Headlines News :
Topics :
QRCode

google-site-verification: googledbc0ac0d63235fca.html
IbroArt Motion - Indramayu
AKHSAN Rent Car - Jatibarang,Indramayu, kota indramayu, berita indramayu, indramayu news, kabar indramayu, peta indramayu, polisi indramayu, wong indramayu, Radio indramayu, bupati indramayu, jalan indramayu, pantura indramayu, video indramayu, indramayu online, video smu indramayu, video panas indramayu, Kota indramayu, Notaris indramayu, panen indramayu, puasa indramayu, ramadhan indramayu, lebaran indramayu, sahur indramayu, jalur mudik indramayu, peta mudik 2012 indramayu, download peta indramayu, berokan indramayu, pulau biawak indramayu, topeng indramayu, mangga indramayu, warnet indramayu, indramayu remaja, dprd indramayu, yance indramayu, waterboom indramayu, pantai indramayu, ngabuburit indramayu, PSB indramayu, streaming radio indaramayu, fm indramayu,koran indramayu, wartawan indramayu, kebakaran indramayu, toko komputer indramayu, hotel indramayu, kolam renang indramayu, perumahan indramayu, mall indramayu, yogya indramayu, mm toserba indramayu, batik paoman indramayu, bunderan mangga indramayu, patung sentot indramayu, alat berat indramayu, pertamina indramayu, singaldra indramayu, gedung kesenian indramayu, indramayu heritage, situs indramayu , bahasa indramayu, sma indramayu, tarling indramayu, organ indramayu, miras indramayu

Roda Macet KA Cireks Nyaris Anjlok

WIDASARI, Kereta Api (KA) Cirebon Ekspress (Cireks) jurusan Jakarta-Cirebon nyaris anjlok saat melintas di perlintasan KA Desa Bunder Kac. Widasari Kab. Indramayu, Senin (20/4) sekira pukul 9.45 WIB. Insiden itu terjadi lantaran salah satu roda pada gerbong kelima macet dan mengeluarkan bunyi gemeretak sangat keras. Beruntung situasi itu cepat diketahui sehingga masinis harus menghentikan laju KA untuk menghindari peristiwa yang lebih fatal.
Keterangan yang berhasil dihimpun “MD”, peristiwa itu terjadi saat KA Cireks dalam perjalanan dari Jakarta menuju Cirebon. Ketika melintasi stasiun Telagasari Kab.Indramayu, salah seorang petugas pengatur perjalanan KA melihat kepulan asap yang berasal dari salah satu roda pada gerbong kelima. Belakangan diketahui gerbong tersebut adalah gerbong restorasi. Melihat hal itu, petugas di stasiun Telagasari lalu menghubungi masinis KA yang menarik 11 gerbong tersebut agar menghentikan perjalanan.
Masinis yang menerima kabar segera menghentikan KA dan memeriksanya. Benar saja, salah satu roda di gerbong kelima ternyata mengalami kerusakan. Penutup roda terlepas sehingga pelumas yang ada di dalamnya menyembur. Dan asap yang mengepul sangat tebal diduga akibat tumpahan pelumas mengenai seluruh rangakaian roda.
Bahkan ketika diperiksa lebih lanjut, masinis dan awak KA Cireks lain menemukan as roda sudah dalam keadaan patah. “Kami tidak tahu persis sejak di mana kerusakan roda terjadi. Hanya saja memang dirasakan ada kejanggalan ketika laju kereta dipercepat, timbul goncangan,” tutur salah satu petugas KA Cireks yang enggan menyebutkan jati dirinya.




Sanadi (33 tahun), warga setempat, menuturkan, roda yang macet sempat mengeluarkan bunyi gemeretak yang sangat keras. Sanadi dan warga lain yang berada dekat lokasi kejadian bahkan sempat melihat kepulan asap sangat tebal yang keluar dari rangkaian roda pada gerbong kelima. Untungnya, lanjut dia, insiden itu bisa cepat diketahui sehingga tidak menimbulkan korban jiwa dan bahkan peristiwa yang lebih fatal.
“Rodanya tidak berputar sama sekali. Mungkin gesekan besi rel dan roda menjadi panas ditambah adanya tumpahan oli maka mengeluarkan asap tebal,” ujar dia.
Kapolres Indramayu AKBP. Drs. H. Mashudi didampingi Kapolsek Widasari AKP. Bendi Ujianto, S.H., yang datang ke lokasi kejadian mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan bersama petugas dari PT. KA Indonesia Daops III Cirebon. Untuk sementara, petugas menduga telah terjadi kerusakan pada roda yang dikuatkan ditemukannya as roda yang patah. Hanya saja, kata dia, akibat insiden tersebut, lalu lintas KA dari dan menuju Jakarta sempat tersendat karena gerbong yang rusak ditinggalkan diatas rel.
Ia juga menambahkan, seluruh penumpang selamat dan melanjutkan perjalanan setelah gerbong yang rusak dipisahkan dari rangkaiannya. “Perjalanan KA dari dua arah harus menggunakan satu jalur yang pengaturannya dilakukan petugas dari stasiun terdekat. Setelah dilepas dari rangkaiannya, gerbong yang rusak ditarik ke stasiun terdekat yakni di Telagasari untuk diperbaiki,” jelas Mashudi. (C-26)

Yusuf Zainal, Raja Kerupuk dari Indramayu



INDRAMAYU, Jangan anggap enteng profesi perajin kerupuk. Kisah sukses Yusuf Zainal Abidin membuktikan bahwa keuntungan dari bisnis kerupuk tak seenteng produk kerupuk. Berkat usahanya yang tak kenal lelah, pengusaha kerupuk asal Indramayu ini mampu menangguk omzet ratusan juta rupiah setiap bulan.

Hidup adalah ibadah. Ungkapan ini sering keluar dari mulut orang yang sudah sukses dan tinggal mengenyam hasil jerih payahnya selama ini. Kalimat itu pula yang terucap dari bibir Yusuf Zainal Abidin, ketika ditanya apa kunci sukses berbisnis.

Pria berusia 41 tahun ini punya keyakinan bahwa dengan usaha yang disokong doa, niscaya usaha apa pun akan menuai hasil memuaskan. Keyakinan ini mengantarkan Yusuf menjadi seorang perajin kerupuk cukup mentereng di Indramayu, Jawa Barat.

Memakai merek usaha Rajawali, Yusuf membuat aneka rasa kerupuk, seperti rasa udang, ikan, bawang, jengkol, cumi-cumi, dan rasa pedas. Ia secara rutin memasok ke beberapa distributor di Tangerang, Bogor, Cilegon, Sukabumi, Cianjur, Karawang, Purwakarta, dan Jakarta.

Saat ini, Yusuf mempekerjakan sekitar 40 karyawan. Tiap hari, ia mampu memproduksi hingga 2,2 ton kerupuk atau senilai Rp 13,2 juta.

Bayangkan, betapa besar omzet suami Umiyati ini per bulan. Omzet ini bisa melonjak sampai tiga kali lipat saat menjelang bulan puasa. "Saga mengambil margin 20 persen," ungkapnya.


Usaha kerupuk yang berawal dari dapur rumah Yusuf ini telah menjelma menjadi pabrik produksi seluas hampir satu hektar. Kini, Yusuf sudah menggunakan peralatan modern seperti ketel uap untuk merebus dari mengolah kerupuk. Yusuf membeli ketel uap itu tahun 2006 dengan harga Rp 60 juta.

Investasi Yusuf dalam peralatan sebentar lagi semakin lengkap dengan pengadaan oven raksasa. Kata Yusuf, harga alat ini sekitar Rp 20 juta per unit. Masih ada aset lain seperti mobil angkut. Saat ini, ia memiliki mobil Mitsubishi T120 buat mendistribusikan hasil produksinya.

Layaknya pepatah padi yang semakin tua dan berisi justru semakin menunduk, begitu pula karakter Yusuf. Meski sudah sukses, ia enggan disebut pengusaha sukses. "Saya belum layak disebut pengusaha sukses," ungkapnya merendah.

Pria yang hobi membaca Al Quran dan jalan-jalan ini memposisikan dirinya tak lebih sekadar mendapat limpahan rahmat dari Yang Maha Esa. Namun, di balik kenikmatan itu, alumni Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA) Negeri Indramayu ini sempat memendam kekecewaan mendalam.



Menghadapi Ujian dengan Istighotsah

Deg-degan menghadapi ujian nasional (UN), Senin (20/4) lusa, murid-murid sekolah menengah umum (SMU) di sejumlah daerah merasa tak cukup lagi mengandalkan belajar, les, dan try out. Karena, yang dipertaruhkan dalam menghadapi soal-soal ujian adalah masa depan, mereka pun memerlukan pasokan energi spiritual.

Wajar belaka bila mereka gugup. Pasalnya, standar kelulusan UN tahun ini telah didongkrak 0,25 persen dibanding tahun lalu. Hanya peserta ujian yang meraih nilai rata-rata 5,5--dengan minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran, dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran lainnya--yang bisa melanjutkan mimpinya ke bangku perguruan tinggi.

Alhasil, bak sedang mengamalkan pepatah bijak "ora et labora", berdoa sambil berusaha, murid-murid SMU--baik SMA, MA, dan SMK--di sejumlah daerah menggelar istighotsah. Ada pula yang menyertainya dengan acara potong tumpeng dan mengikrarkan Pakta Kejujuran. Tak sedikit siswa-siswi yang menangis mengikuti kegiatan ini.

Istighotsah--yang dulu kerap digelar sejumlah organisasi massa (ormas) Islam--ini, antara lain, digelar ratusan siswa SMA Negeri 3 Semarang, Jawa Tengah. Dipimpin para guru agama, para siswa melaksanakan khusyuk beristighotsah di aula lantai tiga sekolah ini. Ada 542 siswa peserta UN di SMA ini.

''Tekanan psikologis anak-anak cukup tinggi setiap menghadapi UN. Karena itu, kami mengantisipasi dengan penguatan nilai religi. Dengan istighotsah, para peserta UN akan lebih percaya diri dan siap mental,'' kata Wakil Kepala Sekolah SMAN 3 Semarang, Didik Pradigdo, Jumat (17/4).

Didik mengatakan, para siswa diajak untuk berserah, merenung, berdoa, dan memohon kepada Allah SWT agar diberikan kesehatan, kelancaran, dan kemudahan mengerjakan soal-soal UN. Istighotsah pun, kata dia, menjadi media bagi para guru untuk mendoakan anak didiknya agar melewati UN dengan lancar.

Di SMA 3, peserta UN telah menjalani lima kali uji coba UN. Pada uji coba pertama, tingkat kelulusan masih 60 persen. Dengan motivasi dan pemberian latihan yang intens, hasil uji coba terus membaik. Pada uji coba kelima, tingkat kelulusan 96 persen. ''Tinggal empat persen yang belum tembus. Semoga tercapai pada pelaksanaan UN,'' harap Didik.

Selain uji coba dan istighotsah, kata Didik, sekolah juga memerhatikan persoalan mental siswa. Karena itu, mereka pun diberi bekal training mind set. Pelatihan terakhir ini untuk memberi motivasi agar peserta didik mampu mengejar ketertinggalannya dalam upaya menembus batas standar nilai 5,5.

Soal-soal UN tahun ini diprediksi lebih berat. Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Syamsury, mengatakan, pihaknya bersama sekolah telah melakukan uji coba. Hasilnya, hanya 50 persen lebih sedikit siswa yang lulus. ''Tapi, memang biasanya soal-soal yang diujicobakan itu kita buat lebih sulit dibanding soal UN,'' katanya.

Di Jawa Timur, istighotsah, antara lain, digelar di SMA Pariwisata dan SMA Prapanca, Surabaya. Kepala SMA Prapanca, Surabaya, Iro Wibeno, mengatakan, istighotsah digelar di sekolahnya karena nilai kelulusan 5,5 dipandang berat oleh siswa. Tapi, semua siswa, kata dia, harus mendukung karena itu sudah menjadi ketetapan pemerintah.

Istighotsah juga digelar siswa-siswi SMA Jombang. Kegiatan dipusatkan di Masjid Baitul Mukminin, dekat alun-alun Kota Jombang. Bahkan, mereka juga menggelar karpet hingga ke alun-alun. Begitu memasuki area masjid, murid-murid berseragam putih abu-abu langsung bersimpuh dan bermunajat dengan khusyuk.

Plt Sekda Kab Jombang, Munif Khusnan, menyambut baik inisiatif para guru untuk menggelar doa bersama menyambut UN. Tapi, selain berdoa, dia juga mengingatkan para siswa tentang pentingnya ikhtiar dalam menghadapi UN. ''Yang tidak kalah penting adalah keyakinan. Jangan sampai para siswa berkecil hati menghadapi ujian,'' katanya.

Pada 2008, papar Munif, tingkat kelulusan di Jombang mencapai 97 persen. Dia berharap tahun ini meningkat. ''Semoga tahun ini tingkat kelulusan mencapai 99 persen,'' harapnya pada acara istighotsah yang diikuti ribuan siswa serta para kepala sekolah dan guru-guru SMA se-Jombang.

Di Bojonegoro, doa bersama dilakukan sekitar 500 siswa SMA I. Acara yang digelar di halaman sekolah itu, dimulai Kamis tengah malam. Puluhan siswa menangis dalam acara yang disertai potong tumpeng itu, khawatir tak lulus. ''Setelah berdoa, tumpeng dimakan bersama,'' kata Wakil Kepala SMA I Bojonegoro, Dwi Agung, kemarin.

Dwi mengatakan, doa bersama rutin dilakukan setiap tahun. Selain kelas tiga, doa bersama juga dihadiri siswa kelas I dan II. Dalam UN tahun ini, dia yakin semua siswanya bakal lulus. Tapi, doa tetap diperlukan untuk memperkuat sisi spiritual para siswa.

Selain itu, ribuan siswa-siswi kelas tiga SMP dan SMA di "kota minyak" itu mendatangi alun-alun dan berikrar mematuhi Pakta Kejujuran--yang telah diperkenalkan di sana sejak awal 2009. ''Semuanya harus menerapkan Pakta Kejujuran ini pada UN nanti,'' kata Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro, Zainuddin.

Di Indramayu, zikir dan istighotsah, kemarin, digelar ratusan siswa dari tiga SMA. Istighotsah, antara lain, digelar di SMA Negeri I Sindang, pada Kamis (16/4), pukul 18.30 WIB. Kegiatan yang juga diikuti para guru dan kepala sekolah itu didahului shalat Maghrib berjamaah di masjid yang ada di kompleks sekolah.

Salah seorang siswa, Bagus Rifai, menilai UN tahun ini cukup memberatkan. Mata pelajaran yang selama ini dikhawatirkan para siswa memperoleh nilai minim, kata Bagus, adalah matematika. ''Semoga saya dan teman-teman bisa memperoleh nilai yang tinggi, sehingga kami bisa lulus semuanya,'' kata Bagus.

Kepala Sekolah SMA Negeri I Sindang, Sulastri Djuwitaningsih, mengatakan, istighotsah itu sengaja digelar untuk memberi motivasi dan ketenangan kepada para siswa dalam menghadapi UN. ''Selain istighotsah, kami juga telah menyelenggarakan pemantapan mata pelajaran UN dan latihan pra-UN,'' kata Sulastri. lis/yli

Oknum Guru Wanita di Lelea Bakal Dipecat

Jika Terbukti Terlibat SK CPNS Palsu
INDRAMAYU
– Salah seorang oknum guru wanita di Kecamatan Lelea, AL, bakal dipecat dari jabatannya karena terlibat dalam kasus SK CPNS palsu yang cukup meresahkan di Kabupaten Indramayu.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Indramayu, Drs H Eddy Mulyadi MM mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan Kantor Inspektorat (dulu Bawasda, Red), yang bersangkutan memang direkomendasikan untuk diberhentikan dari jabatannya.
Meskipun demikian sampai saat ini masih dalam proses dan belum ada keputusan final. “Memang benar ada rekomendasi dari Inspektorat tentang hal itu, tapi masih dalam proses,” kata Eddy saat dikonfirmasi di kantornya akhir pekan kemarin.
Eddy mengatakan, selain AL sebenarnya masih ada pelaku yang harus diburu dan justru korbannya sudah sangat banyak. Namun hingga saat ini belum diketahui dimana keberadaannya. Sementara AL terakhir melakukan aksinya di Kecamatan Juntinyuat beberapa waktu yang lalu.
Terungkapnya SK CPNS palsu berawal ketika salah seorang guru SD, Sakir, membantu saudaranya untuk membetulkan SK CPNS milik Retno Wulandari ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Pasalnya dalam SK tersebut, nama Bupati Indramayu H Irianto MS Syafiuddin tertulis H Irianto MS “Syafiudin” (“d” nya hanya satu).
Sesampainya di BKD, bukannya perbaikkan SK yang diperoleh. Namun justru terungkap kalau SK CPNS tersebut palsu karena banyak terdapat kejanggalan. Selain tanda tangan Kepala BKD Drs H Eddy Mulyadi MM yang dipalsukan. “Dalam SK tersebut memang banyak sekali kejanggalan, bahkan tandatangan saya juga dipalsukan,” kata Eddy.
Mengetahui hal ini, pihak BKD terus berupaya melakukan penelusuran asal-usul SK CPNS palsu tersebut. Informasi yang diperoleh Radar dari Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Juntinyuat, Kurnia SA SH, Retno Wulandari sebenarnya punya SK CPNS sebagai guru di SMPN Sukagumiwang.
Namun karena tempat tinggalnya di Desa Sambimaya Kecamatan Juntinyuat, ia pun tertarik untuk pindah mengajar di SMPN 2 Juntinyuat. Ironisnya, untuk mewujudkan keinginannya ia percaya kepada AL, oknum guru di Lelea yang bisa mengusahakan SK pengganti dengan membayar imbalan Rp4,2 juta.
Berdasarkan informasi tersebut, pihak BKD telah memanggil AL guna dimintai keterangan. Dihadapan Kepala BKD Drs H Eddy Mulyadi MM, Kabid Penempatan Drs Sukamto, Drs Didi Riyadi (salah seorang kasie di BKD), serta Kepala UPTD Kurnia, AL mengaku bisa mengusahakan SK tersebut lewat salah seorang kenalannya dari Bandung yang bernama Edi yang katanya suka bolak-balik ke BKD.
“Memang AL mengaku mengusahakan SK tersebut lewat salah seorang kenalannya di Bandung. Sayang sejauh ini orang yang dimaksud oleh AL belum bisa dihadirkan, dan kami masih terus melakukan penelusuran,” ungkap Eddy. Dari sinilah serlanjutnya pihak Inspektorat Kabupaten Indramayu melakukan pemeriksaan terhadap AL. (oet)

Tiga Pengedar Ganja Diringkus

INDRAMAYU - Penyidik Sat Reserse Narkoba Polres Indramayu berhasil meringkus 3 pengedar ganja saat sedang melakukan transaksi di sekitar Waduk Bojongsari, Desa Panyingkiran Kidul, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu, Minggu dini hari (19/4).

Ketiganya masing-masing Cas alias Ragil (32), Mus alias Mudadi (20), keduanya warga Blok Dayung, Desa Bojongsari, dan Mus alias Muja (20), warga Desa Panyingkiran Kidul, Kecamatan Cantigi. Dari tangan merela, polisi menyita dua paket ganja.
Kapolres Indramayu, AKBP Drs H Mashudi didampingi Kasat Reserse Narkoba AKP Ansari Puad SH mengatakan, proses penangkapan merupakan tindaklanjut dari penangkapan para pelaku yang sudah ditangkap sebelumnya. Dikatakan Puad, keberhasilan menangkap para pelaku tak lepas dari kabar masyarakat tentang keberadaan para pelaku yang sedang melakukan transaksi ganja.
Puad menjelaskan, anggotanya menyamar sebagai pembeli. Mereka kemudian sepakat bertemu di Waduk Bojongsari. “Saat mereka menyerahkan barang bukti ganja kering, kami langsung menangkap mereka,” jelas Puad. (dun)

Meriah, Porseni HUT Ke-27 SMP PGRI Bugis

ANJATAN – Merayakan HUT ke-27, SMP PGRI Bugis menyelenggarakan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) tingkat SD/MI se-Kecamatan Anjatan. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu, dibuka secara resmi oleh PLS UPTD Pendidikan Kecamatan Anjatan Naim SPd, ditandai pemukulan gong, Sabtu (18/4) di halaman kampus SMP PGRI Bugis.
Upacara pembukaan juga dihadiri unsur muspika, Dewan Sekolah, pengurus yayasan, civitas akademika SMP PGRI Bugis, para Kepsek SD/MI, serta kontingen atlit dan para guru pendamping. Naim, menyambut baik prakarsa yang dilakukan oleh SMP PGRI Bugis ini. Apalagi, Porseni kali ini berlangsung semarak serta mendapat sambutan meriah dari masyarakat sekitar. Dia berharap kegiatan semacam itu bisa terus dikembangkan agar anak didik, khususnya siswa SD dan MI, dapat mengembangkan bakat serta potensi dibidang olahraga dan seni.
Kepala SMP PGRI Bugis Samsuri Mundsi SPd didampingi Ketua Panitia Maman Abdurahman SPd menjelaskan, Porseni diselenggarakan secara periodik dalam merayakan HUT lembaga yang dipimpinnya. Tahun ini, kegiatan yang mengangkat tema “Dengan Porseni kita tingkatkan persatuan dan kesatuan demi tercipnya Indramayu Remaja” ini, diikuti sebanyak 960 atlet dan 98 ofisial dari 24 sekolah. Terdiri dari 15 SD dan 9 MI baik dari dalam dan luar wilayah Bugis, Bugis Tua, Mangunjaya dan Salam Darma (B2MS).
Terdapat 4 cabang olahraga dan 3 cabang seni yang diperlombakan. Diantaranya sepakbola, bolavoli, tenis meja, senam, karaoke, MTQ dan kaligrafi. Seluruh kontingen, memperebutkan piala bergilir Camat Anjatan dan piala tetap dari SMP PGRI Bugis.
Samsuri menegaskan, pihaknya bersama Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Dasar dan Menengah (YPLP Dikdasmen) PGRI akan terus mengadakan kegiatan semacam ini setiap tahun. Karena manfaatnya sangat besar bagi pelajar SD/MI. Antara lain, supaya dapat memberikan wawasan pada para siswa agar memiliki kemampuan lebih, menumbuhkan jiwa kompetitif sehingga bisa bersaing dengan siswa lain di luar sekolahnya.
“Kami berkewajiban untuk memupuk bakat dan potensi yang ada, melalui satu kegiatan Porseni yang akan menggairahkan semangat berkompetisi untuk meraih prestasi,” jelasnya.
Pantauan Radar, dari keseluruhan cabang yang dipertandingkan, lomba karaoke yang bertempat di halaman tengah kampus SMP PGRI Bugis, paling banyak menyedot perhatian ratusan pengunjung baik dari masing-masing sekolah maupun warga setempat.
Aksi yang ditampilkan para penyanyi baik pelajar putri dan putra, mampu memukau para penonton. Bahkan beberapa diantaranya, menunjukkan kebolehannya seolah penyanyi profesional. (kho)

BP Indonesia Serahkan Bantuan Buku

KANDANGHAUR – BP Indonesia kembali menyerahkan bantuan kepada sejumlah sekolah di Kecamatan Kandanghaur. Kali ini berupa buku-buku pelajaran dan buku bacaan untuk kelengkapan perpustakaan. Sekolah penerima, diantaranya MDA Nurul Hilal, SMA Candradimuka, MTS dan SMK Hasanudin. Penyerahan dilaksanakan Sabtu (18/4) di aula Kecamatan Kandanghaur.
Hadir dalam acara tersebut Camat Kandanghaur Aris Tarmidi SH MSi, Ketua Komite Pengembangan Masyarakat Kandanghaur (KPMK) Mismaka MSi, para kepsek dan guru serta tokoh masyarakat Kecamatan Kandanghaur.
Di tempat yang sama sekaligus juga diserahkan bantuan pendidikan berupa beasiswa Perguruan Tinggi (PT) bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu asal Kecamatan Kandanghaur.
Secara simbolis, Humas BP Indonesia A Basith Syarwani bersama tim diantaranya Rina Fitri Astuti dan Sakinah, menyerahkan bantuan tersebut kepada seluruh perwakilan sekolah dan penerima beasiswa PT. Basith mengatakan, pemberian buku beserta beasiswa senilai Rp86 juta tersebut merupakan bagian dari kerjasama kemitraan BP Indonesia dalam hal peningkatan SDA melalui bidang pendidikan.
Sehari sebelumnya, dia bersama Tim, mengunjungi sekolah-sekolah untuk mengetahui sejauh mana manfaat dan daya guna bantuan dari BP Indonesia yang telah diberikan.
“Ternyata cukup bagus. Bantuan yang sudah diberikan tidak mubadzir, bahkan justru mampu memberdayakan para pelajar menjadi kreatif. Kemudian memiliki keterampilan yang nantinya setelah lulus sekolah, akan mampu secara mandiri untuk berkarya,” katanya.
Basith meminta semua bantuan yang diberikan agar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya serta dapat dipertanggungjawabkan oleh penerima. Selain itu, BP Indonesia dalam waktu dekan ini berencana menyelenggarakan bakti sosial kepada masyarakat, berupa bengkel (service) gratis sepeda motor. Kegiatan ini bekerjasama dengan Dompet Duafa serta melibatkan Pemcam Kandanghaur.
Dalam sambutannya, Camat Kandangahaur Aris Tarmidi SH MSi mengaku bersyukur atas kepedulian BP Indonesia yang tak henti-hentinya memberikan bantuan untuk masyarakatnya. Baik bantuan bidang pendidikan, ekonomi, maupun pemberdayaan masyarakat. (kho)

Disdik Jamin Soal UN Tak Bocor

Libatkan Polisi dan Pengawas Independen
INDRAMAYU
– Sebanyak 11.304 siswa di Kabupaten Indramayu mulai melaksanakan ujian nasional (UN) tahun pelajaran 2008/2009, Senin (20/4) ini. Jumlah tersebut terdiri dari 5.034 siswa SMA, 1.871 siswa MA, dan 4.399 siswa SMK.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Drs H Suhaeli MSi melalui Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Drs H Odang Kusmayadi MM mengatakan, soal-soal ujian nasional tersebut telah didistribusikan ke masing-masing sub rayon, Minggu (19/4) pagi.
Dari sub rayon selanjutnya akan didistribusikan ke masing-masing guligas (gugus kendali tugas), sebelum akhirnya sampai ke masing-masing sekolah. “Kami menjamin soal ujian nasional tidak bocor, karena sejak datang hingga saat pendistribusian selalu dikawal ketat oleh petugas kepolisian,” tandas Odang.
Odang bahkan mengaku salut karena Kapolres Indramayu AKBP Drs H Mashudi ikut turun langsung mengamankan pendistribusian soal UN tersebut bersama anggotanya. Odang menjelaskan, soal UN tersebut tiba di Indramayu Sabtu (18/4) pagi dan langsung disimpan di tempat yang dijaga ketat.
Pelaksanaan UN kali ini selain diawasi oleh pengawas ruangan dari guru yang ditempatkan secara silang, juga akan mendapatkan pengawasan dari tim pengawas independen yang berasal dari kalangan perguruan tinggi (Unwir danm UPI).
Berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini tim independen bukan hanya sebagai pemantau, namun juga sebagai pengawas. Dengan demikian pelaksanaan UN kali ini diharapkan lebih berkualitas. (oet)

KPU Indramayu Tuai Kritik

INDRAMAYU,Karut marut sistem dan hasil Pemilu 2009 ternyata tidak hanya membuat partai peserta pemilu mengeluh, tapi juga menuai kritik tajam sejumlah kalangan tak terkecuali, wartawan. Di Indramayu, gara-gara KPU setempat tidak menyediakan “Media Centre” (MC) wartawan setempat memprotes serta mengeluhkan kinerja KPU. Bentuk protes wartawan, baik cetak maupun elektronik, dengan cara menyampaikan langsung keluhan itu ke Ketua KPU Indramayu, Khotibul Umum, S.Ag., serta upaya memboikot kegiatan rekapitulasi penghitungan suara.
Salah seorang wartawan yang menyampaikan protes keras, Dedi Musashi, koresponden Metro TV, menyatakan, KPU seharusnya sudah mempersiapkan sejak jauh-jauh hari fasilitas MC. Sebab menurut Dedi, MC sangat dibutuhkan tidak hanya untuk konsumsi media, namun juga menjadi fasilitas informasi yang bisa diakses oleh siapa pun. “Bagaimana bisa kami menyampaikan informasi pemilu dari Indramayu kalau tidak ada fasilitas MC. Lagi pula masyarakat tentu akan bertanya-tanya mengapa media tidak pernah memuat berita dari KPU,” ungkap Dedi kesal.
Sejumlah wartawan lain menyatakan, seperti KPU lain, KPU Indramayu seharusnya menyediakan fasilitas MC sebagai sumber informasi akurat pelaksanaan pemilu secara umum di Indramayu. Namun karena fasilitas itu tidak tersedia, baik wartawan, kalangan partai maupun masyarakat umum akhirnya tidak memperoleh sedikit pun informasi terbaru perkembangan hasil pemilu di Indramayu.
Minim fasilitas
“Setiap hari kami membutuhkan up-date data perolehan hasil pemilu di Indramayu. Tapi sayangnya KPU tidak menyediakan. Ironisnya, setiap kali kami meminta data, malah dianjurkan untuk meminta ke ORARI,” tukas Lilis Handayani, wartawan Republika.
Menanggapi keluhan wartawan, Ketua KPU Indramayu, Khotibul Umam, S.Ag., mengakui soal minimnya fasilitas informasi yang dimiliki pihaknya. Hanya saja, ketika dikonfirmasi lebih jauh, Khotib tidak menjelaskan secara rinci perihal peniadaan MC di KPU Indramayu. Namun begitu, ia berjanji akan menyampaikan perihal itu dalam rapat pleno KPU mendatang. “Kami akan bahas masalahnya dalam rapat pleno nanti. Yang jelas, selama ini kendalanya adalah lantaran lambatnya sistem penghitungan manual dari mulai KPPS hingga PPK sehingga kami tidak berani memberikan data karena belum sepenuhnya akurat,” sergah dia.(C-26)

Muara Sungai Plawira Alami Pendangkalan

INDRAMAYU,Puluhan nelayan Desa Singaraja Kec. Indramayu resah menyusul dangkalnya muara sungai Plawira Kepolo di desa setempat. Hampir setiap harinya para nelayan selalu mendapat kendala saat melalui sungai tersebut.
“Kalau tidak segera dilakukan pengerukan, saya yakin Sungai Plawira Kepolo ini akan rata dengan bantaran sungai. Setiap perahu yang masuk atau berangkat harus menunggu datangnya air pasang ataupun air kiriman. Kalau tidak, ya tidak bisa masuk,” ucap Ramin, nelayan setempat, Rabu (15/4).
Dikatakannya, kondisi pendangkalan ini dirasakan para nelayan sejak dua bulan terakhir. Untungnya, saat itu masih banyak hujan yang menimbulkan banyak air kiriman sehingga perahu masih bisa melintas. Akan sangat terasa dangkal kalau air kiriman maupun pasang laut jarang datang.
“Walaupun dangkal, nelayan setempat masih terbantu. Sebab, saat ini masih terjadi hujan sehingga sungai penuh dengan air kiriman. Sekarang air kiriman dan air pasang jarang, akibatnya sungai menjadi dangkal dan nelayan susah untuk masuk dan keluar,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, nelayan setempat meminta pada pihak pemerintah daerah untuk segera melakukan pengerukan untuk menghindari pendangkalan yang lebih parah. “Kami minta kepada pemerintah daerah agar segera membantu melakukan pengerukan di muara tersebut,” pinta puluhan nelayan lainnya.(C-27)

Terpilih Kembali, Uryanto Syukuran

INDRAMAYU – Caleg Partai Golkar DPRD Indramayu Dapil 1 nomor urut 1, H Uryanto Hadi SH SE, mengadakan syukuran atas hasil perolehan suara yang cukup signifikan dalam Pemilu 2009 ini. Data sementara, Uryanto sudah mengumpulkan suara di atas 7.000 atau mengungguli caleg lainnya di Dapil 1.

Ungkapan syukur tersebut diwujudkan dalam bentuk pemberian hadiah atau doorprize bagi konsitituennya di Dapil 1 (Indramayu, Balongan, Sindang, Lohbener, Pasekan, Arahan dan Cantigi). Doorprize yang diberikan melalui tim sukses tersebut diantaranya satu unit lemari es, televisi berwarna 21 inci, dan satu unit kipas angin.
Uryanto mengatakan, kegiatan tersebut selain sebagai bentuk rasa syukur juga untuk memeriahkan suasana setelah pemilu dimana banyak orang yang capek dan stress. “Ya, ini hanya sebagai bentuk perhatian kepada konstituen yang telah mendukung saya,” kata Ketua BPC Gapensi Indramayu ini, Kamis (16/4).
Uryanto menambahkan, apa yang diberikan kepada para konstituen di dapil-nya semata-mata sebagai wujud komitmen untuk memberikan yang terbaik. Ia berharap hadiah ini dapat bermanfaat bagi mereka yang mendapatkannya. Melonjaknya perolehan suara tersebut, kata Uryanto, adalah sebagai bentuk dukungan dan simpati para konstituen terhadap dirinya.
Ia juga berjanji untuk meneruskan aspirasi masyarakat apabila nanti kembali dipercaya untuk duduk di kursi DPRD. Salah seorang penerima doorprize, Sukatna menyatakan kegembiraannya. Ia berharap H Uryanto dapat kembali dipercaya untuk menduduki kursi DPRD Indramayu sehingga akan bisa menjadi penyambung lidah rakyat. (oet)

Golkar Unggul di Sukagumiwang

SUKAGUMIWANG— Tahapan rekapitulasi hasil Pemilu 2009 di PPK Kecamatan Sukagumiwang berakhir kemarin (16/4). Data yang dihimpun Radar dari PPK setempat, suara terbanyak diraih Golkar yakni 22.225, PPP di urutan kedua dengan 6.416 suara, PDIP menduduki urutan ketiga dengan 4.178 suara, keempat Demokrat dengan 2.940 suara dan PKB 2.243 suara.
Partai lainnya adalah Gerindra dengan 1.982 suara), PKS 1.656 suara, PBB 665 suara, PAN 658 suara dan Hanura 638 suara. Perolehan suara itu didapat dari 19 TPS dengan jumlah hak pilih 26.279 jiwa. Ketua PPK Sukagumiwang Ajis Sanusi mengatakan, rekapan hasil pemilu yang menggunakan sistem manual tersebut telah disempurnakan menggunakan komputerisasi dan disepakati para saksi.
“Rekapitulasi yang dilaksanakan dengan melibatkan para saksi dan panwas sejak awal hingga selesai tidak ada kendala. Alhamdulillah dapat terselesaikan dengan aman, tertib dan lancar yang hasilnya sudah ditandatangani secara bersama,” terangnya, kemarin.
Sebagai tanda selesainya rekapan yang dilakukan, PPK langsung menggelar rapat pleno yang dilanjutkan dengan foto bersama yang dihadiri Camat Sukagumiwang Asep Afandi SSos dan Kapolsek Kertasemaya AKP Mashudi SH. Camat Asep mengucapkan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada semua unsur penyelenggara pemilu yang sudah bekerja secara maksimal.
“Dalam hal ini, semua elemen yang turut serta dalam pelaksanaan pemilu sangat berjasa dalam mewujudkan suksesnya pemilu dengan tetap menjaga situasi tetap kondusif di masyarakat,” tukasnya. (tar)

Korban Berjatuhan, Warga Minta Fogging

INDRAMAYU - Meluasnya penyebaran demam berdarah dengue (DBD) di Kelurahan Lemahabang RT 21/04 Kabupaten Indramayu, mulai meresahkan warga. Warga pun mendesak Dinkes Indramayu segera melakukan fogging (pengasapan) gratis secara masal di kawasan tersebut. Pasalnya saat ini korban terus berjatuhan sementara pihak terkait tidak segera melakukan antisipasi.
“Terus terang, kita dan warga yang berada di kelurahan setempat sangat harap Dinkes segera melakukan pengasapan karena sudah belasan warga dinyatakan positif terserang DBD,” kata Dasuki (55), warga di Blok Skober yang anaknya terkena DBD. Dasuki menjelaskan, setidaknya ada puluhan warga yang terkena DBD dan belum ada langkah antisipasi dari dinkes. Padahal, kata, Dasuki, pihaknya bersama warga lainnya sudah mengusulkan ke Dinkes untuk segera dilakukan fogging.
Hal senada ungkapkan Hadi, warga lainnya. Ia merasa cemas dengan makin banyaknya korban DBD. Saat ini saja sudah dua orang yang menjalani perawatan di RSUD Indramayu yakni Dadang (37), dan Desi (16). “Belasan korban lainnya sekarang sudah sembuh,” tutur Hadi. (dun)

Rumah Ketua Kompi Diserbu Para Nelayan

Buntut Terus Molornya Kompensasi Pertamina
INDRAMAYU
– Pencairan kompensasi bagi nelayan dan petambak akibat pencemaran crude oil (minyak mentah) terus molor. Pihak Pertamina UP-VI Balongan sampai saat ini belum mencairkan kompensasi yang telah dijanjikan, dengan alasan masih harus melakukan verifikasi faktual.

Dampak dari kejadian ini, puluhan petambak menyerbu kediaman Ketua Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (Kompi), H Juhadi Muhamad, Kamis (16/4). Kedatangan mereka tidak lain untuk menanyakan tentang pencairan ganti rugi atau kompensasi yang telah dijanjikan Pertamina, namun sampai saat ini belum juga terealisasi.
“Terus terang saya hampir setiap saat selalu ditanya oleh para petambak, kapan kompensasi dari Pertamina akan cair. Saya sudah jelaskan kepada mereka kalau pencairan tinggal menunggu verifikasi faktual, tapi mereka tampaknya sudah terlalu lama menunggu sehingga sudah tak sabar,” ungkapnya.
Juhadi mengaku khawatir kalau para petambak maupun nelayan hilang kesabaran. Apalagi dalam pertemuan itu mereka banyak yang mengusulkan agar kembali turun ke jalan menuntut hak mereka kepada Pertamina yang tak kunjung cair.
Di tempat terpisah, Ketua Komisi A DPRD Indramayu, H Syarif Kaslam, juga ikut prihatin dengan nasib para nelayan dan petambak yang sampai saat ini belum juga menerima kompensasi atas pencemaran crude oil yang telah merugikan mereka. Dikatakan Syarif, pihak Pertamina mestinya jangan terus menerus mengulur-ulur waktu pencairan. Karena masyarakat nelayan dan petambak sudah sangat lama menunggu pencairan dana kompensasi tersebut. Syarif juga meminta pihak Pertamina untuk mempercepat proses verifikasi faktual di lapangan, agar proses pembayaran juga bisa cepat dilakukan.
“Kalau memang yang harus diverifikasi banyak, mestinya Pertamina bisa menambah personal untuk dilibatkan dalam proses verifikasi,” tandasnya.
Sebagaimana diketahui, Pertamina berjanji untuk memberikan kompensasi bagi nelayan dan petambak yang lahannya terkena dampak pencemaran crude oil.
Tahapan demi tahapan telah ditempuh. Bahkan besarnya nilai kompensasi juga telah disepakati bersama dan tinggal menunggu proses pembayaran.
Namun sebelum dilakukan pembayaran, pihak Pertamina terlebih dahulu melakukan verifikasi faktual dengan tujuan untuk mencocokkan antara data diatas kertas dengan di lapangan. Sayang sampai sekarang proses verifikasi faktual tersebut tak kunjung selesai. Warga berharap proses verifikasi bisa segera dilaksanakan sehingga proses ganti rugi bisa dinikmati warga. (oet)

Bus Tabrak Pohon Mangga, Sopir Tewas

WIDASARI— Busa Sinar Jaya nopol B 7567 XL menabrak dua pohon di Jl Raya Desa Ujung Pendok, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, Kamis dini hari (16/4) sekitar pukul 02.00. Sopir bus, A Hendra Kelana (42), warga Kp Tambun Kertasari, Bekasi, tewas setelah sempat dilarikan ke RSIZ Jatibarang. Sementara puluhan penumpang mengalami luka dan harus mendapat pertolongan medis di sekitar lokasi kejadian.
Data yang dihimpun Radar, bus melaju dari arah Jakarta dengan tujuan Cilacap, Jateng. Saat melaju kencang, sopir diduga hendak menyalip kendaraan lainnya. Tapi, Hendra mendadak dikagetkan dengan pecahnya kaca bagian depan bus setelah terkena hantaman benda tumpul. Pecahan kaca itu mengenai wajah Hendra dan mengganggu pandangannya. Sang kernet, Hidayat (29), mencoba mengambil alih kendaraan.
Tapi apes, jarak antara kendaraan dan pohon sudah sangat dekat.
Tabrakan pun tak dapat hindari. “Saya melihat orang naik motor, tiba-tiba turun dan melemparkan batu. Pecahan kaca mengenai mata sopir. Mobil oleng ke kanan, saya berusaha memegang kemudi. Ingin mengerem, tapi mobil sudah dekat dengan pohon,” tutur Hidayat. (tar)

Lagi, Petugas KPPS Meninggal

Diduga Kelelahan setelah Bertugas di TPS 6 Margadadi
INDRAMAYU
- Korban tewas diduga akibat kecapaian pasca Pemilu Ligeslatif (Pileg) tahun 2009 terus berjatuhan. Korban tewas kali ini adalah Nurjani (50), anggota KPPS Kelurahan Margadadi, Kecamatan/Kabupaten Indramayu. Ketua RT 01/04 kelurahan setempat itu meninggal setelah sempat mendapat perawatan tim medis RSUD Indramayu, kemarin (16/4).
Data yang berhasil dihimpun Radar, siang itu korban baru saja menyelesaikan tugasnya sebagai anggota TPS 6 di Kelurahan Margadadi. Sehari setelah pemilu, korban masih terlihat sehat dan mengikuti penghitungan suara bersama anggota KPPS lainnya. Kondisi tubuh korban mulai terlihat lemah usai penghitungan suara.
Menurut Lurah Margadadi, Moh Sidik, sebelum berlangsungya pileg, kondisi korban terlihat sehat dan masih mengikuti persiapan di TPS pada malam harinya. Saat pelaksanaan pemilu, korban bahkan menjalankan tugasnya dengan baik dengan kondisi yang masih tampak sehat. “Kesehtan korban mulai menurun dua hari pascapemilu. Dia hingga sempat jatuh pinsan ketika melakukan penghitungan suara,” tutur Sidik.
Dari data tim medis, korban meninggal akibat kecapaian saat melakukan penghitungan suara yang tak kunjung beres. ”Kami bersama jajaran kelurahaan turut bela sungkawa atas meninggalnya almarhum yang telah berjuang menyukseskan pemilu. Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” pungkas Sidik. (dun)

Disdik Tingkatkan Mutu Pengawas

INDRAMAYU – Peran pengawas sekolah sangat menentukan dalam peningkatan kualitas pendidikan. Untuk itulah kualitas sumberdaya manusia dari pengawas tersebut juga harus terus ditingkatkan.

Terkait dengan hal tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu telah menyelenggarakan diklat (pendidikan dan pelatihan) bagi pengawas TK/SD, SMP dan SMA, Rabu (15/4), di Aula Dinas Pendidikan. Kegiatan ini diikuti oleh 135 orang peserta.
Ketua panitia kegiatan, Drs H Nana Sudiana MPd menjelaskan, k diklat dilaksanakan dalam rangka meningkatkan profesionalisme pengawas sebagai tenaga kontrol dan pemikir yang profesional. Selain untuk meningkatkan SDM, dalam kegiatan ini juga dilakukan sosialisasi sertifikaksi dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di kabupaten Indramayu. “Setelah mengikuti kegiatan ini, para pengawas diharapkan akan melakukan implementasi program yang jelas sehingga akan mendapatkan output yang maksimal,” tandas Nana.
Pada kesempatan itu sekaligus dibentuk Asosiasi Pengawas Sekolah Seluruh Indonesia (APSSI) Kabupaten Indramayu. Terpilih sebagai Ketua APSSI adalah Suherman SAg dan Wakil Ketua Drs Wahyu. Sekretaris I H Kusnan SAg dan Sekretaris II Drs Rustam Effendi.
Suherman mengatakan, terbentuknya APSSI ini diharapkan bisa menjadi wadah bagi pengawas dalam memperjuangkan aspirasi maupun dalam rangka melakukan koordinasi yang lebih baik lagi diantara para pengawas. (oet)

PPK Juntinyuat Selesai Rekap

Golkar Unggul, PKS Masuk Tiga Besar
JUNTINYUAT
– Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Juntinyuat akhirnya berhasil menyelesaikan penghitungan suara pemilu 2009, Kamis (16/4). Ketua PPK Kecamatan Juntinyuat, Marzuki Fatan mengatakan, selesainya penghitungan suara ini berkat dukungan dan kerjasama semua pihak. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota PPK, pemcam Juntinyuat, pihak kepolisian, TNI, KPPS, serta para saksi dan pihak lain yang telah mensukseskan pelaksanaan pemilu di Juntinyuat.
“Kami bersyukur karena pelaksanaan pemilu di Juntinyuat telah berlangsung sukses tanpa ekses,” kata Marzuki Fatan.
Sementara Camat Juntinyuat, Drs H Udi Suwarsudi menyatakan salut kepada PPK yang telah mampu menyelenggarakan pemilu dengan sukses dalam suasana yang aman dan kondusif. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah ikut menjaga kondusifitas daerah.
Dari hasil rekapitulasi, Partai Golkar lagi-lagi masih unggul baik untuk DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi maupun DPR RI. Sementara posisi kedua ditempati PDIP dan PKS menyodok ke posisi ketiga.
Untuk posisi keempat dan seterusnya, ternyata perolehan suara untuk DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi maupun DPR RI tidak sama untuk satu partai. Untuk DPRD Indramayu misalnya, PPP berada di urutan keempat. Sementara untuk DPRD Provinsi dan DPR RI urutan keempat adalah Partai Demokrat.
PBB yang masuk di lima besar DPRD Indramayu, untuk DPRD Provinsi masih kalah dengan Hanura dan PKNU. Begitu juga untuk DPR RI, PBB masih kalah dengan Hanura. Partai yang cukup terpuruk adalah PKB, karena hanya berada di urutan kesembilan. Sepertinya suara PKB di Kecamatan Juntinyuat banyak yang lari ke PKNU. (oet)

PKNU Sukses Raih Massa Nahdliyin

Partai Hanura Unggul di Kecamatan Kandanghaur
SUKRA
– Hasil perolehan sementara suara Partai Politik (Parpol) berbasis massa nahdliyin di Kecamatan Sukra, direbut Partai Kebangkitan Nahdlatul Ulama (PKNU). Parpol nomor urut 34 ini nangkring di posisi keempat untuk suara DPRD Kabupaten Indramayu dengan raihan 1.617 suara. Berselisih jauh meninggalkan partai berazaskan Islam lainnya seperti PKB yang berada di urutan 7 (671 suara), dan PPP di posisi 10 (272 suara).
Posisi teratas tetap dipegang Partai Golkar dengan 6.800 suara, disusul PDI Perjuangan 3.264 suara, dan PKS 3.028 suara. Partai baru lainnya yang menyodok di urutan 10 besar yaitu, Gerindra urutan 5 (972 suara) dan PPRN (574 suara).
Sementara parpol peringkat pertama nasional Pemilu 2009, yakni Partai Demokrat, harus puas menduduki rangking ke-6 dengan perolehan 788 suara. (lihat grafis).
Sementara itu, dari hasil rekapitulasi penghitungan suara di PPK Kandanghaur, Partai Hanura menyodok di posisi kedua setelah Partai Golkar. Partai pimpinan Jenderal (Purn) Wiranto ini, berhasil memperoleh 9.105 suara dari 13 desa yang ada.
Penyumbang terbesar suara Partai Hanura berasal dari tiga desa diantaranya Desa Ilir (1.630 suara), Desa Bulak (1.906 suara) dan Desa Parean Girang (1.936 suara).
Sebagai perbandingan, di tiga desa itu, Partai Golkar hanya menang di Desa Ilir dengan jumlah 2.093 suara. Sedangkan di Desa Bulak dan Parean Girang, justru mengalami kekalahan cukup telak dengan hanya memperoleh 417 dan 868 suara.
Di Desa Eretan Wetan, Golkar juga kalah bersaing dengan PPP yang mendapatkan 2.074 suara. Sedangkan partai berlambang pohon beringin ini, hanya memperoleh 1.001 suara.
Namun secara keseluruhan, perolehan suara Partai Golkar cukup merata dan signifikan dibanding partai lain dengan jumlah total sebanyak 12.488 suara. (kho)

Persaingan Ketat, PKB Raih 5 Kursi

INDRAMAYU – Meski penghitungan suara hasil Pemilu Legislatif (Pileg) 2009 belum rampung, namun DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Indramayu optimis bisa meraih 5 kursi. Jumlah tersebut berarti PKB mengalami penurunan sebanyak 3 kursi dibandingkan Pemilu 2004 lalu.
Ketua DPC PKB Kabupaten Indramayu Drs H Ilik Sudana didampingi caleg dapil Dapil IV Drs H Juendi MSi menjelaskan, target PKB sebenarnya adalah 8 kursi sesuai dengan jumlah kursi periode sebelumnya. Penurunan jumlah kursi dipengaruhi berbagai faktor, baik internal maupun eksternal.
Faktor internal, menurut Ilik, adanya berbagai persoalan yang terus terjadi di tubuh PKB sehingga bisa berpengaruh besar kepada perolehan suara pemilu. Sedangkan faktor eksternal juga sangat mempengaruhi perolehan suara, yakni banyaknya parpol yang ikut dalam pemilu.
”Kami memang awalnya menargetkan 8 kursi di dewan, namun mau apalagi sebab realita di lapangan memang demikian adanya,” tutur Ilik Sudana, Kamis (16/4) di ruang kerjanya.
Meski mengalami penurunan, Ilik tetap bersyukur PKB masih diberikan kepercayaan oleh masyarakat. Perolehan lima kursi, kata dia, terdapat di Dapil 2, 3, 4, 5, dan 6. Sementara di dapil 1 tidak mendapat jatah kursi karena persaingannya sangat berat.
Sementara itu caleg PKB Dapil IV Drs Juendi MSi mengungkapkan, dari perhitungan suara sementara di tingkat PPK, PKB meraih lima besar dalam perhitungan suaranya.
Urutannya adalah Partai Golkar (44.830) PDIP (13.146), PKB (6.561), PKS (5.928), dan Demokrat (5.928) suara.
”Alhamdulilah saya bisa lolos dan kembali dipercaya masyarakat duduk di dewan,” tutur Juendi seraya meminta kepada para caleg PKB yang tidak lolos agar tetap harus bersabar. (dun)

Golkar Berjaya di Dapil IV

Diprediksi Raih 3 Kursi, Sisanya PDIP dan PKB
LOSARANG
- Perhitungan suara Pemilu Legislatif (Pileg) 2009 di daerah pemilihan (Dapil) IV yang mencakup Kecamatan Losarang, Lelea, Terisi dan Cikedung hingga Kamis (16/4) belum selesai dilakukan. Karena masih ada PPK yang melakukan perhitungan akhir dan rapat pleno untuk menetapkan perolehan suara di wilayahnya.

Namun dari hasil perhitungan cepat (quick count) sejumlah kalangan, untuk DPRD Kabupaten suara sah yang masuk sekitar 94.202. Partai Golkar diprediksi meraih kemenangan mutlak. Partai berlambang pohon beringin itu paling unggul dengan meraih 44.821 suara. Disusul PDIP yang meraup sekitar 13.000 suara, PKB 6.638 suara, PKS 5.928 suara dan Demokrat 5.459 suara.
“Hasil ini merupakan perhitungan cepat kami dari berbagai sumber, termasuk TPS, PPS dan PPK. Meskipun bukan data resmi, namun Insya Allah tidak akan jauh berbeda dengan hasil yang akan ditetapkan oleh 4 PPK di dapil IV maupun KPUD,” ujar Wawan Sugiarto STP, tim sukses salah satu caleg Golkar di dapil IV kepada Radar, kemarin (16/4).
Disebutkan Wawan, jika tidak ada perubahan suara sah yang masuk di dapil IV sebanyak 94.202 suara. Dengan alokasi sebanyak 5 kursi, maka BPP untuk setiap kursi adalah 18.840 suara. Sehingga Partai Golkar diprediksi meraih 3 kursi, yakni Hj Emi Jumiarsih SE, Drs H Dady Tarsatiadi dan Toto Kuryanto SAg M Hum.
Sedangkan sisa dua kursi lainnya, diprediksi akan diraih PDIP yang akan duduki Yudi yang meraih suara tertinggi diantara caleg internal lainnya. Sedangkan satu kursi lagi diprediksi akan diraih Juendi (PKB) yang meraih suara tertinggi diantara caleg internal lainnya.
Namun, hasil quick count DPD PKS seperti yang disampaikan ketuanya Ruswa SAg, untuk dapil IV PKS meraih 6.800 suara, sehingga sangat berpeluang untuk merebut satu kursi. “Untuk kepastian jumlah perolehan suara maupun caleg yang meraih kursi dari dapil IV ini bisa kita lihat pada hasil keputusan resmi masing-masing PPK dan pleno KPUD nanti. Ini hanya gambaran kasar kami setelah melakukan pendataan secara internal,” tegas Wawan. (mak)

Dapil VI, PKS dan Demokrat Dapat Kursi

HAURGEULIS – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat diprediksi memperoleh masing-masing 1 kursi legislatif DPRD Kabupaten Indramayu dari Daerah Pemilihan (Dapil) 6 Eks-Kawedanaan Haurgeulis. Kedua partai tersebut, mampu meraih lebih dari 8.000 suara. Kendati tidak memenuhi BPP, perolehannya melebihi hasil sementara suara partai lain, kecuali Partai Golkar dan PDI Perjuangan.
Ketua PAC PKS Anjatan Agus Makrus menegaskan, meskipun rekapitulasi penghitungan suara di 5 PPK di wilayah Dapil 6 masih belum ditetapkan, pihaknya optimis suara PKS mencapai lebih dari 11 ribu suara. Hal itu diketahui dari laporan Tim Sukses PKS di masing-masing kecamatan.
Rinciannya, di Kecamatan Anjatan dan Sukra meraih sekitar 3.000 suara, Patrol 2.000 suara, Haurgeulis 2.800 suara dan Gantar 900 suara. Caleg DPRD Kabupaten Indramayu yang mendapatkan suara terbanyak adalah nomor urut 1, yakni Hadi Hartono SE.
Menurut Agus, perolehan suara siginifikan itu diperoleh salah satunya karena kuota jumlah Caleg DPRD Kabupaten Indramayu di Dapil 6 terpenuhi, terisi dengan 11 orang caleg. “Hampir semua caleg mampu mendulang suara konstituen di wilayahnya masing-masing,” ujar Agus yang juga caleg nomor urut 2 PKS ini.
Satu kursi lainnya dari 10 kursi yang tersedia di Dapil 6, sepertinya akan menjadi milik Partai Demokrat. Data yang dihimpun Radar, perolehan sementara hasil suara yang didapat partai pimpinan Hadi Utomo itu sekitar 8.654 suara.
Sumbangan terbesar suara Partai Demokrat berasal dari Kecamatan Haurgeulis. Dimana caleg nomor 1 Raden Rio Resmana berhasil mendulang sekitar 4.000 suara. Setelah diambil setengah oleh Partai Golkar, sisa kursi lainnya diperkirakan direbut PDIP, PPP, PKB dan Gerindra. (kho)

Tujuh PPK Belum Tuntas

Deadline Penyerahan Rekap Suara Terus Molor
Mayoritas Panitia Pemilih Kecamatan (PPK), telah menyelesaikan rekapitulasi penghitungan suara di tingkat kecamatan. Namun, hingga hari ke-7 pasca pemilu, Kamis (16/4), sedikitnya 7 PPK belum melaporkan hasil rekapitulasi penghitungan suara kepada KPU Kabupaten Indramayu.

PPK yang belum menyerahkan hasil rekap adalah Patrol, Sukra, Bongas, Anjatan, Kandanghaur, Gabus Wetan dan Haurgeulis. Sedangkan di Kabupaten Indramayu, terdapat 31 PPK. Anggota KPU Kabupaten Indramayu Drs Madri menargetkan sampai Sabtu (18/4) besok, seluruh PPK telah menyerahkan hasil penghitungan suara.
“Laporan yang kami terima, semua PPK sudah menyelesaikan penghitungan. Hanya tinggal menunggu rapat pleno-nya saja,” jelas Madri.
Bahkan, di PPK Kandanghaur sudah melaksanakan rapat pleno, setelah 6 hari melaksanakan penghitungan rekapitulasi di 13 PPS. “Sudah selesai semua, tinggal menyalin data ke dokumentasi yang harus diisi secara manual. Setelah itu, kami akan kirim ke KPU,” ujar Ketua PPK Kandanghaur Drs H Moh Jahja.
Di PPK Bongas, Patrol dan Anjatan juga telah selesai melakukan rekapitulasi, tinggal menunggu pengesahan. “Tinggal rapat plenonya saja. Insya Allah besok (hari ini-red) dilaksanakan,” ungkap Ketua PPK Anjatan Gufron SAg.
Meskipun proses rekapitulasi sudah dilakukan, Gufron tidak berani mengumumkan hasil perolehan suara seluruh parpol maupun caleg, sebelum disahkan dalam rapat pleno. “Data valid hasil perolehan suara baru bisa diketahui setelah rapat pleno dan memasukkannya ke dokumentasi laporan,” tambahnya.
Keterlambatan rekapituasli suara di tingkat PPK itu, salah satunya karena banyaknya parpol dan caleg peserta pemilu. Petugas PPK harus membacakan satu persatu perolehan parpol dan caleg pada setiap TPS mulai dari perolehan suara untuk DPR RI , DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten di hadapan para saksi.
Bahkan petugas PPK, harus bekerja siang malam untuk menyelesaikan pengecekan atau penghitungan hasil perolehan suara pemilu itu. (kho)

PAN Terancam Tak Dapat Kursi

Suara Jeblok, Kalah dari Partai Pendatang Baru
LOSARANG
- Hasil terpuruk dialami Partai Amanat Nasional (PAN), pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2009. Perolehan suara sementara partai berlambang matahari terbit ini jeblok hampir di sejumlah daerah pemilihan (Dapil). Bahkan, satu-satunya kursi legislatif DPRD Kabupaten Indramayu yang pada Pemilu 2004 berhasil didapat dari Dapil 6 (eks-Kawedanaan Haurgeulis), juga tidak mampu dipertahankan.
Dari 4 caleg yang bercokol di Dapil yang memiliki 5 kecamatan tersebut, PAN hanya mampu meraup dukungan di bawah 2.500 suara, atau kurang dari setengah jumlah perolehan Pemilu 2004 yang bisa mencapai 6.377 suara. PAN kalah dari partai lainnya seperti PKS, Partai Demokrat, PKB, PPP, dan dua pendatang baru yakni Hanura maupun Gerindra, yang berhasil meraup lebih dari 5.000 suara merata di setiap Dapil.
Kondisi serupa terjadi di Dapil IV yang meliputi wilayah eks-Kawedanaan Losarang. Dari 4 kecamatan diantaranya Losarang, Terisi, Cikedung dan Lelea, partai pimpinan Soetrisno Bachir itu, juga hanya memperoleh kurang dari 3.000 suara.
Bahkan di Kecamatan Kandanghaur, salah satu dari 4 kecamatan di Dapil IV, perolehan PAN hanya 1.062 suara atau berada di peringkat 8 besar. Ketua DPC PAN Kecamatan Haurgeulis Sujadi Eka Saputra SH menyatakan, kekalahan yang diderita partainya cenderung akibat persaingan politik yang tidak sehat. Dia mencatat, sejumlah partai telah melakukan indikasi money politic dalam meraih kemenangan.
“Memang ini sulit dibuktikan. Tapi fakta di lapangan demikian adanya,” dalih Sujadi yang juga Caleg PAN DPRD Kabupaten Indramayu nomor urut 1 ini. Hal lainnya yang menggerogoti suara, kata dia, adalah karena banyak konstituen PAN yang tidak mendapatkan kartu undangan karena tidak terdapat di Daftar Pemilih Tambahan (DPT).
“Indikasi kecurangan juga ada. Seperti suara PAN yang ada di TPS tiba-tiba hilang,” tandasnya. Dia mengaku sulit melaporkan pelanggaran tersebut, karena waktu yang ditentukan sangat terbatas.
Sementara Ketua Ketua Majelis Pertimbangan Partai Daerah (MPPD) DPD PAN Kabupaten Indramayu H Komarudin AW, menyebutkan, perolehan suara PAN diperkirakan kurang mencukupi sehingga tidak memperoleh kursi dari setiap Dapil. “Memang, secara keseluruhan hasil perolehan suara belum diketahui. Tapi melihat kondisi di lapangan dan informasi dari berbagai sumber, sepertinya PAN tidak akan memiliki wakil di DPRD Kabupaten Indramayu,” jelasnya.
Penyebab kekalahan PAN yang hampir merata diseluruh Dapil, menurut Komarudin, adalah karena keterbatasan dana finansial yang dimiliki, baik dari partai maupun caleg sendiri. Akibatnya suara yang didapat, kurang optimal. “PAN Indramayu kurang modal. Itulah faktor fundamentalnya,” tegas Komarudin yang juga Caleg DPRD Kabupaten Indramayu dari Dapil 4 ini
Sementara itu, dikonfirmasi koran ini, Ketua DPD PAN Kabupaten Indramayu H Edi Kusnaedi mengaku belum tahu hasil perolehan suara partainya dimasing-masing Dapil. “Belum tahu, kan masih dalam proses perhitungan,” tukasnya. (kho)

Usaha Warnet Marak ke Pelosok Desa

ANJATAN - Usaha warung internet (warnet) berkembang kian pesat di wilayah Kabupaten Indramayu. Warnet tak hanya dijumpai pusat keramaian Kota Mangga. Hampir di pelosok kecamatan, ternyata juga ramai usaha penyewaan online untuk berselancar di luasnya informasi dunia maya tersebut.
Sekadar diketahui, sejak setahun terakhir jumlah warnet yang beroperasi di Kecamatan Eks-Kawedanan Haurgeulis saja mencapai 20 unit. Terbanyak di wilayah Kecamatan Haurgeulis (11 unit), Anjatan (7 unit) Patrol (2 unit) dan Sukra (1 unit). Usaha warnet memang dianggap cukup menjanjikan lantaran keuntungan yang didapat lumayan besar.
Aktifis Internet yang kebetulan memiliki warnet "Ini Warnet" haurgeulis Boby Jatibarang menyebutkan, dengan modal awal Rp40 juta, setiap bulan omzetnya mencapai Rp6,5 juta. “Untuk saat ini, bisnis usaha warnet sangat prospektif,” ungkapnya kepada Radar, Rabu (15/4). Tak heran, pertumbuhan warnet di Kecamatan Anjatan dan sekitarnya terus berkembang pesat.
Hanya saja yang menjadi kekhawatirannya, sekarang ini sudah terjadi perang tarif menyusul munculnya warnet yang baru membuka usaha. Sekarang, tarif umum yang dikenakan bagi pengguna warnet Rp3.000 sampai Rp4.000/. Tapi ada beberapa warnet baru yang berani memasang tarif Rp2.500 perjam plus ruangan ber-AC. Terang saja, konsumen yang kebanyakan adalah para pelajar lebih memilih warnet yang bertarif lebih murah.
Menurut Asep, perang tarif terjadi lantaran belum terbentuknya wadah bagi seluruh pengusaha warnet. “Di sini susah ngumpulin pengusaha warnet untuk menyamakan persepsi. Semuanya jalan sendiri-sendiri, tidak kompak,” keluhnya. Padahal, dengan dibentuknya wadah semisal Asosiasi Pengusaha Warnet, banyak manfaat yang akan didapat. Seperti tentang patokan tarif yang sesuai dan kompak diberlakukan secara bersama-sama. “Kalau perang tarif sampai jor-joran, tentu akan ada warnet yang cepat jatuh bangkrut,” tandas Boby. (kho)

Masuk, Suara Sementara dari Dapil

INDRAMAYU - Organisasi Amatir Radio (Orari) Kabupaten Indramayu bekerja ekstra untuk terus mengakses data perolehan suara sementara pemilu legislatif (pileg) dari masing-masing dapil. Hingga pukul 21.00 tadi malam, Orari telah menerima kiriman data perolehan suara sementara dari enam dapil. Orari tetap menunggu data dari daerah lainnya yang belum masuk.
“Saat ini kita sudah mengakses perolehan suara sementara dari masing-masing dapil se-Indramayu. Perolehan suara sementara untuk dapil satu yang sudah masuk ke desk Orari mencapai 172.858 ribu suara, dapil dua 21 ribu suara, dapil tiga 35.804 ribu suara, dapil empat 58.150 ribu suara, dapil lima 25.073 ribu suara, dan 11.938 ribu suara. Dari masing-masing dapil sudah masuk, tapi itu belum semuanya,” ujar Agung, bagian entry data Orari Kabupaten Indramayu.
Agung menegaskan, puluhan petugas Orari dari masing-masing dapil mulai ditarik ke bagian sekretariat untuk membantu memasukkan jumlah data hak pilih. Dari masing-masing dapil, menurut Agung, data perolehan sura yang masuk mencapai 17,36 persen setiap dapil. Pihaknya juga bersama dengan petugas Orari lainnya selalu siaga di sekretariat untuk memasukkan data dari laporan petugas Orari yang berada di setiap dapil.
Petugas Orari, kata dia, sampai saat ini sebagian masih memantau hasil perhitungan seperti yang masih dilakukan PPK Kecamatan Karangampel. ”Kita masih menempatkan petugas Orari di setiap dapil karena data perolehan suara sementara yang masuk juga masih sifatnya sementara. Oleh karenanya tingkat koordinasi tetap kita dilakukan hingga semua suara di setiap dapil biss terpantau dan terdata,” tutur Agus.
Pantauan Radar, puluhan petugas Orari Kabupaten Indramayu tampak sibuk untuk memasukan data suara caleg maupun parpol yang baru masuk dari petugas yang berada di setiap dapil. Mereka tampak lelah, namun semangatnya untuk menyelesaikan tugasnya cukup tinggi. Sementara KPU Kabupaten Indramayu hingga kemarin belum menerima hasil rekapitulasi perolehan suara dari masing-masing PPK. Tak heran kalau sampai hari ini (kemarin) KPU belum bisa menunjukan data perolehan suara dari masing-masing dapil. (dun)

Demokrat dan Gerindra Bersaing Ketat

JATIBARANG — Hasil perolehan suara untuk tingkat DPRD Kabupaten Indramayu di Kecamatan Jatibarang, masih dikuasai Partai Golkar. Hal itu dilihat dari hasil rekapitulasi 133 TPS di 15 desa se-Kecamatan Jatibarang meraih 14.100 suara.

Berdasarkan data yang diperoleh Radar, Golkar berada diurutan pertama untuk perolehan tingkat DPRD Kabupaten yang disusul sebanyak 5.919 suara milik PDIP. Urutan ketiga diduduki Demokrat dengan hasil 2433 suara, keempat dengan perolehan suara 2.312 direbut Gerindra dan kelima PKS meraih 1818 suara.
Sementara itu, lima partai yang masuk dalam 10 besar, posisi keenam PAN dengan 1.509 suara, disusul Hanura 1.019 suara, PBB 1.004 suara, PKB 958 suara dan PPP 307 suara. Untuk perolehan DPRD Provinsi yang termasuk dalam 5 besar diantaranya Golkar meraih 13.528 suara, PDIP 6.079 suara, Demokrat 3076 suara, PKS 1.844 suara, Gerindra 1.742 suara.
Di tingkatan ini PKS naik satu peringkat merebut posisi Gerindra pada hasil di tingkat kabupaten.
Sedangkan untuk perolehan suara 5 besar DPR RI masih didominasi Golkar yang mampu meraih 12.800 suara, selanjutnya disusul PDIP 6468 suara, Demokrat 3.546 suara, PKS 1798 suara dan Gerindra 1.777 suara. Di tingkat pusat juga PKS mengalami tetap menduduki posisi keempat dan Gerindra masih tertahan di posisi kelima dalam lima besar. (tar)

Terdakwa Kabur Saat Akan Sidang

Alasan Temui Keponakan, Lompati Pagar Pengadilan
INDRAMAYU
- Pengadilan Negeri (PN) Indramayu mendadak gempar, kemarin (15/4). Itu menyusul kaburnya seorang terdakwa kasus perkosaan saat hendak menjalani proses persidangan. Terdakwa bernama Gufron (28), warga Blok Tegalkerasak, Desa/Kecamatan Krangkeng. Dia diduga nekat kabur karena tahu akan dituntut hukuman 10 tahun penjara pada sidang putusan (vonis) setelah empat kali menjalani proses persidangan.
Data yang berhasil dihimpun Radar, terdakwa pemerkosaan anak di bawah umur itu digiring ke pengadilan sekitar pukul 11.00. Sembari menanti giliran sidang, dia menunggu di ruang tunggu tahanan. Gufron kemudian meminta izin kepada petugas jaga tahanan bernama Tatang, untuk menemui keponakannya yang kebetulan membesuknya. Tatang tidak menaruh rasa curiga dan mengizinkan terdakwa menemui keponakannya di musala.
Rupannya kesempatan itu tak disia-siakan terdakwa. Ia lalu melepas baju tahanan lalu kabur dengan cara melompat lewat pagar belakang pengadilan. Aksi Gufron diketahui seorang panitera yang melihat pakaian tahanan tergeletak di belakang musala.
Karuan, jaksa penunut umum (JPU) Agus JP SH dan jaksa lainnya yang hendak menyidangkan terdakwa kaget dan meminta petugas untuk melakukan pengejaran. ”Semua orang langsung mengejarnya,” kata Ali Kambalia, salahsatu saksi mata di pengadilan. Diceritakan Ali, aksi kejar-kejaran itu tak membuahkan hasil. Terdakwa sudah kabur dan tidak terlacak lagi.
Sidang pun batal digelar. Jaksa Agus JP SH membenarkan Gufron kabur saat akan sidang tuntutan. Dijelaskannya, tuntutan yang akan dijatuhkan adalah selama 10 tahun penjara.
Sementara Kepala LP Indramayu Drs Agus Juhadi mengungkapkan, kaburnya tahanan bukan lagi tanggung jawab pihaknya.
Sebab, kaburnya terdakwa itu tidak dalam tahanan LP, melainkan saat hendak sidang dan merupakan wewenang pihak kejaksaan. ”Kami dari LP hanya bertugas untuk menyerahkan terdakwa saat petugas kejaksaan menjemput terdakwa. Kaburnya menjadia tanggung jawab kejaksaan,” katanya. (dun)

Pensiun Jadi Pejabat, Pilih Jadi ”Pengacara”

Menikmati Masa Tua Ala Mantan Kadis Perikanan Jabar Ir H Darsono
Memasuki masa pensiun, Ir H Darsono masih disibukkan dengan berbagai akivitasnya yang tak jauh dari bidang perikanan. Dia mengaku, sudah beralih profesi sebagai “Pengacara” alias pengangguran banyak acara. Seperti apa hari-hari yang dijalaninya sekarang?

LAPORAN: KHOLIL IBRAHIM DARI KANDANGHAUR
IR
H Darsono diujung karirnya menjabat sebagai Kepala Dinas Perikanan Provinsi Jawa Barat. Pria kelahiran Desa Karanganyar Kecamatan/Kabupaten Indramayu 1 Desember 1950 ini, memasuki masa pensiun sejak 1 Januari 2009 lalu. Kendati tidak lagi menjadi pejabat, tapi bagi siapapun yang pernah dekat dan mengenal ‘Mbah’-nya dunia perikanan Jawa Barat ini, pasti tak akan lupa sosok Ir H Darsono.
Begitu juga wartawan koran ini. Tak sengaja, ketika makan siang di sebuah warung nasi di pinggiran jalan raya Karangsinom-Gabus Wetan, melihat Ir H Darsono dengan penampilan yang berbeda, masuk di warung yang sama. Mengenakan pakaian batik lengan pendek warna coklat bermotif kotak-kotak, Darsono dengan wajah yang dari dulu selalu tampak cerah, ikut antre memesan menu makan siang kepada pemilik warung. “Sop iga,” ucapnya dengan mulut tersenyum.
“Ah itu pasti pak Haji Darsono,” gumam saya. Benar saja, ciri khasnya, bagian depan kepala sedikit botak, berkacamata dengan senyum selalu mengumbang, tak bisa membohongi. “Oh iya, kebetulan saya lagi nunggu teman, sekalian makan siang di sini. Dari Radar ya?,” saat disapa, lalu balik bertanya.
“Saya sudah pensiun sejak awal tahun ini. Sekarang ya biasa lah, cari kesibukan mumpung masih diberi umur. Ganti profesi, jadi pengacara alias pengangguran banyak acara. Ha..ha..ha,” katanya sambil tertawa lebar.
Tapi, rupanya makan siang tersebut, hanya sebagai transit. Ada misi besar yang sedang digarap bapak empat orang anak dan dua cucu ini. Rencana dia bersama temannya itu, selepas makan mau melihat pilot project pribadinya yang saat ini dikembangkan di Desa Babakan Jaya, Kecamatan Gabus Wetan.
“Saya lagi mengembangkan Lele Mesir. Ini proyek pribadi, bukan pemerintah,” ungkap Darsono. Kalau sudah bicara tentang ikan atau yang berbau perikanan, mantan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu ini, selalu open information, alis terbuka.
Lele Mesir ini, terang dia, asli dari Mesir dan dibeli dari sononya. Anak pertamanya, kebetulan kuliah di Universitas Al Azhar Mesir. Pulang kampung, sekalian membawa bibit Lele Mesir yang dipesannya. Jumlahnya 400 ekor. “Sekarang lagi dikembangkan, dikaji oleh teman saya ini. Namanya Madakir,” ucapnya sambil menunjuk kedatangan seseorang yang ditunggunya dari tadi.
Dari 400 ekor benih lele Mesir itu, 21 ekor diantaranya sudah jadi indukan. Dari situ akan dihasilkan bibit Lele Mesir yang bisa dikembangkan lebih banyak lagi. Caranya melalui kawin silang dengan berbagai jenis lele yang lain. Seperti lele Sangkuriang dan lele Thailand.
“Pokoknya akan lebih bagus dari jenis lele yang sudah ada. Fisik lebih panjang dan jumlah telornya lebih banyak,” terang suami Hj Ani ini.
Kalau proyek ini berhasil, lele tersebut akan dilepas ke masyarakat dan diberi nama baru. “Lele Darma namanya. Atau lele Darma Ayu. Tapi bisa juga, lele Darsono-Madakir. Ha..ha..ha..,” sebutnya lalu tertawa lagi.
Bagi penggemar berat kopi hitam ini, pensiun, bukan berarti berpangku diri. Justru harus mampu memberikan apa yang bisa bermanfaat bagi orang lain. Bagi-bagi ilmu, pengalaman, sumbang pemikiran, tenaga, atau apa saja. Tentu tak jauh dari bidang yang pernah digelutinya, yakni perikanan.
“Pilot percontohan ini tidak semata-mata untuk bisnis, untuk uang. Tapi sebagai upaya memberikan pencerdasan kepada masyarakat, bahwa kita bisa melakukan apa saja yang dulunya tidak mungkin. Tidak harus menunggu uluran tangan dari pemerintah,” terang penerima Satya Lancana Karya Satya 20 tahun dari Presiden RI ini.
Apalagi, Kabupaten Indramayu merupakan salah satu sentra produksi perikanan di Indonesia . Banyak yang bisa digarap. “Selain perikanan, pertanian dan peternakan masih banyak potensi yang bisa dikembangkan. Saya sedang berusaha bergerak di bidang itu,” lanjutnya.
Sebelum menutup obrolan, Darsono napak tilas perjalanan hidupnya. Dia mengaku dari keluarga sangat miskin. Bapaknya Caryan adalah tukang cukur. Ibunya Saidah, bekerja sambilan sebagai tukang rujak untuk menghidupi keluarga. Darsono anak bontot dari sepuluh bersaudara.
Ketika usia 4 tahun, dia bersama saudaranya dibawa mengembara ke Jakarta. Karena masih kecil, Darsono dikembalikan ke kampung halamannya dan tinggal bersama saudara orang tuanya yang lain.
Darsono disekolahkan dari SD, SMP sampai SMA di Indramayu. Tentu, tanpa dukungan dari orang tuanya yang lemah dari segi ekonominya. “Boro-boro mikirin sekolah, buat makan saja sama susahnya dengan yang lain. Saudara-saudara saya yang sembilan, tidak ada yang makan bangku sekolahan,” tuturnya.
Selepas SMA, dia diajak temannya masuk IPB Bogor mengambil jurusan Biologi Perairan dan Perikanan. Waktu itu kata dia, tidak kepikiran untuk melanjutkan kuliah. Selain karena kondisi ekonomi, juga lantaran dia tidak terlalu cerdas. “Otak saya pas-pasan. Tapi saya punya semangat, untuk merubah nasib keluarga lebih baik lagi,” jujurnya.
Semasa kuliah, dia pontang-panting cari makan sendiri. Terkadang harus puasa Senin, Kamis, Jumat dan Minggu. Jadi tukang cuci, diapun jalani.
Lulus menyandang gelar S1 tahun 1977, Darsono diterima sebagai CPNS dan menjabat sebagai Kasie Teknik Budidaya Diskan Propinsi Jabar. Selepas itu, karirnya terus melejit hingga menduduki jabatan sebagai Kepala Dinas Perikanan Provinsi Jabar. (*)

YO’I Motor Gelar Touring Wisata Gunung Guci

ANJATAN – YO’I Motor sebagai salah satu show room sepeda motor di Kecamatan Anjatan, tak henti-hentinya memuaskan konsumen setianya. Setelah sukses menggelar touring sepeda motor wisata ke waduk Cirata Purwakarta pekan pertama bulan Februari lalu, bulan depan atau tepatnya pada tanggal 9-10 Mei, kembali dilaksanakan touring menuju objek wisata ke Gunung Guci Brebes, Jawa Tengah.
Kepastian ini disampaikan owner YO’I Motor Iyoh Sudiro MU, Rabu (15/4) di showroomnya yang bertempat di tepi jalan raya Kopyah.
Dijelaskan, kegiatan tahunan hasil kerjasama dengan Interlock Community Motor Anjatan (ICMA) dan HU Radar Indramayu ini, akan diikuti sedikitnya 20 motor dari berbagai merk. Selain berdarmawisata, diharapkan peserta mendapat tambahan pengetahuan tentang tata cara konvoi dan touring yang benar di jalan raya.
“Artinya, bagaimana para peserta memperlihatkan suasana yang tertib di jalan raya. Jadi, kendraan yang ikut harus memenuhi persyaratan kelengkapan kaca spion, lampu-lampu dan knalpot tidak berbunyi keras. Pemilik kendaraan harus juga melengkapi SIM, STNK, memakai helm standar serta jaket,” jelasnya.
Acara yang dilaksanakan selama dua hari tersebut, sekaligus juga melakukan kunjungan silaturahmi dengan klub motor setempat, yakni Yahonzuki Tegal. Event kali ini, sambung Ketua ICMA Zen Kaligane, merupakan kali keempat sejak terbentuk setahun lalu. Sebelumnya, bersama anggota dan pengurus melaksanakan touring ke sejumlah tempat wisata seperti ke Sumedang, objek wisata Tangkuban Perahu Subang dan waduk Cirata Purwakarta. (kho)

Dapil I Partai Golkar Diprediksi 4 Kursi

Sisanya Diraih PDIP, Hanura, PKS, Demokrat dan Gerindra
INDRAMAYU
- Data resmi hasil perolehan suara Pemilu Legistlatif 2009 di Daerah Pemilihan (Dapil) I Kabupaten Indramayu masih belum masuk semua ke KPUD dari 7 PPK yang ada. Karena hingga Rabu kamarin (15/4), masih ada beberapa PPK, termasuk di Kecamatan Indramayu yang masih melaksanakan perhitungan maupun rapat pleno untuk menetapkan perolehan suara.
Namun informasi yang berhasil diterima koran ini dari berbagai sumber yang melakukan perhitungan cepat untuk DPRD Kabupaten, Partai Golkar diprediksi akan meraih 4 kursi dari 9 kursi yang diperebutkan di Dapil 1. Sedangkan sisa lima kursi lainnya diprediksi akan diraih oleh lima parpol, masing-masing PDIP, Hanura, PKS, Demokrat dan Gerindra.
Dapil I yang terdiri dari 7 kecamatan, masing-masing Indramayu, Balongan, Sindang, Pasekan, Lohbener, Cantigi dan Arahan, suara sah yang masuk sekitar 148.705 suara. Dari jumlah suara sah yang masuk itu, Partai Golkar berhasil meraih 56.907 suara, PDIP 20.452 suara, Hanura 12.722 suara, PKS 11.529 suara, Demokrat 9.204 suara, Gerindra 7.499 suara, PKB 6.943 suara dan PAN 2.683 suara.
“Kalau suara sah di Dapil I untuk DPRD Kabupaten itu sebanyak 148.705, maka BPP untuk satu kursinya adalah 16.523 suara. Sehingga dari perolehan suara dari masing-masing parpol itu, Golkar akan meraih 4 kursi sedangkan 5 sisanya akan diraih PDIP, Hanura, PKS, Demokrat dan Gerindra masing-masing 1 kursi. Meskipun hasil suara ini tidak resmi, namun Insya Allah tidak akan jauh berbeda dengan perhitungan akhir PPK di Dapil I maupun yang ditetapkan KPUD nanti,” ujar Hasyim Abdurahman, salah satu tim sukses caleg Golkar di Dapil I.
Dikatakan Hasyim, pihaknya melakukan perhitungan cepat dari berbagai sumber, terutama data TPS/PPS yang masuk ke PPK di Dapil I. Sedangkan caleg yang akan duduk di DPRD Kabupaten dari 6 parpol yang meraih kursi dari 9 kursi yang diperebutkan, masih dikuasai incumbent. Untuk 4 kursi yang akan diperoleh Partai Golkar di dapil 1 diprediksi diraih H Uryanto Hadi SH SE, Taufik Hidayat dan Hj Kholidah Dwiningrum, ketiganya incumbent. Sedangkan satu kursi lagi diisi muka baru, yakni Syaefudin yang perolehan suaranya masuk 4 besar.
Sementara untuk PDIP yang diprediksi meraih kursi adalah Kuswanto. Hanura diraih caleg muda Ali Wardana, sedangkan PKS diduduki H Suwarto yang meraih suara tertinggi diantara caleg PKS lainnya. Untuk Partai Demokrat di Dapil 1 diprediksi akan diisi Ir Aris Solihin. Sementara untuk partai Gerindra kemungkinan diraih mantan kuwu dan pengusaha kerupuk Blok Dukuh, Desa Kenanga, yakni H Hasan Basari yang memperoleh suara tertinggi diantara caleg internalnya.
“Dari hasil perhitungan yang kami lakukan, maka banyak caleg muka baru dari dapil I yang akan mewarnai gedung wakil rakyat di Indramayu,” tegas Hasyim.
Belum selesainya perhitungan suara masing-masing PPK di Dapil I dibenarkan oleh Camat Indramayu Drs H Moch Mudor MSi. Menurutnya di Kecamatan Indramayu sendiri, PPK-nya masih melakukan perhitungan dan pleno pada Rabu malam di sekretariat-nya. “PPK Kecamatan Indramayu pada Rabu malam masih melakukan perhitungan akhir dengan melibatkan pihak-pihak terkait. Mudah-mudahan Kamis ini perhitungan di PPK sudah selesai sehingga bisa diketahui perolehan finalnya,” jelas Camat Mudor. (mak)

Petani Patrol Terima Bantuan Bibit Padi

PATROL – Camat Patrol Drs H Djohar Maknun, Rabu (15/4) menyerahkan bantuan sebanyak 13 ton bibit padi Ciherang dan 450 kg bibit padi Hibrida, kepada 23 gabungan kelompok tani (Gapoktan) se-Kecamatan Patrol.

Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) untuk program Sekolah Lapangangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPPT) dari pemerintah pusat tersebut, diserahkan secara simbolis kepada Ketua KTNA Kecamatan Patrol Sukandi SH, bertempat di aula kantor BPP Kecamatan Patrol.
Ikut menyaksikan, Kepala UPTD Pertanian dan Peternakan Ahmad Mujahidin, Kepala BPP Siswadi STKp, para PPL, penyuluh pertanian serta perwakilan Gapoktan.
Camat Djohar Maknun mengatakan, setelah disibukkan dengan aktivitas pemilu, saat ini sudah waktunya para petani kembali turun ke sawah. “Manfaatkan bantuan ini dengan sebaik mungkin supaya produksi padi lebih meningkat. Tapi jangan lupa perhatikan kualitasnya juga,” sarannya.
Sementara itu, Kepala BPP Siswadi STKp menjelaskan, bantuan benih padi tersebut guna menunjang Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2PBN) untuk wilayah Kecamatan Patrol. Rinciannya, untuk 500 Ha sawah non hibrida dan 45 Ha sawah hibrida. Selain bantuan benih padi, BLM juga menyalurkan bantuan berupa Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) serta normalisasi jaringan irigasi tingkatkan usaha tani (Jitut).
Ketua KTNA Sukandi SH menegaskan, bantuan pertanian yang diberikan secara gratis kepada para petani itu, akan dipergunakan sebaik mungkin untuk meningkatkan kesejahteraan para mereka.
“Bantuan ini akan disalurkan langsung kepada petani agar dapat digunakan sebagaimana mestinya. Bibit ini tidak akan dijadikan beras apalagi sampai dijual,” terangnya sembari berharap bantuan dari pemerintah tidak hanya selesai di sini, namun terus berlanjut dengan memberikan bantuan lainnya, seperti pupuk, obat-obatan dan memperbaiki sejumlah irigasi yang rusak. (kho)

Ruswa Optimis PKS Raih 6 Kursi

INDRAMAYU – Penghitungan suara hasil pemilu 2009 memang belum usai. Bahkan penghitungan di tingkat kecamatan juga masih banyak yang belum kelar. Meskipun demikian DPD PKS Kabupaten Indramayu optimis kalau target 3 besar akan tercapai, yaitu meraih 6 kursi DPRD Indramayu.
Ketua DPD PKS Indramayu, Ruswa SAg mengatakan, target PKS sebenarnya adalah meraih 9 kursi DPRD Indramayu. Namun berdasarkan realita di lapangan, kemungkinan PKS hanya akan mampu meraih 6 kursi. “Insya Allah kami akan mampu meraih enam kursi dari target sembilan kursi,” tandas Ruswa kepada Radar, Rabu (15/4).
Ruswa menjelaskan, berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) yang dilakukan PKS ternyata perolehan suaranya cukup signifikan, terutama di Dapil 1 dan Dapil 6. Di Dapil 1 yang meliputi Kecamatan Indramayu, Balongan, Sindang, Pasekan, Lohbener, Arahan, dan Cantigi, PKS mampu meraih 11.800 suara. Sementara di dapil 2 PKS memperoleh 7.100 suara, dapil 3 sebanyak 7.900 suara, dan dapil 4 memperoleh 6.800 suara. Sedangkan dapil 5 hanya memperoleh 4.500 suara, dan dapil 6 mampu meraup 10.700 suara.
Ruswa mengatakan, banyaknya dukungan dari masyarakat terhadap PKS membuktikan bahwa masyarakat memang menginginkan adanya perubahan dalam tubuh pemerintahan, khususnya untuk anggota dewan. “Insya Allah kader PKS kalau dipercaya akan membuktikan diri sebagai wakil rakyat yang bersih, peduli dan profesional,” tandas Ruswa. (oet)

Golkar Tetap Unggul di Krangkeng-Karangampel

INDRAMAYU – Sejumlah PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) akhirnya telah menyelesaikan proses penghitungan suara pemilu 2009. Diantaranya adalah PPK Kecamatan Krangkeng dan Karangampel. Berdasarkan hasil penghitungan suara di dua kecamatan ini, Partai Golkar suaranya masih di atas partai-partai lainnya. Sementara posisi dua, tiga dan empat diperebutkan antara PPP, PDIP dan PKB. Sedangkan posisi lima dan enam ditempati Partai Demokrat dan PKS.
Untuk DPRD Indramayu, Partai Golkar mampu meraup 21.003 suara. Di posisi kedua adalah PPP dengan 8.441 suara, dan ketiga PDIP dengan 7.249 suara. Kemudian PKB (5.252), Demokrat (3.566), dan PKS (3.054). Golkar juga masih unggul di DPRD Provinsi dengan 17.678 dan posisi kedua PDIP dengan 8.052 suara. Posisi ketiga ditempati PKB dengan 5.418, dan keempat Partai Demokrat (5.392). Berikutnya PPP (5.103) dan PKS (3.562).
Suara DPR Pusat, Partai Golkar juga tetap unggul dengan 16.768 suara. Di peringkat kedua adalah PDIP dengan 7.757 suara, disusul PKB (7.324), PPP (5.252), Demokrat (5.177) dan PKS (3.119).
Caleg DPRD Indramayu yang mampu meraih suara signifikan diantaranya Hj Anna Sophana dan Asniyah Darpadi (Partai Golkar), H Isa Ansori (PPP). Kemudian ada nama Ruwadi Budiman (PDIP) dan Drs H Abdullah Thohir (Demokrat) yang juga diprediksi bakal lolos.
Sementara untuk DPRD Provinsi, Daniel Muttaqien ST (Partai Golkar) masih unggul atas calon-calon lainnya. Kemudian ada juga H Nur Asyik (PPP), H Helmy Attamimi (Demokrat), Drs H Rastawiguna (PKB), dan H Anwar Yasin (PKS).
Kemudian untuk caleg DPR RI, Drs Enggartiasto Lukito dari Partai Golkar mengungguli caleg lainnya dengan 5.545 suara di Kecamatan Krangkeng dan Karangampel. Kemudian dibawahnya ada H Dedi Wahidi SPd (PKB) dengan 5.123 suara. Caleg DPR RI lainnya yang juga patut diperhitungkan adalah Nurul Qomar (Demokrat) dengan 2.019 suara, Mahfudz Sidiq (PKS) dengan 1.047 suara, dan beberapa caleg lainnya.
Ketua PPK Krangkeng, R Najmudin Adnan SE MBA mengatakan, hasil rekapitulasi penghitungan suara tersebut selanjutnya akan diserahkan ke KPUD Indramayu. Sementara Ketua PPK Karangampel, Abdun Gani, menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak terutama aparat keamanan yang telah menjaga dan mengawal pelaksanaan pemilu hingga berlangsung sukses tanpa ekses. (oet)

Minta KPU Ubah Aturan

Saksi Bicara Soal Penghitungan Suara Pemilu 2009
Pemilu 2009 memang disebut sebagai pemilu paling rumit. Tak heran proses penghitungan suara juga rumit dan memakan waktu yang panjang dan melelahkan. Bagaimana komentar para saksi, yang mau tidak mau memang dituntut oleh parpol masing-masing untuk terus mengawal proses penghitungan suara?

BEGADANG jangan begadang, kalau tiada artinya. Begadang boleh saja, kelau ada perlunya. Petikan syair lagu “Begadang” karya H Rhoma Irama ini sangat pas untuk menggambarkan apa yang terjadi pada para saksi dari parpol peserta pemilu.
Dari pagi, siang, sore, hingga malam dan pagi lagi mereka harus berkutat dengan angka-angka. Capek, lelah, ngantuk, itulah yang mereka rasakan selama tiga hari tiga malam.
“Tolong untuk KPU jangan menyiksa para saksi. Untuk pemilu mendatang tolong diubah seefisien mungkin,” ungkap Nico A, saksi dari PKB di Karangampel.
Menurutnya, selama ini ia harus begadang tiap malam. Bahkan kadang pulang jam 4 pagi. Dalam kondisi capek, loyo, stres, pusing dan ngantuk, tuturnya, masih harus menandatangani berkas yang jumlahnya cukup banyak.
Hal senada juga diungkapkan Supriyanto, saksi PPP, yang mengaku kesal dengan banyaknya berkas yang harus ditandatangani.
Saksi Partai Golkar, Ropingi, juga menyatakan pusing, lelah dan capek ketika menjadi saksi. Meskipun demikian, itu semua menurutnya merupakan sebuah tanggung jawab sebagai kader parpol.
Saksi dari partai lainnya seperti Gerindra, Demokrat, dan partai lain pada umumnya juga berharap agar sistem yang dipakai sekarang jangan terulang lagi. Mereka berharap ke depan KPU bisa segera merubah aturan agar tidak rumit. “Ke depan sistem ini harus diperbaiki. Kami capek banget, honor habis duluan tapi pekerjaan masih banyak,” ungkap Drs Slamet Amu, saksi PKS.
Hadi Suhardi (PAN) juga berharap agar hal seperti ini jangan terulang kembali. Meskipun demikian ia memuji kinerja PPK Karangampel yang menurutnya cukup oke. Sementara Sayidina (saksi PKNU) berharap kepada pemerintah agar bisa tegas dalam menyeleksi parpol peserta pemilu. Sebab dengan jumlah parpol yang banyak seperti sekerang, maka tugas yang harus dilakukan juga semakin berat. (oet)

Penghitungan Diperpanjang

Hasil Putusan KPU Pusat, KPUD Dijatah 2 Hari Rampung
INDRAMAYU
- Pelaksanaan penghitungan suara di tingkat kecamatan yang dilakukan Panitia Pemilih Kecamatan (PPK) akhirnya diperpanjang. Padahal seharusnya PPK dijadwalkan merampungkan penghitungan kemarin (15/4). Namun karena belum semua surat suara direkap, maka Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat memutuskan untuk memperpanjang hingga 17 April 2009.

Sekretaris KPUD Indramayu Drs Ivan Carsipan MSi mengungkapkan, perpanjangan jangka waktu penghitungan hanya berlaku di tingkat PPK. Sedangkan untuk KPUD diberikan jadwal penghitungan hanya 2 hari, yakni tanggal 18 dan 19 April 2009. Dalam dua hari tersebut, KPU harus sudah selesai melakukan penghitungan suara dari berita acara PPK se-Kabupaten Indramayu. Hasilnya harus sudah sampai ke KPU Provinsi pada tanggal 20 April.
“Kami tentunya harus merampungkan rekap PPK dalam 2 hari. Sehingga bisa jadi penghitungan dilakukan hingga tengah malam bahkan pagi hari,” ujar Ivan, Rabu (15/4) di kantornya.
Lebih lanjut ia mengatakan, pemilu kali ini memang sangat berat, karena banyaknya partai dan caleg yang harus dipilih. Selain itu memakan waktu yang cukup melelahkan dalam penghitungannya. Terlebih di tingkat PPK, dimana harus menghitung satu persatu suara dari puluhan desa serta TPS. Hal tersebut ditunjang oleh penghapusan penghitungan di tingkat PPS dalam undang-undang pemilu yang baru, sehingga tentunya PPK harus ektra kerja keras untuk melakukan penghitungan tersebut.
“Bisa dilihat sendiri oleh masyarakat, bagaimana penghitungan suara di PPK berlangsung,” tuturnya.
Sementara itu, kalangan jurnalis menyayangkan sikap KPUD Indramayu yang tidak membuka Media Center sebagai sarana informasi pemilu. Wartawan Metro TV Dedi Musashi mengatakan, Media Center sangat penting bagi sarana informasi terkait pemilu sejak awal hingga akhir. Sehingga tidak adanya Media Center sangat menyulitkan untuk mengetahui informasi terkini.
“Seharusnya KPUD menyiapkan Media Center. Sehingga siapapun dan dari kalangan manapun bisa mengetahui informasi pemilu dengan jelas dan transparan,” ungkap Dedi.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris KPUD Ivan Carsipan mengakui bahwa pihaknya memang tidak membuat Media Center. Hal tersebut, kata dia, sebenarnya bisa saja diadakan, namun harus dengan persetujuan bersama. Sebab dalam juklak yang diberikan oleh KPU Pusat, keberadaan Media Center memang tidak diwajibkan.
“Media Center memang sangat berperan, dan kami memahami akan hal itu. Sehubungan tidak adanya juklak mengenai Media Center, maka kami belum berani membukanya. Namun kami akan mengusahakan membuka Media Center dengan kesepakatan bersama menjelang Pilpres 2009. Sebab kami yakni hal ini belum terlambat,” pungkasnya. (alw)

Rekap Suara di Jatibarang Akhirnya Tuntas

JATIBARANG— Tahapan rekapitulasi hasil pemilu di PPK Kecamatan Jatibarang yang meliputi 133 TPS di 15 desa, akhirnya berakhir Selasa dini hari (14/4) sekitar pukul 02.00. Proses rekapitulasi yang pada awalnya menggunakan sistem rekap/TPS dengan waktu yang dibutuhkan sekitar 2 jam untuk setiap TPS.
Dalam perjalanan rekap, proses yang memakan waktu sangat lama tersebut akhirnya disepakati menggunakan ketentuan rekap/desa yang dibacakan masing-masing PPS. Walaupun demikian, prosesnya tetap tidak dapat berjalan cepat sesuai dengan yang dijadwalkan selesai dalam dua hari saja. Semuanya kembali pada kendala di luar proses saat pemungutan suara, yakni pengisian administrasi berita acara yang rumit dan terkesan membingungkan, jadi alasan panitia penyelenggara di tingkat KPPS.
Menurut anggota PPK Kecamatan Jatibarang M Nasirudin SPdI rekapitulasi hasil pemilu di PPK Jatibarang sudah dapat diselesaikan tanpa adanya ekses yang mengganggu jalannya proses perekapan. “Alhamdulillah berjalan lancar dan tertib,” tuturnya.
Sementara itu, hasil akhir rekapitulasi perolehan suara partai dan calon legislatif belum dapat diinformasikan menunggu sidang pleno untuk menetapkan hasil dari rekap yang sudah dilaksanakan dengan diketahui para saksi. Rencananya, rapat pleno rekapitulasi di PPK Jatibarang tersebut akan dilakukan Rabu (15/4). “Keputusan untuk menentukan waktu rapatnya hasil kesepakatan bersama antara PPK dengan para saksi, dan untuk hasilnya akan diumumkan sekaligus disahkan dalam rapat nanti,” jelasnya. (tar)

KPU Minta Tambahan Waktu

PPK Bongas dan Patrol Baru Mulai Penghitungan
BONGAS
– Saat mayoritas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) sibuk menyelesaikan tahapan rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2009 di setiap Panitia Pemungutan Suara (PPS), bahkan beberapa diantaranya sudah selesai, PPK Bongas dan Patrol justru baru memulainya kemarin.

Di dua PPK tersebut, pelaksanaan rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara pemilu dilakukan di aula kantor kecamatan masing-masing. Acara dihadiri oleh seluruh anggota PPK, unsur muspika, Panwascam, pemantau, para saksi parpol dan Caleg.
Hingga Selasa (14/3) malam dilaporkan, di PPK Bongas proses penghitungan baru menyelesaikan 1 PPS dari 8 PPS yang ada. Demikian pula di PPK Patrol yang baru menyelesaikan 1 PPS, yakni Desa Limpas dari 8 PPS yang ada. Dipastikan, deadline selesai penghitungan di tingkat PPK yang ditetapkan KPU sampai Rabu (15/4) ini tidak akan tercapai.
Selain karena ada PPK yang baru saja melaksanakan penghitungan, sejumlah PPK lainnya yang sudah berjalan, juga masih belum menyelesaikan rekapitulasi. Misalnya di PPK Anjatan. Proses rekapitulasi penghitungan yang dilakukan sejak Minggu (12/4) lalu, ternyata sampai kemarin hanya 5 PPS dari 13 PPS yang berhasil diselesaikan.
Ketua KPU Kabupaten Indramayu Ahmad Khotibul Umam SAg didampingi anggotanya Drs Madri menegaskan, melihat kondisi di lapangan maka dead line penyelesaian rekapitulasi penghitungan di tingkat PPK tidak akan selesai tepat waktu.
Pihaknya akan meminta tambahan waktu kepada KPU Provinsi dan Pusat, paling tidak sampai Jumat (17/4) mendatang. “Sistem pemilu sekarang benar-benar rumit. Diperparah dengan terbatasnya anggaran,” katanya.
Bahkan kata dia, pemilu kali telah memakan korban jiwa, yakni adanya anggota KPPS yang meninggal dunia. Itu belum termasuk banyak anggota PPK yang jatuh sakit. Dia berharap semua pihak harus menyadari segala keterbatasan yang ada dan menghargai kerja keras penyelenggara.
Ditambahkan Madri, sejauh ini beberapa PPK sudah menyelesaikan rekapitulasi. Diantaranya PPK Pasekan, Cantigi dan Bangodua. Itupun, karena jumlah PPS-nya tidak terlalu banyak, berkisar antara 6-8 desa se-kecamatan. “Tapi kalau untuk PPK yang gemuk, proses rekapitulasi masih terus berjalan,” terangnya. (kho)

Siap-siap Ke Senayan

Hasil Rekap Sementara Caleg DPR RI
Hiruk pikuk pelaksanaan Pemilu Legislatif masih terasa. Bahkan, penghitungan di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) hingga kini masih dilakukan. Namun, gambaran siapa saja caleg DPR RI yang akan melenggang ke Senayan dari Dapil Jabar 8 (Cirebon-Indramayu) sudah mulai tampak. Siapa saja mereka?

DARI hasil penghitungan sementara yang masuk ke Orari Lokal Indramayu hingga Selasa (14/4) malam menunjukkan, caleg incumbent masih mendominasi raihan suara. Untuk posisi 10 besar saja nama-nama seperti Drs Enggartiasto Lukita (Partai Golkar), H Nurul Qomar (Partai Demokrat), Sidarto Danusubroto dan Yoseph Umar Hadi (PDIP) serta Drs Mahfudz Siddiq MSi masih cukup dominan.
Namun, posisi mereka juga dibuntuti “muka baru” yang mampu menyodok incumbent. Kecuali Enggartiasto Lukita yang mampu meraih 24.266 suara, posisi incumbent lain cukup rawan, karena selisih dengan caleg lain relatif beda tipis.
Sebut saja Tetty Kadi Bawono (Golkar) yang mampu bertengger di posisi 2 besar dengan raihan 9.294. Kemudian ada pendatang baru Dedi Wahidi SPd (PKB) yang meraup 8.843 suara. Sementara caleg Partai Demokrat yang kini duduk di Komisi X DPR RI H Nurul Qomar di posisi 4 dengan raihan 6.965 suara.
Politis senior PDIP yang juga mantan Kapolda Jabar Sidarto Danusubroto di posisi 5 dengan 6.314 suara. Berturut-turut di belakangnya ada Ahmad Djahidin (Golkar) 5.702 suara, Drs Mahfudz Siddiq MSi (PKS) 5.348 suara, Ono Surono (PDIP) 4.882 suara, Yoseph Umar Hadi (PDIP) 4.666 suara, dan Sunaryo Adhi Wardoyo (Golkar) 4.239 suara.
Melihat data tersebut, Partai Golkar cukup mendominasi dengan menempatkan 4 calegnya di 10 besar, disusul PDIP dengan 3 caleg. Namun, melihat aturan saat ini, sepertinya yang cukup aman baru satu kursi, yakni Drs Enggartiasto Lukita. Sedangkan tiga caleg Golkar lain harus bersaing ketat meraih sisa kursi yang ada.
Sedangkan caleg lain yang juga cukup aman untuk melenggang ke Senayan adalah Dedi Wahidi, Nurul Qomar dan Mahfudz Siddik. Sementara Sidarto Danusubroto, Ono Surono dan Yoseph Umar Hadi harus bersaing ketat untuk memperebutkan kursi.
Hasil suara tersebut memang masih bersifat sementara. Sebab hasil suara di Indramayu nantinya akan digabung dengan Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon (Dapil Jabar 8). Apalagi, masing-masing caleg juga sudah memiliki data lebih real hasil perolehan suara mereka.
Berdasarkan data sementara dari “DeWa Center” (Dedi Wahidi Center) saja, perolehan suara mantan Wabup Indramayu itu dari sepuluh kecamatan sudah mencapai 17.335. Sedangkan dari Tim Sukses Enggartiasto Lukita diperoleh kabar, hingga semalam raihan suara Ketua DPP Golkar itu sudah mencapai lebih dari 50.000 di Indramayu.
“Data ini masih sementara, karena masih ada beberapa tempat yang belum masuk,” kata Iman, salah satu Tim Sukses Enggar yang bertugas meng-update raihan suara setiap detik. (alw)

Golkar Raih 32,97% Suara

PPP Naik ke Peringkat 2, PDIP Turun ke Posisi 4
KARANGAMPEL
– Partai Golkar mampu memperoleh suara hingga 32,97% di Kecamatan Karangampel dalam Pemilu 2009. Hasil ini tentu menunjukan lonjakan yang luar biasa jika dibandingkan Pemilu 2004, dimana Partai Golkar di Karangampel hanya mampu mendulang 24% suara.

Berdasarkan hasil rekapitulasi yang dilakukan PPK Karangampel dan telah ditandatangani 15 orang saksi, Partai Golkar mampu meraih 9.627 suara (32,97%). Sementara PPP menyodok ke urutan kedua dengan 5.626 suara (19,27%), dan PKB harus puas di tempat ketiga dengan 3.216 suara (11,01%).
PDIP juga turun ke urutan empat dengan 2.793 suara (9,56%), sedangkan Partai Demokrat menempati urutan kelima dengan 2.001 suara (6,65%), disusul PKS yang meraih 1.802 suara (6,17%).
Sementara untuk caleg yang mampu mengumpulkan suara dukungan cukup tinggi antara lain Hj Anna Sophana (Golkar) dengan 3.713 suara, disusul H Isa Ansori (PPP) 3.695 suara. Berikutnya adalah Ibnu Rismansyah (Golkar) 1.715 suara dan Drs H Abdul Rozaq Muslim MSi (Golkar) dengan 1.546 suara. Caleg PKB Abdul Munir Amari hanya meraih 924 suara, kemudian H Fathoni (PPP) 859 suara, H Daiman (PKB) 835 suara, dan Drs H Abdullah Thohir (Demokrat) dengan 807 suara.
Hingga Selasa (14/4) malam, PPK Karangampel masih melakukan rekapitulasi suara untuk DPRD I Jawa Barat dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Kemudian akan dilanjutkan dengan rekapitulasi suara untuk DPR RI. “Mudah-mudahan rekapitulasi seluruh hasil pemilu selesai pada hari Rabu tanggal 15 April, sehingga bisa segera dilakukan rapat pleno penetapan hasil suara Pemilu 2009,” kata Ketua PPK Karangampel, Abdul Gani.
Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak, khususnya aparat keamanan yang telah membantu terlaksananya pemilu dengan aman, lancar dan kondusif.
Sementara Camat Karangampel, Teguh Budiarso S.Sos MSi didampingi Sekmat Andri M Shaleh S.Sos mengaku puas dengan pelaksanaan pemilu di wilayah kerjanya. Karena tingkat kehadiran masih cukup tinggi dan prosentase jumlah suara sah juga sangat tinggi.
Teguh menjelaskan, dari jumlah DPT sebanyak 47.561 orang, yang hadir ke TPS mencapai 32.171 (67,64%). Dari jumlah tersebut suara sah mencapai 29.201 (90,77%) dan suara tidak sah hanya 2.970 (9,23%).
“Tingginya suara sah menunjukkan bahwa masyarakat Karangampel memang sudah cerdas, karena mereka bisa melakukan pemilihan dengan benar meskipun dengan cara yang baru,” tandas Teguh. (oet)

Awasi Anggaran Pendidikan

INDRAMAYU - Pemkab Indramayu ternyata masih memberikan prioritas lebih dalam pembangunan sektor pendidikan pada tahun 2009. Indikasinya bisa dilihat dari alokasi anggaran pendidikan dalam APBD 2009 yang masih cukup besar, yaitu mencapai Rp468,72 miliar atau 37,65% dari total APBD yang mencapai Rp1,24 triliun lebih. Jumlah ini terus mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Tahun 2008 anggaran pendidikan mencapai Rp398,07 miliar lebih (37,59%) dari total APBD Rp1,05 triliun lebih. Sementara tahun 2007 anggaran pendidikan mencapai Rp368,65 miliar (36,58%) dari total APBD Rp1 triliun lebih.
Ketua LSM Aliansi Pemantau Korupsi (APK), Imam Santoso mengatakan, tingginya anggaran pendidikan di Indramayu harus diimbangi dengan pengawasan yang ketat. Jangan sampai anggaran yang tinggi justru dalam aplikasinya tidak tepat sasaran.
“Saya pikir sangat bagus ketika anggaran pendidikan cukup tinggi. Tapi tolong para wakil rakyat dan juga unsur masyarakat lainnya agar ikut mengawasi di lapangan,” tandasnya, Selasa (14/4).
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Drs H Suhaeli MSi mengatakan, tingginya anggaran pendidikan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir sangat berpengaruh terhadap percepatan program pembangunan pendidikan. Salah satunya adalah dalam program penuntasan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun (wajardikdas 9 tahun).
Hal ini bisa terlihat dari Angka Partisipasi Kasar (APK) SD mencapai 101,87% dan Angka Partisipasi Murni (APM) SD 98,92%. Kemudian APK SMP mencapai 89,78% dan APM SMP 85,79%.
“Dengan keberhasilan ini Kabupaten Indramayu masuk dalam kelompok Tuntas Madya di atas rata-rata APK dan APM Provinsi Jawa Barat,” tandas Suhaeli.
Besarnya anggaran pendidikan mendapat sorotan dari Dewan Pendidikan Kabupaten Indramayu. Salah seorang anggota Dewan Pendidikan, H Uryanto Hadi SH SE, berharap agar anggaran yang besar itu juga bisa membawa hasil yang maksimal. Dikatakannya, percuma saja anggaran pendidikan begitu tinggi kalau dalam aplikasinya justru tidak tepat sasaran.
“Saya rasa perhatian Pemkab Indramayu yang cukup besar terhadap sektor pendidikan harus diimbangi dengan aplikasi yang tepat di tingkat bawah,” tandas anggota DPRD dari Fraksi Partai Golkar ini. (oet)

Wahidi Optimis Lolos ke DPR

INDRAMAYU – Caleg DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk Dapil Cirebon – Indramayu nomor urut 1, H Dedi Wahidi SPd, optimis mampu lolos ke Senayan atau terpilih sebagai anggota DPR RI. Berdasarkan laporan sementara dari “DeWa Center” (Dedi Wahidi Center), perolehan suara PKB di Cirebon dan Indramayu cukup signifikan.

Bahkan, suara Wahidi juga unggul atas caleg PKB lainnya yaitu Dra Hj Maria Ulfah yang menempati nomor urut 2. Data sementara yang diperoleh koran ini, suara PKB untuk DPR RI dari sepuluh kecamatan di Kabupaten Indramayu baru mencapai 17.335. Dari jumlah ini suara Dedi Wahidi mencapai 10.076, dan Maria Ulfah 2.776.
Jumlah tersebut juga baru sebagian, karena baru beberapa desa saja yang masuk. Tercatat baru dua kecamatan yang sudah masuk secara keseluruhan, yaitu Kedokanbunder dan Krangkeng. Di Kedokanbunder suara PKB untuk DPR RI mencapai 3.774. Di tempat ini Dedi Wahidi memperoleh 2.635 suara dan Maria Ulfah 651 suara. Di Kecamatan Krangkeng suara PKB untuk DPR RI sebanyak 2.849. Dari jumlah tersebut Dedi Wahidi meraih 1.840 suara, dan Maria Ulfah 255 suara. Yang menarik, Wahidi juga dikabarkan unggul di Kecamatan Kertasemaya yang merupakan tanah kelahiran Maria Ulfah.
Wahidi bertambah optimis karena jumlah suara sementara PKB untuk DPR RI di Kabupaten Cirebon saat ini sudah mencapai di atas 72.000. “Proses penghitungan memang masih panjang, dan kami berharap kepada para saksi agar terus menjaga suara sampai proses penghitungan selesai,” tandas mantan Wakil Bupati Indramayu ini. (oet)

Target Pengadaan Beras Optimis Tercapai

INDRAMAYU - Kasie Pelayanan Publik pada Bulog Sub Divre Indramayu, Helmi S Tarmidi menjelaskan, pada tahun 2008 lalu target pengadaan beras Bulog Indramayu sebanyak 65.000 ton berhasil dicapai. Bahkan, realisasinya jauh di atas target yaitu mencapai 92.000 ton.

Bahkan produksi beras Indramayu mengalami surplus hingga 62.000 ton. Sebab dari total 92.000 ton, kebutuhan untuk Kabupaten Indramayu hanya 30.000 ton. Dari surplus tersebut, sebanyak 42.000 ton dikirim ke Cianjur untuk memenuhi kebutuhan beras di tempat tersebut.
“Kita memang pantas bersyukur karena produksi beras Indramayu masih surplus. Bahkan Indramayu masih mampu membantu kebutuhan daerah lain,” ungkap Helmi, Selasa (14/4).
Helmi mengatakan, pada tahun 2009 ini Perum Bulog memberi target pengadaan beras (prognosa) sebanyak 100.000 ton. Jumlah ini jelas jauh dibandingkan prognosa tahun 2008 lalu, meskipun demikan ia optimis akan mampu mencapai target ini. Dari jumlah tersebut, tuturnya, selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indramayu juga untuk alokasi raskin (beras untuk warga miskin).
Dikatakan Helmi, meningkatnya target pengadaan beras Bulog Sub Divre Indramayu tahun 2009 ini menunjukkan bahwa Indramayu memang masih dipercaya sebagai salah satu daerah lumbung pangan nasional.
Meskipun sejumlah areal sawah sempat terendam banjir pada awal tahun ini, Helmi tetap optimis kalau target tersebut bakal tercapai. Sebab dari tahun ke tahun produksi padi di Indramayu selalu mengalami surplus. Apalagi panen kali ini relatif lebih baik dibandingkan sebelumnya. (oet)

Guru Syukuran Sukses Pemilu

GANTAR – UTPD Pendidikan Kecamatan Gantar bersama komponen masyarakat setempat menggelar syukuran atas suksesnya pelaksanaan Pileg 2009, Selasa (14/4). Syukuran bertempat di RM Harko. Acara selamatan dihadiri oleh para pejabat di lingkungan UPTD Pendidikan Kecamatan Gantar, guru, kepala sekolah (kepsek), panwascam, PPS, KPPS, MUI dan sejumlah perwakilan media cetak.
Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Gantar Aida Mustofa SAg MSi pada kesempatan tersebut menghaturkan rasa syukur kepada Allah SWT karena seluruh tahapan Pemilu 2009 di Kecamatan Gantar berlangsung aman dan damai. Menurutnya, terwujudnya situasi kondusifitas itu tidak terlepas dari peranan komponen masyarakat, mulai PPK, panwascam, unsur Muspika, LSM, MUI, kalangan media termasuk masyarakat sendiri.
Aida juga mengucapkan terima kasih kepada para guru yang ikut menjadi anggota PPS maupun KPPS dan melaksanakan tugasnya dengan baik saat pelaksanaan pemilu. “Sebagai bagian dari komponen abdi negara, keterlibatan kalangan pendidik yang bertugas sebagai penyelenggara Pemilu patut diberikan apresiasi yang baik. Apalagi kinerja mereka, turut mewujudkan pelaksanaan Pemilu berjalan dengan lancar,” katanya.
Diharapkan, pemilu kali ini menghasilkan anggota DPRD kabupaten, provinsi, DPD, dan DPR RI yang berkualitas sesuai keinginan rakyat. Dalam kesempatan itu juga, Aida Mustofa menutup secara resmi Posko Pemilu di UPTD Pendidikan Kecamatan Gantar yang sudah berdiri sejak 1,5 bulan lalu. Acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Ketua MUI Kecamatan Gantar Abdul Rosyid SAg dan dilanjutkan dengan makan bersama. (kho)

Guru Syukuran Sukses Pemilu

GANTAR – UTPD Pendidikan Kecamatan Gantar bersama komponen masyarakat setempat menggelar syukuran atas suksesnya pelaksanaan Pileg 2009, Selasa (14/4). Syukuran bertempat di RM Harko. Acara selamatan dihadiri oleh para pejabat di lingkungan UPTD Pendidikan Kecamatan Gantar, guru, kepala sekolah (kepsek), panwascam, PPS, KPPS, MUI dan sejumlah perwakilan media cetak.
Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Gantar Aida Mustofa SAg MSi pada kesempatan tersebut menghaturkan rasa syukur kepada Allah SWT karena seluruh tahapan Pemilu 2009 di Kecamatan Gantar berlangsung aman dan damai. Menurutnya, terwujudnya situasi kondusifitas itu tidak terlepas dari peranan komponen masyarakat, mulai PPK, panwascam, unsur Muspika, LSM, MUI, kalangan media termasuk masyarakat sendiri.
Aida juga mengucapkan terima kasih kepada para guru yang ikut menjadi anggota PPS maupun KPPS dan melaksanakan tugasnya dengan baik saat pelaksanaan pemilu. “Sebagai bagian dari komponen abdi negara, keterlibatan kalangan pendidik yang bertugas sebagai penyelenggara Pemilu patut diberikan apresiasi yang baik. Apalagi kinerja mereka, turut mewujudkan pelaksanaan Pemilu berjalan dengan lancar,” katanya.
Diharapkan, pemilu kali ini menghasilkan anggota DPRD kabupaten, provinsi, DPD, dan DPR RI yang berkualitas sesuai keinginan rakyat. Dalam kesempatan itu juga, Aida Mustofa menutup secara resmi Posko Pemilu di UPTD Pendidikan Kecamatan Gantar yang sudah berdiri sejak 1,5 bulan lalu. Acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Ketua MUI Kecamatan Gantar Abdul Rosyid SAg dan dilanjutkan dengan makan bersama. (kho)

Dua Pegawai RSUD Baku Hantam

Satu Terluka karena Pecahkan Kaca Ruangan
INDRAMAYU
- Dua pegawai RSUD Indramayu masing-masing Ed dan Yh terlibat baku hantam, Selasa (14/4). Tidak ada penyebab pasti dari aksi tak terpuji itu. Tapi beberapa data menyebutkan, Ed yang bertugas di bagian Jamkesmas dan Yh yang juga kepala perwat, baku hantam karena urusan kerja.
Beruntung, perkelaian tak berlangsung lama karena pegawai lainnya langsung melerai. Tapi, tangan kanan Ed mengalami luka serius setelah menghantam kaca ruang perawat hingga pecah. Sementara sebuah sumber terpercaya di rumah sakit mengatakan, sebelum terjadi perkelahian Ed dipanggil oleh Direktur RSUD Dr H Dedi Rohendi. Ketika Ed sedang berada di ruangan direktur, Yh masuk. Melihat Yh masuk, Ed lalu keluar.
Tak lama kemudian keduanya bertemu di luar ruangan dirut lalu terlibat cekcok mulut disertai bakuhantam. “Ktika itu Ed sudah kadung emosi dan menghantam kaca di bagian keperawatan hingga pecah. Tangan kanannya luka akibat pecahan kaca,” kata sumber koran ini yang enggan namanya disebutkan.
Direktur RSUD Indramayu dr H Dedi Rohendi membantah keras pegawainya terlibat perkelahian. “Kita perlu meluruskan bahwa kedua pegawai itu bukan terlibat perkelaian, hanya adu mulut. Saya meminta kepada semua pihak untuk tidak membesar-besaran kejadian tersebut karena keduanya sudah damai dan sudah tidak ada masalah,” jelas dokter yang dekat dengan wartawan ini. (dun)
 
AKHSAN Rent Car - Jatibarang,Indramayu, kota indramayu, berita indramayu, indramayu news, kabar indramayu, peta indramayu, polisi indramayu, wong indramayu, Radio indramayu, bupati indramayu, jalan indramayu, pantura indramayu, video indramayu, indramayu online, video smu indramayu, video panas indramayu, Kota indramayu, Notaris indramayu, panen indramayu, puasa indramayu, ramadhan indramayu, lebaran indramayu, sahur indramayu, jalur mudik indramayu, peta mudik 2012 indramayu, download peta indramayu, berokan indramayu, pulau biawak indramayu, topeng indramayu, mangga indramayu, warnet indramayu, indramayu remaja, dprd indramayu, yance indramayu, waterboom indramayu, pantai indramayu, ngabuburit indramayu, PSB indramayu, streaming radio indaramayu, fm indramayu,koran indramayu, wartawan indramayu, kebakaran indramayu, toko komputer indramayu, hotel indramayu, kolam renang indramayu, perumahan indramayu, mall indramayu, yogya indramayu, mm toserba indramayu, batik paoman indramayu, bunderan mangga indramayu, patung sentot indramayu, alat berat indramayu, pertamina indramayu, singaldra indramayu, gedung kesenian indramayu, indramayu heritage, situs indramayu , bahasa indramayu, sma indramayu, tarling indramayu, organ indramayu, miras indramayu
AKHSAN Rent Car - Jatibarang,Indramayu, kota indramayu, berita indramayu, indramayu news, kabar indramayu, peta indramayu, polisi indramayu, wong indramayu, Radio indramayu, bupati indramayu, jalan indramayu, pantura indramayu, video indramayu, indramayu online, video smu indramayu, video panas indramayu, Kota indramayu, Notaris indramayu, panen indramayu, puasa indramayu, ramadhan indramayu, lebaran indramayu, sahur indramayu, jalur mudik indramayu, peta mudik 2012 indramayu, download peta indramayu, berokan indramayu, pulau biawak indramayu, topeng indramayu, mangga indramayu, warnet indramayu, indramayu remaja, dprd indramayu, yance indramayu, waterboom indramayu, pantai indramayu, ngabuburit indramayu, PSB indramayu, streaming radio indaramayu, fm indramayu,koran indramayu, wartawan indramayu, kebakaran indramayu, toko komputer indramayu, hotel indramayu, kolam renang indramayu, perumahan indramayu, mall indramayu, yogya indramayu, mm toserba indramayu, batik paoman indramayu, bunderan mangga indramayu, patung sentot indramayu, alat berat indramayu, pertamina indramayu, singaldra indramayu, gedung kesenian indramayu, indramayu heritage, situs indramayu , bahasa indramayu, sma indramayu, tarling indramayu, organ indramayu, miras indramayu

ADS

ADS

Support : RAJATOWER.NET
Copyright © 2011. Indramayu Post . Com | Media Online Indramayu - All Rights Reserved

Proudly powered by RAJATOWER.NET