti di daerah Kalimantan, Laut Aru, arah perairan ke Utara Sulawesi.

"Hasil tangkapan ikan melimpah meski cuaca sulit ditentukan, sewaktu berangkat arah angin ke utara namun di Lintang tujuh laut Jawa arah angin berubah secara tiba-tiba, selain hantaman ombak cukup tinggi,"katanya.

Dia menjelaskan, selama menjadi nelayan kurang dari 20 tahun baru menghadapi kondisi cuaca seperti ini, biasanya arah angin diperairan utara laut Jawa mudah ditentukan, karena ada dua musim yaitu musim barat dan musim timur, nelayan dapat memperkirakan tinggi gelombang.

"Dua musim seperti dulu tingkat keselamatan nelayan tinggi, berbeda dengan sekarang berangkat cuaca lancar dan aman baru berapa jam dari pelabuhan langsung berubah dan berbahaya,"katanya.

Dikatakannya, perubahan cuaca mempengaruhi jenis ikan, biasanya bulan Oktober diperairain utara Jawa ikan kecil sulit ditemukan, sekarang ikan kecil, udang, cumi-cumi, masih ada meski jumlahnya berkurang dibanding bulan sebelumnya,"katanya. (Ant)

Rabu, Oktober 27

Indramayu Berangkatkan 1.644 Calon Haji


Indramayu - Jamaah haji Kabupaten Indramayu setiap tahun selalu membludak, tahun 2010 ini saja memberangkatkan 1.644 calon haji. Mereka akan terbagi dalam empat kloter.

Kloter 52 sebanyak 424 orang diberangkatkan 29 oktober. Sementara itu kloter 61 sebanyak 424 akan diberangkatkan 1 November 424 calon jemaah. Kloter 69 diberangkatkan 4 November sebanyak 424. Kloter terakhir 83, akan diberangkatkan 8 November 2010 sebanyak 370 orang, sehingga total 1.644 calon jamaah.

Menurut Kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramaayu Drs H. Sulaeman Hasan, MA, keberangkatan mereka rencananya akan dilepas langsung oleh Bupati Indramayu H Irianto MS Syafiuddin tanggal 29 Oktober dari Wisma Haji Indramayu.

"Para jemaah calon haji Indramayu ini rencananya akan dilepas keberangkatannya oleh Bupati Indramayu H Irianto MS Syafiuddin sekaligus pelepasan terakhir kepemimpinannya sebagai Bupati Indramayu," tutur Sulaeman. Diakuinya, setiap tahun minat warga Indramayu untuk menunaikan haji terus meningkat. Jumlah ini dapat dilihat denga banyaknya daftar tunggu (waiting list) calon jamaah haji yang tercatat di Kantor Kementerian Agama.

Banyaknya jemaah calon haji asal Indramayu, selain faktor tingginya niat untuk melaksanakan ibadah sesuai perintah Allah, kondisi kesejahteraan masyarakat yang terus meningkat menjadi pendukung tingginya peminat. (Pel)

Bertengkar Hebat Dengan Suami, Anak Tiri Dilempar ke Jurang



Indramayu - Diduga kesal setelah bertengkar dengan suaminya, Oom Omalia (27), penduduk Desa/Kec.Sukagumiwang, Kab.Indramayu, tega melemparkan Muhammad Arisandi (7), anak tirinya ke jurang Sungai Cimanuk desa setempat, Selasa (26/10) petang. Beruntung nyawa Arisandi berhasil diselamatkan warga. Sementara Oom, melarikan diri dan kini menjadi buronan polisi.

Peristiwa yang sempat menggegerkan warga setempat itu terjadi beberapa saat setelah Oom terlibat pertengkaran dengan suaminya, Fuadi (30). Pertengkaran hebat pasangan suami istri itu bahkan diketahui banyak tetangga. Namun tak satupun warga yang berani melerainya. Tak lama, Oom terlihat keluar rumah sambil menyeret Arisandi, anak tirinya. Saat itu, tak satu pun warga yang curiga kalau Oom akan melakukan tindakan nekad. Sebab, ketika berpapasan dengan warga, Oom menyatakan dirinya ingin pergi ke suatu tempat lantaran kesal usai bertengkar.

Rupanya perkataan itu hanya dalih saja. Sebab ketika suasana kampung sekitar sudah sepi Oom bergegas pergi ke tepi Sungai Cimanuk. Oom lalu menarik Arisandi dan mengangkat tubuhnya.Tangis memelas Arisandi kepada ibu tirinya tak digubris. Oom terus melangkah menuju tepian sungai meski tangis Arisandi semakin kencang. Oom malah melemparkan tubuh bocah yang masih bersekolah kelas II SD desa setempat itu ke jurang Sungai Cimanuk sedalam sekira 10 meter. Usai melemparkan anak tirinya ke jurang, Oom bergegas kabur.

Sementara itu saat jatuh ke dasar jurang, tubuh Arisandi tertanam ke dalam lumpur sungai. Beruntung, kalau saja tidak tertanam di lumpur, tubuh Arisandi dipastikan terseret arus deras sungai yang memiliki bentang sekira 80 meter itu. Bocah berperawakan kecil itu berusaha sekuat tenaga mengeluarkan tubuhnya dari dalam lumpur.

Rupanya, saat bersamaan ada warga yang melihat Arisandi. Dan dalam sekejap puluhan warga berkumpul lalu berusaha mengeluarkan Aisandi dari jurang sungai. "Kami segera membawa korban untuk diobati lalu dipulangkan ke rumahnya. Kasusnya sudah kami laporkan ke polisi," ungkap Udin, aparat desa setempat yang mengaku tahu persis kehidupan rumah tangga Fuadi dan Oom.

Kapolsek Kertsemaya Ajun Komisaris Polisi Anwar Mustopa membenarkan adanya peristiwa itu. Pihaknya, kata dia, usai menerima laporan segera melakukan pengecekan di lapangan. Namun, polisi kehilangan jejak Oom yang diduga kabur setelah beraksi melemparkan anak tirinya ke sungai. "Beberapa saksi sudah kami periksa dan tersangka dalam pengejaran petugas," tandas dia. (PR)

Selasa, Oktober 26

Harga Ikan Asin di Pantura Indramayu Meningkat



Indramayu - Harga ikan asin produksi nelayan pantura Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, sepekan terakhir mengalami kenaikan harga mulai dari tingkat pedagang eceran hingga harga dari produsen.

"Kenaikan harga berbagai ikan asin hasil olahan nelayan pantura karena harga bahan baku berupa ikan segar sulit didapatkan, selain itu poses pengeringan masih mengandalkan panas matahari terhambat cuaca buruk," kata H. Usman, salah seorang perajin ikan asin di Eretan Pantura Indramayu, Senin.

"Harga ikan asin seperti jambal roti sebelumnya dijual Rp45.000 per kilogram kualitas baik, sekarang dijual Rp48.000 per kilogram, sedangkan kualitas rendah dijual Rp29.000 per kilogram, dua pekan sebelumnya Rp24.000 per kilogram," katanya.

Dia menambahkan, harga melambung dan permintaan konsumen tetap tinggi, hal itu memicu perajin terus meningkatkan produksi meski saat ini terhambat oleh kondisi alam yang tidak bersahabat, baik proses pengeringan juga mencari bahan baku ikan segar.

Menurut dia, selain kesulitan bahan baku, bahan penunjang lain seperti garam harganya sudah cukup mahal. Saat ini garam krosok harganya mencapai Rp1.400 per kilogram, padahal sebelumnya hanya Rp1.000 per kilogram. Harga garam meningkat akibat pasokan dari petani garam terus menurun.

"Produksi ikan asin mengalami penurunan saat cuaca buruk, musim hujan tahun ini cukup panjang, biasanya bulan April hingga Desember musim kemarau," katanya.

Dia menjelaskan, beberapa faktor pemicu kenaikan harga dapat dimaklumi oleh masyarakat, sehingga kenaiakan harga tersebut tidak ada kendala dalam pemasaran, permintaan konsumen tetap tinggi.Ikan asin olahan nelayan pantura Indramayu sukup diminati pembeli.

Sementara itu Kepala UPTD Kecamatan Balongan dan Indramayu Dinas Perikanan Edi Warnadi menuturkan, harga ikan asin meningkat akibat bahan baku dan bahan penungjang lain terutama garam harganya cukup mahal, selain proses pengeringan ikan asin terhambat cuaca buruk.

"Kenaikan harga ikan asin juga bebagai kendala dalam meningkatkan produksi pengrajin ikan asin di pantura Indramayu masih tetap semangat karena permintaan ikan asin terus naik," katanya.

Bang Jaya, salah seorang padagang ikan di pasar tradisional Indramayu mengaku, harga ikan asin olahan nelayan setempat naik namun pembeli tetap tinggi.

Pebeli terutama pendatang seperti dari Bandung, Sumedang, Majalengka, Kuningan. Mereka sangat meminati ikan asin Indramayu. (Ant)

Kasus Raibnya Ratusan Beras di Bulog Indramayu Mulai Disidik



Indramayu - Kasus hilangnya ratusan ton beras dari gudang Krangkeng II milik Bulog Sub Divre Indramayu memasuki tahap penyidikan.

Hal tersebut diungkapkan Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Indramayu, Rachman Zaenal. "Karena telah kami anggap lengkap, kasus tersebut saat ini sudah masuk tahap penyidikan atau naik dari sebelumnya tahap penyelidikan," katanya. Kasus ini sudah dilimpahkan ke seksi pidana khusus (Pidsus).

Sementara itu, Kepala Seksi Pidsus Kejari Indramayu, Rusli Putra Aji membenarkan jika kasus hilangnya ratusan ton beras milik Bulog Sub Divre Indramayu telah memasuki tahap penyidikan. "Kasus ini pun sudah dilaporkan ke kejaksaan tinggi, jadi tidak bisa main-main," katanya.

Selanjutnya, lanjut Rusli, pihaknya akan segera memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan. Saksi tersebut diantaranya berasal dari mitra kerja Bulog maupun staf Bulog Sub Divre Indramayu serta pimpinannya. "Tapi berapa jumlah saksi, belum bisa kami sebutkan," katanya.

Pemanggilan saksi sudah dilakukan hari ini, Senin (25/10). "Sedangkan pemeriksaan rencananya dilakukan Kamis mendatang (28/10)," kata Rusli.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 230,8 ton beras atau senilai Rp 1,3 miliar yang disimpan di gudang Krangkeng II Bulog Sub Divre Indramayu hilang. Beras tersebut merupakan stok 2009 lalu.

Ada pun modus yang yang digunakan berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun antara lain dengan menerapkan sistem gua. Beras yang dikemas dalam karung ditumpuk rapi mengelilingi bagian dalam gudang. Jika dilihat dari luar, isi gudang terlihat penuh tumpukan beras, namun ternyata bagian tengahnya kosong.

Modus lainnya yaitu dengan cara nyolok. Dimana karung beras diambil sebagian isinya menggunakan alat. Akibatnya beras yang seharusnya berukuran 15 kg satu karung hanya berisi 13 - 14 kg. (Tmp)

Jumat, Oktober 22

Hilangnya Beras Bulog, DPRD Indramayu Duga Pelaku Lebih dari Satu Orang



Indramayu - Komisi B DPRD Indramayu menduga kasus hilangnya ratusan ton beras dari gudang Krangkeng II Bulog Sub divre Indramayu, melibatkan banyak pihak. Karena itu, mereka mendesak instansi terkait untuk menindak tegas semua pelaku.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi B DPRD Indramayu, Ruslandi, usai melakukan sidak ke gudang Krangkeng II Bulog Sub Divre Indramayu, Jumat (22/10). Selain didampingi semua anggota komisi B, dalam kesempatan itu turut hadir jajaran pimpinan Bulog Sub Divre Indramayu. ‘’Tidak mungkin kalau kasus ini hanya melibatkan satu orang oknum,’’ ujar Ruslandi.

Ruslandi menegaskan, instansi terkait harus membongkar semua oknum yang terlibat dalam kasus tersebut. Tak hanya itu, semua oknum yang terlibat pun harus ditindak tegas, baik secara administrasi maupun hukum. Sementara itu, untuk menghindari terulangnya kasus tersebut, Ruslandi meminta kepada petugas pemeriksa gudang untuk memeriksa secara teliti. Tak hanya bagian luar gudang, pemeriksaan pun harus mencakup semua bagian dalam gudang. ‘’Jika tidak, maka akan berpotensi menimbulkan penyelewengan,’’ tegas Ruslandi.

Selain itu, lanjut Ruslandi, petugas pemeriksa gudang juga harus menyocokkan data administrasi dengan bukti fisik beras yang ada di gudang. Dengan demikian, penyelewengan yang terjadi akan dapat segera terungkap. Lebih lanjut Ruslandi menambahkan, pihaknya juga meminta agar Bulog menambah jumlah petugas pemeriksa gudang. Pasalnya, minimnya tenaga pengawas dapat menjadi celah terjadinya penyelewengan.

Sementara itu, Kepala Bulog Sub Divre Indramayu, Sudarsono, mengaku siap menjalankan semua rekomendasi yang disampaikan para anggota dewan. Dia pun berharap, hal itu dapat mencegah terulangnya kembali kasus serupa. Seperti diketahui, sebanyak 230,8 ton beras yang disimpan di gudang Krangkeng II Bulog Sub Divre Indramayu, hilang. Beras yang setara dengan nilai uang hampir Rp 1,3 miliar tersebut merupakan beras stok 2009. Namun, kasus tersebut baru terungkap dan ditangani aparat penegak hukum.

Berdasarkan informasi dari salah seorang sumber di lingkungan gudang Krangkeng II, raibnya ratusan ton beras itu diduga dilakukan seorang oknum petugas gudang tersebut. Sedangkan modusnya dengan menerapkan ‘sistem gua’. Maksudnya, beras Bulog yang dikemas dalam karung ditumpuk secara rapi mengelilingi bagian dalam gudang. Karenanya, jika dilihat dari luar, isi gudang nampak penuh dengan tumpukan karung beras. Padahal, bagian tengah tumpukan tersebut kosong karena diambil oleh oknum tersebut.

Selain itu, modus lain yang dilakukan pelaku yakni dengan cara nyolok karung beras untuk mengambil sebagian isi beras. Akibatnya, beras yang dimuat dalam kemasan karung berukuran 15 kilogram, ternyata hanya berisi 13-14 kilogram. Tak hanya ditangani secara internal oleh Bulog Jabar, kasus itupun saat ini ditangani Kejari Indramayu. bahkan, pihak Kejari telah memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan. (Rep)

Kamis, Oktober 21

Yance Desak Penyegaran Pengurus Golkar Indramayu



Indramayu - Mantan Ketua DPD Partai Golkar (PG) Jabar, DR. H. Irianto MS Syafiuddin memberikan sinyal kepada pengurus DPD PG Kabupaten Indramayu agar merevitalisasi atau penyegaran kepengurusan.

Revitalisasi kepengurusan DPD PG Kabupaten Indramayu itu ungkap Yance, panggilan akrab DR.H. Irianto MS Syafiuddin, terkait adanya sikap pembangkangan sejumlah kader PG Indramayu saat Pemilukada Indramayu sehingga hal itu dinilai melanggar disiplin berorganisasi.

“Saat Pemilukada Indramayu, banyak kader PG yang membangkang atau tidak disiplin, sehingga kepengurusan DPD PG Indramayu ini perlu direvitalisasi. Jika perlu kader PG itu digembleng atau dibai’at,” katanya disambut tepuk tangan ratusan kader saat hadir pada HUT Ke-46 PG di sekretariat Jalan Olar Raga Indramayu, Rabu (20/10).

Sikap membangkang itu jangan dianggap baik.”Saya dipecat jadi Ketua DPD PG Jabar, tapi Saya tetap jadi kader PG dan tidak membangkang,” katanya.

Di sisi lain, Yance memuji kinerja PK (Pengurus Kecamatan) PG yang telah menunjukkan kecintaan dan kerja kerasnya sehingga memenangkan pasangan ANDI (Anna Sophanah – Supendi) sebagai bupati terpilih 2010 – 2015 dalam Pemilukada Indramayu 18 Agustus 2010. (PK)

Truk PT Pos Seruduk Kontainer, Satu Orang Tewas



Indramayu - Jalur 'tengkorak' pantura Indramayu kembali menelan korban jiwa. Kali ini, satu orang tewas dan satu lainnya luka berat saat sebuah mobil truk milik PT Pos Indonesia menabrak truk kontainer yang mogok di pinggir jalan, Kamis (21/10), sekitar pukul 04.00 WIB. Dalam peristiwa yang terjadi di ruas jalan Desa Pangkalan, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu itu, satu orang tewas dan satu lainnya luka berat.

Hingga berita ini diturunkan, kedua korban masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu (RSBI) Losarang. Adapun korban tewas bernama Riyanto (32 tahun) warga Solo, Jateng, dan korban luka berat bernama Buyung Fitowiyono (46), warga Wonogiri, Jateng.

Kedua korban merupakan sopir utama dan sopir cadangan dari truk milik PT Pos Indonesia. Peristiwa itu bermula ketika mobil truk milik PT Pos Indonesia bernopol H 1302 QG melaju dari arah Jakarta ke Cirebon. Mobil yang dikemudikan korban Buyung itu mengangkut sejumlah dokumen dan surat.
Saat sampai di ruas jalan raya Desa Pangkalan, tepatnya di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE), terdapat sebuah truk kontainer bernopol N 8577 US yang mogok di pinggir jalan. Mobil yang dikemudikan oleh Jumali (50) itu mengangkut besi-besi berukuran besar.

Diduga, sopir truk milik PT Pos Indonesia tidak melihat ada truk kontainer yang sedang mogok di pinggir jalan. Hal tersebut dikarenakan kondisi jalan yang masih cukup gelap. Akibatnya, truk milik PT Pos Indonesia langsung menabrak dengan keras bagian belakang truk kontainer.

Dalam peristiwa itu, sopir utama truk milik PT Pos Indonesia, Riyanto, tewas seketika. Sedangkan sopir cadangannya, Buyung, mengalami luka berat dan dilarikan ke RSBI Losarang. Bagian depan mobil pun ringsek akibat kerasnya tabrakan. Sementara sopir truk kontainer selamat dari peristiwa tersebut. Dia tidak berada di dalam mobil ketika kecelakaan itu terjadi.

Kasatlantas Polres Indramayu, AKP Robert Simatupang, menjelaskan, belum bisa memutuskan penyebab pasti kecelakaan tersebut. Dia mengatakan masih menyelidiki dan mengumpulkan bukti mengenai peristiwa itu. ''Kami sudah meminta keterangan dari para saksi,'' tandas Robert. (Rep)

Rabu, Oktober 20

Ban Pecah, Truk Bermuatan Batu Kapur Terguling Di Lohbener



Indramayu - Truk gandeng K 1766 BD yang bermuatan batu kapur mengalami kecelakaan tunggal akibat ban belakang pecah di Jalan Raya Lohbener desa Kianjaran Pantura Indramayu, Selasa (19/10).

Gandengan truk bagian belakan terbalik setelah sebelumnya sopir Aryanto (33) membantingkan kendaraannya ke arah kiri jalan namun lis jalan terlalu tebal sehingga dirinya lepas kendali.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kecelakaan tunggal tersebut. Namun akibat kecelakaan lalu lintas semua muatan batu kapur yang dibawa dari Kabupaten Rembang menuju Kabupaten Karawang tumpah di tengah jalan sehingga kondisi lalu lintas padat merayap.

Kepadatan kendaraan dapat diurai oleh petugas kepolisian setempat setelah semua batu kapur di evakuasi beserta turk gandeng ke arah median jalan. Hingga pukul 19.00 WIB Selasa sudah teratasi kendaraan dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta kembali lancar.

Aryanto sopir truk mengaku, kejadian pecah ban belakang sudah biasa terjadi karena beban muatan cukup berat, namun lis jalan terlalu tebal truk gadengan tidak mau mengangkat kejalan raya kembali, akhirnya terbalik beruntung suasana jalan sedang sepi, padahal di Pantura biasanya padat pada pukul 18.00 WIB.

Dikatakannya, jika lis jalan tidak tebal ban belakang bisa kembali kendaraan terhindar dari kecelakaan tunggal tersebut, masih beruntung kernet dan dirinya dapat menyelamatkan diri.

Sementara itu Aiptu Agus Dwi salah seorang petugas Gatur di pantura Indramayu menuturkan, kecelakaan tunggal itu terjadi akibat truk gandengan bermuatan batu kapur dari Kabupaten Rembang yang hendak ke arah Jakarta mengalami pecah ban bagian belakang. "Beruntung kondisi jalan sedang sepi padahal menjelang magrib pantura melalu jalur Lohbener cukup padat, baik kendaraan roda dua juga kendaraan roda empat, bahkan bus malam dari arah Jawa Tengah banyak yang melintas,"katanya.

Dia menambahkan, pihaknya segera mengevakuasi turk gandeng yang terbalik beserta semua muatan, karena jalur pantura semakin malam kondisi lalu lintas padat, terutama tujuan Jakarta.Selain itu meminta keterangan dari sopir turk tersebut untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Ahmad salah seorang warga Indramayu di lokasi kecelakaan mengaku, jalur Pantura sering terjadi kecelakaan terutama turk gadengan pecah ban, diperkirakan muatan mereka tidak sesuai aturan. Padahal jembatan timbang milik Dinas Perhubungan masih beroperasi. "Mestinya truk gandengan yang bermuatan melebihi ketentuan bisa diselasaikan dan ditindak tegas oleh petugas jembatan timbang, supaya terhindar dari kecelakaan lalu lintas, selain itu jalan pantura cepat rusak,"katanya.

Dia menambahkan, buat apa ada jembatan timbang di Pantura Indramayu kalau tidak berfungsi, truk gandengan bermuatan berat bisa lolos, tuduhan masyarakat menjadi negatif, jangan-jangan hanya tempat pungutan liar, hal itu membebani semua sopir yang melintas. (Ant) / Foto :Ilustrasi

Minat Warga Indramayu Menjadi TKW Ke Malaysia Berkurang



Indramayu - Minat calon TKW (Tenaga Kerja Wanita) asal Indramayu yang akan bekerja jadi PRT (Pembantu Rumah Tangga) di Malaysia akhir-akhir ini menurun drastis dibandingkan jadi TKW ke negara lain.

Alasannya, kata Kadinsosnakertrans Indramayu H. Kamud, SH didampingi Kabid Penempatan dan Pengerahan Tenaga Kerja, Dra. Hj. Nani, di ruang kerjanya, kemarin, bekerja di Malaysia itu selain gaji yang diterima PRT itu jumahnya relatif kecil, juga di Malaysia banyak terjadi kasus yang merugikan PRT.

Menurut Kamud, berdasar-kan kedua alasan tersebut, banyak calon TKW asal Indramayu yang menyatakan tidak berminat atau ogah bekerja jadi PRT di Malaysia.

Sebaliknya, lanjut dia, minat calon TKW asal Indramayu yang akan bekerja jadi PRT di Taiwan semakin meningkat. Hal itu antara lain disebabkan karena gaji yang diterima setiap PRT relatif besar.
Kamud mengemukakan, gajiTKW yang kerja jadi PRT diTaiwan Rp4,5 juta sebulan. Di Arab Saudi (TimurTengah) gaji PRT sebulan mencapai Rp2 juta. Sedangkan di Malaysia, gaji PRT itu relatif kecil hanya Rpl,5 juta per bulan. (PK)

Harga Bawang Merah Di Indramayu Bertahan



Indramayu - Harga bawang merah di sejumlah pasar tradisional daerah pantura Kabupaten Indramayu, Jawa Barat masih bertahan.

"Harga bawang merah sepekan terakhir naik tipis kurang dari Rp 1000 per kilogram, sebelumnya dijual eceran Rp 12 ribu per kilogram sekarang menjadi Rp 13 ribu per kilorgam untuk kualitas biasa,"kata Sumiati salah seroang pedagang bumbu dipasar Indramayu kota, Rabu.

Menurut sumiati, keniakan harga bawang merah sudah biasa terjadi karena masih tergantung hasil panen petani di Jawa tengah.

"Kebutuhan bawang merah di daerah pantura Indramayu cukup tinggi, terutama mereka pemilik rumah makan juga pedagang ikan bakar lesehan, dalam satu hari tidak kurang dari 30 kilogram terjual,"katanya.

Hamdan pedagang lain mengaku, kenaikan harga bawang merah masih wajar hanya Rp 1000 per kilogram, namun jika sampai Rp 5.000 per kilogram biasanya pelanggan rewel dan penjualannya berkurang.

"Penjualan bawang merah di Indramayu cukup lancar, harganya terpantau, hanya pada saat tertentu mengalami kenaikan tinggi seperti hari Lebaran Idul Fitri dan Idul Adha,"katanya.

Sementara itu H Kasnawi salah seorang pemasok bawang merah asal Kabupaten Brebes di Indramayu mengaku, harga bawang merah sering mengalami naik turun karena tergantung hasil petani bawang, jika panen maksimal pasokan melimpah harga biasnya turun.

"Pasokan berkurang tetapi kebutuhan tetap tinggi harga bawang melonjak, namun hanya pada kesempatan tertentu dimana konsumsi masyarakat meningkat,"katanya
Sementara itu kebutuhan pengrajin bawang merah goreng cukup tinggi, satu orang pengusaha bisa menghabiskan kurang dari satu ton bawang merah setiap hari. (Ant)

Selasa, Oktober 19

Tanggul Sungai Cimanuk Desa Pilangsari Longsor



Indramayu - Hujan dengan debit air yang tinggi secara terus menerus membuat tanggul Sungai Cimanuk, Kabupaten Indramayu, longsor. Ratusan hektar tanaman padi siap panen pun terendam dan terancam puso.

Tanggul yang longsor itu berada di Blok Como dan Blok Cilengkong, Desa Pilangsari, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Longsornya tanggul terjadi pada Rabu dini hari (17/2). Akibatnya debit air yang berasal dari hulu dan terus membesar telah menggerus tanggul. Tanggul pun longsor dan air sungai pun menerabas melalui gorong-gorong bawah tanggul.

Ratusan hektar tanaman padi siap panen di Blok Como pun terendam air. Tidak hanya itu, ratusan unit rumah di kedua blok itu pun terancam terendam terutama jika debit air Sungai Cimanuk terus meninggi.

Untuk mencegah kondisi semakin parah, warga desa pun bergotong royong membuat tanggul darurat yang terbuat dari karung berisi pasir. Mereka pun secara bergantian berjaga untuk memantau kondisi arus sungai. Seorang warga Blok Como, Sukardi, mengaku khawatir. "Setiap hari kami selalu khawatir," katanya. Terutama jika hujan turun dan debit air sungai Cimanuk terus bertambah. Ia khawatir jika air sungai Cimanuk itu merendam rumah-rumah warga termasuk rumahnya sendiri.

Kepala Desa Pilangsari, Darno menuturkan, warga tak hanya membuat tanggul darurat, namun juga telah meminjam plat besi dari pabrik es untuk menutup gorong-gorong. Ini dikarenakan pintu pengatur air yang terbuat dari plat besi telah rusak karena debit air yang terus membesar.

Camat Jatibarang, Dudung Indra Ariska, menjelaskan selain di dua blok di Desa Pilangsari, longsor juga terjadi di belakang sebuah toko mas di Desa Jatibarang. Di tempat itu, tanggul sungai pun telah membentuk tebing curam dan berongga. Jika sampai jebol, maka air akan merendam puluhan ribu rumah dan puluhan ribu hektar lahan pertanian dan perkebunan di Kecamatan Jatibarang. "Karena itu, tanggul itu harus secepatnya diperbaiki," katanya.(Tmp)

Belasan Pasien DB Dirawat di RSUD Indramayu


Indramayu - Kepala Dinas Kesehatan Indramayu dr H Suwardi, MARS mengimbau warga masyarakat untuk mewaspadai ancaman demam berdarah (DB). Dijelaskan, kini endemik demam berdarah terjadi di sejumlah wilayah diakibatkan perubahan cuaca serta curah hujan yang tinggi.

"Dengan tingginya curah hujan ini, di sejumlah wilayah yang selama ini menjadi langganan genangan air untuk mewaspadai terjadinya genangan air yang berpotensi tempat berkembangnya nyamuk aedes aegypti," jelas Suwardi, Senin (18/10).

Masyarakat juga diimbau untuk tidak terlena dan lebih mengoptimalkan langkah-langkah pencegahan meluasnyawabah seperti melalui pemberantasan sarang nyamuk secara intensif. Langkah ini jauh lebih efektif untuk mencegah wabah penyakit.

"Sebab penyebaran penyakit DB ini cenderung dipengaruhi oleh kesadaran dan pemahaman masyarakat," jelasnya.

Berdasarkan pemantauan di RUSD Indramayu, sejumlah pasien positif terkena DB beberapa wilayah yang dilaporkan terjangkit diantaranya di Kecamatan Sindang meliputi wilayah Desa Penganjang dan Babadan, Kecamatan Losarang, Lelea, Gabuswetan dan Kandanghaur.

Di RSUD Indramayu dikabarkan sudah ada belasan pasien keluar masuk karena demam berdarah, khususnya balita. (Pel)

Harga Ikan Tengiri Di Indramayu Turun



Indramayu - Harga ikan tenggiri satu bulan pascalebaran di daerah pantura Kabupaten Indramayu, Jawa Barat turun akibat pasokan ikan tenggiri di sejumlah tempat pelekangan ikan melimpah.

Wasnari seorang nelayan kepada wartawan di Indramayu, Senin, mengatakan, hasil tangkapan ikan tenggiri cukup melimpah dibandingkan jenis ikan lain seperti ikan tongkol, lemang, kakap putih, kakap merah, sehingga harga ikan tenggiri harga ikan tersebut turun.

"Dua pekan terakhir harga ikan tenggiri Rp 35 ribu per kilogram di Tempat Pelelangan Ikan Karangsong Indramayu, sekarang turun menjadi Rp 29 ribu per kilogram,"katanya.

Dia menjelaskan, harga ikan tenggiri masih tergantung pasokan dari nelayan, hasil tangkapan melimpah harga biasanya turun, namun sebaliknya harga ikan tenggiri mahal jika pendaratan ikan tersebut kurang. (Ant)

Setelah Lebaran Idul Fitri jumlah ikan tenggiri yang didaratkan di Tempat Pelelangan Ikan Karangsong stabil.

Kepala UPTD Kecamatan Balongan dan Indramayu Edi Warnadi mengaku, hasil tangkapan ikan tenggiri di Tempat Pelelangan Ikan Karangsong setelah Lebaran Idul Fitri hingga sekarang cukupstabil, sehingga harga ikan tersebut turun dibandingkan sebelumnya.

Ia mengatakan pasokan ikan di Tempat Pelelangan Ikan cukup melimpah, meski cuaca buruk terus melanda perairan laut utara Jawa, namun tidak mempengaruhi hasil tangkapan nelayan yang menggunakan kapal semi modern juga kapal yang menggunakan alat tangkap cukup canggih. (Ant)

Nelayan dengan perahu ukuran besar mencari ikan di laut lepas hingga ke daerah Jayapura, Kalimatan, Sulawesi, sehingga hasil tangkapan yang didaratkan di Tempat Pelelangan Ikan Karangsong Indramayu tetap bisa diandalkan memasok ikan di Jawa Barat.

"Nelayan tradisional yang mengandalkan perahu ukuran kecil, biasanya mencari ikan tangkapan di sepanjang pesisir pantai utara laut Jawa,"katanya.

Hasil tangkapan nelayan tradisional hanya ikan kecil seperti ikan petek, ikan kakap putih, udang, cumi-cumi, blakutak. Jika cuaca buruk mereka berhenti melaut," katanya.

Sementara Jahauri salah seorang nelayan tradisional mengaku, hasil tangkapan ikan di pesisir utara laut Jawa sudah tidak bisa diandalkan, selain cuaca buruk yang sering menjadi penghambat mencari ikan.

"Berbeda dibandingkan sepuluh tahun lalu, hasil tangkapan nelayan tradisional masih bisa diandalkan untuk menghidupi keluarga, namun saat ini ikan sulit mendapatkan keuntungan karena biaya melaut cukup tinggi, sedangkan hasil tangkapan terus menurun," katanya.

Dia menjelaskan, hasil tangkapan nelayan tradisional hanya ikan kecil, tidak seperti mereka nelayan yang menggunakan perahu ukuran besar, daerah tangkapan ikan hingga ke laut lepas, jenis ikan yang didaratkan cukup melimpah dan mampu menutupi kebutuhan ikan di Indramayu.

H Jaya pedagang ikan di Indramayu menuturkan, pasokan ikan nelayan dengan perahu ukuran besar mampu memasok kebutuhan ikan di Indramayu juga daerah Jawa barat bahkan hingga dipasok ke Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi.

"Pasokan ikan dari nelayan masih menjadi pacuan harga, hasil tangkapan mereka menurun harga mahal, namun jika pendaratan ikan melimpah harga turun, seperti harga ikan tenggiri sebelumnya Rp 36 ribu per kilogram sekarang hanya Rp 29 ribu per kilogram tinggkat glosir," katanya. (Ant)

Beras Senilai Rp 1,3 Miliar Raib Dari Gudang Bulog Indramayu



Indramayu - Ratusan ton beras yang disimpan di salah satu gudang milik Bulog Sub Divre Indramayu raib. Hilangnya ratusan ton beras tersebut saat ini tengah ditangani Bulog Jabar dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Indramayu.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, beras yang hilang berjumlah 230,8 ton atau bernilai sekitar Rp 1,3 miliar. Beras yang hilang tersebut disimpan di gudang Bulog Krangkeng II Sub Divre Indramayu.

Dari keterangan yang berhasil dihimpun, hilangnya beras di gudang Bulog tersebut bisa dilakukan dengan dua cara. Cara pertama yaitu dengan "sistem gua". Beras Bulog yang dikemas dalam karung ditumpuk dengan rapih mengelilingi bagian dalam gudang. Jika dilihat dari luar, gudang terlihat terisi dengan penuh. Padahal di bagian tengahnya justru terlihat kosong karena telah diambil.

Cara kedua dilakukan dengan nyolok. Yaitu menggunakan alat tertentu menyolok karung untuk diambil isi berasnya sedikit demi sedikit. Akibatnya beras yang seharusnya berisi 15 kg hanya berisi 13 hingga 14 kg.

Kepala Bulog Sub Divre Indramayu, Sudarsono, saat dikonfirmasi mengakui hilangnya ratusan ton beras di gudang miliknya. "Kami pun memeriksanya dengan cara membongkar isi gudang yang berkapasitas 21 ribu ton beras itu," katanya. Dari hasil pemeriksaan ternyata memang terdapat selisih jumlah beras antara keterangan administrasi dengan bukti fisiknya.

Sudarsono mengaku prihatin dengan kasus ini. "Terlebih prognosa kami tahun ini tidak tercapai karena tingginya harga gabah dan beras," katanya. Prognosa Bulog Sub Divre Indramayu sebesar 90 ribu ton, namun hingga 15 Oktober pengadaan baru mencapai 76.771 ton setara beras.

Kasus ini pun menurut Sudarsono sudah ditangani Bulog Jabar bersama dengan Kejaksaan Negeri Kabupaten Indramayu. (Tmp)

Senin, Oktober 18

Tujuh PSK Disinyalir Terinfeksi Virus HIV AIDS



Indramayu - Sedikitnya 30 wanita yang disinyalir berprofesi sebagai kupu-kupu malam / pekerja seks komersial (PSK) di berbagai warung remang-remang (Warem) di Kabupaten Indramayu, pekan kemarin terjaring operasi penyakit masyarakat (pekat) yang dilakukan Kepolisian Resor (Polres), Satuan Polisi Pamomg Praja (Satpol PP) serta Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) setempat, 7 diantaranya terinfeksi virus HTV Aids.

Dikatakan Kepala Dinsosnakertrans HKamud.SH didampingi Kabid Sosial Erpin Marpin-da, SSos.SH.MH operasi gabungan dimaksud bertujuan untuk meminimalisir pekat di Kota

Mangga dan di sepanjang jalur pantura. Operasi serupa akan diteruskan ke wilayah Indramayu timur dan selatan.

Pada dasarnya kata Kamud, operasi pekat tersebut sejalan dengan visi Indramayu Remaja khususnya menciptakan masyarakat religius, oleh karenanya agar pekat tidak berkembang biak, pihaknya melakukan operasi ini. "Sepanjang Kamis malam kami melakukan operasi berhasil menjaring 30 wanita yang disinyalir berprofesi sebagai PSK," kata Kamud di kantornya. Sabtu (16/10).

Selanjutnya para wanita yang terjaring operasi pekat tersebut diamankan di Gedung Trauma Centre Kabupaten Indramayu. Di tempat itu mereka mendapat-kan pembinaan dan tes kesehatan dari Badan Pemberdayaan Perempuan Keluarga Berencana (BPPKB), Dinas Kesehatan, Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD), LSM Setia Indonesia.

Kemudian setelah dilakukan pembinaan dan pendataan, mereka diserahkan kepada orang tuanya / walinya. "Setelah dilakukan tes darah temyata dari 30 wanita yang terjaring tujuh diantaranyadisinyalir terinfeksi virus HIV AIDS." ujarnya.

Kabid Sosial Erpin Marpinda menambahkan, operasi tersebut membawa hikmah bag) semua pihak karena diketahui diantara mereka disinyalir ada yang ter-inveksi virus HTV AIDS. Dan ini peringatan terhadap banyak pihak. (Pel)

Pasokan Gabah Melimpah, Harga Beras Stabil



Indramayu - Harga beras di sejumlah pasar tradisional daerah pantura Kabupaten Indramayu, Jawa Barat setelah panen musim tanam kedua stabil karena pasokan gabah kering dari petani melimpah.

H.Nurlatifah pengusaha beras di Kecamatan Terisi Indramayu bagian barat mengatakan Senin, harga beras tingkat eceran hingga glosir pascapanen musim tanam gadu masih cukup stabil karena pasokan gabah kering dari petani setempat lancar.

Ia mengatakan, pasokan gabah masih menjadi acuan harga beras di Indramayu, biasanya pasokan aman harga cenderung bertahan, namun jika pasokan gabah kering dari petani terhambat, harga beras pasti melonjak, karena permintaan baik di Indamayu juga keluar daerah terus meningkat.

Harga beras kualitas sedang Rp6.200 per kilogram, sedangkan kualitas bagus Rp7.500 per kilogram dan sudah sekitar satu bulan harga beras stabil di Indramayu.

Ia menambahkan, harga beras di pantura Kabupaten Indramayu mampu bertahan karena produksi gabah dari petani terus meningkat dibanding tahun sebelumnya, karena musim hujan membantu petani menanam padi, meski sering terjadi serangan berbagai jenis hama.

Dikatakan Sunarto pedagang beras lain di Indramayu, pasokan beras di sejumlah pasar tradisional sejak dua pekan terakhir cukup lancar, sehingga harga cenderung stabil, karena permintaan dan persediaan seimbang.

Menurut Sunarto, harga beras mulai dari tingkat eceran hingga grosir masih stabil, permintaan konsumen tingkat lokal sepi, namun dari luar kota seperti Jakarta dan Bandung terus meningkat, sehingga pedagang lokal sering kesulitan mendapatkan beras.

"Pengusaha beras di Indramayu memilih berasnya dipasok keluar kota selain harga cukup tinggi, pembayaran dari pedagang luar kontan, bahkan menyimpan uang terlebih dulu,"katanya.

Harga beras di Indramayu jarang terjadi kenaikan karena pasokan gabah aman, untuk tahun ini petani bisa tanam hingga tiga kali panen, padahal di daerah kurang air seperti pantura hanya mengenal dua musim karena mereka masih mengandalkan curah hujan.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Indamayu Ir Toto Kusmanto menuturkan, pasokan gabah kering dari petani Indramayu musim tanam kedua cukup normal, sehingga harga beras di sejumlah pasar tradisional stabil.

Produksi beras di Indramyu meningkat, namun biasanya hasil panen mangga yang merupakan ciri khas daerah ini menurun akibat hujan berkepanjangan, sehingga banyak kebun mangga yang mengalami gagal panen, katanya. (Ant)

Sabtu, Oktober 16

Indramayu Akan Jadi Sentra Garam Nasional


Indramayu - Guna mempercepat pemenuhan kebutuhan nasional akan garam, Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan akan membangun sentra-sentra daerah potensial produksi garam. Salah satu diantaranya adalah Kabupaten Indramayu yang memiliki panjang garis pantai 113 kilometer yang akan dipusatkan di daerah Krangkeng, Losarang dan Eretan. Kepastian ini setelah kunjungan kerja Menteri Negara Kelautan dan Perikanan Fadel Mohamad ke Indramayu beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Ir H AR Hakim melalui Kabid Sarana Prasarana dan Teknologi Ir Edi Urnae-di menjelaskan, potensi yang dimiliki In-dramayu seluas 3.664,30 hektar dimana yang sudah berproduksi baru mencapai 1.533 hektar lahan. "Program pengembangan kawasan minapolitan khususnya garam di Indramayu nanti diharap kan dapat mencapai swasembada garam dengan dukungan sarana prasarana dan teknologi yang memadai agar menghasilkan garam dengan kualitas yang baik.

Meski belum muncul kepastian angka di APBN, Menteri menjanjikan akan membantu dana Rp 11 miliar untuk pengem-bangarrsentra garam di Indramayu," jelas Edi Umaedi, Jumat (15/19) di kantornya. Menurut Edi Umaedi, dalam pelaksanaannya nanti Diskanla akan bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dima-na Diskanla bergerak ditatar produksinya sedangkan ditatar pengolahannya dilaksanakan oleh Disperindag. "Saat ini kami baru melakukan survei dan pendataan dengan mengadakan identifikasi, pemetaan wilayah dan penyusunan master plane.

Tahun 2011 nanti baru masuk ke tahap pelaksanaan. Mudah-mudahan semua tahapan dapat berjalan dengan baik sehingga tujuan swasembada garam nasional dapat segera terwujud," jelasnya. Edi menjelaskan, kondisi pergaraman nasional saat ini tingkat produktivitas lahan pergaraman rata-rata 60-70 ton/ hektar/tahun. Angka ini cuknp rendah dibandingkan dengan Australia atau India yang mencapai 140 ton/hektar/ta-hun. Selain itu, lanjut Edi, rendahnyaharga di tingkat petambak pada saat panen raya.

Peredaran garam dengan kadar yodium 30ppm masih di bawah target dan pertumbuhan pemakaian garam industri dari impor relatif besar dibanding pertumbuhan pasokan dalam negeri. Terhadap permasalahan di atas, kata Edi, pemerintah akan melakukan regulasi pengaturan pengadaan garam be nod mm, pengolahan dan pelabelan garam beryodium yang sulit dilakukan oleh petambak garam. Melakukan penetapan harga awal agar lebih menguntungkan bagi petambak garam. Meningkatkan pengawasan pengaturan garam impor agar lebih efektif terhadap implementasi dan pemberian sanksi terhadap pelanggaran. (Pel)

Hujan Berkepanjangan Tanaman Cabai Biola Tetap Bertahan



Indramayu - Meski hujan berkepanjangan, tanaman cabai merah jenis biola yang ditanam petani di Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, mampu bertahan sehingga diperkirakan hasil panen tetap maksimal.

"Hujan terus menguyur daerah pantura Kabupaten Indramayu hal itu menyebabkan sejumlah tanaman seperti mangga gagal berbuah, namun tanaman cabai merah jenis biola di Kecamatan Kroya mampu bertahan sehingga hasil panen petani cukup menggembirakan," kata Ir Anang Kepala Seksi Produksi Holtikultura Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu, kepada wartawan di Indramayu, Kamis.

Dia menjelaskan, berkat perawatan maksimal yang dilakukan oleh petani cabai, guyuran hujan mampu mempertahankan bunga cabai hingga menjadi buah, padahal di daerah lain bunga cabai merah tersebut membusuk, sehingga diperkirakan petani gagal panen.

"Tanaman cabai merah jenis biola yang ditanam kelompok petani sayuran dataran rendah, diperkirakan panen kurang dari satu pekan lagi, melihat kondisi tanaman yang subur hasilnya bisa maksimal," katanya.

Dia menambahkan, kondisi cuaca tidak menentu penyebab gagal panen, namun petani sayuran dataran rendah mampu mempertahankan tanaman cabai merah juga sayuran lain seperti bungan kol, pakhcoy. Sehingga pasokan cabai merah akan terpenuhi.

"Hasil panen cabai merah jenis biola sudah dipesan oleh perusahaan pengolahan makanan di Jakarta, langkah tersebut suatu kemajuan bagi petani, karena mereka tidak menjual hasil panen kepada bandar yang sering terjebak harga murah," katanya.

H Yamin, seorang petani cabai merah jenis biola mengaku, hasil panen sudah ada yang menampung meringankan pekerjaan petani, karena petani hanya merawat tanaman yang dipesan tersebut, sehingga dalam pemeliharaannya cukup maksimal, meski hujan terus mengguyur tanaman mampu bertahan.

"Selama menjadi petani selain merawat tanaman dirinya harus menjual hasil panen, sehingga sering mengalami kesulitan, akhirnya bandar yang menampung dengan harga mengecewakan," katanya.

Sementara itu ketua kelompok tani sayuran dataran rendah Muhidi menuturkan, sebelum menanam kelompoknya mencari pembeli hasil panen terlebih dahulu, setelah mendapatkan kemudian membuat perjanjian tertulis baik harga juga jumlah yang harus disediakan.

"Setelah ada kesepakatan baru semua anggota kelompok tani menaman tanaman yang dipesan oleh pembeli, sehingga petani hanya tinggal merawatnya," katanya. (Ant)

Senin, Oktober 11

Cuaca Buruk Hasil Tangkapan Nelayan Turun



Indramayu - Cuaca buruk terus melanda perairan laut utara Jawa terutama di pantai Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, sejumlah nelayan setempat mengeluh kerena hasil tangkapan mereka menurun.

Irmanto salah seorang nelayan Indramayu, kepada wartawan di Indramayu, Minggu, mengatakan cuaca buruk menyulitkan sebagian nelayan tradisional dengan perahu dan alat tangkapan sederhana untuk melaut, selain itu hasil tangkapan mereka terus menurun dibandingkan sebelumnya.

"Cuaca buruk nelayan tidak berani mencari ikan dilaut lepas mereka hanya beroperasi dekat pulau dan tempat pengeboran lepas pantai sehingga hasil tangkapan mereka menurun, jika memaksakan bahaya sering mengancam," katanya.

Dia menjelaskan, kondisi cuaca laut normal bisa membawa pulang kurang dari 200 kilogram ikan, namun saat ini untuk mendapatkan 100 kilogram saja butuh waktu cukup lama, angin kencang disertai hujan deras menganggu aktivitas mereka ditengah laut, padahal sebelum berangkat cuaca cerah.

"Hasil tangkapan saat ini hanya dapat menutupi biaya melaut, meski ada keuntungan namun jumlah tersebut tidak sesuai dengan resiko ditengah laut yang mengancam keselamatan jiwa nelayan," katanya.

Dia menambahkan, nelayan kecil tidak ada pilihan lain memaksakan melaut resiko cukup besar, selain itu hasil tangkapan sering merugi, berhenti melaut kebutuhan keluarga tetap harus terpenuhi.

Sementara itu Kepala UPTD Kecamatan Indramayu dan Balongan Dinas Perikanan Kabupaten Indramayu Edi Warnadi menuturkan, cuaca buruk bagi nelayan dengan alat tangkap sederhana dan perahu kecil hasil tangkapan menurun karena mereka mencari ikan hanya ditepian pantai.

"Keselamatan nelayan kecil dengan kondisi cuaca buruk seperti sekarang sangat terancam disamping perlengakapan alat keselamatan mereka tidak menunjang, keberangkatannya belum terpantau dengan baik," katanya.

Dia menjelaskan, mestinya nelayan kecil memperhatikan cuaca dan sering memantau kondisi cuaca di Adimistrasi Pelabuhan Indramayu, selain mereka tidak memasang alat komunikasi sehingga menyulitkan petugas melacak jika terjadi kecelakaan laut.

Kepala Seksi Keselamatan Laut Administrasi Pelabuhan Indramayu Koko menambahkan, cuaca buruk semua nelayan di Indramayu perlu memperhatikannya dan mewaspadi karena mengancam keselamatan mereka. (Ant)

Musim Hujan, Nelayan Indramayu Dominan Tangkap Cumi-Cumi



Indramayu- Cumi-cumi mendominasi hasil tangkapan nelayan tradisional di Indramayu, Jawa Barat, pada saat musim hujan selain rebon udang kecil bahan utama pembuatan terasi.

Dedi Aryanto, Manajer Tempat Pelelangan Ikan Glayem Indramayu, mengungkapkan hasil tangkapan nelayan yang mendaratkan ikan di TPI Glayem didominasi oleh cumi-cumi dan udang kecil bahan utama pembuatan terasi.

Musim penghujan di perairan utara Indramayu membuat keberadaan cumi-cumi dan rebon cukup melimpah dibandingkan dengan ikan laut lain, seperti tongkol, kakap putih, tenggiri, kerapu. Namun, jika musim kemarau tiba produksi cumi-cumi tersebut menurun.

Menurut dia, harga cumi-cumi dan udang kecil cukup stabil saat ini dijual sekitar Rp22.000 per kg dari nelayan, sedangkan udang kecil bervariasi tergantung kualitasnya, diperkirakan kurang dari Rp12.000 per kg.

Dedi menjelaskan permintaan kedua hasil tangkapan nelayan tersebut tinggi. "Permintaan cumi-cumi dan udang kecil cukup tinggi karena sangat diminati oleh konsumen baik di Indramayu maupun untuk keluar kota, sehingga harganya bertahan," katanya.

Maryanto, salah seorang nelayan Indramayu, menuturkan hasil tangkapan nelayan pada musim hujan biasanya didominasi oleh cumi-cumi dan udang kecil.

"Biasanya satu hari tidak kurang dari 100 kilogram cumi-cumi hasil tangkapannya didaratkan di Tempat Pelelangan Ikan Glayem, sedangkan untuk rebon paling sekitar 25 kg," katanya.

Dia menambahkan udang kecil rebon dimanfaatkan oleh nelayan setempat sebagai bahan utama terasi karena permintaan terasi tersebut cukup tinggi baik untuk di daerah Indramayu juga dipasok keluar kota seperti Bandung, Sumedang, Cianjur, Jakarta. (BI)

Minggu, Oktober 10

Pentaskan Kelana Gandrung, Aerly Lanjutkan Mimi Rasinah



Jawa Barat - Jum'at (8/10) pagi, karyawan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar mendapat suguhan yang langka. Hari itu, cucu dari sang maestro tari topeng, Aerly Rasinah menampilkan karya almarhumah Mimi Rasinah, yakni topeng "Kelana Gandrung" di pakalangan Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar.

Tari topeng Kelana ini merupakan tarian yang banyak membawa Mimi Rasinah keliling dunia. Tidak hanya itu, Mimi Rasinah pun berkeliling dunia dengan topeng "Panji Anom", yang merupakan topeng kesayangannya. Sebagai cucu dari maestro tari topeng, Earli Rasinah mampu menguasai ilmu tari topeng sang maestro, dan menampilkan kebolehannya di hadapan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar, Herdiwan dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Tari topeng Kelana Gandrung menggambarkan kegelisahan Rahwana, karena cintanya ditolak Dewi Shinta. Akhirnya, Rahwana ngamuk dan merusak apa pun yang ada dihadapannya dan membunuh siapa saja. Gambaran keangkaramurkaan Rahwana ditampakan dalam warna topeng yang merah menyala. Namun dalam tarian ini, apa yang dilakukan hanya digambarkan melalui tarian yang sangat memikat hati, bukan suatu keangkaramurkaan Rahwana.

Tentunya sangat setuju, jika kemunculan Early Rasinah ibarat buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Mungkin pepatah tersebut ada benarnya. Kini telah terjadi regenerasi dari seorang Mimi Rasinah, maestro topeng asal Indramayu. Keterampilan mengolah gerak sehingga menampilkan tarian yang eksotik telah mengalir ke keturunannya. Mulai dari anak hingga cucunya yang berusia sekitar lima tahun. Ini dibuktikan dalam geladi resik tim kesenian Jawa Barat.

Namun sayang, sang maestro topeng itu kini telah tiada. Mimi tidak bisa menyaksikan kebolehan cucunya menari. Sekalipun hanya diiringi dengan kaset, penampilan Early Rasinah tidak ubahnya seperti penampilan sang maestro.

Pementasan tarian topeng Kelana Gandrung ini merupakan geladi resik tim kesenian Jawa Barat yang akan mentas pada West Java Nite di ajang Tourism Indonesia Market Expo (TIME) di Hotel Holiday Resort, Lombok, Nusa Tenggara Barat, 12-14 Oktober 2010. Tim kesenian Jabar pun akan menampilkan pula seni sisingaan, tari merak, tari jaipongan ("Kembang Tanjung"), angklung Daeng Udjo, serta Acil Bimbo.

Ajang ini merupakan even tahunan market pariwisata Indonesia yang diikuti 350 seller dan buyer dari dalam dan luar negeri, seperti Malaysia, Singapura, Jepang, Korea, Thailand, Vietnam, dan Australia. Tentunya ajang TIME dijadikan sebagai wahana bagi Jabar untuk menggaet wisatawan domestik dan mancanegara ke Jawa Barat. (GM)

Sabtu, Oktober 9

Pameran Pembangunan dan Pasar Rakyat HUT ke-483 Indramayu


Indramayu - Pameran Pembangunan dan Pasar Rakyat dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-483 Kabupaten Indramayu tahun 2010 (7 Oktober 1527-7 Oktober 2010) dipusatkan di GOR Sin-galodra Sindang, Jumat (7/10) malam secara resmi dibuka Bupati Indramayu Dr H Irianto MS Syafiuddin.

Dalam sambutannya Bupati H Irianto MS Syafiuddin mengatakan sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk meningkatkan pemberdayaan potensi ekonomi daerah dan investasi, maka melalui media pameran pembangunan dan pasar rakyat ini pihaknya mengajak agar momen tersebut dijadikan sebagai wahana untuk membuka dan memperluas cakupan jaringanpromosi.

Menurutnya, Kabupaten Indramayu merupakan daerah yang cukup potensial dalam memberikan peluang bagi masuknya para investor untuk mengembangkan usahanya, karena di Kabupaten Indramayu tersedia keanekaragaman potensi sumber daya alam yang tersebar dari ujung barat hingga ujung timur.

Adanya asumsi kekurang-mampuan daerah dalam menemukan serta menjual potensi yang dimiliki daerah sehingga dianggap masih tetap tertidur dan terkubur, agar hal terse-but bisa tumbuh dan berkembang maka dibutuhkan komitmen yang tinggi dari pemerintah, dunia usaha swasta dan masyarakat untuk menuju satu tujuan yakni berkembangnyaperekonomian di Kabupaten Indramayu.

Media Sosialisasi

Ketua Panitia penyelenggara Bambang Riyanto mengatakan melalaui momen peringatan Hari Jadi ke-483 Kabupaten Indramayu ini pihaknya selain menyosialisasikan keberhasilan daerah juga mencoba menjembatani pelaku bisnis agar mau dan tertarik untuk berinvestasi di Bumi Wiralodra.

Intinya kata Bambang dengan adanya kiprah dari pelaku bisnis diharapkan perekonomian di Kabupaten Indramayu akan maju dan berkembang pesat. "Pameran pembangunan dan pasar rakyat merupakan sarana dan ajang sosialisasi untuk mempromosikan keberhasilan daerah," kata Bambang. (Pel)

Sebelum Pelantikan ANDI, Diminta Ada Rekonsiliasi



Indramayu - Rekonsiliasi (islah) demi menjaga kondusivitas Kabupaten Indramayu mesti dilakukan saat ini pasca putusan Mahkamah Konstitusi yang memenangkan pasangan Andi (Anna Sophanah-Supendi) selaku Bupati/Wakil Bupati Indramayu terpilih.

Harapan tersebut disampaikan mantan Tim Sukses Urab (Uryanto Hadi-Abas Asyafah) Round Indra Pribadi, Jumat (8/10).

"Dengan adanya putusan MK, pasangan Andi memang menjadi lebih legitimate, namun alangkah eloknya lima pasangan yang kurang beruntung ini diundang di Pendopo (kantor bupati, Red) untuk duduk bersama demi Indramayu ke depan," tuturnya.

Dasar pemikiran ini menurut Round, karena para kontestan Pe-milukada 18 Agustus, mempunyai visi yang sama dalam rangka membangun Indramayu juga. "Sedari penetapan hasil suara di KPU Kabupaten Indramayu, sebenarnya lima pasang calon sudah mengakui kekalahan, namun ada ketersinggungan dari pihak yang menang memancing emosi," kata Round yang pas menjadi juru bicara lima pasang calon.

Saat ini, lanjut Round, kondisi Indramayu ibarat bara api lagi memanas, terpercik sedikit saja langsung menyala. "Kalau bisa jangan menunggu sampai pelantikan pasangan Andi, namun harus dilakukan secepatnya, agar ketika pelantikan sudah tidak ada lagi riak-riak kecil," tandasnya.

Menanggapi usulan Round, kader Korps Alumni Himpunan Mha-siswa Islam (KAHMI) Muda, Syafei menyambut baik usulan itu demi kemaslahatan bersama. "Stabilitas politik memang berpengaruh bagi pembangunan daerah, karenanya rekonsiliasi kalau bisa segera terwujud," kata Syafei. (Pel)

Harga Cabai Merah di Indramayu Turun



Indramayu - Harga cabai merah di sejumlah pasar tradisional pantura Kabupaten Indramayu, Jawa Barat sepekan terakhir turun seperti cabai merah keriting dijual Rp14 ribu per kilogram, sebelumnya mencapai Rp17 ribu per kilogram.

Sumiati pedagang bumbu di pasar tradisional Indramayu, Sabtu, mengatakan, harga cabai merah setelah Lebaran terus menurun, selain permintaan dari konsumen menurun pasokan cabai merah melimpah.

Dia menjelaskan, harga cabai merah sempat melonjak hingga mencapai Rp55 ribu per kilogram akibat pasokan cabai merah kurang.

"Pasokan cabai merah sebulan terakhir dari petani melimpah sementara permintaan pasar seperti biasa, sehingga harga cabai terus turun setiap harinya,"katanya.

Dia menambahkan, harga cabai merah pada bulan tertentu mengalami lonjakan seperti menjelang Lebaran Idul Fitri, Idul Adha, juga pada perayaan Natal, setelah itu harga cabai merah cenderung turun, namun harga kembali melambung jika hasil panen dari petani mengecewakan.

Narto pedagang cabai merah lain di pasar tradisional Terisi menuturkan, harga cabai merah hanya mengalami kenaikan saat hari raya sedangkan hari biasa murah, kecuali pasokan terhambat.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu Ir Toto Kusmanto menuturkan, harga cabai merah sulit diperkirakan namun biasanya cabai merah mengalami kenaikan pada hari tertentu dimana permintaan konsumen meningkat.

Menurut dia, saat ini pasokan cabai merah dari sejumlah petani lancar karena hasil panen mereka cukup melimpah, sedangkan permintaan dari konsumen cenderung turun sehingga harga anjlok, namun biasanya harga cabai kembali melonjak jika petani gagal panen.

Dikatakannya, pasokan cabai merah untuk Kabupaten Indramayu masih didatangkan dari luar daerah,seperti Brebes dan Kabupaten Cirebon, dirinya berharap petani lokal dapat memasok kekurangan cabai merah tersebut, meski saat ini ada sejumlah petani tanam cabai merah jenis biola namun sudah dipesan oleh salah satu perusahaan pengolah makanan.

"Lahan pertanian di pantura Kabupaten Indramayu potensial untuk ditanami cabai merah, seperti di daerah Kroya Indramayu bagian barat 112 hektare tanaman cabai subur diperkirakan hasil panennya akan maksimal,"katanya.

Dia menambahkan, hasil panen cabai merah terutama jenis cabai merah biola dari satu hektare bisa mencapai 20 ton, harga dari perusahaan Rp5000 per kilogram, petani masih mendapatkan keuntungan melimpah jika dibandingkan menanam padi, perawatan cabai merah lebih sederhana juga hemat air. (Ant)

Cabut Kabel Listrik TV, Wanita Tewas Gosong Disambar Petir



Indramayu - Memutus aliran listrik yang terhubung ke pesawat televisi saat hujan lebat, wanita setengah baya tewas kesambar petir di rumahnya, Jum’at (8/10).

Ny. Kini binti Darsut, 55 warga Gang Setan Desa/Kecamatan Losarang Indramayu mengalami luka-luka bakar pada sekujur tubuhnya. Pergelangan hingga lengan kanan tampak gosong dan pecah.Korban jatuh terkapar di lantai.

Keterangan di lokasi kejadian menyebutkan, suasana di kampung itu terlihat hujan deras bercampur kilatan petir. Hal itu membuat korban yang saat itu tengah mencuci pakaian di belakang buru-buru mencabut steker listrik yag terhubung ke televisi.

Bersamaan dengan itu, petir tiba-tiba mengegelagar. Rupanya petir itu menyambar rumah, hingga korban jatuh terkapar di lantai dengan luka-lua gosong di sekujur tubuh. Sempat menjerit meminta pertolongan. Tapi tak lama tewas. (PK)

Petani Indramayu Kembangkan Buah Melon Ekspor Tujuan Singapura



Indramayu - Sejumlah petani di pantura Kabupaten Indramayu, Jawa Barat mulai mengembangkan buah melon karena selain harganya stabil permintaan buah melon terus meningkat.

Kepala Seksi Produksi Holtikultura Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu Ir Anang, kepada wartawan di Indramayu, Sabtu, mengatakan, petani pantura terus mengembangkan buah melon untuk memenuhi permintaan ekspor buah tersebut ke Singapura.

"Permintaan buah melon ke Singapura dapat membantu meningkatkan kesejahteraan petani karena harga ekspor lebih tinggi dibandingkan dengan harga lokal, namun kualitasnya perlu diperhatikan oleh mereka," katanya.

"Lahan pertanian di dataran pantura Kabupaten Indramayu sangat potensial untuk ditanami buah melon, selain harga buah tersebut stabil, perawatannya sederhana juga dapat menghemat air," katanya.

Dia mengatakan, pengembangan buah melon mulai di daerah Indramayu bagian timur yaitu kecamatan Kertasmaya, Juntiyuat, Krangkeng, selanjutnya tersebar di seluruh kawasan pertanian pantura.

Dia menjelaskan, kendala di lapangan mengembangkan buah melon sulitnya merubah pola tanam petani dari tanaman pokok padi ke tanaman lain seperti buah melon, sayuran dataran rendah, semangka. kedelai hitam padahal secara ekonomis sangat menguntungkan mereka.

"Tanam padi petani butuh waktu empat bulan hingga bisa panen, selian itu perawatannya sulit karena memerlukan pasokan air yang cukup sedangkan tanaman holtikultura masa penanamanya lebih cepat dan menguntungkan petani," katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu Ir Toto Kusmanto mengaku, sulitnya merubah pola tanam petani dari tanaman padi ke tanaman lain menjadi kendala dalam mengembangkan tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi, padahal holtikultura dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.

Dia menjelaskan, tanaman padi butuh waktu panen hingga kurang dari empat bulan, petani butuh modal cukup besar untuk merawat tanaman padi tersebut, selain pasokan air harus terpenuhi, sementara daerah pantura sering mengalami kekeringan jika musim penghujan berhenti.

"Kekeringan di pantura Indramayu merupakan penyebab gagal panen, jika petani mengubah pola tanam ke tanaman yang dapat menghemat air mereka terhindar dari kerugian," katanya.

Anwar salah seorang petani di Indramayu mengaku, menanam padi sering gagal panen baik kekeringan, serangan hama tikus, hama wereng, namun petani pantura tidak kapok dan masih tinggi minat mereka menanam padi.

Dikatakannya, merubah pola tanam dari padi ke tanaman lain sulit karena pemikiran sebagian petani, padi lebih mudah menjual, selain itu tanam padi hanya memelihara saat padi berumur kurang dari satu bulan selanjutnya tinggal menunggu hasil panen tanpa perawatan khusus. (Ant)

Jumat, Oktober 8

Sidang Paripurna DPRD Indramayu Diwarnai Bentrok Kades dan Demonstran



Indramayu - Sidang paripurna peringatan Hari Jadi ke-463 Kabupaten Indramayu, Jumat (8/10), diwarnai kericuhan antara kepala desa dan para pengunjuk rasa. Ratusan kepala desa merasa terganggu saat demonstran mengarahkan pengeras suara ke arah Gedung DPRD Indramayu.

Aksi demonstran yang menuntut agar Bupati Indramayu Irianto Syafiuddin diadili karena diduga terlibat kasus korupsi, semula berjalan tertib.

Ketegangan mulai terjadi saat sejumlah kepala desa yang sedang mengikuti paripurna, mendatangi demonstran. Para kades mengaku terganggu dengan aksi protes demonstran yang menggunakan pengeras suara. Selain itu para kades tidak terima dengan tudingan pengunjuk rasa yang memojokkan dan menjelek-jelekkan kepemimpinan Bupati Irianto.

Teguran para kades itu justru memicu kemarahan demonstran. Alhasil pengunjuk rasa dan para kepala desa terlibat baku pukul. Aksi kedua kubu dapat diredam setelah aparat kepolisian dari Kepolisian Resor Indramayu membuat barikade. (Metro)

Satnarkoba Polres Indramayu Ungkap Pesta Shabu Di Kafe Desa



Indramayu - Gawat peredaran shabu kian mengkhawatirkan. Bahkan sudah masuk desa. Ini terbukt. Dua pemuda pesta shabu-shabu di kafe di Desa Sukra Wetan, Kecamatan Sukra, Indramayu, Rabu (6/10) malam dicokok petugas Satnarkba Polres Indramayu.

Keduanya disangka menghisap barang haram. Kini Jun alias An, 39 penduduk Desa Mekarjati, Kecamatan Haurgeulis, Indramayu dan Dod, 37 alamat Desa Kertajaya, Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu, diamakan di mapolres setempat.

Dari kedua tersangka, polisi mengamankan shabu – shabu yang sengaja disembunyikan pelaku di dalam korek api dan dibuang pemiliknya ke lantai.

Kasatnarkoba Polres Indramau AKP Ansari Fuad, SH, Rabu (7/10) mengemukakan, penangkapan 2 tersangka dilakukan petugas yang menyamar sebagai pengunjung kafe Neg, di Desa Sukra Wetan.

Rupanya kedua pelaku itu mengetahui kedatangan petugas. Sehingga salah seorang pelaku menyembunyikan shabu-shabu ke dalam korek api dan membuangnya ke lantai.

Kejadian itu diketahui petugas. Kedua pria itu diamankan di Mapolres Indramayu. Polisi sedang mengembangkan penyelidikan kasus itu. (PK)

Harga Daging Ayam Ras Di Indramayu Turun



Indramayu - Harga daging ayam ras di pantura Kabupaten Indramayu, Jawa Barat sepekan terakhir turun karena permintaan konsumen mulai normal sementara pasokan ayam ras hidup dari sejumlah agen lancar.

Sumiati pedagang daging ayam potong di pasar Indramayu kota kepada wartawan di Indramayu, Jum'at mengatakan, harga daging ayam potong sepekan terakhir turun kurang dari Rp 2000 per kilogram dari harga jual Rp 25 ribu per kilogram menjadi Rp 23 ribu per kilogram.

"Harga daging ayam mengalami kenaikan cukup tinggi menjelang Lebaran Idul Fitri 1431 Hijriyah akibat permintaan konsumen meningkat tajam sedangkan pasokan dari agen kurang, namun setelah dua pekan harga daging ayam potong berangsur turun hingga kini,"katanya.

Dia menjelaskan, harga daging ayam potong dipantura masih ditentukan pasokan ayam dan permintaan ayam potong tersebut jika semua berjalan lancar harga stabil.

"Harga daging ayam stabil di Rp 23 ribu per kilogram, harga tersebut untuk pedagang masih mendapatkan untuk sedangkan bagi konsumen cukup murah dan terjangkau,"katanya.

Sementara itu Marno pedagang lain mengaku, harga daging ayam potong di Indramayu cukup terjangkau, saat ini dijual dengan harga Rp 23 ribu sebelumnya mencapai Rp 35 ribu per kilogram.

Yani salah seorang pembeli menuturkan, harga daging ayam potong saat ini cukup murah dibandingkan menjelang dan setelah Lebaran, kini pedagang rata-rata menjual Rp 23 ribu per kilogram, dua pekan sebelumnya mencapai Rp 27 ribu per kilogram.

"Harga daging ayam di pantura Kabupaten Indramayu terus turun hingga kini stabil di Rp 23 ribu per kilogram, diperkirakan harga tersebut bisa bertahan menjelang Lebaran Idul Adha,"katanya.

Dia menambahkan, daging ayam potong mudah pengolahannya tinggal dibumbui sederhana lalu digoreng langsung bisa disajikan, selain itu rasanya sangat diminati oleh keluarga meski jauh lebih nik'mat jika dibandingkan daging ayam kampung.

Sedangkan harga ayam kampung ukuran sedang atau per kilogramnya dijual Rp 70 ribu,"katanya. (Ant)

Hujan Berkepanjangan Kualitas Mangga Indramayu Menurun



Indramayu - Musim hujan berkepanjang di daerah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, berdampak terhadap kualitas hasil panen mangga menjadi menurun baik rasa maupun warnanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu Ir Toto Kusmanto, kepada wartawan di Indramayu, Kamis, mengatakan, akibat hujan yang tidak berhenti pada tahun ini sejumlah pemilik kebun mangga mengalami panen mangga dengan kualitas kurang baik.

"Andalan mangga dari Kabupaten Indramayu seperti gedong gincu yang memiliki warna merah menyala, kini berubah menjadi hijau hanya pada ujungnya terdapat merah sedikit sehingga tidak menarik pembeli, selian itu rasa mangga tersebut kecut hilang rasa manisnya," katanya.

Dikatakannya, kualitas mangga Kabupaten Indramayu cukup tinggi ketika musim kemarau, warna gedong gincu sangat menarik karena merahnya menawan ditambah rasa manis buah gedong gincu menjadi daya tarik pembeli sehingga mangga tersebut banyak diminati.

Dia menambahkan, perbedaan mangga gedong gincu Indramayu dengan mangga gedong lain terletak pada warna dan rasanya, sehingga peminat tetap memilih mangga gedong gincu tersebut, namun kini warna merah menyala ciri khas gedong gincu Indramayu pudar.

"Kualitas menurun jika dipaksakan untuk dipasok keluar daerah khawatir menjatuhkan nilai jual mangga gedong gincu asal Kabupaten Indramayu," katanya.

Sementara itu Kepala Seksi Holtikultura Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu Ir Anang mengaku, permintaan mangga Indramayu seperti mangga gedong gincu dan mangga cengkir cukup tinggi, namun hasil panen saat musim hujan kualitasnya menurun.

"Panen mangga pada musim hujan kurang maksimal ditambah dengan kualitas mangga menurun, sehingga meragukan mangga tersebut dipasok ke luar daerah baik dalam negeri juga memenuhi permintaan ke luar negeri," katanya.

Dia menambahkan, hasil panen mangga pada musim hujan menurun namun petani Kabupaten Indramayu cukup berhasil dalam meningkatkan produksi padi, karena pasokan air melimpah sehingga musim tanam bisa tiga kali panen.

Hasim, salah seorang pemilik kebun mangga di daerah Indramayu bagian barat menuturkan, hasil panen mangga akibat hujan berkepanjangan kurang maksimal, selain kualitasnya menurun. Namun sejumlah petani padi diuntungkan dengan musim hujan tersebut, karena bisa tanam padi tiga kali. (Ant)

Sidang Paripurna DPRD Indramayu Didemo Massa



Indramayu - Sidang paripuna DPRD Indramayu yang digelar dalam rangka Hari Jadi Kota Indramayu Ke-483, Kamis (7/10) didemo massa.

Massa berorasi menggunakan pengeras suara di depan pintu masuk gedung DPRD setempat. Aksi itu memancing perhatian sejumlah pengguna jalan yang kebetulan melintas di depan gedung wakil rakyat itu.

Massa menuntut aparat penegak hukum mengadili dan mengggantung koruptor-koruptor di Indramayu, tolak pelantikan pasangan ANDI bupati terpilih, bubarkan DPRD Indramayu karena dinilai mandul serta ganyang dan bumi hanguskan markus di Indramayu.

Akibat aksi pengunjuk rasa di depan pintu masuk gedung DPRD di Jalan Sudirman Indramayu para anggota dewan, pejabat teras pemkab, kepala dinas, kepala bidang, kabag dan asisten Setda Indramayu termasuk Kades (Kuwu), Bupati DR. H. Irianto MS Syafiuddin dan muspida tidak bias keluar gedung dari pintu utama. Undangan terpaksa keluar gedung melalui pintu belakang.

Ratusan polisi dan Satpol PP berjaga-jaga di lokasi. Tak lama setelah para undangan sidang paripurna sepi, meninggalkan gedung DPRD, para pengunjuk rasa dan koordinator lapangan, Solikhin menutup orasinya. (PK)

Rabu, Oktober 6

Peringati HUT Indramayu Ke-483 Bupati Lakukan Sujud Syukur


Indramayu - Sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang telah dibrikan selama ini bagi seluruh lapisan masyarakat Indramayu hingga sampai diusia 483. Bupati Indramayu DR. H. Irianto MS. Syafiuddin beserta seluruh PNS dilingkungan Pemkab Indramayu melakukan sujud syukur dan do'a bersama di Masjd Agung Indramayu (6/9).

Sujud syukur dan do'a bersama dipimpin oleh Ustad Sofyan Syakuri dari Kementrian Agama Kabupaten Indramayu serta hadir pula Plt. Sekretaris Daerah Drs. Cecep Nana Suryana, para Asisten, Kabag dan juga PNS dilingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu. Kegiatan ini dilakukan secara serentak dimasing-masing instansi/dinas dan juga sekolah-sekolah.

"Alhamdulilah kita sekarang bisa menikmati pembangunan di Indramayu sampai diusia 483 banyak kemajuan yang telah didapat, dan selanjutnya kita sama-sama memperbaiki apa yang menjadi kekurangan selama ini," kata Sopyan Syakuri.

Bupati Indramayu DR. H. Irianto MS. Syafiuddin mengatakan, sujud syukur ini merupakan apresiasi bagi masyarakat Indramayu atas apa yang telah didapatkan selama ini. (dens)

Kacang Koro Pedang, Peluang Menjanjikan Bagi Petani Indramayu



Indramayu - Tanaman koro menjadi perhatian petani di kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Tanaman koro diketahui mengandung protein tinggi dan bisa menjadi substitusi bagi kedelai yang selama ini hanya bisa didapat melalui jalur import.

Petani dikawasan hutan kabupaten Indramayu, Jawa Barat, kini lebih memilih beralih untuk menanam kacang koro pedang. Selama ini para petani menanam tanaman padi jenis gogo rancah, yang hasilnya tidak menentu.

Para petani menilai, tanaman koro pedang sangat menjanjikan, baik dari segi pemasaran, maupun prospek usaha budidaya tanaman ini. Untuk satu hektar lahan yang dibutuhkan, petani hanya mengeluarkan modal sekitar Rp7 juta.

Jumlah tersebut sudah termasuk biaya pembelian bibit, pengolahan lahan dan pembiayaan yang dikeluarkan hingga masa panen. Pada saat panen, mampu menghasilkan 15 hingga 20 ton per hektarnya.

Untuk satu kilogram kacang koro pedang rata-rata dihargai Rp2 ribu rupiah, sehingga petani akan memperoleh selisih hingga Rp14 juta, permusim panen.

Ketua Umum Asosiasi Petani dan Pengusaha Koro Pedang Indonesia, Yayat Saefullah Priadi, optimis, peluang usaha koro pedang sangat menjanjikan.

Tanaman jenis kacang ini dapat dipergunakan untuk beragam produk jenis tempe, tahu, yogurt dan makanan olahan lainnya yang berbahan baku kedelai.

Dengan menanam kacang koro pedang, petani di kawasan hutan secara bertahap mulai beralih menjadi petani budidaya dengan peluang yang menjanjikan. (Met)

Nelayan Indramayu Yang Tenggelam Belum Ditemukan



Indramayu - Nelayan tradisional asal Desa Pabean Ilir Kecamatan Pasekan Kabupaten Indramayu, Kardapi Bin Suryana (30) hingga kini belum ditemukan akibat perahu yang ditarik rekan nelayan lain terbalik.

AKP Agus, Kapolsek Indramayu Kota kepada wartawan di Indramayu, Selasa, mengatakan salah seorang nelayan yang biasa mencari ikan diperairan utara laut Jawa tenggelam hingga kini masih dalam pencari oleh pihaknya dibantu sejumlah nelayan setempat.

Dia menjelaskan, menurut keterangan saksi Arif (35) dan Nasdirin (40) nelayan asal Desa Pabean Ilir peristiwa kecelakaan yang menewaskan Kardapi terjadi pada hari Sabtu sore, saat perahu milik korban hendak pulang menuju dermaga.

"Dalam perjalanan perahu milik korban tidak dilengkapi dengan mesin, hanya menggunakan dayung biasa sehingga ketika kedua rekannya memberikan bantuan untuk menarik kapal tersebut, namun perahu milik korban terbalik di muara Tiris," katanya.

Dia menambahkan, nelayan harus lebih hati-hati saat melaut, karena gelombang di perairan utara Jawa terutama laut Indramayu sering membahayakan mereka, selain itu cuaca tak menentu membuat semua nelayan sulit memperkirakan kondisi perairan tersebut.

Sementara itu wasno salah seorang nelayan setempat menuturkan, muara Tiris sering menelan korban karena di muara tersebut deras air sangat tinggi.

Dikatakannya, meski jarak dari daratan cukup dekat namun arus laut kuat membahayakan nelayan, sehingga jika melintasi muara Tiris lebih berhati-hati, supaya terhindar dari kecelakaan laut yang sering terjadi di laut utara Jawa.

"Peristiwa kecelakaan di muara Tiris sering menelan korban, selian itu jasad korban kecelakaan tersebut sulit ditemukan, meski aparat dan nelayan berusaha mencarinya, namun deras arus menyulitkan mereka mengetahui posisi korban,"katanya.

Dia menjelaskan, nelayan tradisioanl harus berhati-hati dengan kondisi cuaca tidak menentu, karena sulit memperkirakan kecepatan angin, tinggi gelombang juga deras arus laut, tidak seperti dulu hanya ada angin Barat dan angin Timur.

Yahya salah seorang nelayan lain mengeluhkan kondisi cuaca tidak menentu di periaran utara laut Jawa, karena sering tiba-tiba gelombang tinggi dan angin kencang menghamtan perahu milik nelayan ditengah laut, padahal berangkat dari pelabuhan cuaca cerah layak untuk melaut. (Ant)
 
Copyright © 2013 Indramayu Post . Com | Media Online Indramayu
. Powered by RAJA TOWER.NET