Headlines News :
Topics :
QRCode

google-site-verification: googledbc0ac0d63235fca.html
IbroArt Motion - Indramayu
AKHSAN Rent Car - Jatibarang,Indramayu, kota indramayu, berita indramayu, indramayu news, kabar indramayu, peta indramayu, polisi indramayu, wong indramayu, Radio indramayu, bupati indramayu, jalan indramayu, pantura indramayu, video indramayu, indramayu online, video smu indramayu, video panas indramayu, Kota indramayu, Notaris indramayu, panen indramayu, puasa indramayu, ramadhan indramayu, lebaran indramayu, sahur indramayu, jalur mudik indramayu, peta mudik 2012 indramayu, download peta indramayu, berokan indramayu, pulau biawak indramayu, topeng indramayu, mangga indramayu, warnet indramayu, indramayu remaja, dprd indramayu, yance indramayu, waterboom indramayu, pantai indramayu, ngabuburit indramayu, PSB indramayu, streaming radio indaramayu, fm indramayu,koran indramayu, wartawan indramayu, kebakaran indramayu, toko komputer indramayu, hotel indramayu, kolam renang indramayu, perumahan indramayu, mall indramayu, yogya indramayu, mm toserba indramayu, batik paoman indramayu, bunderan mangga indramayu, patung sentot indramayu, alat berat indramayu, pertamina indramayu, singaldra indramayu, gedung kesenian indramayu, indramayu heritage, situs indramayu , bahasa indramayu, sma indramayu, tarling indramayu, organ indramayu, miras indramayu

Komplotan Pencuri Motor Dibekuk



Indramayu - Polisi Sektor Terisi Indramayu, Jawa Barat, berhasil menangkap komplotan pencuri spesialis sepeda motor pada hari Sabtu (30/1) yang sering meresahkan warga Indramayu barat tersebut.

Kapolsek Terisi AKP Sudarsa S.sos kepada wartawan di Indramayu, Minggu (31/1), mengatakan, tersangka pelaku pencurian sepeda motor yang berinsial Cas(27) warga desa Tukdana blok Putat kecamatan Tukdana saat ini diamankan untuk memudahkan langkah selanjutnya.

Begitupun barang bukti berupa satu unit sepeda motor merk Honda Supra x nomor polisi E6444H.

"Komplotan pencuri sepeda motor di wilayah hukumnya cukup meresahkan warga, karena itu keamanan dan kenyaman ditingkatkan untuk menekan tindak kejahatan tersebut," katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk memasang kunci pengamanan, supaya pelaku pencuri motor terhambat ketika menjalankan
aksinya.

Sementara itu R Ma'nun seorang warga Cikedung Lor mengaku, kinerja polisi di desanya cukup berhasil menangani semua kasus pencurian sepeda motor. Kejadian pencurian sepeda motor tersebut sering terjadi karena pemilik sendiri lalai memasang alat pengaman yang mestinya terpasang.

"Alat pengamanan sepeda motor seperti kunci ganda, kunci rahasia, setidaknya membuat pencuri mengalami kendala, namun kesadaran masyarakat di desanya memasang alat pengamanan tersebut masih rendah," katanya.

Dia menjelaskan, sering terjadi pencurian sepeda motor akibat tidak terpasang kunci ganda, seperti yang terjadi pada bulan Desember 2009 di blok desanya, sepeda motor tersebut diparkir pinggir sungai. Ketika itu pemilik sepeda motor tersebut sedang asyik bekerja di sawah sedangkan sepeda motornya tanpa kunci ganda.

"Sepeda motor petani tersebut di ambil dengan mudah oleh pelaku pencuri motor, meski pelakunya tertangkap oleh warga dan ternyata yang cukup kaget pelaku masih anak-anak diperkirakan berumur kurang dari 12 tahun," katanya.

Setelah didesak warga ternyata betul pelaku masih berstatus siswa SMP di daerah Bantar Waru, perbatasan Indramayu-Sumedang, akibat lalai memasang kunci ganda anak kecilpun bisa mencuri sepeda motor, katanya. (Ant)

Indramayu Endemis Demam Berdarah Dengue



Indramayu - Kabupaten Indramayu dari dahulu sampai sekarang dinyatakan sebagai daerah endemis penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue).

Ironinya, kendati didukung anggaran APBD Indramayu sebesar Rp360 miliar untuk membiayai kegiatan fogging (pengasapan) nyamuk demam berdarah, namun jumlah penderita penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue) masih relative tinggi.

Hingga Sabtu (30/1) kata Kasie P2B2 (Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang), Muslim, sudah 145 warga Indramayu positif terkena DBD. Sementara menurut data, jumlah penderita DBD Januari – Desember 2009, sebanyak 1.364 orang.

Dari jumlah 145 warga yang terkjena DBD seorang remaja, Jaenudin, 12 warga Desa Kebulen Kecamatan Jatibarang, meninggal dunia.

Menurut dia, anggaran APBD yang besar, tidak menjamin suatu daerah terbebas dari penyakit DBD. “Jadi walaupun seluruh desa di Kabupaten Indramayu ini difogging, tapi desa-desa di kabupaten lain tidak difogging itu percuma saja. Sebab nyamuk aedes agypti, penyebar virus DBD dari daerah lain masih bisa masuk ke Indrtamayu. Kalau mau semua daerah di Pulau Jawa ini difogging.. ,” katanya.

Muslim mengemukakan, satu upaya yang dianggap paling dominan mengatasi penyebaran DBD adalah keikutsertaan masyarakat melaksanakan PSN (Pembersihan Sarang Nyamuk). “Kalau semua jentik nyamuk dibersihkan, mudah-mudahan penyebaran penyakit DBD itu bisa ditekan,” ujarnya.

Desa Pondoh Kecamatan Juntinyuat, saat ini dinyatakan sebagai daerah KLB (Keadaan Luar Biasa) DBD. Karena berdasarkan pendataan, jumlah penderita DBD di Desa Pondoh itu paling banyak di Kabupaten Indramayu yaitu mencapai 9 orang.

Desa-desa di Kabupaten Indramayu yang termasuk desa endemis penyakit DBD pada Tahun 2007 sebanyak 93 desa. Tahun 2008 sebanyak 90 desa dan tahun 2009 sebanyak 123 desa.

Mengingat penyebaran DBD yang ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes agypti di daerah ini selalu muncul, dalam beberapa tahun terakhir ini, maka Indramayu layak menyandang predikat sebagai daerah endemis DBD. (PK)

Waduk Cipancuh Amblas, Warga Mengungsi



Indramayu - Tanggul Waduk Cipancuh di Desa Situraja, Kecamatan Gantar, Indramayu, Jawa Barat, baru-baru ini, amblas sepanjang kurang lebih 100 meter. Kondisi ini berlangsung sejak sepekan terakhir. Awalnya, tanggul hanya retak-retak lalu dengan cepat amblas hingga mencapai kedalaman satu meter lebih. Dikhawatirkan bila air waduk meninggi seiring dengan intensitas curah hujan, air akan meluap dan memicu bencana.

Kepala Desa Situraja, Turah mengatakan, tanggul waduk yang amblas sedang diperbaiki. Namun warga tetap khawatir waduk jebol bila turun hujan deras. Sebab itu warga yang rumahnya berhadapan langsung dengan tanggul mengungsikan harta bendanya. Di malam hari, mereka pun tidur di tempat yang lebih aman.

Departemen Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai Citarum menyatakan siap menanggulangi tanggul amblas. Bahkan Pemkab Indramayu juga membebaskan lahan milik warga di sekitar lokasi tanggul.

Waduk Cipancuh dibangun pada 1927 dengan luas areal waduk 700 hektare. Waduk ini mengairi areal persawahan seluas 6.318 hektare di empat kecamatan, yaitu Kecamatan Haurgeulis, Gantar, Kroya, dan Kecamatan Anjatan. Selama ini waduk memang kurang dirawat. Kalaupun dilakukan penanganan biasanya hanya bersifat sementara pada bagian tanggul yang retak. (Lip6)

Sidang Kasus Korupsi Bendahara RSUD Indramayu Digelar



Indramayu - Pengadilan Negeri Indramayu, Jawa Barat, menggelar sidang perdana korupsi yang melibatkan bendahara Rumah Sakit Umum Daerah setempat, Kamis (28/1). Sidang menjadi perhatian masyarakat setempat. Pengunjung memadati ruang sidang.

Sidang mengagendakan pembacaan dakwaan jaksa penuntut umum terhadap terdakwa, Ida Rosidah. Jaksa mendakwa Ida telah melakukan tindak pidana korupsi sebesar Rp 500 juta. Uang itu merupakan biaya rawat inap pasien yang tak diserahkan ke rumah sakit.

Tim penasehat hukum terdakwa mengatakan, dakwaan jaksa tak beralasan dan sulit dimengerti. Rencananya, terdakwa akan melakukan pembelaan atas dakwaan itu pada sidang berikutnya. (Dedy Musashi/***)

Pertamina Balongan Latihan Cegah Aksi Kejahatan



Indramayu - Guna mencegah aksi teroris, bajak laut, pencurian, penyelundupan, serta penumpang di kapal tanker maupun kargo, Refinery Unit (RU) VI Balongan Pertamina menyelenggarakan Drill & Exercise ISPS Code.

Senior Manager Operation and Manufacturing Marine RU VI Balongan Pertamina Indramayu, Jawa Barat (Jabar), Ignatius Talla Lembang, yang mewakili GM RU Dadik Pribadi, di Pelabuhan khusus (Pelsus) Migas Jetty Majakerta, Indramayu, Jawa Barat (Jabar), Kamis (28/ 1) mengatakan, pencegahan itu dilakukan di seluruh fasilitas pelsus migas milik RU. Antara lain Pelsus Balongan dan dermaga labuh atau Port Jetty Propylene, Majakerta, Jabar.

Pada acara yang juga dihadiri tim management RU VI Balongan Petamina, Kepala Kantor Pelabuhan (Kakanpel) Indramayu Sukiman, Pangkalan laut (Lanal) Cirebon, jajaran Polres Indramayu, serta Polisi Air Indramayu itu, diselenggarakan pula pelatihan ISPS Code. Pelatihan itu ditujukan bagi para pekerja, yang dalam kesehariannya bergumul dengan area port Facility, operasi perkapalan dan operasi pelabuhan khusus, serta facility floating hose SPM. Ikut pula dalam pelatihan itu SBM lepas pantai Balongan.

Kegiatan ini diselenggarakan berkat kerja sama dengan Direktorat Polairud Polda Jabar, Kantor Pelabuhan Indramayu, Ditjen Perhubungan Laut (Hubla), KPLP Indramyu, Pertamina EP Region Jawa, serta Pertamina Unit Pemasaran & Niaga Retail III Depot TTU Region II Balongan.

Pada kesempatan itu, diperagakan pula dengan baik berbagai unsur supporting. Peragaan ini dimaksudkan untuk menanggulangi gangguan keamanan yang dilakukan oleh teroris atau kapal bajak laut. (*/Budi Seno)

Penyelematan Kematian Ibu dan Bayi Terus Dilakukan



Indramayu - Untuk menekan laju angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Indramayu maka diperlukan langkah konkret dalam suatu program kerja dan kegiatan yang melibatkan semua pihak. Rabu (27) di ruang dalam pendopo Indramayu tim advokasi upaya penyelematan ibu, bayi dan balita
Kabupaten Indramayu melakukan expose didepan Bupati Indramayu DR. H. Irianto M.S. Syafiuddin dan Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Hj. Anna Sophana.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu yang juga tim advokasi Dr. Suwardi Astradipura mengungkapkan, expose ini merupakan upaya untuk menyamakan persepsi baik eksekutive, legislative, maupun stakeholder yang terlibat secara langsung dalam penurunan angka kematian ibu, bayi dan balita di Indramayu.

Pada tahun 2009 angka kematian ibu, bayi dan balita mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Dan penyebab kematian ibu lebih banyak disebabkan karena eklamsia, perdarahan, infeksi, dan partus lama. Sementara kematian bayi lebih banyak disebabkan BBLR
(34%) asfikasi (30%) Ispa (10%) infeksi (5%), sedangkan penyebab kematian balita disebabkan pneumonia (81%) infeksi (8%) diare (10%) dan gizi buruk (1%).

Suwardi menambahkan, sebagai upaya untuk penyelamatan ibu antara lain dilakukan kegiatan orientasi suami siaga, program perencanaa persalinan dan pencegahan komplikasi dan tanda bahaya kehamilan, kemudian pelatihan bagi kader posyandu tentang kehamilan resiko tinggi. Selain itu, pembinaan desa siaga aktif dan kemitraan bidan dengan dukun paraji ditingkatkan dan pemberian jaminan pelayanan kesehatan termasuk didalamnya untuk biaya transportasi ke sarana pelayanan kesehatan.

Kemudian juga dilakukan pengadaan Mg SO4 dan protein urine, pelatihan dan peningkatan kualitas Ponek, pelatihan PGDON, peningkatan kuantitas dan kualitas puskesmas mampu Poned. Dan pembentukan bank darah di RSUD M.A. Sentot Patrol. Selain kegiatan tersebut, untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi mayarakat diperlukan juga suatu system
jaminan kesehatan yaitu Jamkesda (jaminan kesehatan daerah) yang diperuntukan bagi warga miskin yang tidak terdaftar sebagai Jamkesmas atau juga pelayanan gratis di RSUD untuk semua pasien di kelas 3.

Pada kesempatan itu Bupati Indramayu DR. H. Irianto M.S. Syafiuddin mengungkapkan, menyambut baik rencana dan program kerja sebagai upaya untuk menekan angka kematian ibu, bayi dan balita. Hal yang terpenting, menurutnya adalah apa yang direncanakan bisa dinikmati oleh masyarakat Indramayu secara maksimal. (dens/humasindramayu)

Indramayu Lumbung Padi Nasional, Warganya Masih Ada Yang Makan Nasi Aking



Indramayu - Tardi (50) dan keluarganya, warga Desa/Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, hanya mampu memakan nasi aking. Nasi bekas yang dikeringkan dan kemudian dimasak lagi itu merupakan makanan pokok sehari-hari mereka.

Sebagai buruh yang mengurus ternak tetangga, penghasilan Tardi tidak mencukupi untuk membeli beras. Harga beras yang terus melambung dari hari ke hari hingga mencapai Rp 6.500 per kilogram dinilai terlalu tinggi. Dia pun memilih membeli beras aking untuk kemudian dimasak layaknya beras yang menjadi nasi.

Tardi mengatakan, kebiasaan memakan nasi aking bukanlah kali pertama. Jika musim paceklik tiba, dia dan keluarga tidak segan- segan memakan nasi aking karena beras terlampau mahal baginya. Seperti yang dilakukan beberapa bulan terakhir ini, seiring dengan naiknya harga beras di pasaran, Tardi dan istrinya pun memilih memakan nasi aking.

Beruntung, anak-anak Tardi tidak protes dengan makanan pokok yang disodorkan orang tuanya. Meski berasal dari nasi bekas yang dikeringkan dan dimasak kembali, keluarga Tardi tetap lahap memakan nasi aking. "Karena mau bagaimana lagi, kami hanya mampu membeli aking, ya makan nasi aking saja," kata Tardi, Rabu (27/1) sore.

Supaya nasi aking yang dimakan keluarganya terasa sedikit enak, Tardi memasaknya dengan campuran parutan kelapa. Dengan demikian, seluruh keluarganya bisa makan nasi aking lebih lahap.

Diakui Tardi, penghasilan dari mengusus ternak tetangga sangat tidak menentu. Penghasilan hanya akan diperoleh jika ternak peliharaannya beranak. Anak-anak ternak itulah yang kemudian dibagi dua antara pemilik dan pemelihara.

Tardi pun mengaku hanya sesekali mampu membeli beras. Malah jatah beras miskin (raskin) untuk keluarganya pun sangat jauh dari cukup. Setiap bulan, pria berbadan kurus ini hanya memproleh jatah empat kilogram.

"Supaya lebih gurih, ya pakai campuran. Kalau nggak, kan kita juga nggak bisa bohong bedanya rasa nasi aking dengan nasi biasa," ujar Tardi.

Apa yang dialami Tardi merupakan potret kehidupan masyarakat Kabupaten Indramayu. Sebagai lumbung padi nasional, justru sebagian masyarakat Indramayu hanya mampu memakan nasi aking.

Saat dihubungi Tribun untuk dikonfirmasi mengenai hal ini kemarin, ponsel Raskim Dwiputra, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian Kab Indramayu, tidak aktif. (Trib)

DAU Indramayu Berkurang 111 Miliar, Pemkab Indramayu Gugat SBY



Indramayu - Pemerintah Kabupaten Indramayu berencana menggugat pemerintah pusat, yaitu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani, terkait turunnya dana alokasi umum (DAU) untuk Indramayu tahun 2010.

Seharusnya, DAU tahun ini Rp 735 miliar, namun yang diterima hanya Rp 624 miliar.

Menurut Kepala Inspektorat Kabupaten Indramayu M Rachmat, rencana gugatan dilakukan karena Indramayu merasa dirugikan. Sebab, berkurangnya DAU berdampak pada kemungkinan sejumlah kegiatan pemerintah Pemkab Indramayu, seperti pemilu kepala daerah Kabupaten Indramayu 2010, gagal terlaksana.

Upaya persuasif sudah dilakukan Pemkab Indramayu sejak bulan Desember, tetapi tidak ada tanggapan positif dari Departemen Keuangan. "Kami akan tunggu sampai akhir bulan ini. Jika sampai awal Februari tidak ada jawaban, kami akan lakukan aksi hukum, yaitu menggugat Presiden dan Menteri Keuangan ke Mahkamah Konstitusi," ujar Rachmat, Kamis (28/1/2010).

Dampak berkurangnya DAU adalah pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan daerah akan tersendat. Rencananya, sebagian DAU dianggarkan untuk pembiayan pilkada yang butuh dana Rp 23,35 miliar, pembayaran gaji 13 pegawai negeri sipil (PNS) sebesar Rp 43 miliar, dan kelayakan gaji bagi kepala desa dan aparat desa, berkisar Rp 12,2 miliar.

Turunnya alokasi DAU, kata Rachmat, karena kesalahan proses memasukkan data realisasi dana perimbangan yang dikerjakan oleh Kantor Perbendaharaan Keuangan Negara (KPKN) di Cirebon. Pemkab Indramayu sudah meminta agar dikoreksi, tetapi tidak juga dilakukan sampai saat ini. (THT) akibatnya DAU Indramayu berkurang Rp 111 miliar. (Kom)

Kapal Ikan Terdampar, Puluhan Nelayan Selamat



Indramayu - Kapal ikan yang ditumpangi belasan nelayan tradisional asal Pekalongan, terhempas ombak setelah nahkoda gagal mengatasi cuaca buruk, dan . terdampar di Pulau Cendekia, sekitar 40 Mil arah utara Kecamatan Indramayu.

Pejabat pada Kantor Pelabuhan Indramayu, Koko dihubungi Pos Kota di Balongan, Kamis (28/1) membenarkan peristiwa terdamparnya kapal ikan nelayan di sekitar Pulau Cendekia.

Memang betul ada kapal ikan yang ditumpangi beberapa orang nelayan terdampar di Pulau Cendekia. Tapi yang terdampar itu bukan nelayan Indramayu, melainkan nelayan dari Pekalongan,” ujar lelaki berkumis tebal itu.

Dikatakan, semua awak kapal dalam kondisi selamat. Nahkoda kapal ikan itu belum bisa meneruskan pelayaran ke daerah asal karena ada beberapa peralatan mengalami kerusakan, sehingga perlu diperbaiki.

Wastam, 48, salah seorang nahkoda di Pusat Pendaratan Ikan Karang Song Indramayu mengemukakan, perairan sekitar Pulau Cendekia dari dahulu dikenal sangat rawan kecelakaan di laut. Sudah banyak kapal nelayan yang terdampar di sekitar pulau itu.

“Di sekitar perairan Pulau Cendekia,sering ditemui angin ulur-ulur yang menerpa kapal-kapal nelayan yang kebetulan melintas. Selain itu, juga banyak palung atau lekukan pada dasar laut. Kedalaman palung ada yang mencapai puluhan meter, bisa membahayakan keselamatan pelayaran,” katanya. (PK)

Ruko Dijual Di Indramayu

RUKO DIJUAL CEPAT Tempat Strategis
Lokasi Jl. DI Panjaitan,
2 Lantai. 3 kamar, 3 WC , Dapur, ruang tengah & Ruang Depan, Luas 82m2
Harga. Rp. 750.000.000,-
Tanpa Perantara

Berminat Hubungi c/p :
Yugi HP. 085624225253












Perputaran Uang di Indramayu Capai Rp1,6 Triliun



Indramayu - Pimpinan Cabang Bank Jabar Banten Indramayu, Wawan Indrawan menilai jumlah perputaran uang di Kabupaten Indramayu sangat besar, per September 2009, jumlahnya mencapai Rp1,6 triliun.

Dari jumlah perputaran uang sebesar Rp1,6 triliun itu yang singgah dalam bentuk tabungan atau deposito, di Bank Jabar – Banten Cabang Kabupaten Indramayu itu jumlahnya relative kecil. Hanya sekitar Rp240 Miliar. Sisanya disimpan di sejumlah bank lain.

Ia mengajak masyarakat dan para pelaku ekonomi di Indramayu bermitra atau bekerja sama dengan Bank Jabar – Banten Cabang Indramayu. Sebab, kata dia, jika masyarakat Indramayu menyimpan uang baik dalam bentuk tabungan atau deposito pada Bank Jabar – Banten Cabang Indramayu, maka uang simpanan itu akan bermanfaat membangun perekonomian masyarakat di Indramayu dan di wilayah Jabar – Banten.

“Sebaliknya, kalau masyarakat Indramayu menyimpan uangnya pada bank lain, saya enggak tahu, apakah nantinya uang simpanan masyarakat Indramayu itu akan digunakan untuk membangun perekonomian masyarakat Indramayu atau malah dikirim ke Jakarta,” katanya.

Dikatakan, Bank Jabar – Banten Cabang Indramayu Tahun 2010 ini akan menyalurkan uang pinjaman kepada para nasabah sebesar Rp 140 miliar. Jumlah uang pinjaman yang sudah disalurkan kepada nasabah Bank Jabar – Banten hingga saat ini mencapai sebesar Rp630 miliar.

Uang pinjaman itu kata wawan Indrawan asalnya dari daerah lain, seperti Bandung, yang kita tarik ke Indramayu dan digunakan untuk mendorong sekaligus menggerakan perekonomian masyarakat Indramayu. (PK)

Carry Rombongan Peminta Sumbangan Terguling, 2 Tewas 1 Kritis



Indramayu - Dua orang tewas dan satu kritis ketika mobil Suzuki Carry pick-up nopol E 8592 KE, yang mengangkut puluhan orang peminta sumbangan masjid, terguling di tikungan tajam jalan Desa Jayalaksana, Kec. Kedokanbunder, Kab. Indramayu, Rabu (27/1) petang.

Kedua orang yang tewas, Darsono (23) dan Rawun (19), sedangkan satu orang kritis, yaitu Satubi (50).

Ketiga warga Desa Kaplongan Lor, Kec, Karangampel, Kab. Indramayu ini dievakuasi ke RSUD Indramayu. Belum diketahui pasti penyebab kecelakaan maut tersebut. Diduga setelah kecelakaan, sopir dan rombongan lain yang selamat langsung kabur meninggalkan para korban. Ketiga korban ditolong warga setempat yang kebetulan melihatnya.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, kecelakaan terjadi saat puluhan orang dari beberapa desa di Kec. Karangampel dan Kedokanbunder, menumpang kendaraan yang dikemudikan Muamar (35), warga Desa Tanjungsari, Kec. Karangampel, Kab. Indramayu. Belakangan diketahui, mereka adalah rombongan pengumpul amal jariyah untuk pembangunan sebuah masjid di Desa Tanjungsari, Kec. Karangampel. Saat itu mereka dalam perjalanan pulang setelah seharian mengumpulkan sumbangan dari daerah-daerah lain.

Menjelang Jalan Raya Desa Jayalaksana, hujan mendadak turun. Muamar kontan tancap gas. Diduga kurang hati-hati, mobil yang sarat penumpang itu tidak terkendali. Muamar diduga tidak bisa menguasai keadaan sehingga mobil semakin tidak terkendali dan terguling. Akibatnya puluhan orang yang ada dalam bak berikut peralatan dana sumbangan masjid turut berjatuhan.

Sementara itu, Kapolres Indramayu, AKBP Nasri Wiharto, S.I.K. melalui Kanit Laka Satlantas Polres Indramayu, Iptu Sumedi saat dihubungi melalui telepon genggamnya membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Pihaknya kini masih mengumpulkan data dan bukti-bukti di lapangan.

Pasalnya diduga kuat panitia peminta sumbangan dan sopir mobil sengaja meninggalkan para korban. "Masih dalam pendalaman, termasuk kronologinya. Kami masih memeriksa beberapa saksi di lapangan. Yang jelas semua nama yang ada dalam rombongan sedang kami kumpulkan untuk bahan penyelidikan petugas," katanya.(GM)

Kompensasi Ceceran Minyak Belum Dibayar, Balongan Didemo Petani



Indramayu - Ratusan nelayan dan petani tambak yang berdomisili di 3 Kecamatan Juntinyuat, Losarang dan Kandanghaur, Kamis (28/1) besok berencana menggelar demo di Kantor Pertamina R.U VI Balongan.

Mereka berunjuk rasa menuntut PT. Pertamina memberikan kompensasi atas terjadinya ceceran limbah minyak di lepas pantai Desa Balongan ,beberapa waktu lalu Musibah itu, berdampak mengganggu perekonomian masyarakat.

Selama ini PT. Pertamina baru memberikan kompensasi berupa uang atas terjadinya ceceran limbah minyak di lepas pantai Desa Balongan itu, kepada sebagian petani tambak dan nelayan yang berdomisili di beberapa kecamatan, antara lain ; Kecamatan Balongan, Indramayu, Cantigi dan Kecamatan Pasekan.

Sementara itu, petani tambak ,dan nelayan di Kecamatan Juntinyuat, Losarang, dan Kandanghaur sampai saat ini belum belum menerima pemberian kompensasi.

Rencananya, warga 3 kecamatan itu besok (Kamis,28/1) berencana menggalar aksi unjuk rasa menuntut PT. Pertamina memberi kompensasi sebagaimana yang diberikan kepada nelayan dan petani tambak di kecamatan lain.(PK)

Proyek PLTU di Indramayu Molor



Indramayu - Masyarakat Indramayu, Jawa barat menyayangkan pelaksanan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU ) di Desa Sumuradem, Kecamatan Sukra, Indramayu, molor dari rencana.

Sesuai jadwal, semestinya proyek pembangkit listrik tenaga uap yang memanfaatkan energi batu bara itu sudah mulai beroperasi tahun 2009. Nyatanya, hingga awal tahun 2010 proyek PLTU yang didanani dari hasil pinjaman luar negeri (China) belum bisa beroperasi.

Menurut Sudirman G, 49 warga Indramayu, proyek PLTU yang berkapasitas 3 X 350 MW (Mega Watt) itu dibangun di Desa Sumuradem sejak beberapa tahun lalu.
Pelaksanaan pekerjaan proyek PLTU yang terletak di tepi laut Desa Sumuradem Timur itu terkesan tersendat-sendat. Sehingga kontraktor diduga tidak dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.

“Kami sebagai masyarakat menyayangkan molornya pelaksanaan pembangunan PLTU Sumuradem itu,” ujar Sudirman, seraya menyebutkan kontraktor jangan menunda-nunda pekerjaan tetapi harap focus pada bidang pekerjaan. Sehingga proyek berjalan sesuai rencana.

Bambang, pejabat pada bagian pelayanan publik di PTLU Sumuradem dihubungi Pos Kota beberapa waktu lalu mengatakan, keterlambatan penyelesaian proyek PLTU antara lain disebabkan karena jadwal pengiriman material proyek PLTU yang harus didatangkan dari laur negeri tidak sesuai waktu. Sehingga mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan. (PK)

Dolog Sub Divre Indramayu Mulai Salurkan Raskin 902.070 Kg



Indramayu - Dolog Sub Divre Indramayu, mulai Jum’at (22/1) menyalurkan raskin Tahun 2010 sebanyak 30.549.600 Kg untuk 169.720 RTS (Rumah Tangga Sasaran). Tiap RTS mendapat jatah pembelian 15 Kg per bulan. Harganya Rp1.600 per Kg.

Raskin yang disalurkan pada tahun 2010 ini kata Kepala Dolog Sub Divre Indramayu H. Surasno didampingi Kasie Pelayanan Publik, H. Hermy, Jum’at (22/1) jumlahnya lebih kecil 51.450 Kg. Dibandingkan raskin yang disalurkan Tahun 2009 sebanyak 31.167.000 Kg.

Penurunan jumlah raskin itu kata H. Surasno, disebabkan karena adanya perubahan jumlah RTS, penerima raskin pada tahun 2010 sebagaimana ditetapkan pemerintah sebanyak 169.720 RTS. Tahun 2009, yang menerima raskin 173.150 RTS.

Disebutkan, penyaluran perdana raskin tahun 2010 dimulai Jum’at (22/1) pagi jumlahnya 902.070 Kg untuk 12 kecamatan yang sudah melunasi setoran raskin 2009, yaitu Kecamatan Sindang 58.950 Kg, Balongan 55.680 Kg, Indramayu 106.635 Kg.

Selain itu, Kecamatan Sukagumiwang 31.020 Kg, Kecamatan Karangampel 65.340 Kg, Tukdana 70.035 Kg, Bangodua 75.450 Kg, Anjatan 115.515 Kg, Kandanghaur 102.975 Kg, Arahan 49.305 Kg dan Kecamatan Terisi 96.915 Kg.

Jumlah pagu raskin untuk 31 kecamatan per bulan 2.545.800 Kg. “Dengan demikian jumlah raskin yang disalurkan pada Jum’at (22/1) pagi ini prosentasenya mencapai 35 persen,” ujar H. Helmy. (PK)

Truk Bermuatan Triplek Dirampok, Sopir Dibacok



Indramayu - Truk Nissan W 9436 NE membawa 3.200 lembar triplek milik dirampok 4 bandit di Jalur Pantura, Kec,Losarang, Indramayu. Kawanan pealaku setelah menganiaya sopior lalu kabur membawa ribuan triplek senilai Rp 500 juta.

Menurut keterangan, ribuan triplek itu milik CV Sinar Panelindo Utama Sidoarjo yang akan dikirim ke Jakarta. Hingga, Jum’at (22/1) pukul 12:00 WIB, truk Nissan beserta muatannya itu belum ditemukan pihak berwajib.

Korban, Fransiskus, 38, menderita luka bacok di sekujur tubuh melaporkan tindak kejahatan itu ke Mapolsek Losarang. “Saya disekap di ruang kemudi, lalu dianiaya dengan senjata tajam . Sekujur tubuh saya luka parah,” kata Fransiskus.

Dijumpai di RS Bhayangkara Losarang, Fransiskus dalam kondisi terluka parah. “Kedua tangan saya dibacok, bibir dan wajah luka memar . Daun telinga saya putus ditebas golok,” katanya.

Menurut Fraksiskus, malam itu ia mengemudikan truk Nissan dari arah timur (Cirebon) menuju barat (Jakarta), mengangkut 3.200 lembar triplek. Saat melintas di Jalur Pantura Kecamatan Losarang, sebuah mobil mengjar. Sekitar 100 meter dari Jembatan Timbang Losarang, mobil yang ditumpangi 4 bandit itu memepet truk Nissan yang sedang melaju.

Truk dipaksa berhenti di Jalur Pantura, Desa Santing, Kecamatan Losarang. Kawanan bandit turun lalu menodong dengan senjata tajam. Korban dianiaya dan disekap di ruang kemudi. Selesai melumpuhkan sopir, kawanan bandit itu membawa kabur truk ke daerah Dadap, Tangerang. Korban yang sudah terluka dibawa pelaku bersama truk.

Dari daerah Dadap Tangerang, truk dibawa kabur lagi ke arah Cianjur. Sesampai di Jalan Raya Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Fransiskus diturunkan dalam kondisi tubuh penuh luka.”Kami minta polisi segera menangkap pelaku, dan menemukan kembali truk Nissan Nopol W 9436 NE yang dibawa kabur itu,” ujarnya. (PK)

Ibu Muda Tewas Tergeleng Truk, Bapak Dan Anak Selamat



Indramayu - Pulang mengunjungi rumah mertua di Blok Pecuk Desa Panyindangan, Indramayu, seorang ibu muda tewas seketika disambar truk yang melaju searah persis di depan Kantor UPTD Pendidikan Lohbener, Rabu (20/1) pukul 17:00 WIB.

Ruma binti Dasrip, 29 warga Desa Rajaiyang Kecamatan Losarang, Indramayu, meninggal dunia seketika. Suami korban, Rasba bin Dasta, 30 luka-luka dan dirawat di RSUD Indramayu. Sedangkan Nita, 3 anak balita yang digendong korban, selamat.

Keterangan di lokasi kejadian menyebutkan, sore itu Rasba dan istrinya Ruma yang menggendong Nita anak balita, pulang berboncengan sehabis mengunjungi rumah orang tua di Blok Pecuk Desa Panyindangan Wetan Kecamatan Sindang, Indramayu.

Sekeluarga naik sepeda motor Honda Supra Fit, menelusuri jalur alternatif Indramayu – Lohbener. Namun sesampai di depan Kantor UPTD Pendidikan Lohbener, sepeda motor itu bersenggolan dengan Yamaha Mio yang melaju searah.

Rasba kehilangan kendali dan motornya terjatuh sesudah menyenggol Yamaha Mio. Dalam waktu bersamaan, melaju searah truk Jayamix Nopol B 9308 OT. Belum sempat bangkit, Ruma yang jatuh agak ke tengah jalan, langsung tersambar truk. Korban luka parah dan tewas seketika.

Suami korban Rasba, luka-luka. Sementara Nita, anak balita yang digendong korban selamat. Dua pengendara Yamaha Mio terluka dan dirawat di RSUD Indramayu. Kecelakaan lalu-lintas ini ditangani Polsek Lohbener. (PK)

PT. Dwi Fajar Indramayu Kembangkan Pupuk Organik Air Kencing



Indramayu - Bangun pagi Anda ingin pipis, jangan buru-buru di buang ke lubang WC. Sebab di Indramayu, air kencing memiliki nilai ekonomis, karena bisa dijual 1 liter harganya Rp1.000.

Bisnis air kencing (urine) yang dikembangkan masyarakat Desa Karanganyar, Kecamatan Kandanghaur, Indramayu, Jabar dinilai paling aman dari pengaruh globalisasi akibat membanjirnya produk China.

Setiap hari, tak kurang dari 1.500 liter air kencing yang ‘dihasilkan’ berbagai lapisan masyarakat di kumpulkan dan ditampung di sebuah gudang milik PT Dwi Fajar, perusahaan yang memproduksi pupuk organik cair di Blok Karangsinom, Kandanghaur, Indramayu.

Di gudang penyimpanan PT Dwi Fajar yang ber-AC itu, air kencing sudah tidak berbau lagi.
“Beda ketika air kencing masih di perjalanan. Waduh baunya sangat menyengat,” kata Darmin (38) warga blok Cilet yang mencoba memproduksi air kencing dari seluruh anggota keluarganya dan dijual ke PT Dwi Fajar 1 liter harganya Rp1.000.
PUPUK PALAWIJA

Siapa sangka, air berbau pesing yang merupakan limbah manusia itu, kata Dibyo (50) salah seoarang pekerjaa PT Dwi Fajar, setelah dicampur bahan-bahan alami seperti air kelapa, dan sebagainya kemudian diproses menggunakan sistem fermentasi menjadi sebuah produk pupuk organik cair yang mampu menyuburkan segala macam tanaman seperti padi dan palawija.

Pupuk organik cair itu dikemas dalam botol. Setiap liter pupuk organik cair harga jualnya Rp30 ribu. “Penggunaan pupuk organik cair pada setiap hektar, tanaman padi cukup 2 liter saja atau seharga Rp60 ribu,” ujar Dibyo.

Perbandingan manfaat antara pupuk urea produksi pabrik dengan pupuk organik cair, kata Dibyo, 1 liter pupuk organik cair yang harganya hanya Rp30 ribu per liter sama dengan 100 Kg pupuk urea yang harganya Rp190 ribu. Lebih efisien dan hasilnya sangat menggembirakan. (PK/u)

Jalur Pantura Indramayu Tempat Membuang Orang Gila



Indramayu - Jalur Pantura Indramayu diduga menjadi salah satu daerah sasaran pembuangan orgil (orang gila) alias orang sakit ingatan.

Buktinya, wajah-wajah baru orgil dalam beberapa hari terakhir ini kata Ahmad, 48 cukup banyak berkeliaran di sepanjang Jalur Pantura Indramayu.

Penampilan orgil itu sebagian masih ada yang berpakaian lengkap, kendati pakaiannya sudah compang-camping, sebagian lagi sudah bugil 100 persen alias tanpa penutup.

Orgil yang bugil 100 persen inilah yang paling ditakuti kalangan ibu-ibu dan pelajar putri. “Kalau kebetulan ngantar anak ke sekolah dan berpapasan dengan orgil bugil itu kami harus menutup hidung rapat-rapat,” kata Ny. Iah, 32.

Soalnya, selain kelihatannya sangat menjijikan juga dari jauh baunya cukup menyengat. Apalagi kondisi alat vitalnya sampai terbuka. Tak selembar benang pun menempel,” ujarnya.

Disebutkan, kendati sudah banyak orgil yang meninggal dunia karena tertabrak kendaraan di Jalur Pantura, namun keberadaan orgil di Jalur Pantura Indramayu itu jumlahnya masih banyak. Mencapai puluhan orang.

Pemantauan Pos Kota, orgil paling banyak ‘bermukim’ di sepanjang Jalur Pantura Kecamatan Losarang. Khususnya di sekitar Pasar Daerah Losarang. Jumlah orgil yang berkeliaran di sini julahnya lebih dari 10 orang. Semuanya berkelamin pria.

Selain di Jalur Pantura Kecamatan Losarang, orgil-orgil juga berkeliaran di sepanjang Jalur Pantura Lohbener, Kandanghaur, Jatibarang, Patrol dan Sukra. (PK)

Ratusan Nelayan dan Petambak Demo Pencemaran Crude Oil Pertamina



Indramayu - Proses rehabilitasi lingkungan akibat pencemaran crude oil Pertamina hingga kini tak kunjung selesai. Karenanya, ratusan massa yang terdiri dari nelayan dan petambak pun berunjuk rasa ke Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kabupaten Indramayu, Rabu (20/1).

Ratusan massa itu berasal dari empat kecamatan di Kabupaten Indramayu, yakni Kecamatan Sindang, Indramayu, Losarang dan Kandanghaur. Mereka tergabung dalam Persatuan Masyarakat Nelayan dan Petambak (PNMP) dan Rempug Wong Dermayu (RWD).

Dalam aksinya, mereka menuntut agar rehabilitasi lingkungan pantai yang terkena dampak pencemaran crude oil segera dilakukan. Sambil membentangkan spanduk dan poster berisi kecaman, massa bergerak dari GOR Singalodra menuju kantor pendopo Kabupaten Indramayu.

Di depan pintu gerbang pendopo, massa dihadang aparat keamanan gabungan dari Polsek dan Polres Indramayu. Di tempat tersebut, massa hanya melakukan orasi.

‘’Nelayan dan petambak sangat dirugikan dengan adanya pencemaran itu,’’ tegas salah seorang korlap, Masdi. Masdi menjelaskan, para nelayan dan petambak kehilangan pencaharian akibat peristiwa itu. Nelayan Indramayu harus melaut dengan jarak yang lebih jauh karena ikan menjadi mati. Tak hanya itu, jaring dan perahu pun rusak terkena ceceran crude oil.

Kerugian juga dialami para pemilik tambak. Budidaya tambak yang sebelumnya ditanam, juga menjadi mati. Menurut Masdi, kasus pencemaran sudah terjadi sejak pertengahan September 2008. Namun hingga kini, tidak ada langkah kongkret untuk merehabilitasi kembali perairan yang tercemar tumpahan crude oil.

Usai berorasi, massa lalu long march menuju KLH Kabupaten Indramayu yang berjarak sekitar satu kilometer. Akibat banyaknya massa, polisi harus menutup sejumlah ruas jalan protokol di Kota Indramayu untuk menghindari penumpukan kendaraan.

Di tempat itu, sejumlah perwakilan massa diterima Kepala KLH, Aep Surahman dan Kahupmas UP VI Pertamina Balongan, Darijanto. Dalam negosiasi antara kedua pihak, dihasilkan keputusan bahwa KLH dan Pertamina Balongan akan membantu para nelayan dan petambak. Caranya, dengan memfasiilitasi massa untuk menyampaikan keluhannya ke Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta, Jumat (22/1) mendatang.

‘’Rehablitasi pantai sedang dalam proses, hanya butuh waktu untuk disetujui oleh pejabat di Jakarta,’’ tegas Aep. Seperti diberitakan, pencemaran crude oil itu bermula dari adanya kebocoran di floathing hose di SBM 150.000 DWT milik Pertmaina UP VI Balongan, Ahad (14/9) sekitar pukul 10.48 WIB. Saat itu tengah erlangsung kegiatan bogkar crude oil dari Kapal Tanker MT Arendal yang akan ditransfer ke tanki darat di kilang Pertamina UP VI. Namun saat proses transfer berlangsung terjadi kebocoran. (Rep)

BWI Segera Bangun SPBE di Pantura Indramayu



Perusahaan Daerah Bumi Wiralodra Indramayu (PDBWI) di tahun 2010 ini segera mengembangkan usahanya. Salah satu bidang yang segera dibangun yakni Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) yang terletak di jalur pantura Losarang.

Menurut Direktur Utama PD. BWI Drs. H. Sayidin mengatakan, pembanguan SPBE yang akan melengkapi usaha perusahaan daerah tersebut diharapkan akan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan berkontribusi secara maksimal bagi pendapatan daerah.

Pembangunan SPBE dilakukan ditahun 2010 ini dengan anggaran sebesar 12 miliar dan berdiri diatas lahan seluas 1 hektar dengan pembangunan selama 6 bulan. Untuk saat ini lahan telah disediakan dan telah dilakukan pemagaran. Dalam pembangunan ini akan dilakukan tender dengan menggunakan system online yang terintegrasi dengan Jawa Barat. Karena nilainya sangat besar maka pihaknya akan sangat hati-hati terhadap pembangunan SPBE ini agar menghasilkan kualitas yang maksimal.

Menurut Sayidin, pembangunan SPBE yang dikelola oleh BWI adalah suatu peluang bisnis karena semua masyarakat akan beralih menggunakan elpiji karena program konvensi minyak tanah ke elpiji yang dilakukan Pertamina. SPBE ini nantinya memiliki kapasitas sebesar 50.000
kg/hari.

Sementara itu seorang konsultan pembangunan SPBE Alex Siregar mengungkapkan, pembangunan SPBE di Indonesia masih sangat berpeluang mendapatkan penghasilan yang maksimal. Pasalnya, di Indonesia di rencanakan akan dibangun 500 SPBE namun sampai dengan saat ini baru berdiri sekitar 50 SPBE. Menurutnya, investasi sebesar 12 miliar ini akan bisa kembali / break event point selama 5 tahun.

Pada kesemptan itu Bupati Indramayu DR. H. Irianto M.S. Syafiuddin mengatakan, pembangunan SPBE ini diharapkan bisa berjalan mulus dan tidak ada masalah, sebab dana yang diinvestasikan cukup besar. “Saya harap baik panitia, konsultan, maupun pengawas bisa memahami dan menguasai pekerjaan pembangunan SPBE ini, sebab jika dilakukan sembarangan akan berdampak pada masyarakat,” katanya. (dens/humasindramayu)

Pemkab Indramayu Didemo Ratusan Mahasiswa



Indramayu - Ratusan mahasiswa dan masyarakat dari berbagai desa guna kembali unjuk rasa, Senin (18/1) menentang Peraturan Bupati (Perbup) tentang kenaikkan tarif air minum yang diberlakukan PDAM Tirta Dharma Ayu Indramayu.

Pengunjuk rasa mengancam akan menginap di halaman Pemkab Indramayu, sekiranya Pemkab Indramayu tidak segera mencabut perbup kenaikkan tarif air minum PDAM yang dirasakan sangat menyengsarakan masyarakat.

Pendemo juga menolak rencana PDAM Indramayu yang akan memilah-milah tarif air minum kepada sesama pelanggan. “Pelanggan itu derajatnya sama. PDAM tidak perlu memilah-milah tarif air minum. Lebih baik segera turunkan tarif air minum dan berlakukan kepada semua pelanggan,” ujar pengunjuk rasa.

Aksi demo mahasiswa dan didukung masyarakat luas itu berlangsung tertib. Ratusan anggota polisi dari polres dan dibantu dari polsek-polsek serta Satpol PP berjaga-jaga di lokasi unjuk rasa.

Mahasiswa minta perbup kenaikkan tarif air minum PDAM yang sangat memberatkan masyarakat itu dicabut tanpa tawar-menawar lagi. Unjuk rasa mahasiswa dan masyarakat itu kembali digelar kaerna mereka mencium rencana PDAM yang akan memilah-milah tarif pelanggan berdasarkan tingkat kemiskinannya.

“Jika mau menurunkan tarif ya turunkan saja. Tidak usah memilah-milah tarif pelanggan. Kedudukan pelanggan itu sama. Yang jadi persoalan tarifnya sekarang ini kemahalan. Sehingga semua pelanggan keberatan,” ujar pendemo. (PK)

Ratusan Ayam Mati Mendadak Di Indramayu



Indramayu - Flu burung diduga sebagai penyebab kematian mendadak 158 ekor ayam kampung dalam kurun waktu 5 sampai 15 Januari 2010 di delapan desa di kabupaten Indramayu.

Ayam mati tersebut tersebar di desa Tersana, kecamatan Sukagumiwang, desa Jatisawit, kecamatan Jatibarang, desa Cikawung kecamatan Terisi dan desa Dukuh kecamatan Indramayu, desa Sliyeg Lor kecamatan Sliyeg, desa/Kecamatan Juntinyuat, desa Nunuk kecamatan Lelea, dan desa Baleraja kecamatan Gantar.

"Indramayu memang daerah endemis flu burung," kata Kabid Peternakan Dispertan Kabupaten Indramayu, Nandang Hidayat, kepada wartawan di Indramayu,Senin.

Dia menjelaskan, salah satu penyebab timbulnya penyakit itu adalah faktor cuaca. Di musim hujan yang bersuhu dingin, virus H5N1 mudah berkembang dan menyerang unggas. Karenanya, serangan virus tersebut akan tinggi sepanjang Desember sampai Maret.

Selain faktor cuaca, penyebaran virus itu juga terjadi karena kebiasaan masyarakat yang tidak mengkandangkan unggasnya. Akibatnya, unggas dengan bebas berkeliaran dan menularkan virus kepada unggas lainnya.

"Tidak mudah mengubah kebiasaan masyarakat untuk mengkandangkan unggasnya," tuturnya.

Dia menambahkan, bukan hanya faktor kebiasaan, masyarakat juga enggan mengkandangkan unggasnya akibat keterbatasan modal. Karena dibutuhkan biaya tidak sedikit untuk membuat kandang maupun memberi pakan bagi unggas.

Menurut dia, vaksinasi tidak dianjurkan saat terjadi serangan tinggi.

Sosialisasi mengenai penanganan flu burung juga terus dilakukan. Dengan demikian, masyarakat menjadi paham mengenai tindakan yang harus dilakukan maupun yang tidak boleh dilakukan.

Sementara itu, sepanjang 2009, flu burung juga telah menyerang 1.025 ayam di 30 desa di 17 kecamatan, katanya. (Ant)

Pendemo Buka Dapur Umum dekat Kantor Bupati



Unjuk rasa ratusan mahasiswa dan nelayan yang tergabung dalam SNT (Serikat Nelayan Tradisional) Indramayu yang berlangsung sejak Selasa (12/1) mencapai klimaknya pada Rabu (13/1).

Ratusan pendemo saling dorong-dorongan dengan ratusan polwan dan polisi pria serta anggota Brimob yang berjaga-jaga di dalam pintu gerbang. Walau dijaga ketat polisi bersenjata api, pengunjuk rasa seakan tidak takut. Mereka tetap memaksa masuk ke pendopo dengan mendorong-dorong pintu gerbang.

Pintu gerbang terbuat dari besi setinggi 2,5 meter nyaris jebol. Pintu bercat hitam itu bergoyang-goyang karena dari luar didorong ratusan pengunjuk rasa, di dalam ditahan puluhan anggota polisi.

Suasana unjuk rasa yang digelar ratusan mahasiswa dan nelayan semakin memanas, ketika pendemo gagal minta ketemu Bupati H. Irianto MS Syafiuddin.

Unjukrasa dibarengi teriakan yel-yel mahasiswa dan nelayan sangat melelahkan dan menguras energi ratusan pengunjuk rasa yang menuntut pemkab mencabut Perbup (Peraturan Bupati) yang menaikkan tarif air minum PDAM Tirta Dharma Ayu Indramayu.

Menyadari perut pengunjuk rasa keroncongan karena demo sehari semalam, sejumlah istri nelayan berinisiatif membuka dapur umum di lokasi demo. Pagi-pagi asap dapur umum yang didirikan pendepo di trotoar jalan terlihat ngebul memasak air dan nasi.

“Kebetulan tadi pagi dapat kiriman ikan tongkol puluhan kilogram. Ikan segar itu sebagian digoreng dan dibakar untuk santap siang rame-rame,” ujar Ny. Emi, 43 salah seorang wanita pendemo.

Usai menyantap ikan tongkol goreng dan bakar, tenaga pendemo rupanya kembali pulih. Mereka tambah semangat menggedor-gedor pintu gerbang. Mereka memaksa masuk ke Pendopo Pemkab Indramayu yang dijaga ratusan anggota polisi dari dalam.

Melihat aksi pengunjuk rasa masih terus gigih memperjuangkan penurunan tarif air minum PDAM Indramayu dan bertahan di lokasi, Sekda Indramayu Supendi akhirnya bersedia menemui pengunjuk rasa.

Sekda akan menyampaikan aspirasi warga soal penurunan tarif air minum PDAM Indramayu itu ke bupati. “Saya akan sampaikan aspirasi ini ke bupati. Jika tarif air minum PDAM Indramayu tidak turun, bapak-bapak dan ibu-ibu boleh demo lagi ke sini,” ujar Supendi yang disambut tepuk tangan hadiri.

Usai mendengar penjelasan dari Sekda Indramayu, ratusan pendemo seperti digiring satu persatu bubar meninggalkan lokasi demo yang semalam dijadikan tempat tidur massal. “Kami akan kerahkan lebih banyak massa, jika Pemkab Indramayu tidak menempati janji menurunkan tarif air minum PDAM Indramayu,” kata salah seorang mahasiswa. (PK)

Tolak Tarif Air di Indramayu Naik, Pendemo Nginap di Gedung DPRD



Indramayu - Ancaman ratusan pendemo yang menolak pulang ke rumah sebelum perbup (peraturan bupati) yang menaikkan tarif air minum PDAM Indramayu dicabut, bukan sekedar gertak sambal belaka.

Buktinya, usai berunjuk rasa seharian di gedung DPRD dan Pemkab Indramayu sambil membentangkan spanduk dan poster pendemo memilih ‘nginap’ di depan pintu gerbang Pemkab Indramayu.

Tanpa tenda apalagi permadani atau karpet, ratusan pendemo itu nekad ‘lesehan’ alias duduk-duduk dan tiduran di jalan aspal sampai pagi. Diterangi lampu seadanya, seperti lilin, batere hingga Selasa (12/1) pukul 20:00 WIB, mereka masih tetap bertahan dan menolak pulang. Sesekali tangan pendemo menepuk muka, sikut atau telapak kaki yang terbuka dan dikerubuti nyamuk.

upanya nyamuk-nyamuk Pendopo Pemkab Indramayu itu tak kenal kompromi terhadap mahasiswa yang berdemo memperjuangkan nasib masyarakat kecil dalam menurunkan tarif air minum PDAM yang dinilai sangat mahal itu.

Suasana di jalan aspal yang menghadap ke pintu gerbang Pendopo Pemkab Indramayu nampak temaram. Petugas Polres Indramayu sejak sore sudah menutup jalan yang digunakan pendemo ‘nginap’ itu. Sehingga tak seorangpun pejalan kaki ataupun pengendara kendaraan yang bebas keluar masuk jalan itu. Pendemo terlihat tertib. Puluhan anggota Polres Indramayu masih setia menjaga para pendemo sampai pagi.

Setiap mendengar gema adzan dari pengeras suara di Masjid Agung Indramayu yang jaraknya sekitar 400 meter dari lokasi menginap, pendemo bergiliran menunaikan salat.

Aksi unjuk rasa mahasiswa mendapat simpati masyarakat kota. Khususnya ibu-ibu. “Jangan khawatir masyarakat ikut mendo’akan perjuangan mahasiswa yang mendesak penurunan tarif air minum. Semoga pintu hati penguasa terbuka mendengar aspirasi mereka,” ujar Ny. Rosilah, 48 warga Kelurahan Lemahmekar. (PK)

Ratusan Mahasiswa Kepung Pemkab Indramayu



Indramayu - Merasa tuntutannya menurunkan tarif air PDAM Tirta Dharma Ayu belum dipenuhi, ratusan mahasiswa, Selasa (12/1), mengepung Kantor Pemkab Indramayu.

Unjuk rasa gabungan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indramayu itu untuk yang ke sekian kalinya. Pendemo memperjuangkan nasib rakyat agar tarif air minum PDAM Tirta Dharma Ayu Indramayu diturunkan. Jumlah mahasiswa yang demo kali ini jauh lebih banyak. Dibandingkan aksi sebelumnya.

Pendemo mendesak bupati mencabut perbup (peraturan bupati) yang mensahkan naiknya tarif air minum yang ternyata sangat memberatkan konsumen. Khususnya Wong Cilik alias masyarakat yang ekonominya kurang mampu.

Menurut pengunjuk rasa, kebijakan menaikkan tarif air minum PDAM sangat tidak tepat. Karena manajemen belum melakukan perbaikan pelayanan kepada pelanggan. Selain itu, menaikkan tarif air minum pada saat kondisi perekonomian sedang lesu, sama artinya dengan upaya menyengsarakan masyarakat Indramayu.

Mereka mendesak bupati mencabut perbup yang memayungi naiknya tarif air minum yang diberlakukan direksi PDAM Tirta Dharma Ayu terhitung sejak awal Oktober 2009 itu.

Sebelum berunjuk rasa ke Pemkab Indramayu, ratusan mahasiswa melakukan aksi yang sama di Gedung Legislatif Jalan Jenderal Sudirman. Di gedung itu pendemo menyaksikan Ketua DPRD Indramayu Abdul Rozak Muslim, menandatangani surat persetujuan pembatalan perbup yang menaikkan tarif air minum.

Usai berorasi di depan Gedung Wakil Rakyat, pengunjuk rasa berjalan kaki dikawal anggota Polres Indramayu menuju Pemkab Indramayu. Namun pendemo kecewa karena tidak bisa berdialog langsung dengan bupati, pejabat yang menandatangani kenaikkan tarif air minum PDAM Tirta Dharma Ayu. (PK)

Kejaksaan Indramayu Akan Periksa Pejabat Disdik



Indramayu - Kejaksaan Negeri Indramayu akan memeriksa pejabat Dinas Pendidikan terkait mengalirnya uang tunjangan guru dari Pemkab Indramayu kepada sejumlah sekolah unggulan setempat.

Kepala Kejaksaan Negeri Indramayu, Kusin SH MH kepada wartawan di Indramayu, Selasa, mengatakan, pihaknya akan memeriksa semua pejabat Dinas Pendidikan terkait temuan BPK mengenai adanya tunjangan guru untuk sekolah unggulan, karena hal itu tidak memiliki payung hukum yang jelas.

"Besar anggaran yang diduga digunakan untuk tunjangan sekolah unggulan kurang dari Rp700 juta pada periode tahun 2009, bila hasil penyelidikan terdapat tindak pidana korupsi, pihaknya akan segera menahan pejabat terkait supaya memudahkan proses penyelidikan," katanya.

Dia menambahkan, semua kasus korupsi di wilayah Indramayu akan diselesaikan secara tegas, supaya tindak pidana korupsi di kota mangga bisa menurun, karena selama ini koruptor bebas berkeliaran.

Menurut dia, korupsi akan menghambat pembangunan Kota Indramayu maka sepantasnya mereka jangan diberi kesempatan berkeliaran bebas.

"Kalau mereka leluasa menggasak uang negara kapan majunya kota mangga ini, kasihan rakyat," katanya.

Sementara itu Imam seorang warga Indramayu mengaku, langkah-langkah yang diambil oleh Kejaksaan Negeri Indramayu cukup berhasil membuat sejumlah koruptor di Indramayu menjadi gerah.

"Semenjak ada penyegaran di tubuh Kejaksaan Negeri Indramayu, kasus-kasus korupsi sering dimejahijaukan meskipun keputusan hakim masih mengecewakan sebagian masyarakat," katanya.

Ia mencontohkan kasus dugaan korupsi Wakil Ketua DPRD Indramayu yang dinyatakan bebas oleh Pengadilan Negeri Indramayu.

Harga Beras Di Indramayu Terus Merangkak Naik



Indramayu - Harga beras di Indramayu terus merangkak naik sejak pertengahan Desember 2009 lalu. Kini, harga beras kualitas sedang di tingkat pabrik beras dijual Rp 5.200 per kilogram, sedangkan beras kualitas premium harganya sudah mencapai Rp 6.000 per kg.

Di tingkat pengecer, di pasar dan warung, harga beras kualitas sedang mencapai Rp 5.500-Rp 5.600, kualitas bagus berkisar Rp 6.000 per kg, sedangkan yang kualitas premium harga di pasar mencapai 6.500 per kg. "Rata-rata harga beras di pasar selisihnya Rp 500 dari harga di pabrik beras," ujar Hj Alimatus Sadiyah (39) pedagang di pasar beras di Widasari, Kabupaten Indramayu, Minggu (10/1/2010).

Hampir dua pekan ini, harga beras dari pabrik beras naik Rp 300 per kg dibandingkan harga sebelumnya. Jika dibandingkan dengan harga normalnya, kenaikan mencapai Rp 500 per kg. Menurut Sadiyah, harga beras tahun ini, pada periode yang sama, lebih mahal dibandingkan tahun 2009. Ketika itu, harga beras premium yang tertinggi hanya Rp 5.800 per kg.

Hal serupa diakui Jono (44), bagian pemasaran dari PB Fajar Niaga, bahwa harga beras saat ini melonjak karena pasokan gabah kering dari petani sedikit. Harganya juga mahal, sehingga harga jual beras juga ikutan naik. Kenaikan harga beras dikeluhkan Hj Pitri, pedagang makanan di sekitar Pasar Jatibarang. Biasanya, dia membeli beras satu kantong plastik isi 25 kg hanya Rp 160.000, kini harganya menjadi Rp 175.000.

Meskipun harga beras naik, dia tidak bisa langsung menaikkan harga satu porsi makanan. "Saya hanya mengurangi porsinya saja, kalau harganya dinaikkan susah," kata Pitri, yang mengaku kebingungan dengan kenaikan harga beras.

Wanita Kakak Beradik Tewas Dihantam Truk



Indramayu - Dua wanita kakak beradik tewas ketika sepeda motor Honda Supra Fit yang dikendarai dihantam truk boks Nissan Diesel Cold Storage Ice Cream milik PT. Diamond di Jalur Pantura Jangga, Losarang, Indramayu, Minggu pukul 12:04 WIB.

Korban tewas seketika di tempat kejadian. Mereka adalah Karsiti, 23 dan Caswati, 25 binti Darno alamat Blok Prempu 1 Desa Eretan Kecamatan Kandanghaur, Indramayu, Jabar.

Keterangan di lokasi kejadian menyebutkan, siang itu Karsiti dan Caswati bermaksud mengunjungi saudaranya. Dari rumahnya di Desa Eretan keduanya berboncengan naik sepeda motor Honda Supra Fit Nopol E 3992 RK menelusuri Jalur Pantura Indramayu yang padat lalu-kendaraan.

Sesampai di tikungan Desa Jangga, rupanya pengemudi sepeda motor itu ingin mendahului kendaraan lain, sehingga posisi sepeda motor agak ke tengah jalan. Namun sial bersamaan dengan itu muncul kendaraan truk boks Nissan Diesel Cold Storage Ice Cream milik PT. Diamond yang kendarai Ujang Luli Sunardi warga Bekasi dilarikan cukup kencang.

Pengemudi truk boks awalnya berusaha mengerem dan menghindar dari kecelakaan itu. Namun jarak yang sudah dekat, membuat sopir truk boks sulit mengelak dari kecelakaan itu. Bemper truk boks nyelonong mengantam sepeda motor Honda Supra Fit yang ada di depannya.

Benturan keras antara truk boks dan Honda Supra Fit membuat dua wanita kakak beradik pengendara Honda Supra Fit terpental beberapa meter dari sepeda motornya. Kepala korban membentur aspal hingga terluka parah.

Warga berusaha memberikan pertolongan. Namun karena lukanya sangat parah, nyawa kedua korban tidak dapat diselamatkan dokter di RS Bhayangkara Losarang.

“Mobil truk boks Nissan Diesel sehabis menabrak 2 pengendara itu kini diamankan di Mapolsek Losarang,” ujar Dulhalil, 38 tokoh pemuda Kecamatan Losarang kepada Pos Kota. (PK)

Larangan Penjualan Miras Belum Dipatuhi



Indramayu - Larangan Kadisporabudpar (Kepala Dinas Pemuda Olah Raga Kebudayaan dan Pariwisata) Indramayu Aprianto soal penjualan miras di tempat-tempat hiburan, nampaknya belum dipatuhi sepenuhnya.

Terbukti, masih banyak pemilik warem (warung remang-remang) juga hotel di Indramayu yang masih menjual miras ataupun mihol (minuman beralkohol) secara bebas.

Padahal, sebagaimana diungkap Aprianto, kepada Pos Kota kemarin, pengelola tempat hiburan seperti pemilik warem dan hotel yang menjual miras/mihol itu bisa diancam hukuman sebagaimana diatur dalam Perda Nomor 15 Tahun 2006 tentang Larangan Minuman Beralkohol.

Disebutkan, Perda Nomor 15 Tahun 2006 tentang Pelarangan Minuman Beralkohol itu berlaku pada seluruh tempat hiburan di Indramayu. Tanpa kecuali. “Pelarangan minuman beralkohol itu merupakan upaya Pemkab Indramayu dalam mewujudkan Visi Indramayu Remaja (Religius, Maju, Mandiri, Sejahtera),” ujarnya.

Disebutkan, dengan diterbitkannya Perda Nomor 15 Tahun 2006 Tentang Larangan Minuman Beralkohol itu maka sudah menjadi keharusan bagi seluruh pemilik tempat hiburan seperti pemilik warem dan pengelola hotel, dll, untuk mentaati peraturan daerah itu.

Pemantauan Pos Kota, di Kecamatan Losarang dan Sukra, sejumlah warem yang belakangan ini bermunculan bagai jamur yang tumbuh pada musim penghujan yang menjual miras/mihol (minuman beralkohol).

Masyarakat mempertanyakan keseriusan aparat kecamatan terhadap penegakkan Perda Nomor 15 Tahun 2006 Tentang Larangan Minuman Beralkohol itu. “Jangan sampai penertiban miras/mihol itu hanya sebatas slogan, tanpa hasil yang nyata,” ujar Abdul, 38 tokoh masyarakat Losarang. (PK)

Bocah Pengembala Diculik



Indramayu - Kawanan pencuri yang satu ini benar-benar keterlaluan. Selain ngembat kambing sekandang sebanyak 24 ekor, juga menculik seorang bocah penggembala kambing ke atas mobil boks.

Karuan saja orang tua Tarjana, 12, korban penculikan itu harus mengalami dua kali kerugian sekaligus. Kerugian pertama berupa raibnya 24 ekor kambing yang jika dirata-rata harganya Rp500 ribu per ekor maka kerugian materi yang diderita mencapai Rp12 juta.

Kerugian kedua, berupa hilangnya seorang anak yang selama ini dikenal sangat penurut dan jadi kebanggaan keluarga. Sebab Tarjana dikenal ringan tangan. “Tarjana anaknya rajin. Dia suka membantu pekerjaan orang tua,” ujar Darmin, 38 warga Blok Cilet.

Pencurian kambing sekandang berikut bocah penggembala yang terjadi di Jalan Pertamina di desa itu pada Kamis (7/1) cukup menggemparkan warga Blok Cilet Desa Karanganyar, Kandanghaur, Indramayu, Jabar. Pasalnya, orang tua Tarjana selalu menangis memikirkan nasib anaknya.

Pencurian kambing sekandang berikut bocah penggembala kambing pada siang bolong itu, kini dampaknya mempengaruhi psikologis anak-anak yang selama ini membantu orang tua menggembala kambing.

Puluhan bocah penggembala di Kecamatan Kandanghaur dan Losarang yang biasanya sepulang sekolah mau membantu orang tua menggembala kambing di padang rumput, ternyata ketakutan. Mereka khawatir jadi korban pencurian/penculikan berikutnya.

Para penggembala kambing itu sekarang pada ketakutan setiap kali melihat mobil boks melintas mereka menjauh. “Anak-anak mengira mobil boks itu pencuri atau penculik bocah penggembala kambing. Makanya mereka terkadang ngumpet melihat mobil boks berhenti,” ujar Karyim, 58, seorang penggembala di Kecamatan Losarang dijumpai Pos Kota, Sabtu (9/1). (PK)

Kebanjiran, Warga Jatibarang Protes




Indramayu - Sebanyak 30-an warga Desa Jatibarang Baru, Kecamatan Jatibarang, Indramayu, Jumat (8/1) minta instansi terkait menyelesaikan masalah banjir di permukiman warga Blok Gudang Timur RT 01 – 05 RW 01.

Undoro, tokoh masyarakat Desa Jatibarang Baru, mengemukakan, banjir sangat menyengsarakan warga. Banjir itu antara lain disebabkan tak berfungsinya saluran air pembuang yang menyempit. Sehingga jika turun hujan air tak bisa mengalir. Ironisnya, diatas saluran air itu dicor. Dijadikan salah satu bangunan Hotel “SM”.

Undoro minta pemilik Toko Han, Hariyanto membongkar croco atau emper yang dibuat melebihi batas tanah miliknya. Jika turun hujan, air dari croco tumpah ke rumah dan ke jalan akibatnya mengganggu warga. Ia dan puluhan warga mempertanyakan IMB bangunan Toko Han. “Sebagai tetangga dekat kami tidak pernah diminta persetujuan soal IMB,” ujar Lilis, tetangga Hariyanto.

Ketua RW 01 Suganda mengemukakan, ketika Toko Han dibangun, warga belum merasakan dampak apa-apa. Namun saat musim hujan, warga sengsara karena banjir. “Kami mohon masalah ini diselesaikan secara arif,” katanya.

Menjembati keluhan warga, Kades Jatibarang Baru Edi Supriyadi, Jumat (8/1) mengundang sejumlah warga, tokoh masyarakat, Hariyanto pemilik Toko Han bermusyawarah dengan muspika, 2 pejabat pengawas perizinan Dinas Perizinan dan Penanaman Modal Indramayu, Yadi dan H. Syafrudin serta Kepala UPTD Dinas Cipta Karya Jatibarang, Sujud.

Yadi dari Dinas Perizinan dan Penanaman Modal Indramayu mengemukakan, bangunan croco yang melebihi batas, dipandang dari kaca mata Dinas Perizinan dan Penanaman Modal Indramayu itu dilarang alias tidak dibenarkan.

Menanggapi keinginan warga, Hariyanto menyatakan meminta waktu untuk berunding dengan pelaksana bangunan, Siswoyo yang sehari-hari Ketua BPD Desa Jatibarang Baru. Menurut Siswoyo, bangunan crocos dari baja itu terdapat belasan kuda-kuda. Jika dibongkar satu kuda-kuda saja perlu waktu 4 hingga 7 hari. (PK)

Bantuan Korban Puting Beliung Tidak Merata



Indramayu - Belum seluruh keluarga korban bencana alam angin puyuh atau angin puting beliung yang menyapu 100 rumah warga di 5 desa di Indramayu menerima bantuan berupa paket sembako dari Pemkab Indramayu.

Padahal, warga yang menjadi korban bencana alam angin puyuh yang terjadi pada Selasa (5/1) hingga Kamis (7/1) praktis menganggur. Mereka tidak memiliki penghasilan untuk menghidupi keluarganya karena hari-hari terakhir ini, sibuk memberesi atap rumah yang rusak disapu angin puyuh.

Sejumlah warga yang menjadi korban bencana alam angin puyuh di Kecamatan Pasekan Kamis (7/1) pagi mengaku belum menerima pembagian bantuan paket sembako dari Pemkab Indramayu. Mereka menilai bantuan itu tidak merata. “Kami belum menerima bantuan paket sembako,” ujar Ny. Rasem, 48.

Camat Pasekan, Ny. Tanti Wydiasari, dijumpai Pos Kota di pantai Desa Karang Song, Kamis (7/1) mengemukakan, jumlah paket bantuan sembako yang dikirim Pemkab Indramayu baru sebanyak 26 paket. Sementara jumlah korban angin puting beliung 53 KK. Masing-masing 49 rumah di Desa Karanganyar Ilir dan 4 rumah di Desa Pabean Ilir.

Kasubag Kesejahteraan Sosial pada Bagian Agama dan Kesra, Ny. Ifatun Nahdiyah, ditemui terpisah di ruang kerjanya Kamis (7/1) mengemukakan, berdasarkan laporan dari kecamatan jumlah korban bencana alam angin puyuh seluruhnya sebanyak 100 KK.

Yaitu di Kecamatan Lelea 21 KK meliputi 2 Desa, yaitu Lelea dan Tamansari. Kecamatan Widasari 26 KK di Desa Kasmaran. Dan Kecamatan Pasekan 53 KK di Desa Karanganyar Ilir dan Pabean Ilir.

Mengenai bantuan paket sembako diakui Ifatun Nahdiyah, belum seluruhnya dikirim. “Bantuan paket sembako yang sudah dikirim untuk Kecamatan Pasekan 26 paket, sisanya 27 paket dikirim Kamis (7/1) siang ini,” ujarnya.

Jumlah paket sembako yang sudah dikirim Bagian Agama dan Kesra di Kecamatan Wisadari 26 paket. Kecamatan Lelea 25 paket. “Mengenai bantuan uang belum bisa diproses. Karena Kami masih menunggu surat dari masing-masing kecamatan,” katanya. (PK)

Daniel Mutaqien, Putra Bupati Ketua Golkar Indramayu



Indramayu - Daniel Mutaqien, anggota DPRD Partai Golkar Provinsi Jabar diluar dugaan, hanya menang tipis atas lawannya Uryanto Hadi, dalam pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Indramayu, di Aula Wisma Haji, Selasa (5/1).

Pada musda itu diperebutkan 36 suara. 31 suara berasal dari PK-PK (Pengurus Kecamatan) Partai Golkar, 5 suara dari pengurus DPD Partai Golkar Indramayu dan organisasi sayap Partai Golkar. Hingga berita ini dikirim, ketua terpilih masih sibuk menyusun kepengurusan DPD Partai Golkar dan akan diumumkan Selasa (5/1), pukul 21:00 WIB.

Daniel Mutaqien dalam pemungutan suara itu hanya meraih 20 suara. Sedangkan Uryanto Hadi, calon yang sebenarnya tidak diunggulkan dalam musda itu, mampu meraih 16 suara. Kemenangan Daniel, hanya terpaut 4 suara saja.

Hasil perhitungan suara Musda Partai Golkar Indramayu yang dibuka Bupati H. Irianto MS Syafiuddin dan juga Ketua DPD Partai Golkar Jabar itu cukup mencengangkan para peserta. Mereka seakan tidak percaya. Jika Daniel Mutaqien,putra Bupati Indramayu Irianto MS Syafiuddin itu hanya menang tipis.

Padahal, sebelum musda digelar sempat beredar isu, kalau seluruh Dapil (Daerah Pemilihan) di Indramayu itu berencana menunjuk Daniel Mutaqien, sebagai Ketua DPD Partai Golkar Indramayu secara aklamasi.

Irianto MS Syafiuddin diminta komentarnya mengemukakan, terpilihnya Daniel Mutaqien merupakan hasil demokrasi nyata. Tanpa rekayasa. Bupati mengakui, awalnya peserta sempat menginginkan Daniel Mutaqien ditunjuk secara aklamasi. “Tapi Saya tidak setuju. Demokrasi tetap harus dijalankan,” ujar Irianto MS Syafiuddin. (PK)

Motor Curian Tabrakan, 3 Bandit Kampung Diringkus



Indramayu - Tiga bandit ditangkap polisi, beberapa saat setelah sepeda motor curian Yamaha Jupiter Z Nopol E 2673 TE yang dibawa kabur pelaku menabrak sepeda motor lain di Jalan Raya Desa Lempuyang, Anjatan, Indramayu, Rabu (6/1).

Bandit kampung yang dalam aksinya kerapkali menggunakan pistol mainan itu, Dar, 20, Dik, 23 dan Jae, 23 warga Desa Sumbermulya, Kroya, Indramayu. Mereka kini meringkuk di Ruang Tahanan Polres Indramayu. Polisi mengamankan barang bukti; sepeda motor Yamaha Jupiter Z Nopol E 2673 TE, pistol mainan dan sarung golok.

Kapolres Indramayu AKBP Nasri Wiharto mengemukakan, tertangkapnya 3 bandit itu ketika petugas patroli rutin di wilayah Kecamatan Anjatan melintas di Jalan Raya Desa Lempuyang. Petugas patroli memergoki orang berkerumun melihat tabrakan sepeda motor Yamaha Jupiter Z yang dikendarai 3 bandit dengan sepeda motor lain.

Ketika petugas patroli mendata korban kecelakaan lalu-lintas, dua wanita Euis, 23 dan Siti, 23 warga Gang Manggis Desa Kopyah, Anjatan berteriak histeris. Mereka mengaku korban pembegalan 3 pria yang membawa kabur sepeda motor curian Yamaha Jupiter Z Nopol E 2673 TE yang kebetulan mengalami kecelakaan.

“Perut kami ditodong golok. 3 penjahat ini membawa kabur sepeda motor Yamaha Jupiter Z ,” ujar Eius sambil beteriak histeris.

Mendengar pengakuan dari kedua wanita yang jadi korban kejahatan itu, polisi tanpa kesulitan membekuk 3 tersangka yang sedang meringis kesakitan terjatuh dari sepeda motor curian yang bertabrakan itu. (PK)

Calon Pengantin Tenggelam di Waduk



Indramayu - Calon pengantin tewas tenggelam saat mandi di Waduk Bojongsari Indramayu, Selasa (5/1) pukul 04:00 WIB.

Jenazah Indra, 25, warga Desa Singajaya, Kecamatan Indramayu, dua jam kemudian ditemukan tim penyelam di dasar Waduk Bojongsari yang berkedalaman sekitar 4 Meter.

Keterangan di lokasi kejadian menyebutkan, sejak sore korban yang beberapa bulan lagi akan melangsungkan pernikahan, bermain bersama 2 temannya di sekitar waduk.

“Korban asyik ngobrol. Matanya sesekali menatap pemandangan waduk yang airnya tampak tenang,” ujar Edy, 38 saksi mata.

Sekitar pukul 04:00 WIB, Indra mengutarakan ingin mandi. Teman-teman korban awalnya mencegah, namun tak digubris. Indra seperti terburu-buru malah buka baju dan celana.

“Sebelum terjun ke air, dia sempat menitipkan dompet, handphone, kunci sepeda motor serta baju, dan celana. Korban mandi mengenakan kaos dalam serta celana pendek,” kata Edy.

Tanpa sepengetahuan dua temannya, Indra terjun ke air waduk di dekat saluran pipa penyedot PDAM di Blok Kepuh. Tubuh korban, setelah terjun tak timbul lagi.

Dua teman korban cemas, lalu menghubungi warga setempat. Bahkan, warga menghubungi pawang air untuk mencari korban. Bersama warga, tim SAR melakukan pencarian. Dalam waktu 2 jam,tim penyelamat akhirnya berhasil menemukan jasad Indra di dasar waduk.

Warga sekitar menambahkan, lokasi tenggelamnya Indra di Blok Kepuh, sejak dahulu dikenal cukup angker. Warga mengkaitkan tenggelamnya Indra karena mahluk halus, penghuni Blok Kepuh minta tumbal nyawa. (PK)

Angin Puting Beliung Sapu Dua Desa di Indramayu



Indramayu - Bencana angin puting beliung menyapu dua desa di Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yakni Desa Lelea dan Desa Taman Sari, Selasa (5/1) sekitar pukul 18.00 WIB. Akibat peristiwa itu, tercatat empat unit rumah milik warga ambruk rata dengan tanah dan puluhan lainnya rusak berat maupun ringan.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, sejumlah warga terpaksa dilarikan ke RSUD Indramayu karena menderita luka-luka akibat tertimpa reruntuhan rumah yang ambruk. Selain itu, warga yang selamat pun hingga kini tidak berani masuk kembali ke dalam rumah. Mereka khawatir terjadi bencana susulan.

Daerah yang mengalami kerusakan paling parah akibat sapuan angin tersebut adalah di Blok Nagrak, Desa Taman Sari. Di tempat itu, jumlah rumah yang rusak parah cukup banyak, termasuk empat diantaranya ambruk.

Salah seorang warga Desa Tamansari, Daripan (45), menuturkan, bencana itu diawali dengan hujan yang mengguyur dengan deras sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu, langit pun ditutupi oleh mendung yang sangat gelap. "Suasananya sangat mencekam," tutur Daripan. Daripan mejelaskan, di tengah derasnya hujan, tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari luar rumah. Ternyata, suara tersebut bersumber dari pusaran angin yang sangat kencang.

"Rumah seperti bergoyang dan saya langsung memerintahkan seluruh keluarga lari ke luar rumah," ujar Daripan. Daripan menambahkan, tindakannya itu juga ternyata dilakukan warga lainnya. Dia melihat, warga berlarian karena takut tertimpa bangunan rumah yang ambruk.



Namun, hal tersebut tidak sempat dilakukan oleh salah seorang tetangganya, Lasmi (53). Perempuan yang juga membuka warung di rumahnya itu terluka setelah tertimpa bangunan rumahnya yang ambruk. Tak hanya Lasmi, luka-luka itu juga dialami Danto (19), yang sedang membeli barang di warung milik Lasmi. Anak kandung dari Daripan itu mengalami luka cukup parah akibat reruntuhan bangunan.

"Saya lihat anak saya ada ada di tengah-tengah reruntuhan rumah," kata Daripan. Karenanya, Daripan pun langsung berusaha mengeluarkan Danto dari balik reruntuhan bangunan dengan dibantu sejumlah warga. Akibat luka yang cukup parah, Danto langsung dilarikan ke RSUD Indramayu.

Ketua RT 19 di Blok Nagrak, Solahudin, menjelaskan, sapuan angin itu menyebabkan empat rumah ambruk dan empat warga terluka. Selain itu, musibah tersebut juga merusak puluhan rumah lainnya. "Namun jumlah pasti rumah yang rusak, sedang kami data," ujar Solahudin.

Solahudin menyebutkan, empat warganya yang terluka adalah Lami (53), Danto (19), Puput (4 tahun) dan Uut Tasim (35). Mereka semua menderita luka akibat tertimpa reruntuhan rumah yang ambruk. Sementara itu, sesaat setelah bencana terjadi, Camat Lelea, Ali Sukmajaya, bersama unsur Muspika dan Satkorlak PBP, langsung meninjau ke lokasi. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada bantuan yang diberikan. lilis sh/pur

Ambruknya Bangunan Akper Diselidiki Pemkab Indramayu



Indramayu - Sejumlah aparat, mulai menyelidiki penyebab ambruknya atap bangunanAkademi Perawat ( Akper) Pemkab Indramayu yang dibangun menggunakan konstruksi baja ringan, Senin (4/1).

Kabid Pengawasan Bangunan Dinas Cipta Karya Kabupaten Indramayu, Moch. Amir dijumpai Pos Kota, Senin (4/1) mengemukakan, ambruknya atap bangunan asrama Akper Pemkab Indramayu itu kemungkinan disebabkan karena beban air yang menyerap pada genteng tanah liat yang dipakai penutup atap bangunan itu.

Menurut Amir, atap bangunan Akper Pemkab Indramayu itu ambruk saat terjadi hujan. Itu artinya beban yang dipikul rangka atap baja ringan semakin berat. Genteng sebagai penutup atap itu menyerap air hujan sehingga bebannya tambah berat.

Lanjut Amir, ketebalan material rangka baja ringan ikut menentukan,sesuai standar yaitu 0,7 hingga 1,0 MM.

Selain ketebalan material, baja ringan harus sesuai standar, pada setiap sudut kuda-kuda harus diberi siku-siku yang dikaitkan ke beton. “Jarak pemasangan kuda-kuda tidak boleh terlalu renggang. Jaraknya maksimal 1,2 M,” katanya.

“Jika kuda-kuda itu dipasang terlalu renggang, maka rangka baja tidak kuat menahan beban genteng. Apalagi saat terjadi hujan, bebannya makin bertambah.

Pemantauan Pos Kota, Senin (4/1), sejumlah pejabat, seperti Joni dari Dinas Cipta Karya, Suryana dari Bagian Hukum Setda Indramayu, dan instansi terkait mulai diterjunkan ke lokasi menyelidiki ambruknya atap bangunan Akper Pemkab Indramayu yang terjadi Kamis (31/12) pukul 07:00 WIB. (PK)

Mahasiswa Desak Bupati Batalkan Kenaikan Tarif PDAM



Indramayu - Ratusan mahasiswa di Indramayu desak bupati mencabut perbup (Peraturan Bupati) yang menjadi dasar hukum atau bemper direksi PDAM menaikkan tarif air minum yang berlaku sejak Oktober 2009, dinilai terlalu mahal..

Alasan pencabutan perbup itu, diungkap ratusan mahasiswa dalam unjuk rasa menentang perbup tentang kenaikkan tarif air PDAM yang digelar di gedung DPRD, Pemkab Indramayu, Senin (2/1).

Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa menarik perhatian masyarakat Kota Indramayu. Mengetahui mahasiswa demo membela kepentingan rakyat kecil, masyarakat di Kota Indramayu spontan nuraninya terpanggil untuk bergabung dan mendukung aksi mahasiswa itu.

Menurut mahasiswa, perbup tentang kenaikan tarif air PDAM itu merupakan kebijakan yang tidak populis. Dampaknya jelas menurunkan kepercayaan masyarakat, terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang sedang berjalan.

“Sudah sewajarnya, perbup tentang kenaikan tarif air PDAM itu dicabut, Karena pengaruhnya menyengsarakan masyarakat,” ujar mahasiswa.

Aksi unjuk rasa mahasiswa Indramayu itu, digelar untuk yang kesekian kalinya. Sebelumnya, ratusan mahasiwa sepertinya tak pernah kenal lelah berunjuk rasa, menuntut bupati mencabut perbup kenaikan tarif air PDAM. Namun agaknya, aspirasi ratusan mahasiswa itu hanya dicuekin. Bahkan dianggap angin lalu saja.

“Kami akan tetap berunjuk rasa sampai perbup yang sangat memberatkan masyarakat itu dicabut atau dibatalkan,” kata mahasiswa.

Sementara itu, ibu-ibu rumah tangga dijumpai Pos Kota mengemukakan, sebelum naiknya tarif air PDAM, membayar rekening air bersih berkisar Rp 90 ribu sampai Rp 130 ribu sebulan. Tapi setelah tarif naik, berlaku sejak Oktober 2009, meroket menjadi Rp 150 ribu bahkan tembus Rp 200 ribu sebulan,” ujarnya. (PK)
 
AKHSAN Rent Car - Jatibarang,Indramayu, kota indramayu, berita indramayu, indramayu news, kabar indramayu, peta indramayu, polisi indramayu, wong indramayu, Radio indramayu, bupati indramayu, jalan indramayu, pantura indramayu, video indramayu, indramayu online, video smu indramayu, video panas indramayu, Kota indramayu, Notaris indramayu, panen indramayu, puasa indramayu, ramadhan indramayu, lebaran indramayu, sahur indramayu, jalur mudik indramayu, peta mudik 2012 indramayu, download peta indramayu, berokan indramayu, pulau biawak indramayu, topeng indramayu, mangga indramayu, warnet indramayu, indramayu remaja, dprd indramayu, yance indramayu, waterboom indramayu, pantai indramayu, ngabuburit indramayu, PSB indramayu, streaming radio indaramayu, fm indramayu,koran indramayu, wartawan indramayu, kebakaran indramayu, toko komputer indramayu, hotel indramayu, kolam renang indramayu, perumahan indramayu, mall indramayu, yogya indramayu, mm toserba indramayu, batik paoman indramayu, bunderan mangga indramayu, patung sentot indramayu, alat berat indramayu, pertamina indramayu, singaldra indramayu, gedung kesenian indramayu, indramayu heritage, situs indramayu , bahasa indramayu, sma indramayu, tarling indramayu, organ indramayu, miras indramayu
AKHSAN Rent Car - Jatibarang,Indramayu, kota indramayu, berita indramayu, indramayu news, kabar indramayu, peta indramayu, polisi indramayu, wong indramayu, Radio indramayu, bupati indramayu, jalan indramayu, pantura indramayu, video indramayu, indramayu online, video smu indramayu, video panas indramayu, Kota indramayu, Notaris indramayu, panen indramayu, puasa indramayu, ramadhan indramayu, lebaran indramayu, sahur indramayu, jalur mudik indramayu, peta mudik 2012 indramayu, download peta indramayu, berokan indramayu, pulau biawak indramayu, topeng indramayu, mangga indramayu, warnet indramayu, indramayu remaja, dprd indramayu, yance indramayu, waterboom indramayu, pantai indramayu, ngabuburit indramayu, PSB indramayu, streaming radio indaramayu, fm indramayu,koran indramayu, wartawan indramayu, kebakaran indramayu, toko komputer indramayu, hotel indramayu, kolam renang indramayu, perumahan indramayu, mall indramayu, yogya indramayu, mm toserba indramayu, batik paoman indramayu, bunderan mangga indramayu, patung sentot indramayu, alat berat indramayu, pertamina indramayu, singaldra indramayu, gedung kesenian indramayu, indramayu heritage, situs indramayu , bahasa indramayu, sma indramayu, tarling indramayu, organ indramayu, miras indramayu

ADS

ADS

Support : RAJATOWER.NET
Copyright © 2011. Indramayu Post . Com | Media Online Indramayu - All Rights Reserved

Proudly powered by RAJATOWER.NET