BREAKING NEWS

PERTANIAN

PENDIDIKAN

HUKUM DAN KRIMINAL

Sabtu, Februari 28

Nasi Lengko


Sega lengko (nasi lengko dalam Bahasa Indonesia) adalah makanan khas masyarakat pantai utara (Indramayu, Cirebon, Tegal dan sekitarnya) Makanan khas yang sederhana ini sarat akan Protein dan Serat serta rendah kalori karena bahan-bahan yang digunakan adalah 100% non-hewani. Bahan-bahannya antara lain:

Nasi putih (panas-panas lebih baik)

Tempe Goreng

Tahu Goreng

Mentimun (mentah segar, dicacah)

Daun Kucai (dipotong kecil-kecil)

Bawang goreng

Sambal bumbu kacang (seperti bumbu rujak, pedas atau tidak, tergantung selera)

Kecap manis. Dan, umumnya kecap manis yang dipergunakan adalah kecap manis encer, bukan yang kental. Disiramkan ke atas semua bahan.

Tempe dan tahu goreng dipotong-potong kecil dan diletakkan di atas sepiring nasi. Mentimun dicacah, lalu ditaburi pula di atasnya, juga toge rebus, serta disiram bumbu kacang di atasnya, dan potongan daun kucai, lalu diberi kecap secukupnya sampai kecoklatan, dan di taburi bawang goreng. Dan sekeping Kerupuk yang putih, yang bundar atau kotak, menjadi kondimennya. Sebagian orang suka melumuri kerupuknya dengan kecap, sebelum mulai dimakan.

Beberapa orang suka meminta nasi lengkonya diberi seujung sutil atau dua minyak yang dipakai untuk menggoreng tempe dan tahu. Di tempat saya Jatibarang ada penjual nasi yang Khusus menjual Nasi Lengko namanya Nasi Lengko Ibu Satimah dari jaman saya kecil sampai sekarang. Tempatnya di jembatan Bioskop (YOGYA) Jatibarang, Indramayu.

OSIS MTs PUI Segeran Dilantik

JUNTINYUAT - Kepala MTs PUI Segeran Kidul Kecamatan Juntinyuat, Drs Maksuni, melantik pengurus OSIS sekaligus membuka kegiatan LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan), Jumat (27/2). Kegiatan LDK ini diikuti oleh pengurus OSIS serta siswa MTs PUI selama dua hari.

Maksuni menjelaskan, kegiatan LDK ini merupakan sarana untuk melatih disiplin serta membentuk kepribadian siswa agar mau menghargai orang lain.
“Apabila kita sudah memiliki disiplin yang kuat maka merupakan modal berharga untuk menatap kedepan, baik ketika sudah terjun di dunia kerja maupun ditengah masyarakat,” tandasnya.

Sementara ketua panitia sekalogus pembina OSIS MTs PUI Segeran, Saeful Anwar, menjelaskan, tujuan kegiatan ini adalah untuk mengembangkan bakat kepemimpinan siswa. Kegiatan ini merupakan program OSIS yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun. “Melalui kegiatan LDK siswa diharapkan memiliki tingkat disiplin yang kuat serta memiliki perilaku yang lebih baik,” tandas Saeful. (oet)

Lokasi Pesta Miras Digerebek

JUNTINYUAT - Jajaran Polsek Juntinyuat berhasil meringkus lima orang pelaku yang sedang pesta minuman keras (miras) di Desa Tinumpuk, Kecamatan Juntinyuat, Jumat (27/2). Polisi juga menyita puluhan botol miras berbagai merek bekas pesta miras.

Para pelaku yang selama ini meresahkan warga setempat, segera dikirim ke Polres Indramayu guna diproses secara hukum yang berlaku. Kelima orang pelaku adalah Cipo (19), Darisan (26), Aan (21), Wartono (26), dan Tarli (25).

Kapolres AKBP Drs H Mashudi didampingi Kapolsek AKP H Susamto dan Kanit Reskrim Bripka Jhonson mengungkapkan, opersai penyakit masyarakat (pekat) seperti miras terus dilakukan di sejumlah desa di Kecamatan Juntinyuat dan sekitarnya.

Terbongkarnya lokasi pesta miras, kata Susamto, berkat pengaduan warga. Lebih lanjut Susamto menegaskan, pemberantasan miras adalah atensi pimpinan dalam hal ini Polres Indramayu. (dun)

42 Guru Tingkatkan Kualitas melalui Pelatihan

SUKAGUMIWANG - Untuk menjabarkan PP Nomor 19/2005 tentang delapan standar pendidikan terutama peraturan Mendiknas Nomor 41/2007 tentang standar proses, Yayasan Pendidikan Islam As-Syifa Wal’ain Bondan menggelar Better Teaching and Learning. Kegiatan itu berlangsung di MTs As-Syifa Wal’ain Bondan, diikuti sebanyak 42 guru dari MI, MTs dan MA di bawah naungan yayasan tersebut.

Ketua panitia pelatihan Drs Dzikrullah mengatakan, guru-guru yang ada di yayasan berasal dari berbagai latar belakang pendidikan. “Pelatihan ini bertujuan membentuk seorang guru menjadi profesional dan memahami tugasnya dengan baik saat di sekolah,” paparnya kepada Radar, Jumat (27/2).

“Guru juga harus memiliki kemampuan membuat indikator dan sistem penilaian pembelajaran yang arahnya pada tuntutan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di lembaga masing-masing. Dan memiliki kemampuan dalam menyusun RPP untuk diterapkannya dalam proses pembelajaran yang bermakna,” tambah Dzikrullah.

Diharapkan, pelatihan tersebut dapat meningkatkan kinerja guru dalam proses pembelajaran di Yayasan Pendidikan Islam As-syifa Wal’ain Bondan. “Dalam aplikasinya nanti dapat melahirkan prestasi belajar siswa yang lebih baik lagi,” tukasnya. (tar)

Pembobol Konter Handphone Diringkus

BONGAS - Saripudin (19), satu dari dua pembobol konter handphone (HP), dibekuk jajaran Polsek Bongas setelah tertangkap basah melakukan aksinya Kamis malam (26/2) sekitar pukul 21.00. Sedangkan Pelaku lainnya bernama Tarkoni (25), masih dalam pengejaran pihak kepolisian lantaran berhasil kabur saat penangkapan.

Keterangan yang dihimpun Radar, malam itu kedua pelaku beraksi menjarah isi konter HP milik Sugito (35) yang terletak di pinggir jalan irigasi Desa Cipedang, Blok Kanem, Kecamatan Bongas. Tarkoni bertugas masuk ke konter dengan cara membuka atap gentengnya.

Kemudian dia turun dan mengambil dua unit HP merek Nokia serta belasan voucher isi ulang yang seluruhnya ditaksir senilai Rp2,3 juta. Sedangkan Saripudin, bertugas sebagai pengintai situasi berada di luar konter. Rupa-rupanya, aksi mereka diketahui warga sekitar.

Saripudin menjadi pelaku pertama yang ditangkap. Pemuda pengangguran asal Desa Kertajaya Blok Sabrang Wetan Kecamatan Bongas itu nyaris babak belur dihaikimi massa. Beruntung, polisi langsung tiba di lokasi kejadian. Sementara Tarkoni berhasil meloloskan diri dari kepungan massa.

Kendati Saripudin telah tertangkap, namun barang bukti (BB) hasil pencurian, berada di tangan Tarkoni. Berbekal nomor HP Tarkoni yang dimiliki Saripudin, polisi kemudian memancing agar BB berikut tersangka dapat ditemukan. Dari SMS-an antara Tarkoni dan polisi yang mengaku sebagai Saripudin, diketahui BB berada di sebuah semak-semak sekitar 1 kilometer dari TKP. (kho)

Cek Senilai Rp3 M ”Jatuh” di Jalan

Penemunya Dijanjikan Rp250 Juta, Ternyata Hanya Penipuan
INDRAMAYU
- Modus penipuan baru muncul lagi, dan agak lain dari yang sudah-sudah. Pelaku sengaja meninggalkan amplop berisi cek senilai Rp3,25 miliar, alamat pemilik cek dan nomor telepon yang bisa dihubungi. Adalah Azazi (32), warga Perum Pabean Kencana, RT 3/9, Pabean Udik, yang pernah menemukan amplop berisi cek dengan nilai fantastis itu.
Dikisahkan Azazi, ketika dirinya hendak pulang dari tempat bekerjanya di Jl Raya Singaraja, dia melihat amplop bersampul coklat dan bertuliskan dokumen penting, terbungkus rapih tergeletak di jalan. Azazi penasaran, lalu menghubungi nomor yang tertera di sana. Orang yang ia hubungi adalah Sugiono SE selaku Dirut PT Surya Niaga Sentosa Surabaya. Nama itu (Sugiono, red) tertera di atas cek.
“Setelah lama berbicara, dia menjanjikan aku uang senilai Rp250 juta sebagai imbalan. Saya diminta merawat cek itu dengan baik dan jangan diberitahukan siapapun. Tapi yang aneh, pelaku menanyakan apakah saya mempunyai ATM serta berapa uangnya. Dari situ saya sadar, ini pasti modus penipuan. Saya pun menutup telepon dan orang itu tidak pernah menghubungi saya,” tandasnya.
Masih menurut Azazu, selain cek, di dalam amplop tersebut terdapat sejumlah lembaran yang sekilas seperti asli namun palsu yakni NPWP, SIUP perusahaan dan tanda jual beli tanah.
“Ini memang menggiurkan bagi masyarakat yang tidak tahu-menahu akan modus seperti itu. Kepada siapa pun jika ditelepon dengan mengiming-imingi hadiah tetapi harus melakukan transfer terlebih dahulu lebih baik jangan dilakukan, itu penipuan,” harapnya. (alw)

PNPM Jangan Dijadikan Alat Kampanye

PATROL – Para Pelaksana yang terlibat dalam aplikasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM MP) di lapangan harus terus menjalin kordinasi yang baik dengan semua pihak. Hal itu perlu dilakukan agar meminimalisir konflik serta tidak muncul ketidakpuasan dari elemen masyarakat.

“PNPM juga jangan dijadikan alat politik parpol manapun untuk meraih simpati masyarakat menjelang pemilu. Ini adalah program nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi kemiskinan, khususnya masyarakat di pedesaan,” ujar anggota Komisi B DPRD Indramayu Drs H Lilik Sujana, saat meninjau realisasi pelaksanaan PNPM MP di aula kantor Kecamatan Patrol, Jumat (27/2).
Dijelaskannya, PNPM adalah program dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat, supaya kondisi daerah menjadi lebih baik. Bukan klaim program partai tertentu serta dijadikan media kampanye. “Itu jelas menyalahi aturan. Dan tentu akan berbuah masalah, jika implementasi dari PNPM itu sendiri ternyata dimanfaatkan untuk kepentingan kampanye,” tegas Ilik.
Dalam acara dialog dengan seluruh pelaksana PNPM MP yang terdiri dari konsultan, fasilitator, UPK, PjoK, PL serta para kuwu itu, hadir pula tiga anggota Komisi B lainnya yaitu Akyadi AF, Drs Tohari, dan H Sofwan Hidayat.
Turut mendampingi Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat BPMD Pemkab Idramayu Andi MS dan Camat Patrol Drs H Djohar Maknun. Saat ikut menyampaikan saran dan pendapatnya, Sekretaris Komisi B Drs H Tohari meminta, agar pelaksanaan PNPM harus sesuai aturan yang berlaku. “Nah fungsi dari anggota dewan diantaranya adalah mengawasi dan memantau pelaksanaan kegiatan pembangunan yang anggarannya berasal dari pemerintah,” katanya.
Hal senada juga disampaikan H Sofwan Hidayat. Menurutnya, hasil dari PNPM sudah sangat baik dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Apalagi, program tersebut benar-benar dilaksanakan secara ketat dan melibatkan banyak komponen. (kho)

Pelaku Keponakan Korban

Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Ibu Dua Anak
Kinerja jajaran Polsektif Sukra layak mendapatkan acungan jempol. Misteri pembunuhan disertai pemerkosaan yang menimpa Ny Wangsih alias Nawangsih (51)-bukan 45 seperti yang diberitakan kemarin, seorang ibu rumah tangga warga Desa Patrol Baru, Blok Karanganyar RT 01 RW 03 Kecamatan Patrol, berhasil diungkap hanya dalam waktu 36 jam usai kejadian.

WANGSIH, ternyata dihabisi keponakannya sendiri yang bernama Fatoni (24). Pelaku pembunuhan sadis itu ditangkap petugas Polsektif Sukra bersama Tim Buser Polres Indramayu, Jumat (27/2) sekitar pukul 13.00 di kediaman ibunya di Desa Sumuradem Timur, Blok Satria, Kecamatan Sukra. Tak ada perlawanan berarti ketika penangkapan yang berlangsung usai salat Jumat itu. Kepada petugas, anak kedua dari empat bersaudara pasangan suami istri Sanusi (alm) dan Rokenih (50) itu, mengaku membunuh dan memerkosa korban karena kesal dan merasa sakit hati.
Kapolres Indramayu AKBP Drs H Mashudi SH melalui Kapolsek Sukra AKP Jaya Hardiantho SH mengatakan, tersangka diringkus di rumah ibu kandungnya setelah sebelumnya sempat kabur keluar daerah. “Dari olah TKP serta hasil penyelidikan di rumah korban, kami sudah mencium adanya dugaan keterlibatan pelaku yang masih terhitung masih ada hubungan keluarga dengan korban,” ujar Jaya kepada Radar di ruang kerjanya.
Gelagat mencurigakan itu diperkuat dengan raibnya Fatoni yang tinggal seorang diri di sebuah rumah tidak jauh dari kediaman korban. Dari situ, polisi melakukan penelurusan keberadaan pemuda yang hanya tamatan kelas dua SMP itu. “Sempat kabur ke Subang lalu ke Jakarta. Tapi hanya semalam, lalu balik lagi ke rumah ibunya,” terang Jaya. Saat itulah, polisi yang sudah mengintai kediaman ibunya langsung melakukan penangkapan.
Dalam pemeriksaan, pemuda pengangguran tersebut menyatakan telah membunuh korban yang tidak lain adalah bibinya. Didukung keterangan dari sejumlah saksi, polisi menetapkan Fatoni sebagai tersangka kasus pembunuhan berencana ini.
Selain menangkap pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa sebilah golok yang digunakan untuk membunuh korban. Golok bergagang warna hitam berbentuk kepala macan itu sebelumnya dibuang oleh tersangka di sebuah selokan air di perbatasan antara Desa Patrol Baru dan Desa Sumuradem Timur Kecamatan Sukra.
SAKIT HATI DIEJEK KORBAN
Di balik jeruji tahanan Mapolsektif Sukra, kemarin (27/2), Fatoni menjawab sejumlah pertanyaan yang diajukan koran ini. Dia mengaku membunuh Wangsih karena tidak tahan mendengar ejekannya. Semuanya bermula pada Selasa (24/2), saat Fatoni terlibat adu mulut dengan korban.
Persoalannya sepele, gara-gara pohon pisang di sekitar rumah Fatoni, daunnya ditebas atas perintah Wangsih lalu dijual ke orang lain. Uang hasil penjualan daun itu kemudian diberikan kepada Fatoni. “Saya sewot, kenapa gak ngasih tahu saya terlebih dulu,” ujarnya.
Dari situlah, korban rupanya merasa jengkel kemudian mengumpatnya. “Saya dibilang jelek, kurus, tatoan lah. Mentang-mentang saya selalu numpang makan, jadi senenaknya mengejek,” ucapnya. Hinaan itu, kata Fatoni, menimbulkan niat untuk memberi “pelajaran” kepada bibinya.
Kesempatan untuk membalas dendam, dilakukan Fatoni Kamis dini hari (26/2). Sebelum melakukan aksinya, dia bersama kawan-kawannya menggelar pesta minum minuman keras (miras) di sebuah jondol (gubuk) tak jauh dari tempat tinggalnya. Pesta mabuk-mabukan yang dimulai sejak sore hari itu baru berakhir sekitar pukul 03.00 dini hari. Fatoni dan teman-temannya kembali ke rumah masing-masing. Karena pengaruh alkohol, tiba di rumah muncul niatan untuk membalas dendam.
Saat itu juga dia langsung mengambil sebilah golok bermaksud menyambangi rumah Wangsih yang letaknya hanya sekitar 30 meter dari kediamannya. Fatoni tahu betul, jika di pagi buta itu korban sedang tidur sendirian. Suaminya, Aminudin (50) yang berprofesi sebagai kemit (penjaga) masjid, tidak tidur di rumah bersama istrinya. Dia juga tahu, di rumah itu ada anak, menantu dan cucu korban yang tinggal serumah.
Karena sudah dirasuki nafsu setan, dia pun memasuki rumah yang didiami 4 jiwa itu lewat jendela samping ruang tengah dengan cara mencongkel. Upaya tersebut berhasil. Dia masuk ke rumah tanpa diketahui siapa pun. Ketika membuka pintu kamar, ternyata aksinya ketahuan calon korban. Wangsih yang terperanjat di atas ranjangnya, langsung menjerit minta tolong. Takut perbuatannya diketahui, tanpa pikir panjang pelaku menyabetkan goloknya ke wajah korban. Dan, Wangsih pun terkapar.
Tak sampai di situ, lantaran korban terus melawan, Fatoni membacok ke beberapa bagian tubuh korban di antaranya leher, pundak dan lengan, hingga korban terkapar tak bernyawa. Sadisnya, nafsu syahwat pelaku tiba-tiba muncul. Tergiur tubuh molek korban, dengan posisi terlentang berlumuran darah di atas ranjang, jasad korban kemudian disetubuhi. Padahal, saat itu, kondisi korban sudah tidak bernyawa.
Usai melakukan eksekusi dan melampiaskan hasrat seksualnya, pelaku kemudian cabut dari tempat kejadian lewat pintu dapur. Selanjutnya, berjalan kaki dengan melewati areal pesawahan menuju kediaman ibu kandungnya yang berada di Desa Sumuradem Blok Satria Kecamatan Sukra. Sebelum sampai di tempat yang dituju, Fatoni membuang goloknya ke sebuah gorong-gorong. Di tempat itu juga, pelaku membersihkan diri dari lumuran darah yang masih menempel di pakaiannya.
PENGAKUAN LAIN SANG KEPONAKAN
Fatoni banyak bercerita kepada koran ini tentang kenekatannya menghabisi bibinya sendiri, Ny Wangsih alias Nawangsih (51), ibu rumah tangga warga Desa Patrol Baru, Blok Karanganyar, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu.
Setelah membunuh bibinya, Fatoni menuju rumah ibunya di Desa Sumuradem, Blok Satria, Kecamatan Sukra. Kepada ibunya, Fatoni mengaku telah membunuh bibinya. Dia datang bermaksud meminta uang sebagai modal melarikan diri. Kontan saja, Rokenih, sang ibu, terkejut atas pengakuan anak keduanya tersebut.
Dia tidak percaya atas pernyataan anaknya. Tetapi setelah esok harinya mendengar kabar telah terjadi pembunuhan sadis yang menimpa Wangsih, Rokenih dibuat ketakutan. Anaknya kemudian diberi uang Rp100 ribu sebagai modal melarikan diri keluar daerah.
Berbekal pemberian ibunya itu, Fatoni langsung cabut ke rumah saudaranya yang lain di Desa Gempol Kecamatan Pusakaratu, Kabupaten Subang. Dari tempat itu, diapun kabur ke Jakarta dengan menggunakan kendaraan umum.
Rupa-rupanya, sesampainya di Terminal Pulogadung, Fatoni kebingungan. Apalagi tidak ada sanak saudara di Jakarta. Setelah menginap semalaman di sekitar terminal, dia pun memutuskan untuk balik ke kampung halamannya. Saat kembali ke rumah ibunya itulah, polisi langsung menangkap pemuda yang sudah kecanduan alkohol itu.
Sementara sang ibu kandung mengaku, setelah mendengar cerita anaknya dia pun kabur dari rumahnya mengungsi ke saudara suaminya di Kecamatan Anjatan. “Saya takut dibunuh Pak. Sekarang terserah polisi saja mau diapain anak saya. Memang benar anak saya salah,” ucapnya lirih saat memberikan keterangan kepada petugas di ruang Reskrim Polsektif Sukra. (kho)

Mangga Indramayu



Indramayu yang dikenal dengan sebutan KOTA MANGGA, memang banyak mempunyai kebun mangga di hampir semua desa. salah satu Mangga Khas Indramayu adalah Mangga Cengkir biasa orang indramayu menyebutnya dengan nama Pelem Cengkir.

Mangga yang satu ini memang khas Indramayu, mangga ini berukuran besar dan memiliki serat buah yang khas. Rasanya manis dan kering, tidak seperti mangga lain yang agak basah, mungkin karena daerah Indramayu yang kering sehingga mangga ini terasa gurih.

Mangga khas ini paling enak adalah yang matang dipohon, sangat terasa ke-khasannya, selain itu mangga ini cukup tahan lama dari pembusukan.

Selain mangga cengkir, buah khas Indramayu lainnya adalah mangga gedong atau sering disebut juga mangga gincu karena warna kulitnya yang berwarna-warni. Ukuran mangga ini kecil seukuran kepalan tangan.

Untuk menikmati buah ini, pilihlah musim kemarau untuk menikmatinya, karena buah tidak banyak mengandung air, sehingga rasanya lebih nikmat dibandungkan saat musim penghujan.

Jumat, Februari 27

Aliansi Tujuh Parpol Datangi Panwas Indramayu soal Yance

INDRAMAYU, Tujuh partai politik di Indramayu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Hanura, dan Partai Persatuan Pembangunan, beraliansi menyoal kampanye terselubung yang dilakukan Bupati Indramayu Irianto MS Syafiuddin. Mereka mendatangi Panitia Pengawas Pemilu Indramayu untuk meminta sikap tegas lembaga yang mengawasi jalannya pemilu.

Sebagai bentuk protes atas putusan tersebut, Pimpinan 7 Partai politik yakni Ketua DPC PDI-P Kabupaten Indramayu, Sumaryanto, Ketua DPD PAN, Edi Kusnaedi, Ketua DPD PKS, Ruswa, Ketua Partai Demokrat, Sri Budiharjo Herman, Sekretaris DPC Hanura, Didi Royanti dan Kholil Sukatma, Sekretaris DPC PPP Mendatangi Kantor Panwaslu Kabupaten Indramayu di jalan Pahlawan, Jum'at (27 Februaari)

Perwakilan aliansi tujuh parpol itu datang ke Panwas Indramayu, Jumat (27/2) pagi sekitar pukul 10.15. Sayangnya, tidak ada satu pun anggota Panwas Indramayu yang menemui karena sedang ke Bandung. Hanya dari Sekretaritan Panwas Indramayu, diwakili Ono Harsono, yang menampung aspirasi aliansi tujuh parpol tersebut.

Ketua PDI-P Indramayu Sumaryanto mengatakan, maksud utama kedatangan aliansi tujuh partai adalah mempertanyakan kinerja Panwas Indramayu yang terkesan tidak tegas dan lambat dalam menyelesaikan kasus kampanye terselubung Irianto MS Syaifuddin. Padahal, Panwas merupakan satu-satunya lembaga yang bertanggung jawab menyelesaikan seluruh pelanggaran yang terjadi selama pemilu.

"Kami datang untuk mengetahui sejauh mana tindak lanjut dari penanganan kasus Yance (Irianto MS Syaifuddin) oleh Panwas. Kami ingin pemilu di Indramayu ini berjalan kondusif, sesuai aturan yang ada. Serta meminta panwas tegas dan netral," ujar Sumaryanto.

Keprihatinan aliansi tujuh parpol ini bermula dari kampanye terselubung Yance bersama stafnya dari Partai Golkar, dalam kunjungan kerja Bupati Indramayu di Kecamatan Pasekan (11/2) dan Kecamatan Lohbener (16/2). Dalam kesempatan itu, Yance mengampanyekan Golkar untuk tetap menang dalam Pemilu 2009.

Dialog di ruang tamu Panwas Indramayu sempat panas, ketika Jaenudin, Wakil Ketua PKB Indramayu, emosi karena menilai Panwas terkesan melindungi Yance, selaku bupati yang sangat berkuasa di Indramayu. Terlebih lagi, sanksi yang diberikan hanya berupa teguran dan sanksi administratif. Padahal, kampanye terselubung Yance dianggap telah memanfaatkan fasilitasnya sebagai bupati sehingga melanggar UU Nomor 10 Tahun 2008 Pasal 85.

Karena emosinya, Jaenudin pun sempat menginjak-injak surat teguran yang dikeluarkan KPU Indramayu, itu di atas meja ruang tamu. Bahkan, dia memberikan umpatan kepada Panwas yang dianggap banci dan tidak berani bersikap tegas menindak Yance.

Menanggapi hal itu, seusai pertemuan, Ono mengatakan merasa keberatan dengan sikap tidak sopan salah seorang perwakilan aliansi tujuh partai. Namun, dia mengakui, saat ini Panwas tidak bisa banyak berbuat apa-apa karena tidak ada satu pun anggota Panwas yang sedang di kantor. Bahkan, selama dua bulan terakhir, Panwas Indramayu hanya dijalankan oleh satu orang anggota karena dua orang anggota yang lainnya diberhentikan oleh Panwas Jabar, per 1 Januari 2009.

"Saat ini Panwas memang sedang pincang. Sehingga, tidak banyak yang bisa dilakukan. Tetapi, kasus Yance ini sudah dikoordinasikan langsung dengan Panwas Jabar," tambah Ono. (THT)

Naga Bonar Jadi Calon Presiden

Deddy Mizwar

Deddy Mizwar

Mengejutkan. Aktor senior Deddy Mizwar akhirnya mendeklarasikan diri menjadi salah satu calon presiden dalam pemilu berikutnya. Deklarasi pencapresan aktor pemeran Naga Bonar I dan II itu akan berlangsung pekan ini.

“Harus ada pilihan,” kata aktor gaek Deddy Mizwar dalam perbincangan dengan VIVAnews melalui telepon, Selasa, 24 Februari 2009. Deddy yang saat ini sedang berada di lokasi syuting pun berharap agar presiden berikutnya bisa melepaskan masyarakat dari belenggu kemiskinan.

Deklarasi calon presiden itu akan disampaikan dalam acara orasi politik. Acara deklarasi itu akan digelar Jumat, 27 Februari 2009. Deklarasi calon presiden itu akan dilakukan di Galeri Cipta Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat.

Makanya, ini adalah refleksi. Nanti tunggu orasi politik saya hari Jumat,” tegas aktor yang pernah empat kali meraih Piala Citra ini.

Deddy Mizwar sama sekali belum pernah terjun ke dunia politik. Aktor kelahiran Jakarta tahun 1955 itu pernah meraih dua Piala Vidya. Deddy pun sempat diundang Presiden Yudhoyono karena sukses menggarap Sinetron Kiamat Sudah Dekat.
Sumber : VIVAnews

Kamis, Februari 26

Bupati Indramayu Dinilai Langgar Peraturan Pemilu

Indramayu, Panitia Pengawas Pemilihan Umum akan memproses kasus dugaan pelanggaran kampanye oleh Bupati Indramayu yang dilaporkaan sejumlah partai politik. Hal Ini terkait dengan pidato Bupati yang dianggap menggalang para pegawai negeri sipil tingkat Kecamatan Pasekan, Indramayu, Jawa Barat, untuk memilih partai tertentu.

Pidato Bupati Indramayu, Irianto MS Syafiuddin, dilaporkan Partai Keadilan Sejahtera ke Panwaslu setempat dengan bukti rekaman video berdurasi hampir lima menit. Menurut Ketua Dewan Pimpinan Daerah PKS Indramayu, Ruswa, Rabu (25/2), Bupati dinilai telah melanggar ketentuan larangan pejabat melakukan kampanye dengan menggunakan fasilitas negara.

Namun, Bupati membantah pidatonya sebagai kampanye. Menurut dia yang disampaikan hanyalah sosialisasi pemilu sebagaimana dianjurkan Menteri Dalam Negeri. Sementara itu, menurut Sugeng Heryadi, anggota Panwaslu Kabupaten Indramayu, meski telah memberikan teguran secara lisan kepada Bupati, pihaknya akan tetap memproses laporan terkait dugaan pelanggaran kampanye.

Sesuai pasal 84 Undang-undang Pemilu ditegaskan, para pejabat negara yang melakukan kampanye dilarang menggunakan fasilitas terkait jabatannya. Selain itu, pejabat yang bersangkutan juga harus menjalani cuti di luar tanggungan negara. (UPI/Ridwan Pamungkas /Liputan6.com)

PKS Laporkan Mobilisasi PNS

INDRAMAYU, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Indramayu melaporkan dugaan pelanggaran aturan pemilu kepada Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) setempat, kemarin.

Mereka antara lain melaporkan perusakan atribut PKS dan dugaan mobilisasi pegawai negeri sipil (PNS) untuk memilih parpol tertentu. Ketua DPD PKS Indramayu Ruswa menyatakan, pihaknya menemukan indikasi ”pembinaan” kepada aparat pemerintah di Kecamatan Lohbener dan salah satu sekolah di Kecamatan Pasekan oleh oknum pejabat Pemkab Indramayu beserta stafnya.

Dalam ”pembinaan” itu ternyata ada pengarahan agar aparat pemerintah termasuk PNS memilih partai tertentu dalam Pemilu 2009. ”Berdasarkan temuan kami, kegiatan serupa juga sudah banyak terjadi di berbagai tempat maupun acara,” ujar Ruswa dalam jumpa pers di Hotel Prima Indramayu,kemarin.

Dia juga menyesalkan terjadinya aksi perusakan alat peraga sosialisasi berupa banner dan baliho-baliho sejumlah partai termasuk PKS. Ruswa mencontohkan aksi anarkistis terhadap baliho seorang caleg DPR RI dari PKS Mahfudz Shiddiq yang memuat tulisan ”PKS musuh gue, kata koruptor”.

Baliho tersebut disobek dan ada pula yang dirubuhkan. ”Ini bisa saja bentuk provokasi dan adu domba antarpartai.Kami menyerukan kepada semua partai untuk saling bahumembahu mengamankan pemilu dan menjaga kondusifitas Kabupaten Indramayu,” imbuhnya.

Sementara itu, anggota Panwaslu Indramayu Sugeng Wahyudi mengakui pihaknya telah menerima laporan PKS tentang dugaan mobilisasi PNS dan perusakan atribut, ”Kami pasti menindaklanjutinya,” janji Sugeng. (tomi indra/SINDO)

Bupati Masih Berkilah

INDRAMAYU, Meski terekam secara visual dalam VCD,Bupati Indramayu Irianto MS Syafiuddin (Yance) tetap membantah dirinya mengampanyekan Partai Golkar dalam sebuah acara dinas di Kecamatan Pasekan pada Senin (16/2) lalu.

Dia juga menyangkal telah berupaya memobilisasi jajaran pegawai negeri sipil (PNS) agar memilih Partai Golkar pada pemungutan suara 9 April mendatang.” Kalau ada anak buah saya yang memuji keberhasilan pembangunan di Indramayu, apa itu salah?”kilahnya dalam jumpa pers di Pendopo Indramayu, kemarin. Menurut ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Indramayu ini, pidatonya yang mengaitkan pembangunan di Indramayu dengan sosok dirinya dan Partai Golkar bukan untuk mengondisikan jajaran PNS agar memilih parpol berlambang beringin.

”Semua kan diserahkan kepada pemilih,” kata dia.Yance juga menyatakan bahwa lokasi kegiatan dinas di Kecamatan Pasekan tersebut dinilainya merupakan tempat umum, bukan bagian dariasetpemerintahanataufasilitas negara. Sekadar diketahui, tindakan Yance dilakukan dalam kegiatan pembinaan terhadap PNS di Kecamatan Pasekan dan Kecamatan Lohbener.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kemudian melaporkan aksi Yance tersebut kepada Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Indramayu dan Panwaslu Jawa Barat berikut bukti rekaman VCD berdurasi sekitar 3 menit berisi pidato Yance tentang Golkar di hadapan para PNS dan testimoni seorang kepala cabang Dinas Pendidikan yang mendukung Golkar. Kejadian kontroversial ini bukanlah pertama kali bagi Yance. Sebelumnya, anggota Dewan Pembina Golkar Jabar ini juga tersandung iklan kampanye Partai Golkar yang mengutip ayat suci Alquran.

Saat itu Yance sudah meminta maaf kepada khalayak atas kealpaan tersebut melalui media massa. Sementaraitu,anggotaPanwaslu Indramayu Sugeng Wahyudi menyatakan, pihaknya akan memanggil oknum pejabat yang dalam rekaman VCD tampak jelas sedang menggiring PNS untuk memilih parpol tertentu yaitu Bupati Yance dan beberapa PNS lainnya.

”Kami sedang mendalami kasus ini.Tapi kami sudah menegur Bupati Indramayu karena telah menyalahgunakan fasilitas negara,”tegasnya. (tomi indra/SINDO)

Deklarasi Provinsi Cirebon Diundur

CIREBON, Gagasan untuk mendeklarasikan daerah pemekaran Cirebon (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Ciayumajakuning) menjadi provinsi yang semula dijadwalkan pada 15 Februasi 2009 diundur menjadi 8 Maret 2009.

"Pendeklarasian provinsi Cirebon diundur 8 Maret, mengingat banyak warga Cirebon Kabupaten/Kota, Kab.Indramayu, Kab. Majalengka dan Kab,Kuningan di luar daerah ingin menyampaikan aspirasi," kata Ketua Panitia Pembentukan Provinsi Cirebon (P3C) Nana Sudiana kepada wartawan di Cirebon, Sabtu.

Menurut dia, masyarakat Ciayumajakuning seperti di Palembang, Solo dan Bekasi ingin menyampaikan aspirasi dan itu memerlukan waktu yang panjang. "Selain itu, kami juga memperhatikan moratorium pemerintah tentang pemekaran wilayah. Kami juga tidak ingin deklarasi itu sampai menimbulkan anarkis," katanya.

Masa persipan akan dilakukan dengan penyampaian aspirasi ke masing-masing DPRD Kabupatan/Kota oleh Panitia Persiapan Pembentukan Provinsi Cirebon (P4C).

Penyampaian aspirasi tersebut pada 17 Pebruari 2009 ke DPRD Kuningan, 19 Pebruari 2009 ke DPRD Kab.Cirebon, 24 Pebruari 2009 ke DPRD Kota Cirebon dan 25 Pebruari 2009 ke DPRD Majalengka. Kegiatan serupa sudah dilakukan ke DPRD Indramayu beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, pada 4 Maret 2009 rekomendasi setiap daerah harus sudah masuk ke P3C dan hari Ahad 8 Maret 2009 deklarasi akbar se-Wilayah III Cirebon diharapkan selasai.

Pada Awal April 2009 diharapkan sudah terbit rekomendasi DPRD Jabar dan Gubernur Jabar. "Insyaallah tahun 2009 Cirebon jadi provinsi," katanya. - ant/ahi

Ribuan Gakin tak Dapat Raskin

INDRAMAYU, Molornya pembayaran beras untuk rakyat miskin (raskin) dari aparat di tingkat desa dan kecamatan, telah berdampak pada keterlambatan penerimaan jatah raskin bagi keluarga miskin (gakin). Padahal, para gakin selalu membayar raskin tepat waktu.

Hal itu terungkap dalam Rapat Evaluasi Raskin 2008 dan Rencana Raskin 2009 yang digelar di Ruang Data II Pendopo Kabupaten Indramayu, Selasa (24/2). Dalam acara yang dipimpin Sekda Kabupaten Indramayu, Srie Indrawati itu dihadiri pihak Bulog Sub Divre Indramayu maupun camat se-Kabupaten Indramayu.

Berdasarkan data dari Bagian Perekonomian Pemkab Indramayu, jumlah kecamatan yang masih menunggak pembayaran raskin mencapai delapan kecamatan. Adapun delapan kecamatan tersebut, yakni Kecamatan Krangkeng sebanyak Rp 35.298.000, Kecamatan Losarang senilai Rp 47.227.000, dan Kecamatan Widasari yang mencapai Rp 41.840.000.

Selain itu, kecamatan lain yang masih menunggak adalah Kecamatan Gantar sebanyak Rp 18.956.000, Kecamatan Patrol senilai Rp 17.184.000, Kecamatan Indramayu mencapai Rp 15.341.000, Kecamatan Gabuswetan sebesar Rp 11.228.000. dan Kecamatan Pasekan sebanyak Rp 10.744.000.

Dengan adanya tunggakan tersebut, berarti ada 123.636 gakin yang menjadi rumah tangga sasaran (RTS) yang tidak bisa menerima jatah raskin. Padahal, raskin dengan harga Rp 1.600 per kilogram itu sangat membantu meringankan beban para gakin.

Camat Gantar, Drs Wasga, saat dikonfirmasi, membenarkan wilayahnya belum melunasi pembayaran raskin. Dia mengatakan, penyebab keterlambatan pembayaran raskin itu berada di masing-masing desa.

‘’Karena itu bisa dikonfirmasi langsung kepada masing-masing kuwunya,’’ ujar Wasga ketika dihubungi Republika melalui telepon selulernya.

Sekda Kabupaten Indramayu, Srie Indrawati, memerintahkan kepada seluruh camat yang masih menunggak pembayaran raskin untuk segera melunasinya. Pasalnya, tunggakan tersebut berdampak pada penerimaan jatah raskin bagi para gakin.

‘’Saya minta tunggakan itu segera dilunasi supaya penyaluran raskin dapat berjalan lancar,’’ tegas Srie.

Sementara itu, untuk rencana penyaluran raskin 2009, terdapat peningkatan jumlah RTS penerima raskin dibandingkan pada 2008. Untuk penyaluran raskin 2009, terdapat 173.150 RTS yang berhak menerima raskin. Sedangkan pada 2008 hanya mencapai 169.701 RTS.

Kepala Bulog Sub Divre Indramayu, Surasno, menjelaskan, untuk pendistribusian raskin tersebut, pihaknya telah menyiapkan beras sebanyak 2.597.250 kilogram per bulan. Jumlah itu setara dengan 31.167.000 selama satu tahun. ‘’Pokoknya kami siap menyalurkan raskin sesuai pengajuan raskin dari setiap kecamatan,’’ tegas Surasno.

Siswa Ikuti Seminar Kepemimpinan

INDRAMAYU - Senat Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (SMFKIP) Unwir Indramayu menggelar seminar kepemimpinan dan manajemen organisasi OSIS SMA/SMK/MA se-Kabupaten Indramayu, Rabu (25/2). Acara yang berlangsung di aula Unwir ini diikuti 42 perwakilan OSIS terdiri dari ketua dan sekretaris.

Ketua pelaksana M Arifin Nurmantoro mengatakan, seminar itu bertujuan memotivasi para calon pemimpin penerus bangsa agar memiliki wawasan dan pengetahuan organisasi sehingga dapat diandalkan kelak. “Kami ingin menjalin kebersamaan antara mahasiswa dengan kalangan pelajar, juga memberikan wahana tambahan pengetahuan organisasi. Ucap syukur, acara berjalan sukses dengan dukungan dari semua pihak yang peduli akan majunya pendidikan,” ujar Arifin.
Arifin menambahkan, kegiatan seminar akan diadakan secara berkesinambungan guna membangun kualitas yang mumpuni bagi kalangan pelajar. “Apa yang kami hadirkan tidak lebih dari upaya meningkatkan mutu pendidikan. Bukan saja pelajaran formal namun pengetahun semacam ini perlu di diterima kalangan pendidikan,” tegasnya. (alw)

313 Anggota Poldes Dikukuhkan

INDRAMAYU - Polres Indramayu mengukuhkan 313 orang polisi desa (poldes) untuk sejumlah desa di Kabupaten Indramayu. Pengukuhan dipimpin Kapolres AKBP Drs Mashudi didampingi Kabag Bina Mitra Kompol Suhiro SH, Rabu (25/2) di halaman mapolres setempat. Hadir seluruh kapolsek dan kuwu se-Kabupaten Indramayu.
“Pembentukan poldes bertujuan menjalin kemitraan antara polisi dan masyarakat. Selama ini polisi masih dipandang sosok menakutkan bagi masyarakat. Poldes akan menjalin kerjasama yang baik kuwu dan semua elemen masyarakat yang ada di desa masing-masing. Saya juga meminta poldes agar mengunjungi tempat tugasnya empat kali dalam seminggu dan mengunjungi para kuwu, ketua RT hingga RW,” kata Mashudi usai pengukuhan.
Pada kesempatan itu Mashudi membagikan buku mutasi kepada setiap anggota poldes. Buku itu untuk diisi oleh anggota poldes saat melakukan kunjungan ke kuwu dan masyarakat. “Kami akan melakukan pemeriksaan aktivitas anggota poldes melalui buku mutasi yang dibagikan sekarang,” tegasnya. (dun)

Polisi Ringkus Dua Calo Angkutan Desa

WIDASARI - Dua preman kampung, Warsidi alias Blegor (25) dan Suwarno alias Wel (37), kini harus berurusan dengan kepolisian. Dua calo angkutan pedesaan (angdes) jurusan Jatibarang-Bangodua tersebut ditangkap setelah mengeroyok Ahyani (34), warga Blok Puang Desa Tugu, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu. Korban dihajar hingga babak belur saat berada di simpang tiga Desa Bangkaloa, Kecamatan Widasari.
Data yang diterima koran ini menyebutkan, pengeroyokan bermula ketika korban menurunkan penumpang di pertigaan Bangkaloa. Saat ingin melanjutkan perjalanan, pelaku Blegor berada di jalan menghalangi laju angdes. Korban pun membunyikan klakson, meminta Blegor menyingkir ke pinggir jalan. Bukannya menyingkir, Blegor malah memarahi Ahyani.
Keduanya akhirnya terlibat cekcok mulut hingga berujung pada pemukulan terhadap Ahyani. Tak lama kemudian, pelaku Suwarno alias Wel yang merupakan warga Blok Curug, Desa Tegalgirang, Kecamatan Bangodua, datang lalu membantu Blegor untuk mengeroyok Ahyani. Beberapa calo lainnya pun melakukan hal yang sama. Dalam kondisi babak belur, dia melapor ke polisi.
Jajaran Polsek Widasari yang dipimpin Kanit Patroli Aiptu Endin Rohendi dan Kanit Reskrim Aiptu I Wayan Swedana, turun mengejar para pelaku. Hasilnya, Blegor dan Wel bisa ditangkap sementara tiga pelaku lainnya kabur dan hingga kini masih dalam pengejaran.
Menurut Kapolsek Widasari, AKP Bendi Ujianto, Wel adalah mantan lurah di desanya. “Segala bentuk premanisme yang berada di wilayah hukum Polsek Widasari harus di berantas hingga ke akarnya. Bagi pelakunya diberikan sanksi hukum sesuai tindak pelanggaran yang dilakukan,” tandasnya. (tar)

Pembunuh Kakak Ipar Dibekuk

Istri Turut Terlibat, Bermotif Rebutan Tanah Warisan
INDRAMAYU
- Setelah kabur selama 10 bulan lamanya, Jana (28), akhirnya takluk juga. Pria yang membunuh kakak iparnya bernama Rastiyem (40), warga Blok Bedeng, Desa Bugis Tua, Kecamatan Anjatan, ini ditangkap saat hendak melangsungkan pernikahan dengan seorang janda di Desa Bogeg, Kecamatan Sukra, Rabu (25/2).

Tersangka lain dalam kasus pembunuhan sadis ini masih diburu. Dia adalah Kaspen yang tak lain adik korban. Jana dan Kaspen adalah pasangan suami istri (pasutri) yang sudah lama menetap serumah dengan korban. Keduanya membunuh dengan cara menggorok leher Rastiyem hingga putus. Peristiwa itu terjadi Senin tanggal 12 Mei 2008 sekitar pukul 17.30 di rumah korban.
Setelah menghabisi korban, keduanya pun kabur dan nyaris tak terlacak polisi. Tapi dasar apes, Jana justru takluk juga. Polisi mencium keberadaannya di Desa Bogeg. “Setelah kami telusuri, tersangka Jana sedang berada di Desa Bogeg, Kecamatan Sukra, untuk menikah dengan seorang janda. Saat akan mengucapkan ijab Kabul, langsung kami tangkap. Kini kami sedang memburu istrinya,” tandas Kapolres Indramayu AKBP Drs Mashudi didampingi Kasat Reskrim AKP Andri Kurniawan SIK.
Jana sendiri mengaku nekat membunuh kakak iparnya karena terlibat masalah warisan tanah peninggalan mertuanya. Tanah pekarangan yang ditempati korban, kata Jana, sebenarnya milik istrinya. “Saya kecewa, tanah kami malah diambil,” ujar Jana saat menjalani pemeriksaan. (dun)

PKL Bisa Jadi Aset Wisata Keluarga

INDRAMAYU – Pedagang kaki lima (PKL) bukanlah musuh satuan polisi pamong praja (Satpol PP). Untuk itulah terhadap mereka harus dilakukan pendekatan secara persuasif dalam rangka mensukseskan berbagai program pemerintah daerah. Bahkan, PKL sebenarnya bisa dijadikan aset wisata keluarga. Hal tersebut diungkapkan Kepala Satpol PP Kabupaten Indramayu, A Bachtiar SH MH, Rabu (25/2).
Bachtiar menjelaskan, ada tiga lokasi PKL di kawasan kota yang bisa dijadikan obyek wisata keluarga, jika dikelola secara baik. Diantaranya di kawasan tanggul Cimanuk (depan Kantor Pos), Pasar Mambo, serta Sport Center. Menurutnya, PKL yang ada di tempat-tempat tersebut alangkah lebih baik kalau ditata atau ditertibkan penempatannya.
“Saya pikir kalau PKL bisa ditempatkan dengan tertib dalam suasana yang aman dan menyenangkan, maka bisa menjadi aset wisata keluarga atau wisata kuliner,” tandasnya.
Bachtiar menyayangkan karena ketiga tempat tersebut selama ini kurang penataan, dan tidak dikelola secara baik. Padahal kalau ada yang mampu mengelola, misalnya dengan selalu menggelar pertunjukan rutin seperti musik, kesenian tradisional maupun yang lainnya, tempat-tempat tersebut akan menarik perhatian warga untuk datang.
Sementara menurut Nano Budiono (35), warga Indramayu, selama ini sejumlah fasilitas milik pemkab seperti Taman Pasar Mambo, Tanggul Cimanuk maupun Sport Center memang terkesan kurang penataan. Akibatnya banyak PKL yang berjualan namun mengganggu keindahan kota. Padahal kalau mereka ditata dengan baik, memang bisa menjadi lokasi wisata kuliner.
“Saya pikir pihak dinas terkait memang perlu untuk mengembangkan kawasan PKL sebagai obyek wisata keluarga. Apalagi selama ini di Indramayu miskin tempat hiburan,” ujar bapak dari satu anak ini. (oet)

K3S Sosialisasi dan Pelatihan Terpadu

SUKRA – Pengetahuan tenaga pendidik SD/MI di Kecamatan Sukra tentang Manajemen Berbasis Sekolah Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efekti dan Menyenangkan (MBS Pakem), flu burung maupun Rencana Kerja Sekolah (RKS), masih terbilang minim.

Menyadari hal itu, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) bersama UPTD Pendidikan Kecamatan Sukra, menyelenggarakan sosialiasai dan pelatihan terpadu tentang ketiga hal tersebut selama tiga hari mulau Rabu sampai Jumat (25-27/2) bertempat di SDN Sukra Wetan 1.
Kegiatan yang dibuka Rabu (25/2) oleh Camat Sukra Mulya Sedjati SE serta dihadari oleh Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Sukra Drs H Aripin tersebut, diikuti sebanyak 69 peserta terdiri dari 23 guru kelas III, 23 guru kelas VI dan 23 Kepala SD/MI se-Kecamatan Sukra.
Dalam laporannya, ketua panitia H Suhyana SPd memaparkan, selama mengikuti kegiatan, para peserta akan mendapatkan materi dari para nara sumber yang berkompeten. Di hari pertama, materi yang disampaikan diantaranya kebijakan umum bidang pendidikan oleh Drs H Aripin, pembelajaran Pakem oleh Kardi SPd, serta kurikulum 2006/KTSP oleh M Satari SPd.
“Dengan mengikuti kegiatan ini para peserta diharapkan dapat melaksanakan MBS dengan menitikberatkan peran serta masyarakat. Serta mampu menyusun kurikulum sendiri dengan mengintregasi flu burung disetiap satuan pendidikan masing-masing,” jelas Suhyana.
Sementara itu Camat Sukra Mulya Sedjati SE dalam sambutannya mengatakan, kemampuan kepemimpinan dan manajemen sekolah dari para guru maupun Kepsek harus terus ditingkatkan.
“Tidak sekedar mencari kredit point untuk kelengkapan sertifikasi, tapi juga harus ada niat meningkatkan mutu pendidikan sehingga murid menjadi betah dan orang tua siswa lebih percaya terhadap sekolah” tandas Mulya. (kho)

Warga Sabrang Wetan Gorol Bangun Mushala

ANJATAN – Merasa tempat ibadah yang tersedia saat ini masih belum mencukupi, penduduk di Desa Anjatan Utara Blok Sabrang Wetan RT 08 RW 03 Kecamatan Anjatan, ramai-ramai membangun sebuah musala baru. Pembangunan musala yang diberi nama Nurul Islam dan menelan biaya sekitar Rp72,6 juta itu mulai dilaksanakan Rabu (25/2), ditandai upacara peletakan batu pertama oleh Camat Anjatan Drs H Sugeng Heryanto MSi.
Hadir dalam kesempatan itu Kuwu Desa Anjatan Utara Asmono, tokoh ulama, tokoh masyarakat dan puluhan warga yang siap melaksanakan gotong royong. Kuwu Asmono didampingi ketua panitia Caryadi menjelaskan, jumlah penduduk di Blok Sabrang Wetan terus bertambah. Sementara sarana ibadah seperti musala kurang mencukupi. Sehingga aktivitas ibadah masyarakat hanya dapat dilakukan di rumahnya masing-masing.
“Sebenarnya melaksanakan ibadah di rumah sudah baik, akan tetapi lebih baik lagi jika dilakukan berjamaah. Selain mempererat ukhuwah islamiyah, juga dapat menyambung komunikasi antar tetangga,” kata Asmono.
“Musala ini nantinya bukan hanya sekadar tempat untuk melakuakn ritual ibadah semata, tapi juga bisa dimanfaatkan sebagai wadah pertemuan warga ataupun aktivitas keagamaan warga di sini,” tambah Caryadi.
Dalam amanatnya, Camat Sugeng berharap proses pembangunan musala harus dapat dilaksanakan sebaik mungkin dan tidak hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah semata. “Upayakan mengakomodir potensi sumber dana dari masyarakat sendiri. Insya Allah pemerintah juga akan turut memperhatikan kalau masyarakat benar-benar serius menggarap pembangunan musala ini,” katanya. (kho)

Cegah Trafiking, Waspadai Iming-iming Jutaan Rupiah

TP PKK Gencar Sosialisasi Bahaya Perdagangan Orang
Perdagangan manusia atau trafiking masih mengancam di sekitar kita. Untuk itulah semua harus waspada terhadap praktek trafiking yang kerap memakan korban anak-anak di bawah umur. Kabupaten Indramayu adalah salah satu daerah yang menjadi sasaran empuk para pelaku trafiking di Jawa Barat. Bagaimana upaya penanganannya?

LAPORAN: UTOYO PRIE ACHDI DARI PASEKAN
MENURUT
Dr Lilis dari TP PKK Kabupaten Indramayu, jika ada yang menawari pekerjaan tapi belum jelas kebenarannya, maka perlu diwaspadai. Sebab bisa saja hal itu adalah jebakan untuk menjerat korban trafiking.
“Apalagi ada yang memberikan iming-iming uang jutaan rupiah, sementara pekerjaan yang dijanjikan masih belum jelas, maka ini harus kita waspadai,” tandas Dr Lilis saat sosialisasi pencegahan trafiking di Desa Totoran, Kecamatan Pasekan, Rabu (25/2).
Dikatakannya, selama ini banyak orangtua korban trafiking yang terbuai ketika diiming-imingi uang. Mereka baru sadar saat anak-anaknya menderita karena ternyata telah menjadi korban trafiking. Ia berharap kepada para orang tua terutama yang memiliki anak gadis agar lebih berhati-hati. Jangan hanya memikirkan materi, tetapi nantinya malah mengorbankan anak.
Sementara Ketua TP PKK Kecamatan Pasekan, Ros Susyadi menyampaikan materi tentang bahaya penyakit demam berdarah (DBD) maupun flu burung. Dikatakannya, penyakit demam berdarah tidak bisa disembuhkan. Cara untuk mengatasinya adalah dengan cara pencegahan yaitu melakukan 3M, menguras bak mandi, membersihkan sarang nyamuk, serta menjaga kebersihan lingkungan.
“Apabila ada yang mengalami demam tinggi harus segera dibawa ke puskesmas atau rumah sakit, karena penyakit DBD harus cepat ditangani,” tandas Ros.
Sementara untuk mencegah penyakit flu burung (avian influenza), Ros menghimbau kepada masyarakat yang memelihara unggas agar berhati-hati. Dikatakannya, apabila ada unggas mati mendadak secara masal harus segera melapor ke desa atau kecamatan agar bisa segera dilakukan pemeriksaan.
Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari anggota PKK tingkat kecamatan dan desa, serta para kuwu dan perangkat desa. (*)

BP Indonesia Bantu Nelayan Eretan

KANDANGHAUR – BP Indonesia kembali menebar bantuan kepada masyarakat nelayan di Desa Eretan Wetan dan Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur. Kali ini bantuan yang diserahkan langsung oleh Humas BP Indonesia, A Basith Syarwani, diperuntukkan bagi rehab musala dan majelis taklim (MT) serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Serah terima bantuan dilaksanakan Rabu (25/2) bertempat di aula kantor Kecamatan Kandanghaur. Hadir dalam kesempatan itu Camat Kandanghaur Aris Tarmidi SH MSi, Ketua Komite Pengembangan Masyarakat Kandanghaur (KPMK) Mismaka SPd MSi beserta jajaran pengurus, Kuwu Desa Eretan Kulon Delut Amin SPd, serta warga penerima bantuan.
“Masyarakat Kandanghaur sangat berterimakasih atas peran aktif BP Indonesia selama ini. Bukan hanya konsisten membantu di bidang pendidikan, tapi juga di sektor ekonomi dan juga bidang keagamaan,” ujar Camat Aris Tarmidi SH MSi saat memberikan sambutan.
Diakuinya, konstribusi yang diberikan oleh BP Indonesia sejak beberapa tahun lalu sangat besar manfaatnya dirasakan oleh masyarakat. “Dengan bantuan yang diberikan, masyarakat Kandanghaur semakin sibuk mengurusi pembangunan. Alhamdulillah, sedikit demi sedikit kesejahteraan nelayan makin meningkat,” ujarnya.
Sementara itu Humas BP Indonesia A Basith Syarwani menjelaskan, bantuan di tahun 2009, jumlahnya lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sebab, permohonan yang disampaikan oleh masyarakat jumlahnya juga semakin banyak.
“Bantuan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin supaya tujuan menumbuhkan perekonomian perdesaan dalam rangka mendongkrak kesejahteraan masyarakat dapat tercapai,” harapnya.
BP Indonesia, kata Basith juga mengharapkan kerjasama atau kolaborasi yang lebih baik lagi dengan masyarakat, pemerintah maupun lembaga yang berkompeten. (kho)

Geliat Wisata Kuliner Indramayu

Hadirkan Wiliam Wongso, PKK Kenalkan Makanan Khas Daerah
Dalam rangka mengembangkan wisata kuliner, Tim Penggerak PKK Kabupaten Indramayu bersama Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) berupaya terus mengenalkan sejumlah makanan yang jadi ciri khas Kota Mangga. Diantaranya adalah bandeng tanpa duri, pedesan entog, dan makanan khas bubur cecek (burcek).

KEGIATAN yang dihadiri ahli kuliner internasional Wiliam Wongso itu berlangsung di Desa Tambak, Kecamatan/Kabupaten Indramayu. Ikut hadir sekaligus mengenalkan makanan khas daerah adalah Ketua TP PKK Indramayu, Hj Anna Sophana, dan TP PKK Bakorwil (BKPP) Cirebon yang dipimpin istri Kepala BKPP Drs H Ano Sutrisno MM, yakni Hj Erni Astuti.
Dalam kesempatan itu, Anna Sophana menjelaskan, acara yang digelar bertujuan untuk mengenalkan makanan khas dan usaha di bidang kuliner yang selama ini belum diketahui masyarakat di luar Indramayu. Padahal Indramayu kaya akan kuliner seperti bubur cecek (burcek), balado ikan bandeng tanpa duri, pedesan entog dan masih banyak lagi makanan khas lainnya.
“Melalui program wisata kuliner, makanan khas daerah bisa dikenal oleh masyarakat di luar Indramayu. Semoga kegiatan ini bisa membantu mengembankan usaha yang lebih luas lagi. Kami meminta kepada Pak Wiliam Mongso, tenaga ahli di bidang wisata kuliner untuk bisa membantu dalam hal pemasaran,” pintanya, Rabu (25/2).
Dijelaskannya, wisata kuliner saat ini menjadi perhatian serius TP PKK dalam rangka mengembangkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Masyarakat juga mulai melirik untuk menggeluti usaha pengelolaan ikan bandeng tanpa duri. ”Oleh karenanya saya berharap ajang ini memberikan pengalaman serta bisa membantu pangsa pasar,” katanya.
Sementara itu ahli kuliner Wiliam Wongso mengungkapkan, setiap daerah tentunya harus memiliki makanan khas tersendiri untuk bisa dipasarkan ke luar daerah. Wiliam mengaku sangat tertarik dengan manan khas burcek karena di daerah lain belum ada. Selain burcek, makanan blondon juga baru pertama kali dirasakannya, dan ternyata sangat enak.
“Tinggal bagaimana makanan khas daerah ini bisa menembus pasar nasional, bahkan kalau bisa internasional. Yang jelas makanan khas daerah ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tutur pria yang mengasuh program memasak di salah satu teve swasta itu. (dun)

Rabu, Februari 25

Pedesan Entog Kuliner Khas Indramayu





Indramayu selain dikenal sebagai salah satu Kabupaten penghasil buah mangga, juga di kenal memiliki kekhasan dalam segi kuliner. Sebagai Kabupaten yang terletak di pesisir pantai utara Jawa tentunya Kabupaten Indramayu mempunyai berbagai resep masakan warisan dari nenek moyang dulu.

Disini saya akan mencoba memberikan satu resep masakan yang ada di Indramayu, yang dulu tidak begitu dikenal kebanyakan masyarakat Indramayu namun sekarang ini menjadi salah satu menu masakan favorit yang lagi tren dikalangan para petualang kuliner, bahkan ini menjadi salah satu masakan andalan sebagian besar warung-warung makanan yang tersebar hampir di setiap jalan di Indramayu. Nama masakan ini adalah "Pedesan Entog (itik)" yaitu masakan dari daging Entog yang dimasak dengan bumbu yang sangat pedas sekali, sehingga membuat anda yang suka dengan masakan pedas tentunya masakan ini sangat cocok sekali.

Bagi anda yang penasaran dan mau mencoba masakan ini, disini saya mau berbagi resep dan cara memasaknya. masakan ini sangat mudah cara membuatnya dan biaya yang dikeluarkan juga tidak terlalu banyak dan cukup terjangkau isi dompet kita.

Berikut ini adalah bahan-bahan yang di butuhkan dan proses pembuatannya.
bahan-bahan:

1. 1 ekor daging entog yang sudah dihilangkan bulunya dan dipotong-potong menjadi beberapa bagian kecil.
2. 1 kilogram Cabe yang sudah ditumbuk halus.
3. Kunyit secukupnya
4. jeruk nipis secukupnya
5. 5 daun sere/kanijara
6. garam secukupnya
7. minyak goreng

Cara membuatnya:

* Daging entog yang sudah dipotong kecil,di rebus samapi daging agak lunak
* semua bumbu dijadikan satu dan ditumbuk hingga halus.
* sambil menunggu daging agak linak dan empuk, masukan minyak goreng kedalam wajan lalu goreng semua bumbu yang sudah dihaluskan, sampai mengeluarkan bau harum.
* setelah bumbu mengeluarkan bau harum, masukan daging entog yang sudah direbus, dan campur ke dalam bumbu lalu masak kurang lebih 40 menit dan biarkan bumbu meresap kedalam daging entog.
* masakan ini cocok dihidangkan saat masih panas.


Tidak ada salahnya anda mencoba masakan kuliner dari Indramayu ini, baik untuk dikonsumsi bersama keluarga atau anda mencoba membuka usaha warung "pedesan entog" ini. Dan saya juga berharap, bahwa anda juga mau mengirimkan salah satu resep masakan asal daerah anda. Selain untuk mengenalkan ragam masakan khas daerah, sekaligus anda juga turut serta melestarikan warisan kuliner Indonesia.

Kalau Anda males masak sendiri, silahkan Kunjungi

Warung Pedesan Entog Bang Combet di Area Sport Center Indramayu.

Warung Pedesan Mas Glembo di Depan Eks Kawedanaan Jatibarang

Selamat mencoba masakan khas Indramayu, dan saya tunggu kiriman masakan dari anda.

Hasil Ujian Akhir Semester (UAS) UT 2008.2


Sehubungan dengan banyaknya mahasiswa UT yang menanyakan nilai hasil UAS 2008.2
maka kami informasikan bahwa :

Untuk PENGUMUMAN HASIL UJIAN UT Pusat akam mengirimkan hasil ujian UPBJJ-UT paling cepat 8 (delapan) minggu setelah hari terakhir UAS. Selanjutnya, UPBJJ-UT akan mengirimkan hasil ujian berupa Daftar Nilai Ujian (DNU) ke alamat mahasiswa. Di samping itu, mahasiswa dapat mengetahui hasil UAS pada INFO AKADEMIK-NILAI PENDAS
Nilai ujian juga dapat diketahui dengan mengirim SMS, dengan cara sebagai berikut:

* Untuk pengguna Matrix, Mentari, ketik : nilai [NIM], [masa ujian]
contoh : nilai 818096828,20082 kirim ke 6736 (Rp.600/sms)

* Untuk pengguna XL, Telkomsel, fren, Fleksi, Esia; ketik ut nilai[NIM]. [masa ujian]
contoh : ut nilai 818096828,20082 kirim ke 3949 (Rp.1000/sms)

gunakan spasi untuk memisahkan kata, misal nilai nim.
Selain itu nilai ujian juga dapat ditanyakan melalui telepon nomor (021) 7490941 pesawat 1013 sampai dengan 1018.

Atau anda bisa langsung membuka Melalui WEB dengan mengKLIK Gambar dibawah ini :


Selanjutnya Isi dengan Benar NIM dan Tangga Lahir anda.

Contoh:

NIM : 08713357
Tangga Lahir : 13011980
Masa Registrasi / Ujian : 20082

Ribuan Warga Indramayu Menunggu Ganti Rugi Pertamina

INDRAMAYU, Lima bulan sudah pencemaran minyak oleh PT Pertamina Unit Pengolahan VI Balongan di Indramayu, Jawa Barat, berlalu.Namun, sebagian pesisir pantai Indramayu hingga kini masih tercemar minyak. Di kawasan pesisir Pabean Ilir masih terlihat gumpalan minyak pekat bercampur pasir laut. Gumpalan minyak dan bekas tumpahan minyak masih terlihat di pantai Karang Song. Kapal tanker Arendal tumpah, September 2008.

Pertamina bekerja sama dengan Kementerian Negara Lingkungan Hidup sebetulnya sudah dua kali melakukan pembersihan pantai dari tumpahan minyak mentah atau crude oil. Pembersihan minyak sulit dilakukan karena minyak mentah telah tertimbun pasir laut dan sebagian telah lengket di akar pohon bakau.

September 2008 kapal tanker Arendal yang membawa minyak mentah tumpah di anjungan Laut Jawa karena kebocoran pipa dari kapal tanker ke tangki Pertamina Unit Pengolahan VI Balongan. Tumpahan minyak mentah 150 ribu DWT mencemari laut sejauh 48 kilometer. Sekitar 12.800 lebih hektare tembak udang dan tambak bandeng di 14 kecamatan tercemar minyak. Ini terjadi, antara lain, di Kecamatan Pasekan, Cantinggi, Balongan dan Indramayu.

Ribuan warga korban korban pencemaran minyak mentah itu masih menunggu ganti rugi. Pertamina dinilai lamban dalam proses pembayaran ganti rugi kepada para petani tambak udang dan bandeng serta perangkat nelayan. Janji Pertamina untuk membayarkan ganti rugi terhadap 14 kecamatan hingga kini belum terealisasi.

Puluhan kali masyarakat meminta hak mereka untuk ganti rugi tambak udang dan bandeng serta perangkat nelayan yang terkena imbas tumpahan minyak mentah di pantai pesisir Indramayu. Tapi usaha mereka tak jua membuahkan hasil. Terakhir, akhir Januari lalu, ribuan nelayan dan warga Indramayu menggelar aksi demo besar-besaran dari kantor Bupati Indramayu dan melakukan long march ke kantor Pertamina Balongan.

Dalam aksinya, massa bahkan sempat merobohkan pagar kantor Pertamina. Siswoyo, warga Karangsong, adalah nelayan dan juga pemilik tambak. Ia mengaku, selain jaringnya rusak terkena minyak tumpahan kapal tanker, tambak udangnya hingga kini tidak bisa digunakan karena masih terkena tumpahan minyak.

Pertamina sendiri berjanji akan tetap membayarkan ganti rugi. Pertamina telah menyiapkan dana ganti rugi lebih dari Rp 110 miliar. Menurut Seketaris Perusahaan PT Pertamina Toharso, ganti rugi akan dibayarkan langsung kepada warga melalui bank dan tidak ada perantara. Bila ganti rugi tambak udang Rp 8 juta per petak jadi terealisasi, bagaimana dengan pergantian lingkungan laut dan rehabilitasi sepanjang pesisir pantai Jawa Barat yang tercemar minyak mentah Pertamina?(DOR)

Poster dan Baliho PKS Dirusak





Baliho PKS rusak

INDRAMAYU
, Persaingan antar calon legislatif (caleg) menjelang pemilu di Indramayu, Jawa Barat, diwarnai aksi perusakan. Sejumlah baliho dan poster milik Partai Keadilan Sejahtera dirusak orang tak dikenal. Poster dan baliho yang dirusak terdapat di jalan-jalan utama Kota Indramayu.

Menurut fungsionaris PKS Indramayu, atribut mereka tidak melanggar aturan pemasangan. Diperkirakan, pelaku menggunakan senjata tajam untuk merusak baliho dan poster-poster tersebut. Atas kejadian ini, PKS telah melaporkan ke Panwaslu Indramayu. Laporan dilakukan sejak pekan lalu.

Meskipun demikian, hingga kini Panwaslu Indramayu belum juga berhasil mengidentifikasi pelaku. PKS Indramayu menilai, aksi perusakan sangat serius karena setiap kali diganti dengan yang baru atribut tersebut terus kembali dirusak.(DOR)

Darmi Lumpuh Disiksa di Yordania

INDRAMAYU,– Kisah pilu para tenaga kerja wanita (TKW) kembali bergulir. Cerita yang sama pun dialami Darmi, perempuan yang tinggal di Desa Cangko, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu. Anak ke-2 dari 3 bersaudara ini mengalami penderitaan yang luar biasa.

Wanita berusia 24 tahun ini depresi tinggi. Darmi kerap senyum-senyum tanpa sebab. Tidak itu saja, jika mendapat pertanyaan, jawabannya pun melantur. Parahnya, dia pun mengalami lumpuh permanen.

Berdasarkan penuturan kakak kandung korban, Dani Wardani, Rabu (4/2), Darmi, yang tinggal di sebuah rumah sangat sederhana, mengalami hal itu karena ketika bekerja di Yordania, kerap mengalami siksaan majikannya. Kondisi yang saat ini dialami Darmi mulai terjadi ketika untuk pertama kalinya, TKW itu kembali ke tanah air sejak beberapa tahun bekerja di Timur Tengah.

Di rumah yang terbuat dari kayu itu, Dani meneruskan, saat pertama kali berangkat ke Yordania, Darmi menggunakan jasa perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI), PT Bayu Dewi Satria Condet, Jakarta Timur. Darmi memang akhirnya bertolak ke Yordania. Namun, sungguh ironis. Selama di Yordania, Darmi harus berpindah-pindah tempat kerja dan berganti majikan beberapa kali.

“Majikan terakhirnya, kalau tidak salah, namanya Ameer. Tapi, saat bekerja pada majikannya yang terakhir itulah, adik saya kerap mendapat perlakuan kasar. Tidak jarang, adik saya mengalami siksaan berat. Dia sering dipukuli,” lirihnya.

Mengenai upaya pengobatan, Dani mengatakan, pihaknya bukan berarti ingin menelantarkan Darmi. Ditegaskan, pihaknya sangat ingin mengobati Darmi. Namun, lagi-lagi, masalah dana yang menjadi kendala.

“Kami hanya sebagai buruh tani. Penghasilan kami sangat kecil, Mas. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja sulit, apalagi berobat,” lanjutnya seraya menundukkan kepalanya.

Petugas Pelaksana Penempatan Hubungan Kerja dan Jamsostek Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Disosnaker) Kabupaten Indramayu, Hendra Pondaga, menyatakan, pihaknya baru mengetahui adanya warga Indramayu yang mengalami depresi dan lumpuh permanen setelah bekerja di Yordania.(win)

Tribun Jabar

Jalan di Jatibarang Kembali Terendam

Hujan Deras, Banjir Lagi, Banjir Lagi
Hujan deras kembali mengguyur Jatibarang dan sekitarnya, sehingga mengakibatkan sejumlah ruas jalan terendam. Jalan yang terendam adalah Jalan Mayor Dasuki, Ahmad Yani dan Siliwangi. Kondisi itu menjadi pemandangan rutin saat hujan deras turun.

LAPORAN: TARDI AZZA DARI JATIBARANG
HUJAN
yang turun sekitar pukul 16.15 kemarin, salah satunya merendam jalan Mayor Dasuki dan Ahmad Yani. Air yang mencapai ketinggian setinggi lutut orang dewasa itu mengakibatikan sejumlah kendaraan mengalami kerusakan, Selasa (24/2).
Salah seorang pengendara sepeda motor yang mogok, Suhedi mengeluhkan kerusakan yang timbul akibat kendaraannya terendam banjir. “Kalau setiap turun hujan banjir, mendingan pembuangannya diperbesar saja, supaya airnya tidak mengganggu pengguna jalan,” kata Suhedi (28), sambil membetulkan sepeda motornya.
Pemandangan serupa juga terjadi di ruas jalan Siliwangi, tepatnya di sekitar Taman BRI. Akibat ketinggian air melebihi kapasitas. Tak ayal, kendaraan yang datang berlawanan kerap berebut sisa jalan yang tidak tergenang air. Sejumlah warga kepada Radar mengakui, lokasi genangan tersebut sudah menjadi langganan setiap turun hujan, dan hingga kini belum ada solusi yang direalisasikan pemerintah setempat.
Padahal, lokasi tersebut adalah jalur yang sering dilalui pegawai dari dinas/instansi pemerintah.
Warga berharap, dua titik ruas jalan yang menjadi langganan banjir saat hujan, harus segera mendapat perhatian pemerintah.
“Apalagi Jatibarang kan merupakan barometernya Indramayu, karena merupakan jalur utama pantura. Tentunya harus mendapatkan prioritas dalam pembenahan sarana publik,” tutur Solihin (45), warg alinnya. (*)

Jatah Raskin 15 Kilogram/RTM

INDRAMAYU – Jatah raskin (beras untuk rakyat miskin) pada tahun 2009 ini naik menjadi 15 kg/bulan/RTM (rumah tangga miskin), dan akan dialokasikan selama 12 bulan. Sementara harga raskin adalah Rp1.600/kg. Demikian dikatakan Sekda Indramayu Dra Hj Srie Indrawati MM, saat membuka rapat evaluasi program raskin tahun 2008 dan sosialisasi program raskin tahun 2009, di Ruang Data II, Selasa (24/2).
Srie atas nama Bupati Indramayu berharap agar penyaluran raskin bisa tepat sasaran kepada penerima manfaat, tepat jumlah, tepat harga, tepat waktu, tepat administrasi dan tepat kualitas. “Insya Allah kalau program raskin bisa serba tepat seperti yang saya sebutkan di atas, maka tidak akan terjadi persoalan di lapangan,” tandas Srie.
Dikatakannya, program raskin telah 10 tahun berjalan. Namun pemerintah daerah tetap mengalokasikan anggaran untuk program ini dalam rangka membantu meringankan beban masyarakat. Hal ini menunjukkan komitmen pemkab untuk meningkatkan keberhasilan program penanggulangan kemiskinan.
Kabag Perekonomian Setda Indramayu, Dra Hj Dede Setiawati menambahkan, berdasarkan hasil evaluasi program raskin tahun 2008, hampir tersalurkan 100% atau mencapai 99,46%. Yaitu sebanyak 29.537.490 kg bagi 169.701 RTM.
Sementara untuk tahun 2009 alokasi raskin meningkat menjadi 173.150 RTM, atau sebanyak 31.367.000 kg selama 12 bulan. Dede berharap pelaksanaan program raskin tahun 2009 ini akan lebih baik dari tahun sebelumnya.
Rapat evaluasi raskin tahun 2008 dan sosialisasi program raskin tahun 2009 ini diikuti oleh seluruh camat, kepala dinas terkait, perwakilan Bulog Subdivre Indramayu serta undangan lainnya. (oet)

Terkumpul Dana BAZ Rp2,7 Miliar

Setahun Penghasilan Lebih 92 Gram Emas Wajib Zakat
ANJATAN
– Dana Zakat Profesi (Zaprof) yang terkumpul sejak tahun 2007 dan 2008 sudah mencapai RP2,7 miliar. Dana yang dikelola oleh Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten maupun tingkat kecamatan tersebut, disalurkan kembali guna memproteksi semua kebutuhan masyarakat khususnya bagi keluarga miskin (gakin).

Di tahun 2009 ini, BAZ kembali menyalurkan berbagai macam bantuan bagi gakin di seluruh Kabupaten Indramayu. Diantaranya berupa beras sebanyak 31 ton, rehab dan plesterisasi 211 rumah gakin di setiap desa.
Itu belum termasuk dana Zaprof yang terkumpul dan dikelola oleh BAZ tingkat kecamatan yang dapat dikeluarkan sesuai keperluannya masing-masing. “Potensi zakat sangat besar manfaatnya. Ini baru dana zaprof dari para PNS saja, coba kalau semua warga yang mampu memiliki budaya zakat, tentu kekurangan di tengah masyarakat akan dapat ditanggulangi dengan tidak menunggu waktu terlalu lama,” jelas Ketua BAZ Kabupaten Indamayu H Sadeli BA, saat acara penyerahan bantuan, Selasa (24/2) bertempat di halaman kantor Desa Anjatan Baru, Kecamatan Anjatan.
Sadeli mengungkapkan, kewajiban zakat bukan hanya diberlakukan kepada para pegawai pemerintahan saja. Melainkan juga terhadap warga yang memiliki penghasilan petahun minimal senilai dengan harga 92 gram emas. “Apabila kurang dari itu, maka bisa disalurkan melalui infaq maupun sodaqoh,” katanya.
Untuk itu, perlu digerakkan budaya zakat di tengah masyarakat, bukan hanya saat menjelang hari raya Idul Fitri saja. “Perolehan zakat fitrah saja dalam semalam mampu terkumpul dana sebesar Rp4 milar. Coba kalau zakat itu dibudayakan minimal satu bulan sekali. Sudah pasti, hasilnya sangat luar biasa,” harapnya.
Membudayakan zakat, diakuinya memang tidak mudah. Perlu upaya penyadaran masyarakat untuk berlomba-lomba melakukan kebaikan. Serta perlu ditanamkan pemahaman, bahwa dengan berzakat, sodaqoh maupun infaq, tidak membuat pemberinya menjadi miskin. “Malah akan bertambah rezekinya berlipat-lipat sesuai janji Allah SWT,” terangnya.
Sementara itu, dalam acara yang juga dihadiri oleh Asda II Drs H Ari Nurzaman MM, Ketua MUI Kabupaten Indramayu Kyai Ahmad Jamali, unsur muspika, Ketua BAZ Kecamatan Anjatan Drs H Saidi Mahmud, kepala SKPD tingkat Kecamatan Anjatan, para kuwu dan tokoh umala itu, Camat Anjatan Drs H Sugeng Heryanto MSi memamaparkan, untuk perolehan Zaprof pada BAZ Kecamatan Anjatan sebesar Rp149 juta.
Dana itu terkumpul dari tahun 2007 dan 2008. “Selain disalurkan kepada fakir miskin, sebagian sudah dipergunakan untuk memfasilitasi sarana pendidikan bagi siswa yang dikategorikan tidak mampu,” terangnya. (kho)

Warga Mengadu Soal Miras

Minta Penjualnya Ditahan
BALONGAN
- Kepolisian Resort (Polres) Indramayu terus berupaya mendekatkan diri kepada masyarakat melalui pembentukan Forum Silaturahmi Kamtibmas. Senin malam (23/2), silatrurahmi diadakan dengan Forum Silaturahmi Kamtibmas Kecamatan Balongan.

Ikut hadir sekaligus dialog langsung dengan masyarakat adalah Kapolres Indramayu AKBP Drs Mashudi didampingi Camat Drs Bastoni MSi beserta jajaran muspika dan ratusan tokoh masyarakat. Warga antusias menyampaikan berbagai persoalan menyangkut pelayanan publik hingga keluhan tentang pelayanan polisi di lapangan.
Ketua PBD Desa Balongan Tawin Winata menyampaikan berbagai persoalan di lapangan, terutama masih maraknya peredaran minuman keras (miras). Peredaraan miras, kata Tawin Winata, masih banyak ditemukan di masyarakat, meski sudah ada peraturan daerah (perda) yang melarang minuman haram itu. Sanksi hukum terhadap penjual miras, menurut Tawin, belum dijalankan secara maksimal oleh para penegak hukum di Indramayu.
Padahal, sanksi hukum dalam perda itu sangat jelas bagi pengedar dan pembeli miras. Karena sanki hukum tidak berjalan, sehingga tidak menimbulkan efek jera kepada masyarakat. “Untuk itu masyarakat yang tergabung dalam Forim Silaturahmi Kamtibmas meminta kepada Pak Kapolres untuk menghukum para pengedar miras bukan hanya tindakan pidana ringan namun lebih dari itu,” tegas Tawin di hadapan kapolres.
Menanggapi permintaan itu, AKBP Mashudi bertekad untuk memberantas miras di Indramayu. Ditegaskan, tak hanya tindak pidana ringan, penjual miras juga akan dikenai sanksi kurungan badan. “Kami sudah memerintahkan kepada penyidik agar menahana pengedar miras yang terjaring razia,” jelas Mashudi seraya meminta kepada masyarakat untuk segera melaporkan kepada petugas jika menemukan peredaraan miras. (dun)

Orang Gila Nyaris Dimassa

Menyelinap di Kegelapan, Disangka Hendak Mencuri
JATIBARANG
- Padamnya aliran listrik di Desa Sukalila, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Selasa dini hari (24/2), menyisakan cerita yang agak lucu. Warga yang sibuk menjaga kampung mereka, mendadak jadi ramai setelah sejumlah pemuda menggelandang seorang pria ke balai desa setempat. Warga pun berkerumun, menginterogasi pria tak dikenal itu.
Pria ini diamankan setelah menyelinap di kegelapan malam sekitar pukul 04.00. Yang mencurigakan, dia berdiri di sisi salahsatu rumah warga. “Kamu mau maling di desa kami ya,” tanya warga. Bukan jawan yang didapat, pria tersebut hanya diam membisu. Meski demikian, warga cukup sabar menghadapinya. “Jangan ada yang main pukul,” seru para perangkat desa.
Karena tak ada jawaban juga, sebagian warga mulai pergi meninggalkan balai desa. Sekitar pukul 07.00, terkuaklah siapa pria ini. “Yang ditangkap warga bukan pencuri, tapi orang gila yang baru bangun tidur di emperan rumah warga. Dari bau badan dan penampilannya, sudah tidak diragukan lagi kalau dia itu orang gila yang kebetulan lewat di jalan. Mungkin karena waktu itu suasananya gelap karena mati lampu, warga mengira dia maling,” kata Kuwu Sukalila Tawarudi. (tar)

Nama Baru DTA Disosialisasikan ke Masyarakat

SUKRA - Berdasarkan PP nomor 55 tahun 2007 tentang pendidikan keagamaan, nama Madrasah Diniyah Awwaliyah (MDA) tidak dipakai lagi dan diubah menjadi Diniyah Takmiliyah Awwaliyah (DTA). Kendati sudah cukup lama diberlakukan, namun perubahan itu belum tersosialisasi secara menyeluruh kepada kalangan pendidikan madrasah maupun masyarakat.
Untuk mengenalkan nama baru itu, Kelompok Kerja Kepala Diniya Takmiliyah Awwaliyah (K3DTA) Kecamatan Sukra bakal menggelar kegiatan musabaqoh DTA 1 yang akan dilaksanakan pada Rabu (4/3). Ketua K3DTA Uspuri SAg mengatakan, acara yang mengambil tempat di komplek Masjid Nurul Iman dan gedung DTA Nurul Ulum 1 Sukra itu akan diikuti sebanyak 30 DTA se-Kecamatan Sukra.
Seluruh peserta (santri) akan mengikuti 9 cabang lomba yang dipertandingkan. Di antaranya MTQ, murotal Alquran, pidato bahasa Indonesia, cerdas cermat keagamaan (CCK) dan muhafadzoh juz amma. Empat cabang lomba lainnya yaitu azan dan iqomah, wudlu dan salat subuh, shalawat Nabi serta alkohol atau kaligrafi.
“Kegiatan ini merupakan ajang untuk mengimplemantasikan hasil kegiatan pembelajaran di madrasah dalam rangka meningkatkan apresiasi seni Islam dan daya kreativitas para santri,” jelas Uspuri kepada Radar, Senin (23/2) di ruang kerjanya.
Pihaknya mengaku, selain sebagai wadah untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan para santri, kegiatan musabaqoh DTA yang baru pertama kali digelar ini sekaligus juga menjadi ajang sosialisasi perubahan nama dari MDA menjadi DTA. (kho)

Lifter Indramayu Jadi Juara Umum

INDRAMAYU - Atlet Kabupaten Indramayu berhasil meraih juara umum dalam kejuaraan Jawa Barat (Kejurbar) angkat berat/besi junior 2009 yang diadakan di GOR PABBSI Jabar Jl Padjajaran, Bandung.

Mereka meraih tropi dan 36 medali emas, 12 perak dan 14 perunggu. Kejurbar PABBSI putra-putri remaja junior ini berlangsung sejak tanggal 21-23 Februari 2009. Kabupaten Indramayu yang membawa 22 atlet, tiba lagi di Indramayu, Selasa (24/2).
Ketua PABBSI Pengcab Indramayu Drs H Supendi MSi mengatakan, raihan itu menjadi langkah awal yang baik sebagai regenerasi atlet di Kota Mangga. “Kejurbar itu sendiri sebagai ajang pencari bibit muda serta persiapan pada Porda 2010 nanti. Semoga prestasi ini terus bisa dipertahankan bahkan lebih lagi,” ujar Supendi.
Dijelaskan, atlet-atlet Indramayu dengan gigih dan semangat mengikuti pertandingan yang diikuti oleh 13 Kabupaten/Kota se-Jawa Barat itu. Sementara pelatih atlet PABBSI Indramayu Darma SE didampingi pelatih angkat berat Subandi dan pelatih angkat besi Irwan Sani mengatakan, persiapan sudah dilakukan sejak 2 tahun lalu. “Kami tidak akan merasa puas sebelum puncak prestasi itu ada,” paparnya. (alw)

Selasa, Februari 24

Wagub Batal Hadir ke RPK Dayak Losarang

INDRAMAYU - Polemik rencana kunjungan budaya Wakil Gubernur Jawa Barat H Dede Yusuf pada puncak acara Ritual Putri Keraton (RPK) suku Dayak Losarang (Daylos) akhirnya terjawab. Melalui pernyataan tim media yang diwakili Adang Durahman, Wagub Dede Yusuf dipastikan tidak akan menghadiri RPK Daylos.
Dalam wawancaranya melalui saluran telepon, Adang Durahman menjelaskan, pada saat suku Daylos datang ke Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat dan bertemu Wagub Dede Yusuf beberapa waktu lalu, sempat memberikan undangan. Disitu tertulis mengundang Wakil Gubernur Jabar guna hadir pada acara Ritual Putri Keraton (RPK) suku Dayak Losarang pada tanggal 18 Februari 2009.
“Pada saat mereka (Daylos) menyerahkan undangan kepada Pak Dede Yusuf, beliau belum mengiyakan bisa datang atau tidak, sebab harus melihat agenda yang sudah ada. Ternyata pada tanggal tersebut ada jadwal yang harus dihadiri sesuai tugasnya sebagai wagub,” jelas Adang kepada Radar, Selasa (23/2) malam.
Mantan wartawan Jawa Pos ini menegaskan, klaim rencana kehadiran Dede Yusuf di acara Daylos sehingga memunculkan polemik di media sebetulnya tidak benar. Sebab belum ada statemen yang muncul dari wagub untuk menghadiri acara RPK suku Daylos seperti yang santer diberitakan akhir-akhir ini.
“Agenda yang tertulis nya pun tidak ada untuk kunjungan ke Losarang, jadi gimana bisa dikatakan bahwa beliau akan berkunjung,” tegasnya.
Sementara itu Wagub Dede Yusuf menambahkan, terkait status keberadaan suku Dayak Losarang dirinya menyerahkan sepenuhnya ke Pemkab Indramayu. “Soal rekomendasi Pakem diserahkan ke pemda setempat untuk membahas dan mengambil keputusan. Sedangkan provinsi menunggu rekomendasi dan keputusan yang muncul dari Pemda Indramayu,” kata aktor yang sempat main di film Catatan Si Boy.
Terkait adanya statement dari kader Partai Amanat Nasional (PAN) yang menduga adanya keterlibatan oknum kader yang bermain dengan suku Dayak Losarang, sejauh ini belum ada klarifikasi resmi dari DPD PAN Kabupaten Indramayu. Dirinya mengaku sedang melakukan rapat koordinasi untuk mengetahui benar apa tidaknya adanya keterlibatan oknum PAN tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, rencana kunjungan budaya Wagub Dede Yusuf pada puncak acara Ritual Putri Keraton (RPK) suku Dayak Losarang (Daylos), dibayang-bayangi aksi penolakan oleh para kader PAN di Kecamatan Losarang. Mereka menyoal rencana kunjungan tersebut, karena dinilai akan merusak citra partai secara keseluruhan dan berpengaruh buruk terhadap upaya pemenangan pemilu yang sebentar lagi akan dihelat.
Ketua Majelis Pertimbangan Partai Daerah (MPPD) DPD PAN Kabupaten Indramayu H Komarudin AW, secara tegas menolak kunjungan Dede Yusuf selaku kader PAN yang kini menjabat sebagai orang nomor dua di Pemprov Jabar. Pasalnya, kata dia, keberadan suku Daylos saat ini menjadi sorotan banyak pihak. Karena, ajaran komunitas yang dipimpin Takmad itu, dinilai menyimpang dan sudah sepatutnya dibubarkan. “Perlu dicatat, saya secara pribadi maupun selaku kader PAN sangat setuju suku Daylos dibubarkan,” tegasnya. (alw)

Pelajar & PNS Terjaring Sweeping

Terbukti Keluyuran Saat Jam Pelajaran
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP terus intensif melakukan sweeping terhadap pelajar yang terbukti keluyuran saat jam pelajaran. Hasilnya, selama bulan Februari sebanyak 17 pelajar dan seorang PNS terjaring sweeping. Mereka tertangkap di sejumlah tempat strategis seperti di Surya Toserba, Yogya Toserba, Sport Center, pasar, dan sejumlah tempat strategis lainnya.

DALAM razia yang dilakukan Senin (23/2), sedikitnya delapan pelajar berhasil di-sweeping petugas. Mereka berasal dari sejumlah sekolah yang ada di kawasan Indramayu kota. Setelah dibawa ke kantor Satpol PP, mereka diwajibkan untuk apel dengan baju dilepas guna mendapatkan pengarahan.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, A Bachtiar SH MH mengatakan, sweeping pelajar kali ini memang sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena bagi pelajar yang terkena sweeping akan dibawa ke kantor Satpol PP. Selanjutnya guru mereka akan dipanggil, kemudian beresama-sama mengantar anak tersebut ke rumah masing-masing.
Dengan cara seperti ini, tuturnya, maka orangtua siswa akan tahu bagaimana sebenarnya kelakuan anak-anak mereka. Sehingga mereka diharapkan akan lebih ketat lagi dalam mengawasi anak-anaknya. “Memang banyak yang mohon agar jangan diantar ke orangtua karena takut, tapi justru dengan cara ini diharapkan mereka akan jera,” tandas mantan Kabag Hukum Setda Indramayu ini.
Bachtiar mengatakan, sweeping pelajar bolos untuk sementara memang baru dilakukan di Indramayu kota dulu. Selanjutnya akan dilakukan juga di setiap wilayah kecamatan di Kabupaten Indramayu. Selain pelajar, sweeping juga dilakukan terhadap PNS yang terbukti keluyuran pada saat jam kerja. Untuk bulan Februari 2009 ini ternyata hanya ada seorang PNS yang terjaring saat berbelanja di sebuah toserba.
Bagi PNS yang terkena sweeping, mereka dicatat NIP-nya dan harus membuat surat pernyataan. Selanjutnya Satpol PP juga akan memberikan surat tembusan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Itwilkab (dulu Bawasda, red).
“Jadi bagi PNS yang terkena sweeping karena terbukti berada di luar kantor saat jam kerja pastinya rugi, karena ini akan mempengaruhi penilaian kinerja. Tapi untunglah tidak banyak PNS yang terjaring, dan mudah-mudahan ke depan mereka tetap disiplin,” tandas Bachtiar.
Sementara sejumlah orangtua siswa menyambut baik adanya sweeping terhadap pelajar yang terbukti keluyuran pada saat jam belajar. “Saya pikir sweeping terhadap pelajar ini harus dilakukan secara rutin. Sebab kasihan para orangtua yang tahunya anak mereka belajar, tapi ternyata justru keluyuran,” ungkap Udi Iswahyudi (45), warga Indramayu. (oet)

SOTK Diadopsi oleh Kota Blitar

INDRAMAYU - Penerapan Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu akan diadopsi oleh Pemerintah Kota Blitar Jawa Timur. Hal itu terungkap dalam studi banding yang dilakukan oleh legislative dan Pemkot Blitar di ruang Data I Setda Indramayu, Senin (23/2).
Sekitar 50 orang delegasi dari Blitar yang dipimpin langsung oleh Asisten Pemerintahan Tri Agus Basuki melakukan studi banding terkait SOTK baru. Tri menjelaskan, kedatangannya bersama rombongan adalah untuk mengetahui sejauh mana Indramayu menerapkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 tahun 2007 tentang organisasi perangkat daerah.
Menurut Tri Agus Basuki, dipilihnya Indramayu sebagai daerah untuk studi banding karena dianggap telah lebih dahulu melaksanakannya dan banyak terobosan serta inovasi. Kota Blitar yang berjumlah hanya sekitar 132 ribu jiwa dan terdiri dari 3 kecamatan serta 2 kelurahan, selama ini mengalami kesulitan dalam menerapkan PP 41/2007.
Bahkan hingga kini belum rampung dalam menyusun SOTK. Tri Agus Basuki menambahkan, kedatangannya ke Indramayu selain untuk belajar bagaimana menerapkan PP tersebut juga untuk melihat kehidupan masyarakat setempat secara langsung, terutama dalam kehidupan beragama sebagaimana Indramayu dapat mengembangkan pondok pesantren terbesar di Asia Tenggara, yakni Al Zaetun.
Sementara itu Asisten Administrasi Kabupaten Indramayu Dono Juanda Endo mengatakan, dalam menerapkan PP 41/2007 pihaknya juga studi banding dan berkonsultasi kepada Pemprov Jawa Barat dan Depdagri supaya tidak terjadi kesalahan. Selain itu menurutnya, dalam PP yang membagi adanya urusan wajib dan pilihan menjadikan pemerintahan kabupaten/kota harus lebih jeli dan pintar.
Dalam penerapannya Pemkab dan DPRD Indramayu telah mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7, 8, 9, dan 10 tahun 2008 tentang pembentukan Sekretariat Daerah dan Sekretariat Dewan, Pembentukan Lembaga Teknis Daerah dan Satuan Polisi Pamong Praja, Pembantukan Dinas Daerah, dan Pembentukan Kecamatan dan Kelurahan. (oet)

Bangun Kantor Baru Hasil Swadaya Senilai Rp160 Juta

Upaya Badan Amil Zakat Haurgeulis Kembangkan Agama
Badan Amil Zakat (BAZ) Kecamatan Haurgeulis, berhasil membangun sebuah kantor baru senilai Rp160 juta. Gedung yang terletak di tepi jalan KH Ahmad Dahlan atau tepatnya di belakang kantor UPTD Pendidikan Kecamatan Haurgeulis itu, dibangun atas dana swadaya masyarakat.

LAPORAN: KHOLIL IBRHAIM DARI HAURGEULIS
SELAIN
sebagai tempat aktivitas para pengurus BAZ tingkat kecamatan, gedung yang rencananya akan diresmikan oleh Bupati Indramayu H Irianto MS Syafiuddin (Yance) tersebut, dapat digunakan untuk berbagai macam kegiatan yang berkaitan dengan bidang keagamaan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Dra Hj Srie Indrawati MM berkesempatan meninjau serta melihat langsung bangunan kantor BAZ Kecamatan Haurgeulis, Senin (23/2) usai penyerahan bantuan dari BAZ Kabupaten Indramayu yang bertempat di aula kantor Kecamatan Haurgeulis.
Dalam kesempatan itu, Sekda Srie didampingi Ketua BAZ Indramayu Drs H Sadeli, Ketua Umum MUI Kabupaten Indramayu Kyai Ahmad Jamali, dan Asda II Drs Ari Nurzaman, juga melakukan dialog dengan Camat Haurgeulis Drs Nuradi Msi, serta Ketua BAZ Kecamatan Haurgeulis KH Achmad Djunaedi Baedlowi.
Sekda Srie mengaku bangga atas upaya dan terobosan Pemcam dan BAZ Kecamatan Haurgeulis dalam memberdayakan potensi zakat yang berasal komponen masyarakat. “Kalau saja semua masyarakat Indramayu menyadari potensi yang bisa dikembangkan dari dana zakat yang terkumpul, maka semua permasalahan kemasyarakatan akan terproteksi sehingga kehidupan rakyat akan semakin sejahtera,” katanya.
Sebab, dana yang terkumpul melalui BAZ bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam kebutuhan terutama bagi masyarakat yang berhak. “Tentu kita berharap, masyarakat yang mampu dari segi ekonomi dapat menyisihkan sebagian hartanya untuk diberikan kepada warga lain yang masih sangat kekurangan,” harapnya.
Camat Haurgeulis Drs Nuradi MSi mengatakan, pihaknya bersama pengurus BAZ tingkat kecamatan terus berupaya mendongkrak semangat dan meningkatkan budaya warga yang mampu untuk berzakat.
“Alhamdulillah, meski lingkupnya masih terbatas, perolehan zakat mengalami peningkatan yang cukup signifikan,” terangnya. Dari dana yang terkumpul di BAZ, semua kekurangan yang terproteksi dapat ditutupi.
Sementara itu, dalam acara penyerahan bantuan, Ketua BAZ Kabupaten Indramayu Drs H Sadeli menyalurkan bantuan beras sebanyak 1 ton bagi masyarakat yang membutuhkan. Bantuan lainnya, berupa dana rehab rumah keluarga miskin (gakin), dan plesterisasi. (kho)

Antisipasi Golput, Geber Sosialisasi Pemilu 2009

KARANGAMPEL – Pemilu legislatif 2009 sudah semakin dekat. Meskipun demikian kenyataan di lapangan masih banyak warga yang belum paham tentang tata cara pemberian suara. Padahal pemilu kali ini berbeda jauh dengan pemilu sebelumnya.

Kondisi seperti ini dikhawatirkan bakal menimbulkan banyaknya suara yang tidak sah, atau bahkan banyak warga yang memilih untuk jadi golongan putih (golput). Selain itu, waktu pemungutan suara tanggal 9 April yang diperkirakan bersamaan dengan masa panen, juga dikhawatirkan akan membuat angka golput tinggi.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemcam Karangampel beserta Kepala UPTD, PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) serta lembaga terkait gencar melakukan sosialisasi Pemilu 2009. Sosialisasi dilakukan secara rutin ke setiap desa, dalam acara rembug desa.
“Sosialisasi ini sangat penting, karena Pemilu 2009 ini berbeda dengan pemilu sebelumnya,” tandas Camat Karangampel Teguh Budiarso SSos MSi, saat melakukan sosialisasi di Desa Pringgacala, tadi malam.
Teguh menjelaskan, Pemilu 2009 diikuti oleh peserta yang sangat banyak, baik dari jumlah partai maupun jumlah calon legislatif. Dampaknya ukuran surat suara juga menjadi lebih besar, yaitu seukuran koran. Dengan ukuran surat suara yang besar ini banyak warga yang bingung. Selain itu, pemberian suara dalam pemilu sekarang juga berbeda, yaitu dengan mencontreng dan bukan lagi mencoblos.
Dalam sosialisiasi tersebut, camat juga langsung memperagakan bagaimana cara pemberian suara. Dimulai dengan cara membuka kertas suara, lalu memilih caleg yang cocok, kemudian melipat kembali surat suara dan memasukkan ke kotak yang telah disediakan.
Camat juga menghimbau kepada warganya yang telah memiliki hak pilih agar datang ke tempat pemungutan suara pada tanggal 9 April mendatang. Karena sebagai warga yang bertanggung jawab harus menggunakan haknya dengan memilih caleg yang berkualitas. “Kami mengajak kepada seluruh warga untuk mensukseskan pemilu dengan cara memberikan hak suaranya serta menjaga situasi agar aman dan kondusif,” tandas Teguh didampingi Sekmat Andri M Shaleh SSos AP. (oet)

Tebar 300 Sembako bagi Fakir Miskin

ANJATAN – Konsisten dalam menegakkan syariat Islam sebagai solusi terbaik mengatasi masalah, calon anggota legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Indramayu dari Partai Bulan Bintang (PBB), Hj Suciati, memfasilitasi acara pengajian bersama anggota Majelis Taklim (MT) dari berbagai daerah.

Kali ini, sekitar 300 anggota MT se-wilayah eks Kawedanaan Haurgeulis mengikuti pengajian rutin, Senin (23/2) bertempat di halaman sekretariat Suciati Center Desa Lempuyang RT 04 RW 01 Kecamatan Anjatan.
Selain diisi dengan acara pengajian, dikesempatan itu juga digelar sosialiasi pemilu yang disampaikan oleh Ketua Suciati Center H Muhammad Arsyad. Kepada Radar, Hj Suciati menjelaskan, acara pengajian dilaksanakan secara rutin setiap bulan dan mengambil tempat di kediaman anggota MT secara bergilir.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat ukhuwah islamiyah, sekaligus juga meningkatkan nilai-nilai Islam khususnya bagi kaum perempuan. “Jadi pengajian ini bukan bersifat dadakan menjelang pemilu saja, tapi sudah berlangsung cukup lama,” kata caleg nomor urut 1 di Dapil 6 ini.
Sebagai calon wakil rakyat yang berasal dari partai berazaskan Islam, dia mengaku memiliki kewajiban untuk menegakkan ajaran Islam. Apalagi, belakangan ini perubahan jaman semakin modern sehingga dapat mengakibatkan terjadinya krisis moral di tengah masyarakat.
Sementara itu Ketua Suciati Center H Muhammad Arsyad menambahkan, acara pengajian kali ini juga dibagikan sebanyak 300 paket sembako bagi fakir miskin dan bantuan uang bagi 45 anak yatim piatu.
“Ini semata-mata sebagai wujud tindakan konkret dan bentuk kepedulian Hj Suciati kepada masyarakat yang tidak mampu. Semoga, amal dan ibadah yang dilakukan membawa berkah serta manfaat bagi kami dikemudian hari,” harapnya. (kho)

Polisi-KPU Simulasi Pemilu

Siapkan Linmas untuk Amankan Setiap TPS
INDRAMAYU
- Polres Indramayu dan KPU Kabupaten Indramayu menggelar simulasi pelaksanaan pemilu sekaligus pelatihan anggota linmas, Sabtu (21/2), di halaman polres setempat. Simulasi pelaksanaan pemilu dipimpin langsung oleh Kasat Intelkam AKP Sukriawan, melibatkan seluruh anggota linmas se-Kabupaten Indramayu.
Pantauan Radar, anggota linmas mendapat materi tentang pengamanan di lapangan. Mulai melakukan pengawalan kertas suara hingga melakukan pengamanan di pintu masuk tempat pemungutan suara (TPS).
Kapolres AKBP Mashudi melalui Kasat Intelkam AKP Sukriwan menjelaskan, anggota linmas bertugas untuk melakukan penjagaan di pintu masuk TPS, serta melaporkan kepada panitia TPS apabila ada pemilih yang perlu didahulukan seperti orang yang sedang hamil dan tunanetra.
Linmas, menurut Sukriawan, tetap siaga di pintu masuk TPS sambil mengatur jalannya pengamanan di sekitar TPS dengan tetap berkordinasi dengan petugas lainnya. Ditambahkan, petugas harus siap dalam mengantisipasi kemungkinan terjadi aksi kejahatan. “Tidak hanya mengamankan kertas suara, tapi juga pada saat kampanye apalagi kampanye terbuka. Tiap petugas dituntut kewaspadaannya karena saat itu konflik dengan mudah bisa muncul,” terang Mashudi. (dun)

Monitoring Kejar Paket C

ARAHAN - Jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu melakukan monitoring dan pembinaan terhadap kelompok belajar (Kejar) Paket C Khusus setara SMA, kemarin (23/2) di Kelompok Belajar Nusa Indah Desa Tawangsari Kecamatan Arahan. Kejar Nusa Indah Desa Tawangsari Arahan memiliki warga belajar sekitar 40 orang.

Menurut Sobihin SAg, salahsatu penyelenggara, kegiatan pembelajaran ini telah berjalan sejak Januari 2009. Semua kebutuhan pembelajaran, kata Sobihin, dibiayai dari dana talangan. “Harapan kami, pemerintah segera memberikan bantuan yang telah dianggarkan. Karena kami baru bisa menalangi sarana belajar bagi warga belajar sedangkan untuk honor bagi tutor mereka dengan sabar menunggu bantuan datang,” ujar Sobihin.
Hadir pada kesempatan tersebut antara lain Camat Arahan Ade Suhayati SH MSi, Kasi Kesetaraan Bidang PLS Dinas Pendidikan Nara Sardiman SSos, Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Arahan Caridin SPd. Menurut Camat Ade Suhayati, pemerintah telah mewajibkan masyarakat untuk sekolah minimal hingga jenjang SMA. Dengan adanya Kejar Paket C, masyarakat yang tidak mampu bisa melanjutkan pendidikannya.
Kasi Kesetaraan Bidang PLS Dinas Pendidikan Sardiman mengatakan, pemerintah akan tetap memperhatikan dunia pendidikan. Di Indramayu, kata Sardiman, pendidikan menjadi target utama yang terus dimajukan. “Pemerintah ikut membantu dengan membiayai Rp750.000/warga belajar. Uang ini bukan untuk dibagikan kepada warga belajar, tapi untuk keperluan alat tulis, sarana belajar, honor tutor juga honor penyelenggara,” ujarnya. (alw)

SMP Al-Hikmah Gelar Nada dan Dakwah

KARANGAMPEL - Untuk mempererat tali silaturahmi sesama pelajar, SMP Al-Hikmah Sendang, Kecamatan Karangampel menggelar kegiatan nada dan dakwah, Senin (23/2) di aula sekolah setempat.

Kegiatan yang digelar sekolah milik Yayasan Al-Himkah ini meliputi jalan sehat, pentas band religi dan pemberian santuanan berupa kelangkapan atau peralatan sekolah kepada siswa dan siswi yang kurang mampu.
Ketua panitia Ahyani didampingi Rudianto menjelaskan, kegiatan nada dan dakwah sebagai wahana pengembangan diri sekaligus silaturahmi antarpelajar.
“Selain itu juga untuk memberikan pemahaman kepada generasi penerus bahwa musik dapat dijadikan media dakwah Islam. Kami mengajak kepada pelajar untuk terus belajar demi masa depan bangsa ini,” tutur Ahyani.
Pihaknya pun ikut berpartisipasi menyukseskan program Pemkab Indramayu tentang wajib belajar 12 tahun.
“Program wajib belajar 12 tahu harus kita dukung bersama dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,” tuturnya. (dun)

Senin, Februari 23

Telur Asin Indramayu Saingi Telur Asin Brebes

INDRAMAYU — Brebes, kota penghasil telur asin yang sudah lama terkenal, ternyata mulai mendapat saingan dari Indramayu. Daerah yang juga merupakan daerah penghasil telur asin ini, konon rasanya juga tidak kalah dengan produk buatan Brebes.


Cara membedakan kualitas telur asin Indramayu adalah dari warna kuning telurnya yang lebih kemerahan, sementara telur asin Brebes berwarna kuning keputih-putihan atau kebiru-biruan.

Apa yang menyebabkan terjadinya perbedaan warna kuning telur tersebut, menurut Banori, pemilik Usaha Dagang (UD) Hikmah adalah tak lain terletak dari cara pemeliharaan itiknya.

Kabupaten Indramayu, yang memiliki sumber daya pertanian dan sebagai lumbung padi Jawa Barat, sangat berpotensi untuk peternakan itik. Lokasi sawah pascapanen dapat digunakan sebagai tempat ternak itik dengan sisa-sisa panen.

Ternak itik di kabupaten Indramayu ini memberi kontribusi telur tawar per tahun mencapai 20 juta butir dengan total pemutaran omzet hampir Rp15 miliar, yang tersebar dari ujung timur kecamatan Krangkeng sampai ujung barat Kecamatan Sukra, demikian menurut Forum Usaha Kecil Menengah (UKM) setempat.

Dengan cara pemeliharaan itik yang berbeda, di mana di Brebes para petani memelihara itik di kandang, sementara di Indramayu dengan cara diangon sehingga jelas pakan yang dikonsumsi juga berbeda.

Kalau itik kandang mengonsumsi pakan olahan, pakai konsentrat. Sedangkan itik yang diangon (dilepas) mengonsumsi sisa-sisa padi di sawah, hal ini menimbulkan perbedaan pada kualitas telur, kata Banori.

Produksi UD Hikman, menurut Banori, sekitar 1,5 juta butir per tahun dengan pola intiplasma, dan produksinya dipasarkan baik lokal maupun ke Jakarta dan Bandung dengan 22 agen yang bertugas mendistribusikan.

Ia mengaku sebelum mendapat modal usaha dari kredit pola penjaminan dari Bank Bukopin Cabang Cirebon, atas saran Menteri Negara Koperasi dan UKM Suryadharma Ali , usaha yang dirintis sejak 1990-an itu hanya mengelola dengan sistem plasma dengan 10 peternak saja dan populasi sekitar 200 itik.

Namun, setelah memperoleh pinjaman tersebut pada sekitar 2002 sebesar Rp 440 juta, maka usahanya berkembang pesat menjadi 100 plasma yang dibagi menjadi 12 kelompok plasma, dengan populasi itik menjadi sekitar 30.000 ekor.

"Produksi sehari bisa mencapai 10.000 butir telur," katanya.

Dalam usaha pembuatan telur asin, Banori melibatkan delapan karyawan yang memproses telur asin dengan gaji rata-rata setiap bulan antara Rp 400.000 hingga Rp 1 juta.

Meski mengaku mendapat saingan utama telur asing Brebes yang sudah punya nama, tetapi justru persaingan itu lebih memacu usaha telur asinnya dengan menjaga kualitas produknya.

Telur asin buatan UD Hikmah dikategorikan menjadi tiga, yakni super, sedang, dan kecil. Untuk super dijual dengan harga grosir Rp 900 per butir, sedang Rp 800, dan kategori kecil hanya Rp 700 per butir. "Yang super biasanya untuk supermarket," katanya.

Banori mengaku semakin bersemangat dan bertekad menjadikan usahanya lebih besar agar bisa memberdayakan masyarakat kecil khususnya para peternak yang tergabung dalam plasma.

"Yang membuat saya puas, selain mendapatkan keuntungan ekonomi, tapi juga dapat memberdayakan masyarakat kecil, seperti para peternak khususnya yang tergabung dalam plasma. Rata-rata setiap peternak dapat memperoleh penghasilan sekitar Rp 70.000 per hari.

530 Pramuka Ikuti GLP

KANDANGHAUR- Sebanyak 530 anggota Pramuka penegak dari 25 SMA negeri atau swasta se-Kabupaten Indramayu mengikuti Gerakan Lintas Payau (GLP) yang dihelat Kwartir Ranting Kandanghaur. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari yakni hari Minggu (22/2) hingga Senin hari ini (23/2).
Acara pembukaan bertempat di lapangan bola Samboja Desa, Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, ditandai penyematan tanda peserta oleh Ka Mabiran Aris Tarmidi SH MSi. Hadir dalam acara itu antara lain unsur muspika, para Ka Mabigus, pembina pramuka serta Kuwu se-Kecamatan Kandanghaur.
Ketua Kwarran Kandanghaur sekaligus Ketua Pelaksana Mismaka SPd MSi menjelaskan, seluruh peserta akan mengikuti 10 jenis kegiatan yang dilombakan pada GLP untuk memperebutkan Piala Bupati Indramayu, serta puluhan tropi lainnya dari para sponsor.
Di antaranya lomba pionering, LKBBT, lintas kayu, scout intelegence, karikatur, sandi, teknik komputer, melukis, pidato bahasa Indonesia dan Inggris, serta lomba mendongeng. “Selain silaturahmi, kegiatan ini juga sebagai ajang informasi, kreativitas antarpramuka penegak. Tujuan lainnya adalah untuk meningkatkan SDM serta stabilitas fisik, mental dan spritual generasi muda,” jelasnya. (kho)

ABG Korban Trafiking Dikembalikan ke Ortu

Dipekerjakan sebagai PSK di Jakarta Utara
INDRAMAYU
-Masyarakat Indramayu terus menjadi korban trafiking (perdagangan) perempuan. Kali ini menimpa Yn (17), warga Kecamatan Terisi. Wanita yang tidak tamat sekolah dasar (SD) ini dijadikan sebagai pekerja seks komersial (PSK) di Jakarta Utara. Awalnya ia tidak tahu kalau akan dipekerjakan untuk melayani para pria hidung belang. Awalnya, dia ditawari bekerja di sebuah pabrik di Tasikmalaya.
Kejahatan perdagangan manusia ini terbongkar setelah korban mengadu kepada orang tuanya. Dia mengaku dipaksa melayani pria, bukan bekerja di sebuah pabrik sebagaimana dijanjikan pertama kali. Mendapat pengaduan itu, orang tua korban melapor ke polisi.
Jajaran Polres Indramayu pun bekerja dengan menghubungi Polres Jakrta Utara. “Setelah beberapa hari melakukan penelusuran, Sabtu malam (21/2), petugas berhasil membawa korban dari Jakarta menuju Indramayu,” jelas Kapolres Indramayu AKBP Drs Mashudi.
Mashudi menambahkan, pihaknya masih menyelidiki kasus itu dan akan menangkap para mucikari yang selama ini menjual warga setempat untuk dijadikan PSK di Jakarta. (dun)
 
Copyright © 2013 Indramayu Post . Com | Media Online Indramayu
. Powered by RAJA TOWER.NET