Headlines News :
Topics :
QRCode

google-site-verification: googledbc0ac0d63235fca.html
IbroArt Motion - Indramayu
AKHSAN Rent Car - Jatibarang,Indramayu, kota indramayu, berita indramayu, indramayu news, kabar indramayu, peta indramayu, polisi indramayu, wong indramayu, Radio indramayu, bupati indramayu, jalan indramayu, pantura indramayu, video indramayu, indramayu online, video smu indramayu, video panas indramayu, Kota indramayu, Notaris indramayu, panen indramayu, puasa indramayu, ramadhan indramayu, lebaran indramayu, sahur indramayu, jalur mudik indramayu, peta mudik 2012 indramayu, download peta indramayu, berokan indramayu, pulau biawak indramayu, topeng indramayu, mangga indramayu, warnet indramayu, indramayu remaja, dprd indramayu, yance indramayu, waterboom indramayu, pantai indramayu, ngabuburit indramayu, PSB indramayu, streaming radio indaramayu, fm indramayu,koran indramayu, wartawan indramayu, kebakaran indramayu, toko komputer indramayu, hotel indramayu, kolam renang indramayu, perumahan indramayu, mall indramayu, yogya indramayu, mm toserba indramayu, batik paoman indramayu, bunderan mangga indramayu, patung sentot indramayu, alat berat indramayu, pertamina indramayu, singaldra indramayu, gedung kesenian indramayu, indramayu heritage, situs indramayu , bahasa indramayu, sma indramayu, tarling indramayu, organ indramayu, miras indramayu

Cirebon Express Hantam Avanza, Dua Orang Tewas



Indramayu - Kecelakaan di perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu, kembali terjadi. Kali ini, kecelakaan dialami penumpang mobil Avanza yang ditabrak KA Cirebon Ekspres (Cireks) di perlintasan tanpa palang pintu di Blok Nomik Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Selasa (29/6), sekitar pukul 13.08 WIB.

Dalam peristiwa itu, dua orang tewas dan empat lainnya luka berat. Adapun korban tewas bernama Aca dan Adi, keduanya warga Kabupaten Bandung.

Sedangkan korban luka bernama Devi Hendiyana (32) warga Komplek Padasuka Cimahi, Dadan (29) warga Rancaekek, Medi (27) warga Jln Raden Fatah No 34, Bandung, dan Agus Rohman (28) warga Dusun Rengganis Desa Haurgombong, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang.

Seluruh korban merupakan teknisi sebuah perusahaan telefon seluler. Setelah peristiwa itu terjadi, baik korban tewas maupun korban luka, langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara Indramayu.

Peristiwa tersebut bermula ketika rombongan teknisi telefon selular tersebut baru selesai memperbaiki salah satu tower instalasi di Desa Kedokangabus, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu. Setelah selesai, mereka melaju ke arah Kecamatan Terisi dengan mengendarai mobil Toyota Avanza bernomor polisi D 1035 XH

Namun ketika sampai di perlintasan KA tanpa palang pintu di Blok Nomik, mobil mereka ditabrak KA Cireks dari arah Jakarta menuju Cirebon. Akibat kencangnya tabrakan, mobil Toyota Avanza terlempar hingga beberapa meter ke rel di sebelahnya.

Dua penumpang tewas seketika setelah terpelanting ke areal persawahan pinggiran rel. Sementara empat penumpang lainnya, terjebak di dalam mobil.

Saat bersamaan, tiba-tiba meluncur sebuah KA barang dari arah Cirebon tepat di rel yang terdapat mobil Avanza. Melihat kondisi itu, seorang warga memberanikan diri memberikan aba-aba kepada masinis KA barang agar menghentikan lajunya. ''Jika KA barang tidak berhenti, maka mobil Avanza akan kembali tertabrak,'' tutur seorang warga setempat, Toto (34).

Kapolsek Cikedung, AKP Wawan Suhendar, menjelaskan, peristiwa itu diduga karena pengemudi Toyota Avanza tidak mengetahui adanya KA yang sedang melaju. Padahal, sejumlah saksi mata di lokasi kejadian telah mengingatkan sopir Avanza agar tidak menyeberangi rel. (sumber)

Edarkan Sabu-sabu, Pemandu Lagu Dibekuk



Indramayu - Seorang pemandu lagu (PL) bersama dua rekan prianya dibekuk petugas Satuan Narkoba Polres Indramayu, Selasa (29/6). Dari tangan tersangka polisi mengamankan sedikitnya dua paket sabu-sabu dan satu paket ganja kering siap edar. Ketiga tersangka adalah IA (21), warga Desa Patrol Lor, Kec. Patrol, Kab. Indramayu seorang PL disebuah diskotik BI di jalan Pantura Indramayu dan AK alias Dul (24) serta Mas alias Sewol (34), warga Losarang, Indramayu. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini tersangka meringkuk di tahanan Mapolres setempat.

Keterangan yang diperoleh menyebutkan, ditangkapnya pengedar dan bandar sabu-sabu ini bermula dari sejumlah laporan warga ke polisi. Mendapatkan informasi yang berharga, lantas sejumlah petugas satuan Narkoba Polres Indramayu melakukan penyelidikan sesuai keterangan yang diperoleh. Namun menemui kendala sebab petugas tidak mendapatkan tersangka. Bahkan hampir satu bulan petugas melakukan penyelidikan tersebut. Namun saat petugas melakukan penyamaran dengan cara mau membeli barang haram tersebut, ternyata mendapat tanggapan. Dan melalui IA, seorang PL diskotik petugas berhasil mendapatkan barang tersebut.

"Petugas yang menyamar akhirnya dapat mengamankan ketiganya. Pertama yang kami amankan adalah IA seorang pemandu lagu kemudian pengedar serta bandarnya warga Losarang, " kata Kapolres Indramayu AKBP Nasri Wiharto, S.I.K., melalui Kasat Narkoba AKP Ansari Fuad, S.H., didampingi Kaur Bin Ops Iptu Sunardi.

Menurutnya, petugas masih melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut. Bahkan jajaran Narkoba masih terus memburu tersangka lainnya yang sudah diketahui identitasnya yang berinisial BM warga Indramayu.

"Tersangka akan kami jerat dengan Undang-undang Narkotika Pasal 114 Subsider 111 Subsider 112 Subsider 132 nomor 35/2009 dengan ancaman hukuman minimal lima tahun hingga duapuluh tahun dan denda sedikitnya satu miliar, " tegasnya. (sumber)

Tarif Urus SIM di Indramayu Naik

Indramayu - Jajaran Polres Indramayu, Senin (28/6) mengumumkan penyesuaian tarif baru Penerimaan Negara Bukan Pajak, sesuai PP (Peraturan Pemerintah) No. 50/2010 yang berlaku sejak 25 Juni 2010.

Kapolres Indramayu, AKBP Nasri Wiharto, didampingi Kasatlantas AKP Dody Arhamsyah kepada pers, Senin 928/6) mengemukakan, penyesuaian tarif baru Penerimaan Negara Bukan Pajak itu diantaranya biaya penerbitan SIM A baru Rp120 ribu dan perpanjangan Rp80 ribu, sebelumnya baru Rp75 ribu dan perpanjangan Rp60 ribu.

SIM B I baru Rp120 ribu dan perpanjangan Rp80, sebelumnya Rp75 ribu dan Rp60 ribu. SIM B II baru Rp120 ribu dan perpanjangan Rp80 ribu, sebelumnya Rp75 ribu dan Rp60 ribu. SIM C baru Rp100 ribu dan perpanjangan Rp75 ribu, sebelumnya Rp75 ribu dan Rp60 ribu. SIM D baru untuk penyandang cacat Rp50 ribu dan perpanjangan Rp30 ribu, sebelumnya Rp75 ribu dan Rp60 ribu.

Selain itu, tarif penerbitan STNK, STCK, TNKB, BPKB juga mengalami penyesuaian. Khusus untuk BPKB, sebelumnya setiap terjadi perpindahan kepemilikan kendaraan bermotor hanya dicacat pada lembar BPKB, berdasarkan PP 50/2010 setiap perpindahan kepemilikan kendaraan bermotor itu akan diterbitkan BPKB baru biayanya Rp80 ribu.

Bagi kendaraan yang akan dimutasi keluar daerah dikenai biaya penerbitan Surat Mutasi Kendaraan Ke Luar Daerah sebesar Rp75 ribu. PP 50/2010 juga mengatur penyesuaian tarif Penerbitan Surat Izin Senpi dan Bahan Peledak, Peralatan Keamanan Yang Digolongkan Senpi, Penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian, Penerbitan Surat Lapor Diri dan Penerbitan Kartu Sidik jari. (sumber)

Meski Ada Serangan Tikus, Target Produksi Padi Optimis Tercapai

Indramayu - Meski adanya serangan hama tikus di beberapa wilayah di Kab. Indramayu. Namun pemerintah kabupaten Indramayu optimis dengan target produksi sebesar 1,5 juta ton pada tahun ini. Bahkan, target pengadaan yang dicapai tersebut cukup realistis untuk dapat dipenuhi ditambah lagi produksi padi pada musim rendeng hasilnya cukup baik.

Seperti dikatakan oleh Kepala Dinas Pertanian dan peternakan Kab. Indramayu, Ir. H. Toto Kusmarwanto. Menurutnya, pencapaian target pengadaan pada tahun ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu sebesar 1,4 juta ton. Kendati produksi padi dari tahun ke tahun ada kenaikan namun tidak terlepas kenaikan itu disertai sejumlah kendala.

Ia menambahkan, produksi padi di Kabupaten Indramayu menyebar secara merata di sejumlah kecamatan. Tetapi produksi padi di tiap kecamatan tersebut rata-rata hasilnya cukup baik.

Namun ia juga mengkhawatirkan produksi padi pada musim tanam gadu (musim tanam kedua) kali ini. Kekhawatiran itu tertumpu kepada adanya serangan hama tikus di sejumlah areal pertanian yang tersebar di Kab. Indramayu dalam sepekan ini. Karena tanaman padi gadu mereka yang sementara ini diuntungkan oleh ketersediaan air karena masih tingginya curah hujan berpotensi gagal panen.

Bahkan, katanya, serangan tikus terjadi hampir merata di seluruh persawahan desa yang ada. Seperti di wilayah kecamatan lain Balongan, Haurgeulis, Widasari dan Jatibarang, Kandanghaur, Lelea.

"Banyak petani mengaku kewalahan dalam memberantasnya karena keberadaan tikus sulit diduga dan terkadang datang dengan tiba-tiba secara bergerombol padahal baru diberantas sehari sebelumnya, " ujarnya. (sumber)

Beras Super Indramayu Tembus Rp 7000 / Kg

Indramayu - Pedagang beras di Pasar Induk Beras (PIB) Johar, Kabupaten Karawang terpaksa mendapatkan pasokan beras dari Kab. Indramayu. Pasalnya pasokan beras di Karawang masih minim setelah panen raya selesai. Sementara itu, kenaikan harga beras di sejumlah pasar masih terus terjadi.

Menurut pedagang beras PIB Johar Karawang, H. Sudayat, selama sepekan terakhir harga beras naik hingga Rp 400 per kg. Beras kualitas sedang seperti IR 64 mulai dari harga Rp 5.300,00 per kg. "Di tingkat eceran harga maksimal sampai Rp 6.000,00 per kg," ucap Sudayat.

Bahkan, untuk beras kategori super harganya malah mendekati Rp 7.000,00 per kg. Meskipun harga terus naik, tingkat penjualan tidak berkurang. Sudayat mengatakan, untuk menyiasatinya dia memasok empat puluh persen beras dari Indramayu. "Harga beras Indramayu lebih murah dibandingkan dengan dari Karawang sendiri," ujarnya.

Berdasarkan pengamatan, pasokan beras dari Karawang hanya berasal dari areal pesawahan golongan air IV dan V yang kini menghabiskan masa panen musim rendeng. Hasil produksinya pun berkurang dari masa sebelumnya. Hal itu pula yang menyebabkan kiriman beras ke pasar terus berkurang.

Para pedagang memperkirakan harga akan kembali normal menjelang panen pada Agustus mendatang. Namun, para pedagang mengkhawatirkan puncak harga beras pada awal Ramadan. "Semoga pemerintah segera turun tangan," ujar Sudayat.

Taryo, petani di Kec. Pedes, Kab. Karawang, mengakui, hasil produksi berkurang terutama akibat serangan hama. Dia menyebutkan, dari 1 hektare sawah, hanya menghasilkan sekitar 5-6 ton. "Padahal, musim lalu bisa sampai 7 ton," ucapnya.

Di Kec. Tempuran, produksi padi juga menurun hingga dua puluh persen. Menurut petani setempat, Ijam Sujana, penurunan produksi itu disebabkan serangan rumput kerdil yang baru pertama kali terjadi di Karawang. Rata-rata produksi petani di wilayah tersebut sekitar 5,5 ton per hektare. Sebelumnya, produksi mencapai 6 ton per hektare. "Akan tetapi, penurunannya tidak terlalu signifikan," kata Ijam. (sumber) 

Carli Warga Cangkingan, Ditemukan Tewas Mengambang



Indramayu - Carli (70), warga Blok Karanganyar, Desa Cangkingan, Kec. Kedokan Bunder, Kab. Indramayu ditemukan warga tewas mengambang di sungai Karanganyar, Kamis (24/6) pagi. Kematian korban diduga akibat terpelosok saat mandi disungai tersebut. Polisi bersama warga yang datang lantas mengevakuasi jasad korban dan oleh keluarganya dikuburkan di tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat.

Keterangan yang berhasil diperoleh menyebutkan, peristiwa meninggalnya Carli ini bermula saat korban sedang mandi di sungai itu. Namun beberapa lama korban sudah tidak berada ditempatnya lagi. Saat bersamaan ada seorang warga setempat Saman (45) melihat ada sesosok mayat dengan posisi tertelungkup mengambang di sungai tersebut.

Karena penasaran, lantas Saman mendekati benda yang disangkanya boneka tersebut. Namun ia kaget, pasalnya setelah diteliti ternyata tubuh manusia yang sudah meninggal. Adanya penemuan ini, Saman langsung memberitahukan penemuannya kepada warga sekitar. Beberapa warga akhirnya mendatangi tempat itu. Mereka kemudian menepikan tubuh Carli yang sudah tidak bernyawa itu.

Penemuan itu oleh sejumlah warga dilaporkan juga kepada petugas di Polsek Kedokan Bunder. Mendapat laporan ini, beberapa lama polisi mendatangi lokasi. Bahkan petugas dengan dibantu warga mengevakuasi jasad korban dari sungai tersebut ke lokasi aman. Saat dilakukan pemeriksaan disaku celana korban ditemukan identitas. Namun korban merupakan warga yang tidak mempunyai keluarga. Atas kesepakatan warga dan polisi, akhirnya jasad korban di kuburkan di TPU desa setempat.

" Pertama waktu saya lihat Carli sedang mandi di sungai tersebut. Namun beberapa lama saat saya melintas ditempat itu, ia sudah tidak ada ditempatnya lagi. Karena penasaran akhirnya saya menelusuri sungai dan menemukan Carli sudah meninggal dengan tubuh mengambang. Adanya penemuan ini kemudian saya beritahukan kepada warga, " kata Saman kepada petugas. (sumber)

Laptop Made In SMK 1 Losarang Indramayu



Indramayu - Di Indramayu, Jawa Barat, puluhan siswa siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Losarang, berhasil menciptakan sebuah laptop dengan kualitas yang bersaing dengan laptop keluaran pabrik.

Siswa siswi SMK ini memang dilatih sebagai ahli teknologi (komputer). Mereka belajar untuk memperbaiki, merakit, hingga membuat sendiri laptop mereka.

Laptop yang mereka produksi, dijual dengan harga yang mampu bersaing dengan laptop sejenis merek terkenal. Untuk segi harga, laptop mini ini memiliki selisih harga sekitar Rp400ribuan dengan laptop keluaran pabrik. Laptop ini juga bergaransi satu tahun.

Meski pun hingga kini laptop karya anak negeri ini belum dinamai, akan tetapi, hampir semua guru di sekolah mereka dan beberapa guru di sekolah lain memiliki laptop ini.

Untuk mengerjakan satu buah laptop, para siswa hanya membutuhkan waktu empat hingga lima jam saja. Dalam satu bulan, pesanan laptop mencapai 30 hingga 40 buah.

Pemborong Dirampok di Siang Bolong, Rp 170 Juta Raib



Indramayu - Seorang pemborong Sukardi (37), warga Blok Gandok, Desa Kenanga, Kec. Sindang, Kab. Indramayu, dirampok di Jln. Olah Raga, Kec./Kab. Indramayu, Kamis (24/6) sekira pukul 14.00 WIB. Perampok berhasil menggasak uang Rp 170 juta dari dalam mobil Daihatshu Terios nopol E 1518 PS milik korban saat diparkir di jalan tersebut. Polisi yang datang ke lokasi kejadian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna penyidikan.

Keterangan yang berhasil diperoleh di lokasi menyebutkan, peristiwa perampokan yang dilakukan pelaku di siang bolong ini bermula saat korban usai mengambil uang di Bank Jabar Banten di jalan Jendral Sudirman. Setelah pengambilan uang sebesar Rp 529 juta kemudian korban berniat akan mengirimkan sebagian uang itu di Bank BCA yang ada di jalan DI Panjaitan Indramayu. Usai melakuka transaksi pengiriman uang, korban rupanya menyisakan uangnya sebesar Rp 170 juta untuk suatu keperluan. Dan sisa uang yang dibungkus plastik keresek ditaruhnya di bawah jok kemudi.

Setelah dari Bank BCA lantas ia pulang, namun saat melintas di Jl. Olah Raga, ia berniat membeli bakso yang ada di kawasan jalan tersebut. Mobilnya diparkir di tempat itu. Namun pada saat sedang menyantap bakso dikejutkan dengan adanya suara keras. Ia pun bergegas menghampiri mobilnya dan melihat kaca mobil sebelah kirinya sudah pecah. Dan lebih terkejut lagi saat melihat uang yang di bawah jok sudah raib. Seketika itu ia tersadar dan melaporkan peristiwanya kepada petugas di Mapolsek Indramayu. Polisi yang mendapat laporan langsung datang ke TKP untuk melakukan identifikasi.

"Uang sebanyak Rp 170 juta itu saya bungkus dengan keresek dan saya simpan di bawah jok mobil kemudi. Namun heran pelaku dapat mengambil uang tersebut," kata Sukardi kepada "PRLM".

Ia menyebutkan, sebelumnya ada dua orang yang menggunakan sepeda motor Yamaha Scorpio melintas kencang di tempat itu sambil membawa plastik keresek yang diduga uang miliknya.

Beberapa polisi saat dikonfirmasi tidak mau berkomentar dengan kejadian perampokan itu. Bahkan mereka menghindar saat dimintai keterangan oleh sejumlah wartawan cetak maupun elektronik. (sumber)

Petani Padi di Indramayu Tetap Miskin



Indramayu - Petani Indramayu,Jawa Barat setiap tahun mampu memproduksi gabah 1,4 juta ton dari sawah yang luasnya mencapai 118 ribu Hektar (HA).Oleh karena itu, Indramayu disebut sebagai daerah lumbung pangan nasional yang bisa mendukung program pemerintah pusat dibidang ketahanan pangan nasional.

Namun, pada sisi lain ‘kepatuhan’ puluhan ribu petani Indramayu dalam memproduksi gabah setahun dua kali itu justru membuat mereka sengsara. Sebab, kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda) Kabupaten Indramayu, Ir. Apas Fahmi kepada Pos Kota Rabu (23/6), faktanya taraf hidup petani tetap miskin.

Nasib sebagian besar petani, seakan tidak pernah beranjak ke arah yang lebih baik. Hal itu karena petani Indramayu , tidak memiliki posisi tawar manakala menjual hasil produknya.

Ketika panen padi berlangsung, harga gabah hasil panen petani cenderung anjlok. Sementara harga berbagai jenis pupuk, pestisida, ongkos buruh tandur, sewa traktor dan sewa mesin pompa air selalu naik. Walhasil, pendapatan petani selalu kecil. Hasil panen petani kecil, hanya cukup buat makan. Sulit memenuhi kebutuhan yang lain.

Selain itu, katanya sebagian besar areal sawah yang luas itu dimiliki beberapa gelintir petani saja. Sebagian besar petani di Indramayu tergolong petani kecil. Pemilik sawah sempit. Sehingga pendapatannya pun terbatas.

Dakui jika dilihat dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Indramayu, sebagai ukuran ekonomi di suatu daerah, hingga saat ini sektor pertanian termasuk di dalamnya peternakan, perikanan masih mendominasi 45 persennya.

Padahal kalau ikuti emosi, kita izinkan industri masuk dengan merubah status lahan pertanian dan mengesampingkan dukungan program ketahanan pangan nasional, sebagaimana dicanangkan pemerintah pusat, maka tentunya jumlah PDRB Indramayu bakal semakin meningkat dibandingkan kondisi sekarang ini dimana pertanian masih mendominasi sektor usaha sebagian besar masyarakat.

Dibidang pertanian tanaman pangan khususnya padi, ujarnya, memang pemerintah pusat telah memberikan subsidi pupuk. Namun ironisnya siapapun tahu yang menikmati subsidi pupuk itu bukan petani langsung, melainkan ada pihak lain.

Disinilah katanya perlunya peran pemerintah sebagai fasilitator dalam memberikan solusi. Misalnya mengajak masyarakat masuk ke bidang pengolahan hasil pertanian. Peluang untuk itu masih cukup terbuka. Sementara jika ditekuni bidang pengolahan hasil pertanian itu tidak ‘mengganggu’ areal pertanian tanaman pangan.

Ini yang sudah dilakukan beberapa dinas di Indramayu seperti Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu dengan merintis kegiatan usaha di masyarakat berupa pengolahan ikan kuniran, bandeng tanpa duri dan sebagainya.

Kepala Bapeda menegaskan, sudah selayaknya pemerintah pusat memberikan perhatian yang sungguh-sungguh kepada para petani di Indramayu yang sampai sekarang masih punya komitmen menanam padi menyumbangkan ketahanan pangan nasional.

“Perhatian pemerintah pusat yang dibutuhkan masyarakat Indramayu adalah perbaikan infrastruktur jalan dan saluran irigasi. Selama ini, petani Indramayu terus berupaya mempertahankan tanaman padi, demi mendukung program ketahanan pangan nasional. Namun disisi lain, perhatian pemerintah pusat terhadap insfrastruktur yang dibutuhkan petani sangat kurang,” ujarnya.

Solusi lain yang dilakukan dalam rangka meningkatkan pendapatan petani adalah mengembangkan tanaman hortikultura. Sebut saja sayur-sayuran, buah-buahan dan tanaman hias seperti anggrek dan sebagainya pada daerah-daerah tertentu.

Kenapa harus tanaman hortikultura seperti sayur-sayuran, buah-buahan dan tanaman hias, kata Apas Fahmi, karena permintaan pasar di luar negeri terhadap produk sayur-sayuran, buah-buahan dan tanaman hias dari dataran rendah seperti Wilayah Kabupaten Indramayu ini relatif tinggi. Ini merupakan peluang usaha yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani Indramayu. (sumber)

Pelajar dan Petani Berburu Hama Tikus


Indramayu - Ribuan hektare sawah di Kab. Indramayu terancam gagal panen, akibat serangan hama tikus. Kondisi ini membuat sejumlah petani mengeluh karena binatang pengerat tersebut semakin sulit dibasmi.


Muspika Kec. Kandanghaur, Kab. Indramayu menerjunkan ratusan pelajar dan petani di Desa Karang Mulya, Kec. Kandanghaur, Kab. Indramayu untuk menggropyok (berburu, red).

Para pelajar mulai dari siswa SD hingga SLTA turun ke sawah. Mereka mencari sumber dan lubang tikus. Aksi ratusan pelajar ini sengaja digelar guna memberikan wawasan lingkungan pertanian, sekaligus gerakan pengendalian hama tikus. Hasilnya, puluhan ekor tikus berhasil ditangkap.

Menurut Camat Kandanghaur Aris Tarmidi, S.H. kepada "GM", Rabu (23/6), dari 347 areal persawahan di Desa Karangmulya seluas 347 ha, 175 ha di 3 blok yakni Blok Gombol, Maja dan Kali Bojong diserang tikus. (sumber)

Sidang Kasus Pembunuhan Mahasiswi Kembali Ricuh



Indramayu - Sidang kasus pembunuhan seorang mahasiswi Universitas Wiralodra (Unwir) Indramayu di Pengadilan Negri (PN) Indramayu kembali diwarnai kericuhan, Selasa (22/6). Ratusan massa yang berasal dari keluarga dan rekan korban yang ingin menyaksikan jalannya sidang tersebut berkumpul di dalam dan di luar PN setempat. Bahkan mereka meminta agar terdakwa Tarkono dilepaskan untuk dihabisi. Beruntung petugas dapat mencegah aksi anarkis massa tersebut dengan memasukan tersangka ke dalam mobil petugas.

Keterangan yang didapat menyebutkan, kericuhan terjadi saat terdakwa dikawal petugas seusai menjalani sidang kedua di PN Indramayu ke mobil lapas. Namun sejumlah kerabat korban yang kecewa langsung menghampiri terdakwa dan tanpa dikomandoi mereka langsung menghakimi terdakwa. Namun aksinya dapat dicegah petugas Polres yang telah disiagakan. Meski oleh majelis hakim sidang tersebut ditunda menjadi hari Jumat (25/6) depan.

Beberapa keluarga korban meminta untuk kasus tewasnya Salamah (20), warga Blok Gejleg, Desa Ujungaris, Kec. Widasari, Indramayu yang juga seorang mahasiswi Unwir Indramayu, Jurusan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) semester empat ini keadilan yang seadil-adilnya serta meminta agar terdakwa harus di jatuhi hukuman mati.

"Tentu saja kami dari keluarga dan teman-teman korban Unwir kami meminta kepada majelis hakim agar menjatuhkan hukuman mati kepada terdakwa. Selain itu kami meminta kepada aparat yang berwajib untuk segera menangkap pelaku lainnya yang ikut didalam perencanaan pembunuhan ini, " jelas Sugih kerabat korban

Seperti diketahui, seorang mahasiswi Unwir Kab. Indramayu, Salamah (20), ditemukan tewas terbungkus kain sarung di kamar mandi sebuah rumah kosong milik H. Narman di Blok Gablog, Desa Bojong Slawi, Kec. Lohbener, Senin (22/3) pagi. Saat ditemukan korban masih mengenakan kaus serta celana jins lengkap. Tubuhnya terdapat sejumlah luka serta wajahnya sulit dikenali akibat bekas pukulan benda tumpul.

Peristiwa ini selanjutnya dilaporkan kepada kepolisian setempat. Sejumlah petugas Polsek Lohbener dan petugas puskesmas setempat datang ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Menurut paman korban, Wargani (44), Salamah hilang sejak Sabtu (20/3) siang saat berangkat kuliah. Bersamaan dengan peristiwa itu, sepeda motor Yamaha Mio Soul nomor polisi E 5829 SJ warna biru yang dikendarainya ikut raib. Hingga akhirnya polisi mengetahui pelaku pembunuhan itu yang tak lain adalah Tarkono (23) warga Desa Bojongslawi, Kec. Widasari, Kab. Indramayu. (sumber)

Elf Terbalik di Losarang, 15 Penumpang Terluka



Indramayu - Sebuah angkutan umum jenis Minibus Elf nopol E 7727 P yang membawa rombongan kenduri terbalik di tikungan Blok Cilogog, Desa Pegagan, Kec. Losarang, Kab. Indramayu, Minggu (20/6) siang. Dalam peristiwa itu sedikitnya 15 orang terdiri dari anak-anak, orang dewasa dan wanita mengalami luka-luka. Oleh petugas kepolisian setempat, korban lantas dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu (RSBI) Losarang untuk mendapat perawatan medis.

Ke-limabelas korban adalah Ny. Karni (30), Ny. Muna (28), Ny.Halimah (36), Ny.Mainah (35), Ny.Dasinah (33) dan Ny.Sayati (28), Sadikin (38), Fitri (11), Eva (12), Diana (7), Rizki (10), Yogi (8), Rangga (5) Indri (7), dan Linda (12). Semua korban merupakan warga Kelurahan Karangmalang, Kecamatan dan Kabupaten Indramayu,

Informasi yang diperoleh "PRLM" menyebutkan, peristiwa kecelakaan lalu lintas itu bermula saat mobil rombongan hendak berangkat ke rumah kerabat korban yang sedang menggelar pesta hajat di Desa Cibereng Kec. Terisi, Kab. Indramayu. Namun di saat mobil tersebut melintasi di jalan raya Blok Cilogog, Desa Pegagan, Kec. Losarang tiba-tiba kendaraan yang dikemudikan Muk (34) menukik tajam ditikungan. Akibatnya mobil terbalik dengan posisi roda di atas.

Kondisi ini, membuat seluruh penumpangnya tidak dapat keluar dari mobil. Hingga mereka tergencet dan saling tindih antarpenumpang di dalam mobil itu. Seluruh penumpang menjerit untuk menyelamatkan diri. Namun terkendala oleh kondisi mobil yang terbalik.

Beberapa warga setempat yang mengetahui peristiwa itu langsung mendatangi lokasi kejadian. Mereka berusaha melakukan pertolongan kepada korban untuk mengeluarkan dari dalam mobil. Melihat kejadian ini, sejumlah warga kemudian melaporkan peristiwanya kepada petugas di Mapolsek Losarang. Petugas yang datang ke TKP dibantu warga akhirnya dapat mengeluarkan korban. Setelah di evakuasi, korban kemudian dibawa ke RSBI Losarang untuk mendapatkan pertolongan medis.

Saat bersamaan petugas pun mengamankan mobil elf termasuk sopir elf naas, Muk untuk dimintai keterangan terhadap peristiwa tersebut.(sumber)

KA Bima Patah As, Ratusan Penumpang Telantar



Indramayu - Kereta Api (KA) Eksekutif Bima jurusan Surabaya Gubeng - Jakarta Gambir mengalami patah as di jalur utara antara stasiun Telaga Sari - stasiun Terisi, Kab. Indramayu, Minggu (20/6) sekira pukul 5.15 WIB. Kerusakan yang dialami KA Bima ini bukan hanya pada asnya yang patah, namun lokomotif penarik gerbong pun terkendala. Akibat musibah ini ratusan penumpang telantar selama lebih dari tiga jam.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, KA Bima Eksekutif yang membawa ratusan penumpang dari surabaya ini mengalami patah as pada gerbong eksekutif nomor empat. Kondisi ini mengakibatkan KA tidak dapat berjalan secara normal. Bahkan saat KA yang menarik sembilan gerbong tersebut melintas di jalur KA antara stasiun Telaga Sari- stasiun Terisi tepatnya di tengah-tengah sawah di Blok Cibadak, Desa Cikedung, Kec. terisi, Kab. Indramayu terpaksa berhenti mendadak. Selain mengalami patah as, kerusakan juga terjadi pada lokomotif penarik gerbong kereta. Sehingga kondisi ini mengakibatkan seluruh rangkaian Ka tidak dapat dijalankan seperti biasanya dan jalur KA di Pantura mengalami gangguan karena satu jalur tidak dapat berfungsi normal. Hingga sejumlah petugas terpaksa menahan seluruh kereta api di sejumlah stasiun antara Jatibarang dan Haurgeulis, Kab. Indramayu untuk dapat melintas secara bergantian.

Beberapa saat kemudian petugas teknisi dari PT KAI Daops III Cirebon datang ke lokasi. Mereka langsung memeriksa serta memperbaiki kerusakan yang terjadi pada kereta itu. Proses perbaikan membutuhkan waktu dua jam. Dan setelah dinyatakan normal, KA tersebut akhirnya melanjutkan perjalanannya.

Menurut Agus (35), salah satu penumpang KA Bima menyatakan kekecewaannya, pasalnya tidak ada petugas KA yang memberitahukan kepada penumpang adanya kerusakan kerete tersebut. Bahkan katanya, saat kejadian seluruh penumpang panik akibat lampu kereta di gerbong mendadak mati. Hingga banyak anak-anak yang menangis akibat kondisi tersebut kondisi ini berangsur normal setelah tiga jam menunggu lokomotif pengganti dari Stasiun Parujakan Cirebon. (sumber)

4 Pejabat Jadi Kandidat Sekda Indramayu



Indramayu - Sejumlah pejabat mulai ramai disebut-sebut bakal menjadi Sekda Indramayu, menggantikan Drs. H. Supendi, M.Si yang maju jadi cawabup berpasangan dengan cabup Ny. Anna Sophana.

Nama-nama pejabat yang dinilai layak menduduki posisi jabatan esselon II A (Sekda Indramayu) itu selain Drs.H. Suhaeli, M.Si (Kepala Badan Kepegawaian Daerah) dan Muhamad Rakhmat, SH, MH (Kadisdik) juga Drs.H. Eddy Mulyadi, MM (Kepala Badan Perizinan dan Penanaman Modal), Wawang Irawan (Kepala Inspektorat).

Syarat menduduki jabatan sekda kata sumber Pos Kota di Indramayu sesungguhnya tidak sulit, yaitu pernah menduduki jabatan esselon II B minimal pada dua instansi berbeda.

Selain itu, mengingat sekda itu nantinya akan melekat jabatan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat), maka dari segi golongan harus yang paling senior, dibandingkan pejabat lainnya.

Hal itu, katanya agar tidak menyalahi aturan soal DUK (Daftar Urutan Kepangkatan). Dalam DUK disebutkan, pejabat yang golongannya lebih tinggi, DP3 nya tidak bisa ditanda-tangani oleh pejabat yang golongannya lebih rendah.

Sumber Pos Kota juga menambahkan, idealnya calon Sekda Indramayu itu tidak sedang menghadapi persoalan hukum. Walau bagaimanapun, sambungnya, pejabat yang tersangkut persoalan hukum pada lembaga peradilan, bakal terganggu tugas-tugasnya. (sumber)

9 Anak Gelimpangan Diserang DBD



Indramayu - Wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh virus melalui gigitan nyamuk aedes agypti, Jum’at (18/6) mengamuk di Desa Pegagan Kecamatan Losarang, Indramayu, Jabar.

Sedikitnya 9 anak balita dan usia SD yang tinggal di RT 04 / RW 01 Desa Pegagan, Losarang, Indramayu sejak kemarin bergelimpangan akibat terjangkit penyakit DBD.

Dulhalil, 40 warga Desa Pegagan dihubungi Pos Kota, Jum’at (18/6) mengemukakan, anak-anak yang terserang wabah penyakit demam berdarah, tinggal pada satu RT. Gejala anak yang terkena penyakit DBD suhu badan tinggi dibarengi demam. Kadang disertai mimisan dan keluarnya bintik-bintik merah pada permukaan kulit.

“Korban penyakit DBD paling akhir menimpa 2 anak putra Casdam, yaitu Edi dan Rusdi. Suhu badannya tinggi sehingga mencemaskan orang tua,” ujarnya.

Pihak keluarga korban DBD yang ekonominya mampu, membawa korban DBD ke RS Mitra Plumbon Kabupaten Cirebon. Sedangkan keluarga miskin, cukup membawa anaknya berobat ke puskesmas terdekat.

Warga mengharapkan Seksi P3M (Pemberantasan dan Penanggulangan Penyakit Menular) Dinas Kesehatan Indramayu secepatnya turun tangan melakukan pengasapan atau fogging di sekitar rumah korban guna membunuh nyamuk-nyamuk aedes agypti penyebar DBD.

Masyarakat juga berharap Dinkes membagikan bubuk abate untukmembunuh jentik-jentik nyamuk di bak mandi, gentong dan kolam penampungan air. (sumber)

Sidang Pembunuhan Mahasiswi Unwir Ricuh



Indramayu - Sidang pertama terdakwa kasus pembunuhan seorang mahasiswi Universitas Wiralodra (Unwir) Indramayu di Pengadilan Negeri (PN) Indramayu, Rabu (16/6), diwarnai kericuhan. Massa yang berasal dari keluarga dan rekan korban sempat menghakimi terdakwa Tar saat dikawal petugas kepolisian menuju lembaga permasyarakatan setempat. Beruntung petugas dapat mencegah aksi anarkis tersebut dengan memasukkan tersangka ke mobil petugas.

Keterangan yang dihimpun "GM" menyebutkan, kericuhan terjadi saat terdakwa dikawal petugas menuju mobil lapas, seusai menjalani sidang pertama di PN Indramayu. Saat itu puluhan keluarga dan sejumlah kerabat korban yang memadati PN menghampiri Tar dan tanpa dikomandoi menghakiminya. Kericuhan diduga terjadi akibat keputusan majelis hakim yang menunda sidang pertama terdakwa hingga minggu depan. Pihak keluarga korban meminta agar kasus tewasnya Salamah (20), warga Blok Gejleg, Desa Ujungaris, Kec. Widasari, Indramayu itu, diproses dengan seadil-adilnya.

"Atas nama keluarga dan teman-teman korban dari Unwir, kami meminta majelis hakim agar menjatuhkan hukuman mati. Ini sesuai dengan perbuatan terdakwa terhadap korban," ujar Sugih, kerabat korban.

Seperti diketahui, korban Salamah, mahasiswi semester IV Jurusan Biologi, Unwir, Kab. Indramayu, ditemukan tewas terbungkus kain sarung di kamar mandi sebuah rumah kosong di Blok Gablog, Desa Bojong Slawi, Kec. Lohbener, Senin (22/3) pagi. Korban diduga tewas dibunuh Tar. (sumber)

Hujan Bikin Buruh Pabrik Kerupuk Sengsara



Indramayu - Hujan yang turun tanpa henti dari pagi hingga sore Rabu (16/6) dikeluhkan ratusan buruh pabrik kerupuk udang dan ikan di Desa Kenanga, Sindang, Indramayu.Hujan menyulitkan buruh pabrik kerupuk khususnya dalam menyelesaikan pekerjaan mengeringkan irisan kerupuk.

Buruh pabrik kerupuk khawatir, jika dalam 3 hari berturut-turut tidak ada sinar matahari, maka irisan kerupuk yang masih basah itu bakal ditumbuhi jamur. Jika hal itu terjadi, maka kualitas kerupuk akan menurun.

Irisan kerupuk sebelum dikemas kantong plastik berukuran 250 gram dan 500 gram biasanya dikeringkan terlebih dahulu oleh para buruh dibawah terik matahari.

“Dari pagi hingga sore pukul 16:15 WIB enggak ada sinar matahari karena tertutup mendung, kami kesulitan mengeringkan kerupuk itu,” kata Warsan, 26 salah seorang buruh pabrik kerupuk.

Pengrajin kerupuk udang dan ikan di Desa Kenanga saat ini jumlahnya mencapai puluhan. Jumlah produksi kerupuk udang sehari diperkirakan mencapai lebih 10 ton. Pabrik kerupuk udang itu mempekerjakan ratusan buruh pria – wanita, tua – muda.

Daerah pemasaran kerupuk tak terbatas Kabupaten Indramayu namun juga ke kota-kota besar seperti DKI Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, kota-kota di Sumatera bahkan sampai luar negeri seperti Singapura, Malaysia dan Brunai Darussalam. (sumber)

Penculik Anak Gunakan Modus Pecah Ban



Indramayu - Tindak kejahatan penculikan anak yang kian marak termasuk di wilayah Kabupaten Indramayu, di antaranya ada yang menggunakan modus seakan kendaraan pelaku tengah mengalami pecah ban atau mesin mogok. Untuk itu para orang tua diminta lebih waspada dalam mengawasi anak-anaknya agar terhindar dari tindak kejahatan tersebut.

Hal itu dikemukakan Kepala Kepolisian Resor Indramayu, AKBP Nasri Wiharto melalui Kasat Reskrim AKP Andry Kurniawan kepada, Rabu (16/6). Dengan bersikap lebih waspada, kata Andry, diharapkan dapat lebih membatasi ruang gerak para pelaku penculikan dalam menjalankan aksinya.

"Kami melihat trend tindak kejahatan mengalami kenaikan sebab berdasarkan laporan dari Polsek-Polsek, sejumlah peristiwa upaya penculikan anak telah terjadi. Hal itu cukup mengkhawatirkan dan patut diwaspadai," tandasnya.

Kasus terakhir yang baru terjadi beberapa hari lalu, kata Andry, adalah nyaris diculiknya anak Nono Sudarsono, salah seorang pemilik radio swasta di Kota Indramayu. Saat itu anak Nono dan salah seorang temannya tengah main di lokasi Sport Centre.

Di lokasi yang relatif sepi, tiba-tiba sebuah mobil Suzuki APV bernomor polisi "L" menepi. Lalu salah seorang penumpangnya turun dan mengatakan kepada kedua anak bahwa kendaraannya mengalami kerusakan mesin. Penumpang kendaraan yang tidak dikenal tersebut juga meminta kedua bocah untuk membantu mendorong kendaraan hingga mereka ikut mendorong kendaraan yang dikatakan mogok.

Saat mesin mobil kembali hidup, sang penumpang kendaraan mengajak kedua anak ikut naik. Bahkan saat keduanya menolak, dengan setengah memaksa sambil mengiming-imingi sejumlah uang dimintanya kedua anak untuk ikut. Beruntung keduanya kukuh menolak hingga terhindar dari orang-orang yang diduga pelaku penculik anak.

Kasat Reskrim Andry Kurniawan mengatakan, pada beberapa kejadian lain pelaku juga menggunakan modus seakan-akan kendaraannya mengalami mogok atau pecah ban serta mengajak anak yang diincar untuk menunjukkan lokasi bengkel terdekat. Hingga tanpa sadar anak dapat masuk dalam perangkapnya lalu dibawa kabur.

Terkait dengan beragamnya modus yang digunakan pelaku, Andry mengimbau para orang tua lebih waspada dalam mengawasi anak-anaknya agar tidak menjadi korban penculikan. "Beri pengertian agar anak tidak gampang menuruti ajakan orang yang tidak dikenalnya atau tergiur oleh iming-iming apapun," ungkapnya. (sumber)

2 Menteri Jadi Jurkam Cabub Indramayu



Indramayu - Menaker Drs. H. Muhaimin Iskandar dan Menpera Ir. H. Helmy Faisal Zaini serta Ketua Dewan Syuro DPW PKB Jabar KH. Abdul Aziz Affandi, siap jadi jurkam pasangan cabup – cawabup Hj. Anna Sophana – H. Supendi.Bupati Indramayu H. Irianto MS Syafiuddin mengemukakan hal itu di ruang kerjanya, Rabu (16/6).

Menurut bupati, dua menteri dan Ketua Dewan Syuro DPW PKB Jabar bersedia mejadi jurkam pasangan Hj. Anna Sophana – H. Supendi, karena pasangan didukung penuh DPP PKB mengikuti Pemilukada Indramayu 18 Agustus 2010.

Selain memperoleh dukungan penuh dari DPP PKB, pasangan Hj. Anna Sophana – H. Supendi juga sebelumnya sudah mengantongi dukungan dari DPP Partai Golkar dan DPP Partai Demokrat.

Saat ditanya apakah dirinya yang suami cabup Hj. Anna Sophana juga siap jadi jurkam, kata H. Irianto MS Syafiuddin, sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jabar, tentu siap menjadi jurkam sekaligus memenangkan pasangan cabup – cawabup Hj. Anna Sophana – H. Supendi pada Pemilukada Indramayu.

H. Irianto MS Syafiuddin mengatakan, masyarakat Indramayu menginginkan Visi Indramayu Remaja (Religius, Maju, Mandiri, Sejahtera) yang dijalankan selama ini agar dilanjutkan, walaupun masa jabatan bupati Indramayu dua periode akan berakhir pada 10 Desember 2010. Alasannya, katanya, karena masyarakat menilai Visi Indramayu Remaja sudah terbukti berpihak kepada rakyat. (sumber)

Baliho dan Spanduk Cabup Golkar Dirusak



Indramayu - Posko pemenangan bakal calon bupati Hj Anna Sophana wilayah Kecamatan Balongan di Blok Sukaparna, Desa Sukareja, Kabupaten Indramayu dirusak, Rabu (17/6) dini hari. Insiden tersebut mengisyaratkan telah mulai menghangatnya suhu politik di Kabupaten Indramayu kendati pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) baru sampai pada tahap pendaftaran bakal calon.

Keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan, insiden perusakan yang terjadi sekitar pukul 02.00 dini hari berlangsung cepat. Warga yang berada di lokasi kejadian saat insiden terjadi menyebut adanya tiga orang pelaku.

"Pelakunya berjumlah tiga orang, mereka menggunakan mobil. Dua orang yang turun melakukan pengrusakan sedang satu lainnya tetap di dalam kendaraan," kata Nursosro (52), warga setempat.

Setelah turun dari mobil, kata dia, keduanya langsung melakukan pengrusakan. Atribut yang dirusak dianataranya baliho besar dan spanduk bergambar Hj Anna Sophana, calon bupati yang diusung Partai Golkar.

Sementara 20 bendera Partai Golkar yang dipasang di sekitar lokasi posko pemenangan, 9 diantaranya dicabut dan dibuang di selokan. "Mereka langsung kabur saat warga yang berdatangan ke lokasi posko setelah mendengar adanya pengrusakan. Jadi kami tidak tahu siapa pelakunya," kata warga lainny.

Kasat Reskrim Polres Indramayu Ajun Komisaris Polisi Nadri Kurniawan membenarkan terjadinya peristiwa itu. "Kami masih melakukan penyelidikan," ujarnya saat ditemui di lokasi posko.

Namun karena terkait dengan persoalan Pemilukada, kata dia, maka untuk penanganan kasusnya pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak Panitia Pengawas (Panwas). (sumber)

Baru Diperbaiki, Pantura Indramayu Rusak Lagi



Indramayu - Beberapa titik ruas jalan di jalur pantai utara (pantura) Kabupaten Indramayu mulai rusak kembali setelah hujan deras terus mengguyur. Padahal, ruas tersebut baru saja selesai diperbaiki untuk menyambut musim mudik dan balik Lebaran tahun 2010.

Pantauan di sepanjang pantura mulai dari Lohbener hingga Sukra, ruas jalan di Kecamatan Lohbener, Losarang dan Kandanghaur merupakan yang terparah. Selain berlubang, sambungan pada badan jalan yang menggunakan cor-coran, mulai retak dan ambles.

Kondisi ini menyebabkan sejumlah kendaraan yang melintasi jalur tersebut tidak bisa melajukan kendaraan secara cepat. Pengendara pun harus berhati-hati, untuk menghindari kecelakaan di jalan raya.

Kerusakan jalan di jalur pantura ini memang belum terlalu parah. Namun jika dibiarkan terus, dikhawatirkan akan semakin rusak. Apalagi saat ini menghadapi musim libur sekolah, di mana kerap ada banyak kendaraan yang melintas di jalur pantura, baik ke arah Jakarta maupun Jawa Tengah.

Selain akibat hujan, tingginya traffik kendaraan yang melintasi jalur pantura diduga turut menjadi penyebab. Apalagi di titik tertentu, di mana masih ada proses perbaikan jalan sehingga menyebabkan jalan yang biasanya satu arah menjadi dau arah. Kendaraan pun lebih padat.

Di titik lain, masih terlihat sejumlah pekerja yang terus memperbaiki jalan rusak. Perbaikan jalan trans Jawa ini ditujukan untuk menghadapi lonjakan kendaraan di musim Lebaran 2010.

Home Wanita Muda Ditemukan Tewas di Laut



Indramayu - Seorang wanita muda ditemukan nelayan tewas mengambang di dekat lokasi pengeboran migas lepas pantai Eretan, Kec.Kandanghaur, Kab. Indramayu, Selasa (15/6) pagi. Jasad wanita malang ini akhirnya oleh petugas setelah dievakuasi langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu (RSBI) Losarang untuk dilakukan otopsi.

Keterangan yang didapat "PRLM" menyebutkan, penemuna mayat wanita muda di tengah laut itu sempat menggegerkan warga di sekitar lokasi. Pasalnya jasad korban saat ditemukan tidak memakai pakaian utuh. Korban bertelanjang dada dengan mengenakan celana dalam hitam. Wanita malang ini mempunyai ciri-ciri berkulit sawo matang berat badan 60 Kg dengan tinggi 160 Cm, wajah oval. Dan diperkirakan berumur 38 tahun. Bahkan saat ditemukan kondisi mayat sudah membusuk.

Peristiwa penemuan ini bermula saat sejumlah nelayan hendak berangkat mencari ikan. Namun baru sebatas berlayar dekat lokasi pengeboran migas lepas pantai Eretan mereka dikejutkan dengan pemandangan sesosok tubuh wanita yang mengambang dengan posisi tertelungkup. Adanya penemuan ini oleh beberapa nelayan kemudian dilaporkan kepada penduduk yang dilanjutkan kepada petugas Polairud Pos Eretan. Beberapa petugas lantas mendatangi TKP dan berupaya mengevakuasi korban ke pinggir laut yang kemudian membawanya ke RSBI Losarang untuk dilakukan otopsi.

Menurut petugas, jika korban tewas ini diperkirakan sudah tiga hari mengapung di lepas pantai. Karena jasad korban yang ditemukan sudah membusuk dan berbau. Seperti dikatakan Brigadir Polairud Ahmad Fadilah. Menurutnya, penemuan mayat tersebut jaraknya sekitar 14 mil dari Pantai Desa Eretan,Kec.Kandanghaur. Setelah dilakukan pemeriksaan tidak ditemukan identitas yang menyangkut diri korban. (sumber)

SSB ABRAL Lohbener Diresmikan



Indramayu - Ditengah perhelatan akbar Piala Dunia 2010 ini, semarak momen dunia itu bukan hanya berlaku di benua afrika tempat event itu berlangsung, namun juga menggema diseluruh antero pelosok dunia. Tak terkecuali di Indramayu, semarak piala dunia diwarnai dengan peluncuran sekolah sepak bola (SSB) Abral Lohbener.

Peresmian dilakukan oleh Kuwu Lohbener Zaenal Abidin pada Sabtu (12/6) akhir pekan kemaren yang dihadiri oleh pengurus SSB Abral dan tokoh sepakbola se Kecamatan Lohbener serta ratusan siswa SSB Abral.

“Keberadaan SSB Abral sebenarnya sudah berjalan cukup lama, dan telah menghasilkan pemain-pemain yang berkualitas hanya saja peresmiannya berbarengan dengan pelaksanaan piala dunia, hal ini dimaksudkan agar motivasi siswa SSB dapat terangkat,” kata sekretaris SSB Abral Runedi.

Runedi menambahkan, SSB Abral memiliki visi menjadikan bakat pemain sepakbola yang cerdas dan professional dalam persebakbolaan di tanah air dan internasional kemudian mewujudkannya dalam Misi yaitu melaksanakan pembinaan pemain sepak bola yang berkualitas dan berdedikasi tinggi dengan standar program PSSI dengan tujuan dapat menghasilkan pemain yang berprestasi dan dapat mengangkat martabat bangsa, selain itu juga meningkatkan prestasi kejuaraan ditingkat daerah, propinsi hingga nasional

Dalam SSB Abral terdiri dari kelompok umur 6-9 tahun, 10-13 tahun, 14-17 tahun, 18-21 tahun, dan 22 tahun ke atas, sampai dengan saat ini jumlah siswa SSB yang terdaftar sebanyak 195 siswa yang berasal dari berbagai pelosok Indramayu bahkan ada dari luar kota.

Bagi masyarakat yang ingin menjadikan anaknya pintar dalam bermain bola bisa bergabung dengan SSB Abral di Kompleks Balai Desa Lohbener Kecamatan Lohbener. Dalam menciptakan siswa yang pintar bermain bola SSB Abral ditangani pelatih Antoni, Kardun, Dede, dan Rusli Hamzah serta diketuai oleh Darsono. (DensHumas)

Gagal Jadi PNS, Guru TK Panjat Tower



Indramayu - Diduga gara-gara tidak diterima sebagai pegawai negri sipil (PNS), Ij (40), seorang guru Taman Kanak-kanak (TK) di Kec.Balongan, Kab.Indramayu nekad memanjat tower sebuah perusahaan telepon selular setinggi 80 meter di Kec.Krangkeng, Kab.Indramayu, Senin (14/6). Beruntung aksi bunuh diri ini dapat dicegah aparat keamanan dari Polsek krangkeng, Indramayu.

Keterangan yang berhasil dikumpulkan "PRLM" menyebutkan, sejumlah warga yang berada di lokas melihat Ij sudah berada di atas tower. Pada awalnya warga menduga, orang yang ada di atas tower itu adalah petugas teknisi yang sedang melakukan perbaikan. Namun warga curiga, karena setelah dilihat lebih dekat, orang yang berada di atas tower itu ternyata berpakaian wanita dan berjilbab. Mengetahui ini, beberapa warga yang datang ke lokasi melaporkan kepada petugas di Polsek Krangkeng.

Mendapat laporan dari warga, petugas langsung datang ke lokasi, kemudian bersama warga mencoba membujuk Ij untuk turun dari tower yang mempunyai ketinggian 80 meter tersebut. Namun bujukan petugas keamanan tidak membuat Ij mau menurutinya. Ia bahkan berbuat lebih nekad dengan memanjat bagian paling atas tower. Kelakuan Ij membuat cemas warga dan petugas. Namun dua jam setelah dirayu, Ij akhirnya mau turun. Meski begitu petugas tetap berjaga untuk mengantisipasi hal terburuk yang dilakukan oleh Ij.

Di hadapan petugas Ij mengaku nekad melakukan tindakan itu lantaran kecewa karena peluang menjadi PNS tertutup akibat terganjal usia. (sumber)

Empat Balon Bupati Daftar Ke KPUD Indramayu



Indramayu - Empat bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati Indramayu mendaftar di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Indramayu dengan waktu yang berbeda, Senin (14/6). Empat pasangan balon bupati dan wakilnya itu secara resmi mengembalikan formulir pendaftaran pada pemilihan kepala daerah Indramayu yang akan digelar 18 Agustus tahun ini.

Ke-empat pasangan Balon tersebut dua adalah dari jalur independen yakni H. Appi Karpi berpasangan dengan H. Karwita, H. Mulyono Martono dengan Handaru Kusuma Wijaya. Sedangkan dua pasangan dari jalur partai politik yaitu H. Gorry Sanuri dengan Ruslandi dari PDIP dan Hanura. Kemudian pasangan H. Uryanto Hadi dengan H. Abas Assafah dari koalisi partai poros perubahan antara lain partai PKB, PKS, PBB, PKNU, PAN, Gerindra, PPRN, PPP, Demokrat.

Kedatangan balon bupati dan wakil bupati ini termasuk meriah. Pasalnya mereka dengan massa pendukungnya melakukan konvoi di sepanjang jalan arah ke KPUD setempat, Seperti dari pasangan balon bupati dan wakil bupati H. Gorry Sanuri dan Rustandi. Pasangan ini menaiki dua kuda yang diringi ribuan warga pendukungnya. Sehingga iring-iringan balon bupati dan wakil bupati ini menyita perhatian masyarakat.

Hal yang sama juga dilakukan oleh balon bupati dan wakil bupati H. Uryanto Hadi dan H. Abas Assafah. Kedua pasangan ini naik becak. Termasuk pendukungnya yang mengikuti pasangan ini juga menaiki ratusan becak. (sumber)

Anna Pilih Supendi Sebagai Wakil di Pilkada Indramayu 2010



Indramayu - Teka-teki siapa yang akan menjadi pasangan Hj. Anna Sophana sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati Indramayu terjawab sudah. Minggu malam (13/6) di Pendopo Indramayu dihadapan ratusan para pedagang Hj. Anna Sophana mengungkapkan bahwa dirinya akan segera berpasangan dengan H. Supendi, M.Si (sekda) yang diusung oleh Partai Demokrat.

"Untuk sementara itu nama yang akan menjadi wakil saya dalam Pilkada 18 Agustus mendatang, tapi secara resminya akan kami umumkan besok Senin (14/6), segala sesuatunya masih bisa berubah," katanya.

Dipilihnya H.Supendi, menurut Hj. Anna, sebagai bakal calon wakil bupati Indramayu setelah banyaknya pertimbangan yang masuk dan penjajagan disejumlah partai. Partai Demokrat telah merekomendasikan satu nama untuk menjadi calon wakil bupati yakni H. Supendi, M.Si. untuk bisa berpasangan dengan istri Bupati Indramayu Irianto MS. Syafiuddin. (DensHumas)

Bupati Indramayu Sampaikan Terima Kasih Kepada Pedagang



Indramayu - Diraihnya Piala Adipura untuk ke empat kalinya bagi Kabupaten Indramayu tidak terlepas dari dukungan semua pihak, terlebih dukungan dari para pedagang yang selama ini ikut menciptakan suasana bersih dilingkungannya. Terkait hal tersebut, Minggu malam (13/6) Bupati Indramayu DR. H. Irianto MS. Syafiuddin di Pendopo bertemu dengan ratusan para pedagang yang berjualan disejumlah jalan protocol.

Ratusan pedagang yang datang dari sejumlah sudut kota Indramayu ini sengaja diundang oleh Bupati Indramayu untuk mengucapkan terima kasih atas kerja samanya dalam menjaga kebersihan disekitar lingkungannya sehingga Kabupaten Indramayu kembali dapat meraih Adipura untuk keempat kalinya. “Kami ucapkan terima kasih kepada semua para pedagang yang mau bekerjasama dengan kita, yang telah ikut menjaga kebersihan lingkungannya dan menciptakan suasana bersih ditempatnya, tanpa peran serta dan dukungan dari para pedagang maka usaha kita akan sia-sia, sekali lagi kami ucapkan terima kasih,” ucap bupati.

Dihadapan para pedagang, Bupati Indramayu DR. H. Irianto MS. Syafiuddin mengungkapkan, Adipura keempat kalinya merupakan kebanggan bagi semua masyarakat Indramayu. Kalaupun ternyata dilapangan masih terdapat kekurangan hal ini sangat wajar. Kemudian kebersamaan antara para pedagang dengan pemerintah yang selama ini sudah terjalin ditahun berikutnya diharapkan dapat lebih ditingkatkan.

Dalam pertemuan itu terungkap, para pedagang siap mendukung kebijakan pemerintah Kabupaten Indramayu yang siap memberikan iklim usaha yang kondusif dan aman dalam berusaha seperti yang tertuang dalam visi Indramayu Remaja : Religius, Maju, Mandiri, dan Sejahtera. (DensHumas)

Gunakan Tanah Liat Buat Bangun Rumah



Indramayu - Harga material bangunan khususnya pasir dan semen makin mahal menjadikan sebagian warga Kecamatan Terisi dan Cikedung membangun rumah menggunakan adukan tanah liat.

Bangun rumah dengan adukan tanah liat itu kata Wastaman, 48 warga Desa Amis Kecamatan Cikedung pernah digunakan para nenek moyang membangun rumah tempo dahulu.

Adukan itu terdiri dari campuran tanah liat, dedak kasar dan air itu kata Ralim, 43 seorang tukang bangunan, warga Desa Babakan Jaya Kecamatan Gabuswetan terpaksa dipilih warga karena adukan biasa yang menggunakan campuran pasir, semen dan air itu harganya relatif mahal. Sehingga tak mampu dijangkau warga, terutama warga miskin.

Menurut Rasim, 51 salah seorang pemilik rumah yang menggunakan adukan tanah liat mengemukakan, adukan tanah liat itu bisa mengirit biaya pembuatan rumah. Adukan tanah liat mudah dibuat. Materialnya gratis. Tanah liat digali dari halaman rumah. Dedak diambil dari pemilik penggilingan padi.

Cara membuat adukan tanah liat itu pun mudah. Tanah liat, dedak kasar dan air dimasukkan ke lubang tanah lalu diuleni dengan cara diinjak-injak dengan kaki sampai campuran itu jadi lengket.

Setelah selesai, adukan langsung digunakan, layaknya tukang bangunan menggunakan adukan pasir dan semen memasang batu merah. (sumber)

Gudang Indofood di Indramayu Dirampok



Indramayu - Sebuah gudang indofood yang terletak di Desa Panyindangan, Kec. Sindang, Kab.Indramayu disantroni perampok. Dalam aksinya perampok menyandera sopir dan kernet mobil boks perusahaan serta seorang petugas keamanan gudang dengan cara diikat. Bahkan perampok menggondol brankas berisi uang tunai sekira Rp 70 juta serta barang-barang berharga lain. Hingga kini polisi masih melakukan pendalaman terhadap kasus itu.

Informasi yang diperoleh, Minggu (13/6) menyebutkan, peristiwa perampokan yang menimpa kantor dan gudang penyimpanan berbagai jenis makanan dan minuman ini terjadi sangat cepat pada Minggu dinihari. Bahkan warga sekitar pun tidak mengetahui. Dalam peristiwa itu, tiga karyawan masing-masing, Suherman (sopir), Trisna (kernet) dan Ahmad Aryanto (petugas keamanan), yang saat itu ada di area gudang menjadi korban penyekapan.

Kawanan perampok yang tiba-tiba datang menyergap Suherman dan Trisna, saat tidur di mobil. Keduanya diancam dan dilumpuhkan dengan senjata tajam lalu diikat. Usai melumpuhkan korban, kawanan perampok yang diperkirakan berjumlah lebih dari empat orang kemudian menuju ruang kantor. Namun sebelumnya mereka menyekap Ahmad Aryanto, petugas keamanan yang berjaga seorang diri dengan mengikat tangan dan kaki serta menyumpal mulut korban.

Setelah menyekap ketiga karyawan, kawanan perampok dengan leluasa mengacak-acak seisi kantor. Sebuah brankas yang tersimpan dalam ruang kantor menjadi sasaran utama perampok. Mereka mengangkatnya lalu membawa kabur brankas berisi uang tunai sekira Rp.70 juta itu.

Setelah kawanan perampok kabur, ketiga karyawan berhasil lolos dan meminta pertolongan warga. Dalam sekejap, puluhan warga berdatangan disusul petugas Polsek Sindang usai menerima laporan. Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi tidak menemukan banyak bukti lantaran aksi kawanan perampok itu terbilang cepat. Polisi menduga, perampok yang menyatroni gudang Indofood itu berjumlah lebih dari empat orang berkendaraan mobil.

Kapolres Indramayu AKBP Nasri Wiharto, S.I.K., melalui Kapolsek Sindang AKP Setyo Aji, S.H., membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, polisi telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap kasus perampokan itu. Namun pihaknya masih belum memperoleh petunjuk yang jelas soal pelaku. "Kami masih mendalami kasus itu dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi," katanya. (sumber)

Bocah SD Tewas Teseret Arus Cimanuk



Indramayu - Seorang bocah kelas 2 SD, Palik (8), warga Blok Dukuh Desa Kenanga, Kec.Sindang, Kab.Indramayu, tewas setelah terseret arus Sungai Cimanuk, Sabtu (12/6) petang. sedangkan ketiga temannya, Dulah, Saep dan Kipli yang bersama korban saat memancing selamat. Beberapa jam kemudian jasad korban ditemukan warga korban sekira sepuluh meter dari tempat Kejadian Perkara (TKP). Korban langsung dimakamkan hari itu juga di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat.

Keterangan yang berhasil diperoleh, Minggu (13/6) menyebutkan, peristiwa itu terjadi saat keempat bocah sedang memancing di pinggiran Sungai Cimanuk. Beberapa lama kemudian mereka sepakat untuk mandi. Namun baru beberapa saat di sungai, Palik tiba-tiba menjerit. Jeritan ini kontan membuat temannya terkejut.

Dalam hitungan detik korban tenggelam akibat terseret arus deras sungai. Melihat itu, tiga rekannya tidak dapat berbuat apa-apa. Bahkan mereka berlari meninggalkan Palik sambil meminta tolong kepada warga. Sejumlah warga yang mendengar teriakan ini langsung mendatangi lokasi kejadian.

Akhirnya, ratusan warga yang mengetahui kejadian itu berkumpul dan sebagian di antaranya terjun ke sungai untuk mencari Palik. Warga menyisir sungai dari tempat Palik tenggelam hingga pada jarak seratusan meter. Namun upayanya gagal. Akhirnya keluarga korban mendatangkan ahli selam, untuk membantu mencari tubuh Palik. Tidak sampai sepuluh menit tim ahli selam menemukan tubuh Palik tidak jauh dari tempatnya mandi sebelumnya.

"Orang tua korban sekarang ini sedang bekerja di luar negeri. Kematian Palik membuat bingung kami. Pasalnya bagaimana cara untuk memberitahukan kematian cucu saya ini kepada orang tuanya," jelas Raminah (55), nenek Palik. (sumber)

Dua Pengedar Ganja di Indramayu Ditangkap Polisi



Indramayu - Jajaran Satuan Narkoba Polres Indramayu menangkap dua pemuda pengedar ganja, Sabtu (12/6). Kedua pemuda adalah Warto alias Pepeng (28), warga Desa Bunder, Kec. Widasari dan Fuad Ferdiansyah alias Ocan (27), asal Desa/Kec. Widasari, Kab. Indramayu. Dari tangan tersangka disita 2 paket atau seberat 1,4 gram ganja kering siap edar. Kini keduanya mendekam di tahanan sel Mapolres setempat.

Keterangan yang diperoleh "PRLM" menyebutkan, tertangkapnya dua pemuda pengedar ganja ini bermula adanya informasi yang dilaporkan warga ke beberapa anggota Sat-Narkoba Polres Indramayu. Mendapat informasi berharga ini, kemudian petugas melakukan penyelidikan sesuai laporan tersebut. Dalam penyelidikannya petugas mendapatkan keterangan jika seorang pemuda Warto yang kerap dipanggil Pepeng sering melakukan transaksi jual beli ganja ke sejumlah pemuda.

Beberapa hari kemudian Pepeng akhirnya ditangkap di rumahnya. Tertangkapnya Pepeng bermula dari pancingan petugas yang bermaksud membeli daun haram tersebut. Saat bertransaksi Pepeng berhasil dibekuk. Bahkan petugaspun menyita dua paket ganja kering siap edar yang ada di saku celananya.

Dari keterangan tersangka yang terus dilakukan pendalaman. Polisipun akhirnya menciduk Fuad si pengedar lainnya saat tersangka berada di rumahnya.
Dihadapan penyidik Ocan mengakui jika ganja kering itu didapat dari Ot yang kini sedang diburu polisi dengan cara membeli.

Kapolres Indramayu AKBP Nasri Wiharto, S.I.K., melalui Kasat Narkoba AKP Ansari Fuad, S.H., membenarkan pihaknya telah mengamankan tersangka dalam kasus narkoba sebanyak 2 orang. Bahkan pihaknya kini masih melakukan pengembangan kasus untuk memburu tersangka lainnya yang namanya sudah diketahui. (sumber)

Pasangan Balon Bupati Indramayu Jalur Independen Daftar ke KPU

Indramayu - Pasangan bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati Indramayu dari independent Toto Sucartono dan Kasan Basari, Sabtu (12/6) mendatangi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Indramayu untuk mengembalikan formulir pendaftaran sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati pada pemilihan kepala daerah Indramayu.

Kedatangan kedua pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati ke KPU dengan menggunakan pakaian adat tradisional Indramayu. Keduanya diarak keliling bersama para punggawanya dengan menggunakan delman dan iring-iringan becak dan berakhir di KPU setempat. Sesampainya di KPU mereka langsung diterima oleh panitia pendaftaran yang telah menunggu. Dengan pelayanan yang sangat baik petugas dari KPU menerima pendaftaran dari kedua pasangan ini.

Dalam jumpa pers kepada wartawan, Toto Sucartono mengungkapkan, pihaknya optimis lolos verifikasi dan mendapatkan dukungan dari masyarakat Indramayu. Bahkan ia mengaku saat ini pihaknya telah mendapatkan dukungan suara dari masyarakat sebanyak sekitar 59 ribu suara/pendukung.

Toto juga mengklaim, dari 31 kecamatan dirinya siap mendulang suara dari dua kecamatan yakni Indramayu dan Gabuswetan. "Mudah-mudahan di dua kecamatan ini kami optimis mendapatkan dukungan yang maksimal. Kami yang berasal dari pasangan jalur independen meminta restu kepada masyarakat Indramayu. Kami sengaja menggunakan baju adat Indramayu sebagai bentuk untuk melestarikan budaya dan mengenang kejayaan Raden Aria Wiralodra yang merupakan pendiri Indramayu," tutur Toto.   (sumber)

Petani Lebih Tertarik Tanam Bunga Kol Ketimbang Padi



Indramayu - Petani Indramayu mulai tertarik menanam bunga kol ketimbang padi. Alasannya menanam bunga kol hasilnya secara ekonomi jauh lebih besar ketimbang padi.

Kadis Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu, Ir. Toto Kusmanwanto dijumpai Pos Kota di ruang kerjanya, Kamis (10/6) mengemukakan, kecenderungan petani Indramayu mengalihkan pola tanam dari padi – padi – palawija setahun menjadi padi – bunga kol – bunga kol tidak bisa dicegah.

Hal itu merupakan ciri petani modern. Ciri petani modern adalah petani yang mampu memanfaatkan setiap peluang pasar. Tanam,an bunga kol termasuk memiliki peluang pasar yang bagus dan terbuka luas.

Toto menyebutkan, panen padi petani di Indramayu dalam satu Hektar (HA) hasilnya 6 ton. Jika harga jual per Kg Rp3 ribu, pendapatan kotor petani yang menanam padi hanya Rp18 juta.

Pendapatan itu jauh lebih kecil. Dibandingkan hasil panen bunga kol. Dengan luas 1 HA, hasil panen mencapai Rp60 juta. Ini jelas menguntungkan petani. Apalagi masa panen bunga kol hanya 45 hari. Bandingkan masa panen padi yang mencapai 4 bulan.

Dikatakan, pola tanam yang dikembangkan petani di sejumlah kecamatan di Indramayu sudah bergeser. Biasanya dalam setahun petani menanam padi – padi – palawij, sekarang padi – bunga kol – bunga kol. Tanaman bunga kol dapat tumbuh subur di semua daerah di Indramayu.

Uniknya lagi, kualitas bunga kol Indramayu jauh lebih bagus dibandingkan bunga kol dari dataran tinggi. Bunga kol dari Indramayu diletakkan 15 hari di meja perubahannya hanya kering. Tapi bunga kol dari dataran tinggi disimpan di atas meja seminggu langsung busuk.

Setiap hari bunga kol dari Indramayu dikirim ke Pulau Batam sebanyak 62 ton. Permintaan bunga kol dari Indramayu tak hanya datang dari Batam, tapi juga dari kota-kota lain.(sumber)

Pabrik Petasan di Lobener Meledak dan Terbakar



Indramayu - Sebuah rumah yang dijadikan tempat pembuatan petasan di Blok Kebon Kopi, Desa Lobener, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, meledak, Rabu (9/6). Meski tidak ada korban jiwa, rumah tersebut hancur.

Berdasarkan pantauan, rumah berukuran panjang 50 meter dan lebar 15 meter tersebut terlihat porak poranda. Yang tersisa hanya tinggal piung-puing.

Peristiwa tersebut terjadi saat semua karyawan sudah meninggalkan lokasi pabrik. Tanpa diketahui penyebabnya, tiba-tiba dari dalam pabrik terdengar suara ledakan keras. Kerasnya bunyi ledakan bahkan terdengar hingga radius dua kilometer. Setelah itu muncullah kobaran api.

Sukron, seorang warga setempat mengungkapkan, ledakan tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. "Kami pun sangat ketakutan," katanya.

Warga, ujarnya, langsung berlarian menjauh dari lokasi ledakan dan tidak bisa berbuat apa-apa karena banyaknya petasan yang ada di dalam rumah.

Seorang pekerja, Sumarji, mengungkapkan upaya pemadaman api terkendala banyaknya serbuh bahan baku petasan di dalam pabrik. "Bahkan saat api sudah dipadamkan, suara ledakan kecil masih juga terdengar," katanya.

Ia mengatakan, pabrik petasan tersebut milik Rosid. Namun hingga berita ini diturunkan Rosid belum bisa dimintai keterangan karena masih berada di luar kota.

Diduga kebakaran akibat korsleting listrik di gudang pabrik itu. Percikan api yang berasal dari korsleting langsung menyambar tumpukan petasan hingga menyebabkan ledakan keras.

Hingga berita ini diturunkan Polres Indramayu masih melakukan penyelidikian dan meminta keternagan sejumlah saksi. Sedangkan lokasi ledakan dipasangi garis polisi.(sumber)

Peserta Konvoi Motor Tewas Tergilas Mobil



Indramayu - Nicolas (22 tahun), warga Depok, Jawa Barat, tewas mengenaskan setelah tergilas mobil di jalur utama Pantura, Desa Santing, Kec.Losarang, Kab.Indramayu, Rabu (9/6) petang. Nicolas mengalami kecelakaan saat mengendarai sepeda motornya dalam konvoi bersama rekannya. Tidak ada satupun saksi mata dalam kejadian itu dan sopir mobil yang melindas Nicolas diduga langsung kabur.

Agus, rekan korban mengatakan, posisi sepeda motor Nicolas saat kecelakaan berada di belakang. Nicolas, kata Agus, terpisah dari rombongan. Sedianya, rombongan sepeda motor jenis Neo TVS itu akan menuju Cirebon untuk berkumpul dengan rekan satu klubnya. Namun belum sampai ke lokasi yang dituju, Nicolas keburu tewas terlindas dengan kondisi kepala remuk.

Kapolsek Losarang AKP Ginting Sumantri membenarkan adanya insiden kecelakaan tersebut. Namun, kata dia, pihaknya kesulitan mendeteksi kendaraan yang melindas korban karena saat kejadian tidak ada satupun saksi mata yang tahu. "Korban langsung kami evakuasi ke RS Bhayangkara sambil menunggu kedatangan keluarga," kata dia.(sumber)

Unjukrasa Menuntut Kesehatan Gratis Ricuh



Indramayu - Aksi unjukrasa ratusan orang dari Gerakan Masyarakat Indramayu Bersatu (GMIB) di depan pintu masuk pendopo Indramayu ricuh, Selasa (8/6) sekira pukul 11.00 WIB. Masa terlibat aksi saling dorong dengan aparat kepolisian saat berusaha menemui Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kab.Indramayu yang sedang berada di dalam pendopo setempat. Dalam aksinya, pendemo menuntut jaminan kesehatan gratis bagi warga miskin.

Kericuhan yang sempat terjadi tersebut lantaran sejumlah pengunjukrasa mendengar Kadis Kesehatan, Kab. Indramayu dr.H. Suwardi, berada di pendopo. Namun keinginan pendemo terkendala. Pasalnya merela dihalangi barikade penjagaan polisi dari Polres Indramayu. Akhirnya aksi saling dorong antara masa dan polisi pun tidak terhindarkan. Namun kericuhan bisa diredam, setelah suwardi menemui para pengunjukrasa.

Dalam aksinya pendemo menuntut Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk menggratiskan pelayanan kesehatan bagi rakyat miskin yang sesuai dengan jaminan kesehatan masyarakat miskin (jamkesmaskin). Pendemo menilai pemerintah setempat selama ini masih tebang pilih dalam melayani pelayanan kesehatan baik di puskesmas maupun rumah sakit daerah. Karena selama ini kartu jamkesmaskin banyak terjadi salah sasaran. Bahkan masih banyak masyarakat dari keluarga miskin yang tidak dapat memiliki kartu tersebut. Ironisnya lagi, masih terjadi banyak pungutan liar kepada para pengguna Jamkesmas. Ditambah lagi pelayanan yang diberikan melalui Jamkesmas tidak sepenuhnya gratis dan masih banyak pungutan.

"Kami meminta kepada pihak terkait untuk segera melakukan perbaikan pelayanan kesehatan. Gratiskan semua biaya kesehatan bagi warga miskin. Di samping itu, tindak dan adili bagi instansi atau oknum pelayanan kesehatan yang melakukan pungutan liar di luar ketentuan. Serta pihak dinas kesehatan segera mungkin untuk melakukan pendataan ulang bagi masyarakat penerima Jamkesmas dan Jamkesda sesuai dengan data warga miskin, " pinta Wandi, kordinator lapangan.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Kab. Indramayu, dr. H.Suwardi yang menemui pengunjukrasa berjanji akan melakukan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat miskin dan akan mendata ulang masyarakat miskin yang masih belum mendapatkan kartu jamkesmas. Menurutnya kartu jamkesmas sudah dibagikan secara merata untuk yang berhak menerimanya.

"Bagi warga miskin tidak dipungut biaya ketika berobat ke rumah sakit atau puskesmas. Kami berjanji akan menindak tegas jika ada oknum yang melakukan pungutan, " jelas Suwardi

Setelah di temui Kadis Kesehatan didampingi direktur RSUD Indramayu dr. H. Dedi Rohendi. Pendemo kemudian membubarkan diri. Mereka mengancam akan menggelar aksi lebih besar lagi bila tuntutannya tidak dapat direalisasikan. Massa lantas mendatangi gedung DPRD setempat. Namun di tempat ini tidak satupun anggota dewan yang menemui pendemo.(sumber)

Ratusan Buruh Pertamina EP Mundu Demo



Indramayu - Ratusan buruh migas rekanan PT. Pertamina Eksplorasi Produksi (EP) Mundu, Indramayu, Jabar, Selasa (8/6) berunjuk rasa menuntut peningkatan kesejahteraan, bonus tahunan dari perusahaan yang belum pernah diterima dan menolak sistem kerja shift 2 – 1.

Unjuk rasa pekerja itu menarik perhatian ratusan petugas Dalmas Polres Indramayu. Pasalnya, para buruh migas sempat memblokir 5 pintu masuk menuju Kantor Pertamina EP Mundu menggunakan kendaraan berat seperti trailer dan crane.

Sahroji koordinator aksi mengemukakan, sistem kerja shift 3-1 waktu kerjanya 8 jam. Sedangkan 2-1, 12 jam. Jika sistem 2-1 itu diberlakukan, Pertamina harus meningkatkan upah. “Jangan menggunakan tenaga dengan waktu berlebihan tetapi pendukungnya masih belum diperhatikan, ” ujarnya.

Para buruh juga menuntut bonus tahunan dari perusahaan sebagaimana yang diperoleh karyawan Pertamina. Banyak buruh yang sudah mengabdi selama belasan tahun di Pertamina. Namun sampai sekarang belum pernah menerima bonus tahunan.

Kesejahteraan para buruh migas sangat berbeda dengan karyawan Pertamina. Padahal peranan buruh sangat penting. Terutama dalam menuntaskan pekerjaan di tempat itu. Kami juga menuntut agar Pertamina memperhatikan upah kami agar disamakan dengan karyawan golongan empat belas (Golongan gaji terendah) sekira Rp 2 juta sebulan.

Sahroji menilai tuntutan pendemo dinilainya sangat wajar. Selama ini keinginan pekerja migas belum sepenuhnya direalisasi oleh Pertamina. (sumber)

Indramayu Raih Adipura Ke Empat



Indramayu - Kabupaten Indramayu untuk keempat kalinya meraih anugrah Adipura sebagai penghargaan tertinggi dalam kebersihan lingkungan. Penyerahan anugrah Adipura rencananya diserahkan langsung Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono Selasa (8/6) kepada Bupati Indramayu DR. H. Irianto MS. Syafiuddin di Istana Negara.

Anugrah Adipura sejak tahun 2005 secara berturut-turut terus singgah didaerah ini, dimulai meraih piagam penghargaan Best Effort (2005) kemudian sejak tahun 2006-2009 Adipura seolah tiada henti untuk singgah di Indramayu. Pada tahun ini juga, selain penghargaan Adipura Kabupaten Indramayu meraih Adiwiyata Madya yang diraih SMKN 1 Indramayu dan Adiwiyata Mandiri oleh SMKN 1 Losarang.

Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu Ir. Aep Surahman mengungkapkan, diraihnya Adipura kali ini setelah dilakukan penilaian oleh tim dari Kementrian Lingkungan Hidup beberapa bulan lalu. Penilaian meliputi pemilihan sampah wajib, pengolahan sampah wajib dilingkungan perumahan, perkantoran, sekolah, pasar, dan juga tempat pengolahan sampah akhir (TPA). Sementara komponen penilaian lain meliputi sanitasi limbah domestik, keberadaan dan proses Ipal Komunal dan MCK, persentase KK yang memiliki MCK, keberadaan dan fungsi IPLT, serta pengelolaan limbah sentra industri di perkotaan. Secara umum penilaian Adipura meliputi dua komponen yaitu fisik dan non fisik. Adanya korelasi yang kuat antara kedua komponen tersebut menunjukan bahwa fasilitas fisik yang baik selalu ditunjang oleh institusi, manajemen, dan daya tanggap pengelolaan lingkungan hidup yang baik

Aep Surahman menambahkan, program Adipura bertujuan untuk mendorong pemerintah daerah dan masyarakat untuk mewujudkan kota bersih dan teduh (clean and green city) dengan menerapkan prinsip-prinsip good governance (transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas) dalam pengelolaan lingkungan hidup ( good environmental governance).

Bupati Indramayu DR. H. Irianto MS. Syafiuddin pada kesempatan ini mengucapkan terima kasih kepada semua lapisan masyarakat dan komponen pendukung lainnya yang secara aktif telah menciptakan suasana yang bersih dan teduh di Kabupaten Indramayu. Program Adipura ini sebagai upaya untuk mengubah perilaku masyarakat, sehingga untuk mewujudkan kota bersih dan teduh bukan hanya dalam menghadapi penilaian Adipura, tapi menjadi bagian dari perilaku dan budaya masyarakat di Kabupaten Indramayu. Selain penghargaan Adipura, Kabupaten Indramayu juga berhasil meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri untuk SMKN 1 Losarang dan Adiwiyata Madya untuk SMKN 1 Indramayu. (dens)

Sembilan Kapal Motor Nelayan Indramayu Dirampok



Indramayu - Sebanyak sembilan buah kapal motor nelayan asal Kabupaten Indramayu menjadi korban perompakan kelompok bersenjata. Perompakan tersebut antara lain terjadi di perairan Subi Kepulauan Natuna dan Pontianak, Kalimantan Barat.

Dari sembilan kapal tersebut, dua di antaranya merapat di Pelabuhan Karangsong, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Senin (7/6). Dua kapal tersebut adalah Kapal Motor Sari Mulya dan Kapal Motor Mandala. Nasiron, 40 tahun, nakhoda Kapal Motor Sari Mulya menjelaskan saat itu kapalnya sedang dalam perjalanan pulang menuju Indramayu. "Tapi saat melintas di perairan laut Subi, kapal kami didekati perahu jenis klotok bermuatan empat orang," kata Nasiron.

Saat sudah dekat, mereka pun langsung meloncat ke atas kapal dan langsung menodong senjata api laras panjang. Mereka langsung meminta seluruh hasil tangkapan. "Bahkan perbekalan dan peralatan kapal pun juga diminta," katanya. Saat ada anak buah kapal yang menolak, perompak itu menganiaya anak buah kapal tersebut.

Puas mengambil harta jarahannya, perompak itu pun langsung kembali ke kapal mereka sendiri dan mengarahkannya ke Kapal Motor Mandala yang hanya berjarak sekitar 20 mil dari Kapal Motor Sari Mulya.

Nakhoda Kapal Motor Mandala, Rosid, pun mengaku mereka dipaksa untuk menyerahkan sejumlah uang dan barang bawaan mereka. "Kami tidak bisa melawan, senjata mereka siap menembak kami kapan saja," kata Rosid.

Kepala keamanan KPL Mina Sumitra Karangsong, Bunyamin, membenarkan adanya laporan kekerasan tersebut. "Dalam seminggu terakhir ini sudah ada sembilan pemilik kapal yang melaporkan tindak kekerasan di perairan Natuna itu," katanya. Karena itu, pihaknya pun telah berkoordinasi dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara maupun Polisi Air untuk mengejar pelaku. (sumber)

Garam Rebus Indramayu Rambah Pasar Nasional



Indramayu - Produksi garam hasil pengolahan kelompok warga Blok Kebon-kebon, Desa Eretan Kulon, Kec. Kandanghaur, Kab. Indramayu perlu diperhitungkan. Pasalnya, hasil produksi garam yang belum beryodium ini banyak peminatnya. Bahkan hingga kini pemesannya datang dari berbagai daerah.

"Mudah saja cara pembuatan garam rebus ini. Caranya, dari satu kuintal garam 'krosok' setelah dilakukan pengolahan dengan cara direbus sebanyak empat kali akan menghasilkan sekira delapan puluh kilogram garam halus yang non yodium. Waktu merebusnya juga hanya tiga jam," kata Taman (32) salah satu anggota kelompok petani garam kepada "PRLM" Senin (7/6), saat dilakukan launching garam rebus oleh Bupati Indramayu H. Irianto MS. Syafdiuddin.

Menurutnya, perebusan garam ini tidak melihat cuaca. Meski kondisi hujan atau terik tetap berlangsung. Karena proses perebusan garam yang semula dari garam krosok menjadi garam halus dilakukan di dalam rumah. Berbeda dengan pembuatan garam secara alami.

"Sangat berbeda pembuatannya dengan proses pembuatan garam alami. Kalau proses garam rebus tidak mengenal iklim. Namun pembuatan garam alami harus hamparan tengah diteriknya matahari dan kalau hujan akan lama menjadi garamnya, " tuturnya.

Ia mengatakan, dari hasil pengolahan dan perebusan garam ini ternyata banyak peminatnya. Rata-rata mereka menjual dalam satu kuintal garam rebus halus kepada pemesannya sebesar Rp 120 ribu. Sementara itu, sejumlah petani garam rebus lainnya mengharapkan kepada pemerintah untuk membantu pemasaran produksi garam rebus tersebut.

"Dari tujuh kelompok petani garam di sini rata-rata mereka melakukan perebusan garam dalam sehari bisa mencapai delapan kuintal. Lumayan juga hasil penjualannya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi mereka," jelas petani garam yang lain.

Sementara itu, Camat Kandangahur Aris Tarmidi, S.H.,mengatakan, untuk pemasaran hasil garam rebus oleh pihaknya akan dibantu secara maksimal. Bahkan dari kelompok itu sudah mendapatkan bantuan dari pertamina. "Untuk pemasarannya akan kami bantu. Namun sementara ini kami baru dapat membantu berupa pemasaran garam rebus yang sudah dikemas ke sejumlah super market yang ada di wilayah kita. Selain itu kami juga akan terus melakukan pembinaan terhadap petani garam ini," jelas Aris. (sumber)
 
AKHSAN Rent Car - Jatibarang,Indramayu, kota indramayu, berita indramayu, indramayu news, kabar indramayu, peta indramayu, polisi indramayu, wong indramayu, Radio indramayu, bupati indramayu, jalan indramayu, pantura indramayu, video indramayu, indramayu online, video smu indramayu, video panas indramayu, Kota indramayu, Notaris indramayu, panen indramayu, puasa indramayu, ramadhan indramayu, lebaran indramayu, sahur indramayu, jalur mudik indramayu, peta mudik 2012 indramayu, download peta indramayu, berokan indramayu, pulau biawak indramayu, topeng indramayu, mangga indramayu, warnet indramayu, indramayu remaja, dprd indramayu, yance indramayu, waterboom indramayu, pantai indramayu, ngabuburit indramayu, PSB indramayu, streaming radio indaramayu, fm indramayu,koran indramayu, wartawan indramayu, kebakaran indramayu, toko komputer indramayu, hotel indramayu, kolam renang indramayu, perumahan indramayu, mall indramayu, yogya indramayu, mm toserba indramayu, batik paoman indramayu, bunderan mangga indramayu, patung sentot indramayu, alat berat indramayu, pertamina indramayu, singaldra indramayu, gedung kesenian indramayu, indramayu heritage, situs indramayu , bahasa indramayu, sma indramayu, tarling indramayu, organ indramayu, miras indramayu
AKHSAN Rent Car - Jatibarang,Indramayu, kota indramayu, berita indramayu, indramayu news, kabar indramayu, peta indramayu, polisi indramayu, wong indramayu, Radio indramayu, bupati indramayu, jalan indramayu, pantura indramayu, video indramayu, indramayu online, video smu indramayu, video panas indramayu, Kota indramayu, Notaris indramayu, panen indramayu, puasa indramayu, ramadhan indramayu, lebaran indramayu, sahur indramayu, jalur mudik indramayu, peta mudik 2012 indramayu, download peta indramayu, berokan indramayu, pulau biawak indramayu, topeng indramayu, mangga indramayu, warnet indramayu, indramayu remaja, dprd indramayu, yance indramayu, waterboom indramayu, pantai indramayu, ngabuburit indramayu, PSB indramayu, streaming radio indaramayu, fm indramayu,koran indramayu, wartawan indramayu, kebakaran indramayu, toko komputer indramayu, hotel indramayu, kolam renang indramayu, perumahan indramayu, mall indramayu, yogya indramayu, mm toserba indramayu, batik paoman indramayu, bunderan mangga indramayu, patung sentot indramayu, alat berat indramayu, pertamina indramayu, singaldra indramayu, gedung kesenian indramayu, indramayu heritage, situs indramayu , bahasa indramayu, sma indramayu, tarling indramayu, organ indramayu, miras indramayu

ADS

ADS

Support : RAJATOWER.NET
Copyright © 2011. Indramayu Post . Com | Media Online Indramayu - All Rights Reserved

Proudly powered by RAJATOWER.NET