BREAKING NEWS

PERTANIAN

PENDIDIKAN

HUKUM DAN KRIMINAL

Minggu, Januari 11

Mutasi Tidak Lama Lagi

Bupati Sudah Terima Nama Pejabat, Tinggal Rekomendasi Gubernur
INDRAMAYU
–Rencana pelaksanaan mutasi pejabat Pemkab Indramayu terkait perubahan SOTK (Satuan Organisasi Tata Kerja) sepertinya akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat. Informasi yang diperoleh Radar, pelaksanaan mutasi tinggal menunggu rekomendasi dari Gubernur Jawa Barat, H Ahmad Heryawan.

Rekomendasi gubernur memang diperlukan karena mutasi yang dilakukan menyangkut sejumlah pejabat eselon II. Ketua Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan) Kabupaten Indramayu Dra Hj Srie Indrawati MM menjelaskan, Baperjakat sudah menyusun draf mutasi. Bahkan draf itu telah diserahkan kepada bupati. Selanjutnya, bupati yang akan menetapkan nama-nama pejabat dan akan ditempatkan di posisi yang ada. Selanjutnya akan direkomendasikan kepada gubernur.
“Jadi, kami tim dari Baperjakat telah melakukan kajian dan pertimbangan secara matang guna menentukan nama-nama pejabat yang akan menduduki jabatan. Adapun keputusan tetap ada di tangan bupati,” tandas Srie Indrawati, Jumat (9/1).
Di tempat terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Drs H Eddy Mulyadi MM ketika ditanya tentang kapan pelaksanaan mutasi, mengaku belum tahu secara pasti. Menurutnya, hal tersebut tergantung kepada bupati. Eddy mengaku optimis, keputusan yang diambil bupati dalam menempatkan pejabat adalah merupakan yang terbaik berdasarkan pertimbangan matang.
Dikatakannya, dalam menentukan pejabat untuk menduduki jabatan tertentu, tentunya sudah melalui pertimbangan matang dengan melihat banyak aspek. Salahsatu aspek penting adalah melihat bagaimana kinerja pejabat yang bersangkutan serta prestasi dan moralitasnya. Dan yang paling penting adalah bagaimana menempatkan orang yang tepat pada jabatan yang tepat (the right man on the right place).
“Jadi saya pikir tidak ada yang perlu ditakutkan dalam pelaksanaan mutasi. Kalau selama ini kita sudah bekerja maksimal sesuai bidangnya, kenapa harus takut,” ungkapnya. (oet)

Suporter Sepak Bola Rusuh

Puluhan Orang Terluka, Rumah-rumah Dirusak Massa
KANDANGHAUR
– Pertandingan sepak bola antardesa pada Pekan Olahraga Kecamatan (Porcam) Kandanghaur, kemarin (9/1), diwarnai keributan. Terjadi bentrokan dan tawuran antara pendukung dua kesebelasan yang berlaga. Puluhan orang dilaporkan terluka dan berdarah-darah.

Tawuran hebat itu berawal dari lapangan sepak bola Semboja Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur. Saat itu tengah berlaga pertandingan antara tim sepak bola Desa Karanganyar dan Desa Eretan Wetan. Pertandingan babak final kedua kesebelasan yang dimulai sejak pukul 15.30 sore itu dipadati sekitar 5000 penonton dari berbagai desa. Babak pertama, kedua tim bermain imbang 1-1.
Kericuhan mulai terjadi saat memasuki menit ke 10 babak kedua. Suporter kedua kesebelasan yang berada di sudut kanan gawang tim Desa Eretan Wetan, saling mencaci para pemain yang sedang bertanding. Entah siapa yang memulai terlebih dulu, tiba-tiba terjadi aksi dorong-dorongan dan berlanjut baku hantam antarpendukung. Perkelahian sempat berhenti setelah pihak keamanan serta panitia datang melerai.
Namun, aksi itu menyulut para penonton lainnya datang bergerombol ke satu titik yang sama yakni lokasi keributan. Khawatir perkelahian meluas, pertandingan akhirnya dihentikan. Penonton dibubarkan. “Terpaksa kita hentikan. Suasananya sudah terlihat panas,” ujar Ketua Panitia Warsa kepada Radar.
Bubar dari lapangan bola, kerumunan warga yang menuju tepi jalan pantura dikawal aparat keamanan agar tawuran tidak berlanjut. Upaya itu ternyata sia-sia. Aparat kepolisian, Satpol PP, panitia dan pamong desa tidak mampu mengendalikan gerombolan massa. Keributan kembali meledak dan bahkan bertambah brutal. Entah apa lagi yang jadi penyebabnya. Mereka saling terlibat tawuran dengan saling melempar batu, botol dan benda-benda keras lainnya.
Mereka juga saling kejar. Yang menakutkan, sebagian dari mereka tampak membawa benda tajam. Tawuran ini terjadi di sepanjang Jl Raya Eretan sehingga membuat ruas jalan itu macet. Pertempuran sengit justru terjadi di depan Markas Koramil Kandanghaur tepatnya di Jl Raya Desa Eretan Wetan samping gedung SMP/MA Misaya Mina Eretan.
Ratusan pendukung kesebelasan Desa Karanganyar yang berasal dari Desa Ilir, Parean Girang, dan Bulak yang hendak balik menggunakan mobil, terlibat tawuran jarak dekat. Tidak diketahui siapa menyerang siapa. Kuat dugaan mereka saling menyerang dengan sesamanya.
Menurut beberapa saksi mata, perkelahian itu berlangsung hampir setengah jam. Semula mereka hendak balik ke rumah dengan menghadang kendaraan bak terbuka. Lantaran saling mengolok-olok, imbasnya berlanjut dengan keributan. Pihak keamanan berupaya menghentikan perkelahian masal itu dengan melepaskan tembakan.
Tapi, tembakan peringatan tak digubris. Di lokasi itulah, banyak korban berjatuhan. Saat massa berlarian, terjadi aksi pengrusakan rumah-rumah warga, perkantoran yang berada di sepanjang jalan raya. “Kaca dan genting rumah, semuanya dirusak,” ujar Ahmad Raga (34) warga Desa Eretan yang rumahnya terkena sasaran amuk massa.
Bukan itu saja, beberapa warung dan toko menjadi sasaran penjarahan. “Sambil berlari mereka mengambil apa saja yang ada diwarung. Teh botol, rokok bahkan ada warung yang dirusak,” katanya. Lantaran marah, warga dan pemilik warung akhirnya terlibat dalam tawuran itu.
Belum diketahui secara persis berapa banyak jumlah korban dalam insiden sore itu. Informasinya masih simpang siur. “Kelompok saya banyak yang terluka. Kebanyakan di kepala karena disambit batu dan kayu. Puluhan orang,” ungkap Kadmana (38) warga Desa Ilir saat menjalani pengobatan di Puskesmas Kandanghaur. Kadmana menderita luka sobek pada pipi sebelah kiri sehingga harus mendapatlan tujuh jahitan.
Luka parah dialami Kaswan (22) warga Desa Ilir Blok Bloran I RT 22 RW 01. Kepalanya remuk akibat dihajar kayu dan batu. Belum diketahui siapa pelakunya. Beberapa kawannya mengatakan, korban saat itu sudah naik mobil angkutan umum menuju pulang. Saat dijalan, tiba-tiba ditarik oleh belasan orang dan langsung menghajarnya secara membabi buta.
Hingga berita ini ditulis tadi malam, Polres Indramayu mengirimkan pasukan Dalmas serta bantuan personil dari Polsek tetangga untuk berjaga-jaga di lokasi. Malam tadi mereka berkumpul di kantor Kecamatan Kandanghaur yang terletak di tepi jalan raya Desa Eretan Wetan. Rencananya, mereka akan menyisir desa-desa rawan konflik seperti Ilir, Bulak, dan Parean Girang untuk mengendalikan situasi.
Kendati demikian, penduduk di Blok Koramil yang berbatasan antara Desa Eretan Wetan dengan Desa Ilir mulai mengungsi. Mereka khawatir akan terjadi tawuran susulan. Pasalnya, kejadian serupa pernah terjadi pada tahun 2000. Saat itu, perang berkecamuk antara penduduk Desa Eretan Wetan vs Desa Ilir di perbatasan. “Kami takut kejadian lama terulang kembali,” ujar Muni (36) salah seorang warga. Mereka menghindari bahaya dengan memilih menginap sementara di rumah-rumah saudaranya yang berada di desa lain. (kho/alw)

Pria Beristri Tewas Gantung Diri

Ditemukan Tulisan Tangan, Sebut Nama Seorang Polisi
JATIBARANG
—Mulyadi Raharjo alias Aris (30), pria beristri warga Gang Kulit RT 04 RW 03 Desa Bulak Kecamatan Jatibarang, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri (gandir). Pria kelahiran Klaten, Jawa Tengah, ini diketahui menggantung pada seutas tali tambang, Jumat (9/1) pagi sekitar pukul 06.00 oleh anaknya sendiri.

Berdasarkan data di lokasi kejadian, kematiannya yang kontan menggegerkan warga di pagi buta bermula ketika anaknya bernama Ayu (7), ingin membangunkan ayahnya. Sambil memanggil, Ayu mengintai dari kaca jendela. Seketika dia terperangah, melihat sang ayah menggantung tak bernyawa.
Ayu pun menjerit hingga mengagetkan ibunya, Santi (25), dan warga setempat. Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Mapolsektif Jatibarang. Koran ini sempat masuk ke rumah korban. Di sana, terdapat beberapa tulisan tangan dari korban. Tulisan tangan itu di antaranya “Ma’afkan aku bila aku punya salah kepada keluarga Bapak Ridwan dan minta ma’af kepada masyarakat Bulak dan sekitarnya. Mudah-mudahan terampuni dosa-dosaku kepada kalian semua. Didi Hardiyanto polisi Polsek Koba Bangka Belitung Bangsat. 081273039888–081927754381.”
Di kamar tidur, juga terdapat tulisan di tembok dan kaca jendela. Korban menulis: “Istriku ma’afkan aku. Biarlah aku yang mengalah demi kebahagiaan dan kesenanganmu akan aku akhiri semua penderitaanku, Suamimu Mulyadi R.”
Sementara keluarga korban tidak bersedia untuk dikonfirmasi wartawan dengan alasan masih dalam keadaan shock. Sedangkan istri korban memilih menyendiri dengan mengunci pintu kamar di rumah sebelah. Beberapa sumber di lokasi mengatakan, sebelum mengakhiri hidupnya korban tinggal sendiri sementara istri serta anaknya tidur di rumah sebelahnya.
Kapolres Indramayu AKBP Drs H Mashudi SH melalui Kapolsektif Jatibarang AKP Sumari SH membenarkan peristiwa tersebut. “Kasusnya masih didalami dan dikembangkan lagi dari keterangan saksi-saksi dan hasil olah TKP,” beber Sumari. Beberapa barang bukti yang diamankan petugas antara lain tambang plastik, beberapa surat dan obat nyamuk. (tar)

Penawaran Pertamina Dinilai Terlalu Kecil

Ganti Rugi Akibat Ceceran Crude Oil
INDRAMAYU
–Pembahasan kompensasi bagi nelayan dan petambak yang menjadi korban pencemaran crude oil di wilayah Kecamatan Indramayu, Pasekan, Balongan, dan Cantigi, sepertinya sudah hampir final. Diharapkan dalam pertemuan lanjutan yang akan berlangsung Rabu (14/1) mendatang, bisa dicapai kata sepakat mengenai besaran ganti rugi.

Hal tersebut dikatakan Sekda Dra Hj Srie Indrawati MM mewakili Pemkab Indramayu, Jumat (9/1). Srie mengatakan, dalam pertemuan negosiasi antara masyarakat dan Pertamina memang belum ada titik temu mengenai besaran ganti rugi. Meskipun demikian, kedua belah pihak sudah memiliki angka atau besaran yang mereka anggap layak. Pertamina sudah mengajukan penawaran besaran ganti rugi yang dianggap layak. Bagitu juga masyarakat, telah mengajukan angka yang mereka nilai layak.
“Dalam pertemuan negosiasi tersebut tak lagi ada gejolak dari masyarakat. Mudah-mudahan ini merupakan pertanda baik yang mengarah kepada adanya kesepakatan soal besaran ganti rugi,” tandas Srie.
Srie menjelaskan, besarnya ganti rugi yang akan diterima masyarakat sudah pasti tidak akan sama karena tergantung kepada luas lahan yang mengalami kerusakan. Yang pasti, dari tim mediator juga sudah menyiapkan form kesepakatan tentang pembayaran ganti rugi yang akan ditandatangani masyarakat dan pihak Pertamina.
Sementara Ketua Serikat Nelayan Tradisional (SNT), Kajidin, berharap agar kesepakatan yang dicapai antara Pertamina dengan masyarakat benar-benar adil. Artinya, jangan sampai ganti rugi yang diterima masyarakat tidak sebanding dengan kerugian yang diderita. Kajidin juga meminta kepada pihak Pertamina agar dalam memberikan ganti rugi benar-benar sesuai dengan realita yang terjadi di lapangan.
Sedangkan Ketua Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI) H Juhadi Muhammad menilai, besaran ganti rugi yang ditawarkan pihak Pertamina masih terlalu kecil dibandingkan dengan kerugian yang dialami nelayan maupun petambak. Juhadi berharap, dalam negosiasi lanjutan nanti Pertamina bisa menaikkan nilai kompensasi yang ditawarkan sehingga bisa diterima masyarakat.
“Saya rasa kalau Pertamina tetap dengan penawaran yang kemarin maka sulit untuk bisa mencapai kata sepakat karena masih terlalu rendah. Kami berharap dalam negosiasi nanti Pertamina bisa menawarkan nilai ganti rugi yang lebih tinggi lagi,” harap Juhadi. (oet)

Dimulai, Program Khusus

PATROL– Pemkab Indramayu membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin mengikuti program pendidikan keseteraan SLTA melalui Kejar Paket C Khusus. Keunggulannya, peserta akan memperoleh legalitas formal berupa ijazah setara dengan SLTA secara gratis karena dibiayai oleh pemerintah.

Tidak kalah penting, manfaat yang dapat diraih adalah bertambahnya ilmu dan wawasan sehingga SDM menjadi makin meningkat. “Kesempatan ini jangan disia-siakan. Manfaatkan dengan baik dan utamakan nawaitunya untuk menuntut ilmu. Bukan sekedar hanya memperoleh Ijazah,” terang Camat Patrol Drs H Djohar Maknun saat memberikan sambutan pada saat launching Program Kejar Paket C Khusus PKBM Sami Aji, Jumat (9/1), bertempat di aula SMP PGRI Patrol.
Karena dengan niat untuk menuntut ilmu, lanjut Djohar, warga belajar bukan hanya mendapatkan ilmu yang bermanfaat, ditambah pula akan mendapatkan pahala yang besar. Sebab, menuntut ilmu hukumnya wajib. Apabila diabaikan, justru akan tertimpa dosa. Apalagi dengan ilmu, akan terlepas dari kebodohan yang menjadi akar dari penyakit kemiskinan.
“Jangan minder meskipun belajar di Paket C. Mari kita perangi kebodohan. Ajak warga yang lain untuk ikut program ini. Pemkab sangat peduli dengan pendidikan masyarakatnya,” ajak Djohar yang saat itu duduk berdampingan dengan KCD Pendidikan Patrol Drs H Arifin, Penilik Dikmas Edi Supendi SAg dan Ketua PKBM Sami Aji Patrol Warganda SPdI.
Sementara KCD Pendidikan Patrol Drs H Arifin memaparkan, tahun 2009 ini warga belajar yang akan mengikuti program kejar paket C khusus sebanyak 91 orang. Mereka dibebaskan biaya pendidikan karena ditanggung oleh Pemkab Indramayu. Selain itu juga, dibuka program kejar paket C swadana yang dikelola oleh beberapa PKBM di wilayah Kecamatan Patrol.
Dijelaskan Arifin, dengan memiliki Ijazah Kejar Paket C kesetaraan SLTA, pemiliknya dapat melanjutkan pendidikan ke lebih tinggi karena statusnya disamakan dengan ijazah dari SLTA formal. Bahkan kata dia, ijazah tersebut, bisa dijadikan salah syarat untuk mencalonkan diri menjadi anggota calon legislatif (caleg). “Pokoknya sama dengan ijazah yang dikeluarkan SLTA. Kegunaannya sama, hanya cara belajarnya yang berbeda. Warga belajar bisa bermufakat dengan tutornya baik mengenai masalah waktu maupun lainnya,” tandas Arifin. (kho)
Quote this article in website
Favoured
Print
Send to friend
Related articles
Save this to del.icio.us

Nelayan Terima Beras

KANDANGHAUR–Ribuan keluarga nelayan di Desa Eretan Wetan Kecamatan Kandanghaur, ramai-ramai mendatangi KUD Misaya Mina (MM) Eretan, Jumat (9/1). Mereka datang bukan untuk demo, melainkan menerima jatah bantuan beras paceklik dari koperasi nelayan yang telah berdiri sejak pemerintahan Belanda tahun 1926 itu.

Selain nelayan, beras sebanyak 20 ton yang disediakan saat musim paceklik tersebut juga dibagikan kepada para mustahiq (fakir miskin), guru ngaji, imam masjid serta musala, guru SMP serta madrasah, pengurus dan anggota KUD dengan jumlah sebanyak 2.395 kepala keluarga (KK). Khusus bagi ribuan jiwa fakir miskin, selain mendapatkan jatah beras masing-masing sebanyak 5 kilogram, mereka juga memperoleh uang lauk pauk sebesar Rp5 ribu/orang.
Ketua KUD MM Eretan Wetan H Abdul Rosyad didampingi Sekretaris Drs Masnun Sarnawi menjelaskan, sumber dana pengadaan beras paceklik tersebut merupakan akumulasi dari potongan hasil lelang ikan para nelayan di TPI sebesar 0,5 persen berdasarkan Perda Provinsi nomor 5 tahun 2005 tentang TPI sepanjang tahun 2008.
“Sebenarnya KUD menderita tekor karena harga beras mengalami kenaikan dibanding dana akumulasi yang tersedia. Tapi kami berupaya untuk pembelian 20 ton beras layak konsumsi dengan harga Rp110 juta ini dengan mengeluarkan kas simpanan KUD,” kata Rosyad.
Apalagi, kata pria kelahiran 3 September 1963 dengan 4 anak hasil perkawinan dengan Hj Baesah ini, sejak dua bulan terakhir nelayan di Eretan Wetan tidak melaut akibat musim baratan yang ditandai gelombang tinggi.
Daya beli nelayan menjadi rendah, bahkan sebagian besar terjerat hutang untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. “Dengan dibagikannya beras paceklik ini mudah-mudahan bisa meringankan beban para nelayan dalam menghadapi musim menganggur sekarang ini,” harapnya. (kho)

Dukun Perkosa Dua Adik Ipar

JUNTINYUAT-Seorang dukun cabul, Car (66), warga Desa Kroya, diringkus Polsek Juntinyuat, Kamis malam (8/1) di rumah istrinya di Desa Segeran, Kecamatan Juntinyuat. Car diringkus setelah dilaporkan meniduri dua adik iparnya sebut saja Melati (13) dan Bunga (15). Melati bahkan berbadan dua dan telah melahirkan.

Kasus ini mencuat setelah warga setempat geram mengetahui Melati melahirkan bayi, hasil hubungan dengan Car. Warga pun mengadukan kasus itu ke polisi hingga akhirnya Car digelandang guna menjalani pemeriksaan. Menurut sejumlah keterangan, perkosaan itu sebenarnya terjadi sejak Melati dan Bunga masih di bangku SD.
Menurut Kapolsek Juntinyuat AKP H Susamto, Car melakukan aksinya dengan ancaman. “Awalnya orang tua korban sempat mengelak. Tapi setelah didesak, mereka akhirnya mengakui kalau dua anak mereka telah diperkosa oleh tersangka. Pelaku kini kami tahan guna menjalani serangkaian pemeriksaan,” kata Susamto. (dun)

Kantor UPK TJ Bongas Ambruk

BONGAS–Kantor Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Tunas Jaya Bongas ambruk setelah diterpa angin kencang, Jumat (9/1) sekitar pukul 06.00. Reruntuhan genting serta kayu penyangga di bagian dapur dan gudang itu nyaris melukai Karsum (28), penjaga kantor kepada Radar.

Karsum menceritakan, kejadian itu berlangsung cepat. “Saat saya buka kantor, gak ada firasat apa-apa. Ruang belakang juga tidak ada yang rusak,” tuturnya. Setelah melakukan aktivitas kesehariannya di kantor yang terletak di Desa Kertajaya Blok Kibuyut RT 08 RW 01 Kecamatan Bongas itu, Karsum kemudian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Namun, beberapa menit kemudian terdengar kayu bagian atas rumah tiba-tiba patah dan menjatuhkan seluruh gentingnya. Saat itu, Karsum tidak berani keluar dari kamar mandi. Melihat situasi tidak memungkinkan untuk berdiam diri, Karsum spontan berupaya untuk keluar. “Saya baru berani keluar, setelah atap kamar mandi juga ikut-ikutan mau ambruk,” katanya.
Sialnya, pintu kamar mandi ternyata sulit dibuka lantaran terhadang reruntuhan kayu dan tembok dinding belakang. Dengan segala upayanya, akhirnya Karsum berhasil melepaskan diri. Sesaat kemudian, ruang kamar mandi ambruk dan akhirnya rata dengan tanah. “Alhamdulillah, selamat saya,” katanya penuh syukur.
Ternyata, angin kencang tidak hanya mendera tempat kerjanya. Beberapa rumah yang berada di belakang kantor juga mengalami kerusakan meskipun kategorinya kecil. Karsum menduga, robohnya bangunan bagian belakang kantor yang sudah mulai lapuk itu akibat diterjang angin kencang disertai hujan deras pada malam sebelumnya. “Sepanjang malam angin gak karu-karuan. Hujan deras banget,” ujarnya.
Sementar Ketua UPK Tunas Jaya Bongas Iftitahul Zannah menyebutkan, kerugian akibat ambruknya bangunan belakang kantor diperkirakan mencapai Rp20 juta. Kendati demikian, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan seperti biasanya.
Angin kencang yang disertai hujan deras semalaman turut merobohkan berbagai macam atribut parpol dan caleg yang ada di Kecamatan Patrol. Seperti yang terlihat di tepi Jl Raya Patrol-Anjatan. Baliho milik salah seorang Caleg DPR RI dari PDIP dengan ukuran 2x3 meter, nyaris menyentuh tanah. Kedua tiang penyangga baliho yang menempel di pagar rumah milik warga itu terlihat patah. (kho)

Kadisdik Ajak Tingkatkan Imtak

HAURGEULIS–Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Indramayu Drs H Suhaeli MSi, Jumat (9/1), bertemu dengan stakeholder pendidikan di Kecamatan Haurgeulis.

Acara pembinaan personil di lingkungan Disdik itu diikuti sekitar 600 peserta yang terdiri dari para kepala dan guru TK/RA, SD/MI, SLTP, SLTA, anggota PGRI dan personil KCD Pendidikan. Acara dipusatkan di aula Koperasi Pring Ayu.
Suhaeli tidak datang sendirian, ikut mendampingi Drs H Masud MPd, Drs H Odjo Suarjo MM dan sejumlah kasubdin Disdik lainnya. Dalam kesempatan tersebut Suhaeli memaparkan program dan kebijakan pemkab terkait pendidikan di 2009.
“Dengan political will dari Pemkab Indramayu yang dipimpin Bupati H Irianto MS Syafiuddin (Yance), dimana anggaran pendidikan ditingkatkan pada tahun 2009 ini, tentu sukses Wajar 12 tahun harus bisa tercapai,” terangnya.
Suhaeli juga tidak lupa mengajak kepada para peserta untuk selalu meningkatkan amal perbuatannya dan tidak loyo dalam menuntut ilmu. “Kompetensi keimanan harus terus ditingkatkan. Karena apalah artinya memiliki ilmu setinggi langit, tapi sisi religiusnya lemah. Justru itu akan menghancurkan,” terangnya.
Peningkatan bidang keagamaan juga harus diterapkan kepada anak didik. Agar di kemudian hari, menjadi generasi penerus yang beriman, bertakwa dan bermanfaat bagi masyarakatnya. Suhaeli juga mengajak agar para guru dan kalangan pegawai Dinas Pendidikan lainnya untuk tidak patah semangat dalam menuntut ilmu. “Ilmu tidak harus didapat dari lembaga formal. Tambah ilmu bisa dari mana-mana,” serunya. (kho)

YSB PP Gelar Manakib Akbar

INDRAMAYU- Yayasan Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya (YSB-PP) perwakilan Kabupaten Indramayu akan mengadakan manakib bulanan atau istigosah kubro yang diisi dengan tabligh akbar. Kegiatan rutin itu diadakan setiap bulan pagi minggu kedua bulan masehi.
Sekretaris YSB-PP Suryalaya perwakilan Kabupaten Indramayu H Mahpudin SH mengatakan, kegiatan ini sesuai dengan surat dari pengurus YSB-PP Suryalaya Kordinator Wilayah Jawa Barat No 41/K-JB/2008 tanggal 12 Desember 2008 tentang pelaksanaan manakib di tingkat kabupaten. Dengan hal itu, pihaknya akan menggelar manakib untuk pertama kalinya pada Minggu pagi (11/1) dipusatkan di Masjid Agung Indramayu.
Lanjut Mahpudin, kegiatan ini juga dalam rangka mengisi tahun baru Hijriyah serta tahun baru 2009. Dengan harapan, tahun ini penuh berkah dan rahmat bagi masyarakat khususnya Indramayu. Selain masyarakat dapat mengikuti dzikir, juga akan diberikan siraman rohani oleh KH Zezen Zainal Abidin Ashab dari Ponpes Suryalaya Tasikmalaya.
“Amal ibadah janganlah disia-siakan, maka bergabunglah bersama saudara seiman untuk duduk berzikir panjatkan doa kepada Allah SWT di acara manakib ini. Semoga apa yang kami hadirkan dapat memberikan manfaat besar bagi kita semua,” pungkasnya. (alw)

Pasukan Banser Siap ke Palestina

Sudah Latihan Fisik, Tunggu Perintah Jakarta
INDRAMAYU
-Ratusan anggota Barisan Ansor Serba guna (Banser) Kabupaten Indramayu siap diberangkatkan ke Palestina untuk melawan tentara Israel. Mulai sekarang mereka sudah mempersiapkan diri dengan latihan ilmu bela diri dan termasuk di dalamnya pengisian ilmu kekebalan. Mereka tinggal menunggu persetujuan pemberangkatan dari jajaran pengurus pusat GP Ansor dan PB Nahdlatul Ulama (PBNU).
Ketua Banser Kabupaten Indramayu Drs Suryana menjelaskan, saat ini ratusan anggota Banser terus menyiapkan diri melalui latihan bela diri dan pengisian ilmu kekebalan. Latihan ini dilakukan untuk memantapkan persiapan fisik sebelum diberangkatkan ke Palestina melawan kebiadaban tentara Israel. Dalam latihan ini, menurut Suryana, mereka digembleng sejumlah ilmu kebal oleh beberapa instruktur. ”Kami siap diberangkatkan kapan saja,” tegas Suryana, kemarin (9/1).
Suryana menambahkan, anggota Banser yang tercatat saat ini mencapai ribuan orang, tersebar di sejumlah pelosok desa di Kabupaten Indramayu. Untuk langkah awal, pihaknya sudah menyiapkan ratusan pasukan inti yang menyatakan kesiapannya untuk diberangkatkan di Palestina. ”Yang jelas anggota Banser sudah tidak sabar untuk segera berangkat ke Palestina untuk membela umat Muslim di sana. Kami mengintruksikan kepada anggota Banser yang sekarang sudah dilatih fisik untuk bersiap-siap diberangkatkan jika ada intruksi dari PBNU,” tandasnya. (dun)

Jumat, Januari 9

Warga Sambangi Pendopo

Menuntut Proses Penghitungan Ulang Pilkuwu Jayamulya
INDRAMAYU
–Warga Desa Jayamulya Kecamatan Kroya yang tidak puas dengan hasil pemilihan kuwu (pilkuwu) beberapa waktu lalu, menyambangi Pendopo Kabupaten Indramayu, Kamis (8/1). Dengan menggunakan sejumlah kendaraan truk, puluhan warga ramai-ramai memadati Alun-alun di depan pendopo.

Mereka yang mengatasnamakan Gerakan Masyarakat Jayamulya (GMJY) ini berteriak-teriak, meminta agar dilakukan penghitungan ulang pilkuwu karena diduga telah terjadi kecurangan. Mereka juga meminta agar pelantikan kuwu terpilih, Jojon S yang rencananya akan dilakukan tanggal 14 Januari 2009, ditangguhkan karena dinilai masih bermasalah.
Koordinator aksi Bambang mengatakan, pada prinsipnya warga hanya meminta agar dilakukan penghitungan suara ulang dengan jujur dan transparan. Sayangnya, sejauh ini prosesnya justru berlarut-larut bahkan sudah sampai ke pengadilan. “Kami atas nama warga Jayamulya hanya meminta keadilan. Kami berharap segera dilakukan penghitungan ulang,” ungkapnya.
Aksi massa ini sempat memanas ketika sejumlah pendemo memaksakan diri untuk masuk ke halaman pendopo. Sempat terjadi aksi saling dorong di pintu gerbang. Beruntung, puluhan anggota Polres Indramayu yang dipimpin langsung Kapolres AKBP Mashudi dengan dibantu anggota Satpol PP bisa menenangkan massa.
Sejumlah perwakilan massa kemudian mengikuti dialog dengan perwakilan dari pemkab Indramayu yang dipimpin Asda I Drs H Giri Priyono MM. Tampak turut serta Kasat Intelpam Polres Indramayu AKP Sukriyawan, Kabag Otdes Drs Toto Susmanto beserta para kasubag, Suryana SH dari Bagian Hukum, Iwan Ridwan SE dari Dinas Trantib, dan yang lainnya. Dalam dialog tersebut terungkap, warga merasa kecewa dengan adanya kejanggalan dalam penghitungan suara.
Sebagaimana diketahui, dalam pilkuwu yang digelar 19 November 2008 di Desa Jayamulya diikuti oleh tiga orang peserta yaitu Sutara, Jojon T, dan Mamat. Hasil rekap penghitungan suara, Sutara memperoleh 1.163, Jojon T memperoleh 2.827 suara, dan Mamat 2.571 suara. Dengan demikian Jojon memperoleh suara terbanyak.
Sedangkan sebanyak 124 suara dinyatakan blangko dan 16 suara tidak sah. Dari jumlah itu, maka total rekapitulasi perolehan suara adalah 6.701. Sedangkan suara yang digunakan menurut sumber panitia adalah 6.966. Dengan demikian diduga ada suara yang hilang sebanyak 265 suara. Sedangkan selisih perolehaan suara antara Jojon T dengan Mamat hanya 256 suara.
Terkait dengan dugaan terjadinya kecurangan tersebut, masyarakat Jayamulya menolak pelantikan kuwu. Mereka juga menuntut pemilihan ulang kuwu secara demokrasi dengan pelaksanaan bebas, jujur dan adil. Mereka juga menuntut penghitungan suara ulang secara terbuka dan terang-terangan. Tuntutan lainnya, meminta panitia pemilihan kuwu dan aparat desa yang melakukan kecurangan diusut, ditangkap dan diadili.
Sementara Asda I Drs H Giri Priyono MM menjelaskan, aksi demo yang dilakukan warga merupakan hal yang wajar di era demokrasi. Meskipun demikian, tuturnya, tuntutan warga tidak bisa serta merta dipenuhi karena saat ini proses hukum masih berjalan. Dikatakannya, kuwu terpilih Jojon T tetap akan dilantik bersama kuwu terpilih lainnya pada tanggal 14 Januari 2009 mendatang.
Adapun soal penghitungan suara ulang tentunya masih harus menunggu hasil putusan pengadilan yang saat ini masih berjalan. “Kalau memang hasil putusan pengadilan memang mengharuskan dilakukannya penghitungan ulang tentu saja hal tersebut harus dilakukan. Bahkan Bupati juga berhak mencabut SK kuwu yang baru saja dilantik kalau memang terbukti telah terjadi kecurangan berdasarkan putusan pengadilan,” tandas Giri. (oet)

Balita Tewas Terjangkit Demam Berdarah

JATIBARANG—Nurwenci (2), balita asal Desa Mekargading Kecamatan Sliyeg, meninggal dunia setelah terjangkit DBD. Putri pasangan Sayid (47) dan Darimi (41) itu meninggal sesaat setelah dilarikan pihak keluarga ke RSI Zam-Zam Jatibarang, kemarin (8/1).

Hasil uji laboratorium menunjukkan terjadinya penurunan jumlah trombosit dari batas normal 150 ribu ke atas menjadi 35 ribu. Karena pasien dalam kondisi kritis, tim medis sempat melakukan observasi ketat serta pengawasan khusus. Namun, kondisi kritis yang dialami pasien membuat usaha tim medis kandas. Nurwenci meninggal di ruang UGD sekitar pukul 19.20.
Salahsatu kerabat korban yang ditemui Radar di rumah sakit menceritakan, sebelum ke rumah sakit Nurwenci sempat dibawa ke salahseorang dukun. “Menurut dukun tidak apa-apa, tapi lama-lama malah tambah panas. Akhrinya kami membawanya ke rumah sakit,” ujar kerabat korban di rumah sakit.
Sementara dokter jaga RSIZ Jatibarang dr Rezkha Anazri saat dikonfirmasi Radar membenarkan pasien tak tertolong karena saat masuk UGD sudah dalam keadaan yang sangat kritis. Dia menganjurkan para orang tua agar segera membawa anak balitanya ke rumah sakit bila terindikasi DBD. (tar)

Demokrat Ajari Bikin Pupuk

INDRAMAYU–Pembekalan bagi kader partai biasanya selalu diisi dengan persoalan yang terkait masalah politik. Tapi apa yang dilakukan Partai Demokrat benar-benar beda dengan partai lainnya.

Pembekalan yang diikuti oleh pengurus cabang dan ranting Partai Demokrat se-kabupaten Indramayu yang berlangsung di aula Wisma Haji, Kamis (8/1), bukan semata-mata diisi dengan materi politik.
Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Iwan R Sulandjana bahkan memberikan materi tentang cara-cara pembuatan pupuk. Baik pupuk cair, kompos, pestisida, dan yang lainnya. Iwan mengatakan, Partai Demokrat sesuai dengan motonya yaitu Berjuang Untuk Rakyat memang selalu memperhatikan kepentingan rakyat. Salahsatu persoalan yang dihadapi adalah pupuk.
“Masyarakat Indramayu kan mayoritas hidup dari pertanian. Saya pikir sangat tepat kalau kamimengajari mereka bagaimana cara membuat pupuk cair, kompos maupun pestisida,” kata mantan cawagub pasangan Danny Setiawan ini. Bahkan, kegiatan ini merupakan salahsatu bentuk kepedulian Partai Demokrat terhadap rakyat.
Acarap pembekalan ini juga dihadiri oleh Ketua DPD Partai Demokrat Indramayu Ir Sri Budiharjo Herman, caleg DPR RI untuk wilayah Cirebon-Indramayu, E Herman Khaeron MSi, serta para caleg DPRD Indramayu, caleg DPRD Provinsi dan yang lainnya. (oet)

Nelayan dan Petambak Ancam Demo

KARANGAMPEL–Nelayan dan petambak yang ada di Blok Tegalagung Desa Benda Kecamatan Karangampel yang terkena dampak pencemaran crude oil, berharap pihak Pertamina EP Region Jawa segera memberikan ganti rugi. Pasalnya saat ini nelayan sudah mulai kesulitan mendapatkan ikan akibat kondisi laut yang tercemar.
Sekretaris KUD Mina Jaya Desa Tegalagung Darsa mengungkapkan, bila pihak Pertamina tidak segera memberikan ganti rugi maka dikhawatirkan nelayan dan petambak akan hilang kesabaran. Bahkan banyak di antara mereka yang sudah siap untuk melakukan aksi demo apabila tidak mendapatkan perhatian.
“Memang banyak nelayan yang sudah tidak sabar dan ingin melakukan aksi demo. Untuk itulah kami minta kepada pihak Pertamina agar segera memberikan ganti rugi,” ungkap Darsa, Kamis (8/1).
Senada dengan Darsa, H Andi Afandi juga meminta kepada Pertamina agar bertindak cepat. Apalagi dari pihak nelayan dan petambak juga telah mengirimkan surat kepada Pertamina tentang besarnya ganti rugi yang layak untuk diberikan.
Andi mengungkapkan, sejak kejadian pencemaran limbah pada tanggal 5 Januari 2009 lalu yang terjadi di kali Sigedang hingga muara Tegalagung, telah mengakibatkan matinya habitat laut seperti ikan dan udang. Bahkan limbah tersebut diperkirakan sudah meluas hingga batas 5 mil jauhnya.
Sementara pihak Pertamina EP Region Jawa Field Jatibarang yang diwakili Joko Riyanto dan Sunyoto, sebelumnya telah memberikan penjelasan tentang musibah yang terjadi akibat digoroknya pipa yang menyebabkan terjadinya pencemaran. Ia juga mohon maaf atas kejadian yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut.
Joko mengatakan, pada prinsipnya Pertamina juuga tidak akan menutup mata terhadap kejadian tersebut. Meskipun demikian, tuturnya, untuk masalah pemberian ganti rugi harus dilakukan sesuai aturan yang ada dalam UU Lingkungan Hidup. (oet)

Petani Kandanghaur Kelimpungan

Kekurangan Air, Ribuan Hektare Padi Terancam Mati
KANDANGHAUR
–Fenomena alam yang sulit diprediksi akibat dampak terjadinya global warming (pemanasan global), membuat kelimpungan para petani di wilayah Kecamatan Kandanghaur. Memasuki musim rendeng tahun ini, bukannya berlimpah air, lahan pertanian para pahlawan pangan itu justru mengalami kekurangan air akibat pendeknya musim penghujan.

Seluas 2.777 hektare sawah berumur antara 5 sampai 28 hari terancam mati lantaran suplai air menjadi terhambat. Sedangkan 3417 lahan sawah yang baru memasuki tahap persemaian, dipastikan gagal tanam apabila dalam sepekan ke depan kebutuhan air tidak segera dipenuhi.
Perlu diketahui, dari 6.194 areal sawah yang tersebar di 13 desa di Kecamatan Kandanghaur, adalah sawah tadah hujan yang sangat mengandalkan curah hujan dalam sistim pengairannya. Namun ternyata, terhitung selama musim rendeng, wilayah Kecamatan Kandanghaur hanya sebanyak 10 kali diguyur hujan. Kondisi itu jelas ak menguntungkan para petani lantaran ketersediaan air belum mencukupi.
Menurut Camat Kandanghaur Aris Tarmidi SH MSi, terjadinya ancaman gagal tanam dan panen juga dikarenakan para petani takut banjir sehingga memilih untuk mengundur masa tanam yang telah di tentukan. “Sudah menjadi tradisi, kalau di Kecamatan Kandanghaur apabila musim hujan kebanjiran dan musim kemarau selalu kekeringan. Tapi perkiraan itu meleset. Tahun ini, saat musim penghujan Kandanghaur ternyata bebas banjir,” katanya saat menerima rombongan Ditjen Pengembangan Lahan dan Air (PLA) Departemen Pertanian RI, Kamis (8/1) di kantornya.
Apesnya, di saat para petani berupaya mengejar ketertinggalan masa tanam, musim penghujan diperkirakan justru mulai berakhir ditandai dengan tidak adanya curah hujan. Ditambah pula distribusi air dari Jatiluhur kerap tersendat karena semua wilayah melakukan masa tanam secara serentak.
Oleh karenanya, pihaknya meminta agar Ditjen PLA Deptan RI dalam jangka pendek ini memprioritaskan distribusi air agar tanaman padi bisa diselamatkan. Dalam jangka panjangnya, Aris meminta proyek-proyek bidang pengairan untuk mengatasi permasalahan para petani di Kecamatan Kandanghaur secepatnya digelontorkan.
Sementara itu, rombongan Ditjen PLA Deptan RI yang dipimpin Ir Dyah Susilokarti mengaku merasa prihatin dengan kondisi yang dialami oleh para petani. “Semestinya musim rendeng air melimpah, tapi kenapa bisa terjadi krisis air? Tapi setelah mendengar pemaparan Pak Camat, memang penyebabnya ada beberapa faktor. Tapi yang paling urgen adalah karena perubahan iklim yang tidak menentu. Ini jelas sulit diantisipasi oleh para petani maupun lembaga pertanian,” terangnya didampingi anggota tim lainnya di antaranya Ari Wijayanti serta Kasino.
Kendati debit air di Waduk Jatiluhur sangat mencukupi, namun untuk mengalirkannya sampai ke wilayah Kecamatan Kandanghaur membutuhkan waktu yang tidak sedikit. “Maksimal tiga hari baru nyampe. Itu pun kalau lancar. Sebab, kami juga membutuhkan dukungan tenaga untuk mengawal air dan mengangkat balok kayu penutup di pintu air. Dan yang paling penting, pompa air di Cipunegara bisa beroperasi dengan baik karena akhir-akhir sering mengalami kerusakan,” terang Dyah.
Setelah melakukan dialog dengan Pemcam Kandanghaur, Kepala PJT, KCD Pertanian, KTNA, Pengamat Hama, dan tokoh petani setempat, rombongan kemudian meninjau lokasi sawah yang kondisinya kritis yakni di Desa Curug dan beberapa desa lainnya. (kho)

Setiap Lima Menit Dua Orang, Sehari Keluarkan Rp30 Ribu

Pedagang Pasar Patrol Keluhkan Banyaknya Pengamen-Pengemis
Memasuki musim paceklik, jumlah peminta-minta yang beroperasi di kawasan Pasar Daerah (PD) dan Sub Terminal Patrol sepertinya terus meningkat.

LAPORAN: KHOLIL IBRAHIM DARI PATROL
DALAM
sehari, para pedagang bisa mengeluarkan uang sebesar Rp30 ribu untuk pengemis maupun pengamen yang mampir ke tempat usaha mereka. Kendati meresahkan, para pedagang mengaku tidak bisa berbuat apa-apa. “Mau gimana lagi ya, namanya juga pasar,” ungkap Kokom (35), salahseorang pedagang nasi kepada Radar, Kamis (8/1).
Diakuinya, semakin banyaknya peminta-minta kerap mengganggu kenyamanan para pelanggannya. Apalagi, kedatangan mereka dengan rentang waktu yang sangat pendek. “Saban lima menit, minimal dua orang peminta-minta yang mampir ke warung sayang,” ujarnya.
Kokom pun sampai hafal betul jam operasi para peminta-minta itu. Yaitu, mulai beraksi sekitar pukul 10.00 sampai pukul 13.00. Rehat sejenak, dan mulai marak lagi sekitar pukul 16.00 sampai magrib. “Supaya tidak boros, rata-rata yang memberikan Rp500. Kalau yang datang grup pengamen, dikasih Rp1.000,” sebutnya.
Dia mengaku miris lantaran profesi peminta-peminta itu bukan hanya dilakukan orang dewasa, melainkan juga anak-anak yang berasal dari luar kecamatan.
Setiap sore, ungkap Kokom, anak-anak peminta-minta itu mulai melakukan aksinya menyambangi setiap kios, toko maupun warung yang ada di kawasan pasar dan terminal. “Kalau bisa yang ini ditertibkan. Jika dibiarkan saja, nanti jumlahnya makin banyak. Nanti malah males sekolah, pengennya jadi pengemis,” pintanya.
Keluhan senada juga disampaikan Icam (32) pedagang kelontong. Katanya, selain musim paceklik, jumlah peminta-minta akan membludak saat bulan Ramadan. (*)

Polisi Buru Penembak Pengusaha Emas

INDRAMAYU-Satuan Reskrim Polres Indramayu terus memburu kawanan perampok yang menembak pengusaha emas, Maman Badruzaman (32), warga Desa Lobener, Kecamatan Jatibarang. Polisi juga sudah mengirimkan proyektil yang digunakan kawanan perampok tersebut ke Puslabfor Mabes Polri.
Kapolres Indramayu AKBP Drs H Mashudi didampingi Kabag Ops Kompol Drs Eko Hadi dan Kasat Reskrim AKP Andry Kurniawan menjelaskan, pihaknya masih meminta keterangan terhadap sejumlah saksi di TKP, terutama yang melihat langsung aksi perampokan itu. “Mereka akan dimintai keterangan tentang kronologinya. Kami masih mendalami kasusnya dan belum bisa memberian keterangan pasti tentang siapa pelakunya,” terang Andry.
Menurut Andry, prosenya masih dalam pengembangan. ”Kami meminta kepada masyarakat untuk secepatnya melaporkan kepada polisi apabila melihat orang yang baru dikenal di lingkungannya masing-masing. Sebab, informasi itu sangat dibutuhkan petugas dalam rangka pengembangan setiap kasus yang terjadi,” tandasnya. (dun)

Caleg Ingin Menang, Konsultasi Paranormal

PATROL– Fenomena menarik mewarnai pertarungan para caleg menjelang Pemilu 2009. Yaitu, banyaknya calon wakil rakyat yang memanfaatkan jasa paranormal agar membantu memperoleh dukungan dari konstituen. Bukan hanya meminta petunjuk atau konsultasi dari sisi spritual, para caleg merangkul paranormal untuk menjadi salahsatu bagian tim sukses guna mendulang suara massa.

Sudah bukan rahasia umum, selain kiai, paranormal yang juga disebut orang pintar, memiliki pengikut fanatik cukup besar terutama penduduk yang berada di pelosok pedesaan. Banyaknya Caleg yang datang ke paranormal diutarakan Abah Tono (60), tetua di Desa Sukahaji, Kecamatan Patrol.
“Kebanyakan minta konsultasi, supaya banyak orang welas asih sama dia. Orang jadi tertarik, senang, sehingga nanti pas mau coblosan, orang ingat sama dia,” tuturnya kepada Radar di kediamannya, kemarin (8/1).
Bahkan, kata tokoh masyarakat yang dikenal supel bergaul ini, ada pula caleg yang meminta langsung agar dia menjadi salahsatu kadernya. “Ya kita coba bantu sebisa mungkin. Karena dia datang baik-baik, kita juga layani baik-baik sepanjang tujuannya juga baik,” ujar Abah Tono.
Sudah berapa dan siapa saja yang dating kepadanya untuk berkonsultasi? Abah Tono tak mau membocorkan. Yang jelas, kata dia, caleg tersebut hendak maju untuk menjadi anggota DPRD Kabupaten Indramayu.
Masih menurut Abah Tono, tak hanya caleg yang minta petunjuk ke paranormal. Melainkan juga para calon kuwu, pejabat maupun petinggi partai politik yang datang padanya.
Konsultasi ke paranormal, pernah juga dilakukan salahseorang anggota DPRD Kabupaten Indramayu yang saat ini masih aktif. Jauh-jauh hari menjelang pemungutan suara, wakil rakyat yang namanya minta tidak dikorankan ini, mengaku sampai datang ke belasan orang pintar untuk dimintai bantuannya.
Meski bertentangan dengan hati nuraninya, semua syarat yang diajukan paranormal selalu dilakoni. Seperti menghafal jampi-jampi, mandi kembang dan nyekar ke kuburan tengah malam, sampai makan kemenyan. (kho)

Warga Kuras Saluran Air

Antisipasi Banjir Saat Turun Hujan
ANJATAN
–Mengatasi bencana banjir, penduduk di Desa Anjatan Utara, Kecamatan Anjatan, Kamis (8/1) melaksanakan kerja bakti berupa pengurasan saluran air di lingkungan mereka.

Sejak pagi hingga siang hari, sedikitnya 280 warga bergotong-royong membersihkan selokan, parit maupun sungai yang mampet akibat tersumbat sampah.
Warga juga menebangi pohon-pohon yang dianggap menghalangi lajunya arus air serta membereskan tanggul-tanggul yang mengalami penyempitan. Mereka terbagi dalam empat kelompok. Masing-masing kelompok dikordinir beberapa pamong desa, ketua RT dan ketua RW. “Kegiatan ini rutin dilakukan setiap memasuki musim penghujan. Minimal satu tahun dua kali,” ujar Kuwu Desa Anjatan Utara Asmono kepada Radar di sela-sela kerja bakti.
Menurutnya, penyebab banjir di ilayah kerjanya dikarenakan terjadinya pendangkalan serta penyempitan saluran sehingga arus air menjadi tersendat. Terjadinya mampet, juga disebabkan terhalang oleh beberapa jembatan yang posisinya terlalu rendah dari permukaan air.
“Seperti jembatan Al Hidayah ini. Dibangun sejak 35 tahun lalu, sekarang ketinggiannya sudah samarata dengan permukaan air. Di bawah jembatan sering tersumbat sampah. Kalau hujan datang, air comberan limpas ke mana-mana. Pemukiman di sini menjadi terendam banjir,” ungkapnya.
Semula, kata Asmono, warga berinisiatif akan membongkar jembatan sepanjang 6 meter dan lebar 4 meter tersebut agar tidak selalu menjadi biang penyebab banjir. Namun, lantaran terkendala dana, niat itu urung dilakukan. “Apalagi ini jembatan kabupaten. Kalau dibongkar lalu tidak secepatnya diperbaiki, arus lalu lintas di sini menjadi terhambat. Jalan ini sangat vital bagi aktivitas warga dari berbagai daerah,” ujarnya sembari berharap agar pemerintah memperhatikan keluhan warga.
Di tempat terpisah, Camat Anjatan Drs H Sugeng Heryanto MSi melalui Kasi Trantib Anton Sanoto menjelaskan, kegiatan kerja bakti juga dilakukan di seluruh desa secara bertahap. Untuk pekan ini, tiga desa di sebelah utara yakni Desa Anjatan Utara, Anjatan dan Anjatan Baru melaksanakan aksi secara serentak.
Pekan selanjutnya, digilir desa-desa lain yang berada di wilayah tengah dan selatan. “Bukan hanya bertujuan mencegah banjir, tapi juga kebersihan lingkungan sehingga warga tidak terserang penyakit akibat comberan yang kotor,” terang Anton. (kho)

Pengedar Sabu asal Bekasi Diringkus

INDRAMAYU-Sat Reserse Narkoba Polres Indramayu berhasil membekuk dua pengedar sabu-sabu, Kamis (8/1) dini hari sekitar pukul 01.00. Kedua tersangka adalah Thomas (32) dan Rakhmat (35), warga Kabupaten Bekasi. Kedua tersangka dibekuk polisi di sebuah tempat di Kelurahan Lemahabang, Kecamatan Indramayu, dengan barang bukti satu bungkus sabu-sabu dan bong (alat hisap).
Kapolres Indramayu AKBP Drs H Mashudi didampingi Kasat Reserse Narkoba AKP Ansari Puat mengatakan, tertangkapnya kedua tersangka berawal dari laporan masyarakat. “Melihat petugas tiba di lokasi, keduanya mencoba kabur dengan melewati jendela salahsatu rumah. Karena kesigapan anggota, keduanya berhasil diringkus,” ujar Mashudi kepada Radar.
Dijelaskan, saat ini polisi masih terus memeriksa kedua tersangka guna mengungkap jaringan lainnya. Tersangka Thomas mengaku memperoleh bubuk haram itu dari bos sabu asal Jakarta. Thomas biasa mengedarkan sabu di kalangan muda di Kabupaten Indramayu.
Diakui Thomas, untung dari menjual narkoba jutaan rupiah. “Sekarang saja sudah memiliki pelanggan tetap untuk Indramayu dengan sasaran kaula muda dan pelajar,” tutur Thomas di sela-sela pemeriksaan. (dun)

TKW Bojongsari Meninggal di Jordania

INDRAMAYU—Suasana duka menyelimuti kediaman Masudin (45), warga Blok Bungkul Timur RT 04 RW 04 Desa Bojongsari, Kecamatan/Kabupaten Indramayu. Istri Masudin yang diketahui bernama Darinah (37), dilaporkan meninggal di Jordania.

Dikatakan Masudin, istrinya bekerja pada majikannya di Jordania bernama Faris. Sang istri berangkat melalui penyalur jasa TKI PT Al-Ichwan Arindo Jakarta pada 2 Pebruari 2008. “Istri saya positif meninggal,” ucapnya.
Sejauh ini pihak keluarga belum mengetahui kapan Darinah meninggal. Sebelumnya, upaya komunikasi yang dilakukan keluarga melalui sambungan telepon selalu diterima majikan. Keluarga mengaku, selama ini tidak ada kesempatan untuk berbicara dengan Darinah.
Masudin yang berprofesi sebagai tukang jahit kini hanya bisa pasrah. Pria bertubuh kurus ini berharap jenazah istrinya dimakamkan dengan layak walaupun tanpa sepengetahuan keluarga. “Untuk administrasi asuransi kematiannya sedang diurus oleh orang,” tukasnya. (tar)

Pedagang Ikan Bakar Kesulitan Cari Mitan

Tekan Biaya Produksi, Terpaksa Gunakan Solar
INDRAMAYU
-Sulitnya mendapat bahan bakar minyak (BBM) jenis minyak tanah (mitan) di pasaran, membuat sejumlah pengusaha kuliner di Kabupaten Indramayu kelimpungan. Bahkan, sebagian dari mereka lebih memilih untuk menutup usahanya karena biaya produksi tak sebanding dengan pendapatan.

Untuk mengantisipasi kelangkaan mita, para pedagang mencari alternatif lain, yaitu mencampur mitan dengan solar. Menurut Cung Uri, salah seorang pemilik kedai ikan bakar, dirinya kebingungan dengan kelangkaan minyak tanah di pasaran. Padahal, kebutuhan mitan baginya sangat dibutuhkan untuk membakar ikan. Harga mitan di pasaran terus mengalami kenaikan hingga mencapai Rp7.000 hingga Rp 8.000/liter.
Untuk menekan biaya produksi, para pengusaha kuliner mencampur mitan dengan solar guna mengurangi biaya produksi.
”Kami bersama para pedagang ikan bakar sudah satu bulan lebih mengalami kesulitan untuk mendapatkan mitan. Padahal, Indramyu sendiri merupakan daerah tempat pengelolaan terbesar BBM,” tuturnya, seraya mengaku kecewa pihak Pertamina yang dinilai kurang peduli dengan masyarakat sekitar.
Hal senada diungkapkan Toto, pedagang ikan bakar lainnya. Toto terpaksa menggunakan solar untuk membakar arang karena sulitnya mencari mitan. Kondisi seperti ini, kata Toto, sangat menyulitkan para pedagang ikan bakar yang tidak bisa menggunakan gas elpiji.
Toto mengaku kecewa dengan pemerintah yang lamban menangani persoalan-persoalan penting di masyarakat.
“Salahsatunya adalah soal minyak tanah yang saat ini sangat sulit didapat dan mahal harganya. Hal ini jelas sangat menyulitkan usaha kami,” tandas Toto. (dun)

Rabu, Januari 7

Negosiasi Pertamina-Petambak Masih Alot

Ganti Rugi Belum Mencapai Kesepakatan
INDRAMAYU
–Proses negosiasi pembayaran ganti rugi akibat pencemaran crude oil antara Pertamina UP-VI Balongan dengan petambak dan nelayan di Kecamatan Indramayu yang berlangsung di ruang Data I Setda Indramayu, Rabu (7/1), berlangsung alot.

Hal ini terjadi karena belum ada kesepakatan antara ganti rugi yang ditawarkan Pertamina dengan ganti rugi yang diajukan korban pencemaran. Ganti rugi yang ditawarkan pihak Pertamina UP-VI dinilai masih terlalu kecil dibandingkan dengan kerugian yang dialami petambak dan nelayan.
H Juhadi Muhammad, salah seorang petambak yang juga Ketua Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI) mengungkapkan, kerugian yang dialami petambak mencapai Rp15,6 juta/hektare. Namun ganti rugi yang ditawarkan pihak Pertamina hanya Rp5 juta/hektare. Begitu juga untuk ganti rugi lainnya seperti untuk nelayan, yang ditawarkan Pertamina masih jauh lebih rendah. “Kami berharap pada pertemuan selanjutnya Pertamina bisa meningkatkan nilai ganti ruginya agar bisa segera mencapai kesepakatan dengan kami. Sebab ganti rugi yang kami tuntut juga bukan ngarang, tapi sudah melalui perhitungan dan pembahasan dengan para petambak dan nelayan,” ungkap Juhadi Muhamad.
Ketua KUD Mina Sumitra Ono Surono juga berharap agar dalam pertemuan selanjutnya bisa dicapai kata sepakat antara Pertamina dengan masyarakat soal ganti rugi ini. Dikatakannya, salahsatu jalan yang bisa dilakukan adalah dengan mencari jalan tengah soal ganti rugi ini. “Saya pikir pertemuan kali ini sudah hampir mengarah kepada kesepakatan soal nilai tawar dan diharapkan pada pertemuan selanjutnya sudah ada kata sepakat,” kata politisi asal PDIP yang juga caleg DPR RI ini.
Sementara menurut Dr H Suparto Wijoyo, fasilitator dari Kementerian Lingkungan Hidup, negosiasi yang dilakukan sebenarnya sudah mendapatkan hasil positif. Sebab dari pihak Pertamina UP-VI sudah menyatakan komitmennya untuk memberikan ganti rugi. Menurutnya, yang harus dilakukan adalah mencari jalan tengah antara nilai ganti rugi yang ditawarkan Pertamina dengan yang diajukan masyarakat.
“Saya pikir sekarang tinggal menunggu negosiasi selanjutnya untuk mencapai kesepakatan. Yang harus menjadi perhatian adalah jangan sampai ada oknum yang merongrong masyarakat yang telah mencapai proses kesepakatan yang sudah produktif ini sehingga proses yang hampir final akan mentah kembali,” tandas Suparto.
Suparto juga berharap agar dalam waktu dekat bisa segera dicapai kata sepakat. Pasalnya, kalau pun kasus ini diselesaikan dengan proses hukum akan memakan waktu yang cukup lama yaitu hingga 12 tahun. (oet)

Pengusaha Emas Didor Perampok

INDRAMAYU-H Maman Badruzaman (32) warga Desa Lobener RT 01 RW 03 Kecamatan Jatibarang yang juga pengusaha salah satu toko emas di Jatibarang, Rabu (7/1) sekitar pukul 19.00 ditembak dua orang perampok. Kejadian tersebut terjadi sekitar 200 meter sebelum rumah korban. Namun beruntung, timah panas hanya mengenai betis kanannya sehingga nyawanya terselamatkan.

Kejadian berawal ketika H Maman Badruzaman bersama empat orang karyawatinya masing-masing Masmudah (18), Dian (18), Afiya (22), dan Soleha (20), pulang kerja dari arah Jatibarang menuju Lobener dengan mengendari mobil Kijang merah nopol E 1707 AM. Ketika melintas di depan PDAM Lobener di jalur perbatasan Lobener Lor dan Lobener Kidul, mobil dihadang oleh dua orang kawanan perampok yang mengendarai Mio warna biru.
Dua orang perampok tersebut langsung menghampiri korban dengan menyuruh membuka kaca samping. Seketika itu juga, korban ditodong pistol dengan ancaman agar menyerahkan barang bawaannya yang ada di dalam mobil. Namun, korban menolak dan sempat menepis todongan tersebut yang membuat para perampok kesal. Perampok tersebut lalu membuka paksa pintu mobil dan menembakan timah panas tersebut ke arah betis korban.
“Mereka menembakan satu kali ke betis saya, lalu mereka membuka pintu belakang mobil dan mengambil barang bawaan yang ada,” ujar Maman sambil merintih saat ditanyai Radar di rumah sakit. Ketika warga mengejar, lanjut korban, kawanan perampok sempat melepaskan timah panas ke arah warga. Beruntung tembakan tersebut tidak mengenai para warga.
Sementara Soleha, salahsatu karyawati yang ada di dalam mengatakan, aksi itu berlangsung cepat. Beruntung, barang yang diambil hanya sebuah rantang makanan. “Dua perampok tersebut menggunakan kacamata dengan wajah dicadar dan membawa tas besar,” tegasnya. (alw/tar)

Jalan Rusak, PLTU Tak Beri Kompensasi

HAURGEULIS–Disebut-sebut sebagai biang penyebab kerusakan jalan di sejumlah wilayah eks kawedanan Haurgeulis, proyek PLTU ternyata tidak memberikan kompensasi apapun kepada masyarakat sekitar maupun Pemkab Indramayu. Padahal, kerusakan jalan yang ditimbulkan akibat hilir mudik kendaraan berat proyek PLTU telah menyebabkan kerugian banyak pihak.

Tidak hanya masyarakat luas. Pengusaha angkutan umum, pedagang kecil dan usaha niaga juga terkena imbasnya. Bukan itu saja, lantaran jalan rusak, juga telah menelan korban jiwa tidak sedikit. Kerusakan jalan paling parah tampak terlihat di jalur Patrol-Anjatan sepanjang 5 kilometer. Jalan mulus hampir sulit dijumpai. Lubang menganga, permukaan aspal bergelombang, membuat lalu lintas kendaraan menjadi terhambat.
Kondisi serupa juga terlihat di jalan Sukra-Anjatan sepanjang 4 kilometer. Jalan tersebut semula mulus. Lantaran jalan Patrol-Haurgeulis rusak sehingga sulit dilalui, jalur mobil proyek pindah kejalur itu. Akibatnya bisa ditebak. Lama-kelamaan jalan itu sama parahnya dengan jalur Patrol dan Haurgeulis.
Mobil proyek PLTU yang mengangkut bahan material seperti batu serta pasir tidak pernah berhenti beraktivitas baik siang maupun malam. Dan itu sudah berlangsung selama hampir dua tahun. Imbasnya benar-benar membuat warga kesal.
Kepala Cabang Dinas (KCD) PU Bina Marga Haurgeulis, T Suparto mengatakan, Pemkab Indramayu melalui Dinas PU Bina Marga akan segera melaksanakan perbaikan jalan yang rusak melalui alokasi dana peningkatan jalan tahun anggaran 2009.
Jalan sepanjang 5 kilometer rencananya dihotmik. Sedangkan 600 meter jalan yang kondisi tanahnya labil, akan dibeton. Jalan–jalan kabupaten lainnya juga akan segera diperbaiki. “Waktunya belum dipastikan. Insya Allah, sekitar April pekerjaan perbaikan secepatnya dilaksanakan,” ungkap Suparto kepada Radar, Rabu (7/1).
Diakuinya, penyebab kerusakan jalan diakibatkan karena frekuensi pengguna lalu lintas sangat tinggi. Dibanding wilayah lain, jalan Patrol-Haurgeulis dan jalan kabupaten di wilayah Kabupaten Indramayu Bagian Barat (IBB) merupakan jalur ekonomi, niaga dan pertanian modern yang mengalami peningkatan sangat pesat. “Termasuk jalur industri dimana berdiri pembangunan proyek skala besar seperti PLTU di Sukra,” katanya.
Sejauh ini, pihaknya terus berupaya melakukan rehabilitasi jalan rusak meskipun dananya terbatas dan tidak seimbang dengan nilai kerusakan yang terjadi dilapangan.
“Minimal untuk memperlancar arus lalu lintas saja,” ujarnya.
Suparto membenarkan, selama ini proyek PLTU sama sekali tidak memberikan kompensasi apapun untuk membantu perbaikan jalan Patrol-Haurgeulis dan jalan-jalan kabupaten lainnya. “Pihak berwenang akan mengajukan proposal kepada PLTU supaya ikut bertanggung jawab bersama-sama melakukan perbaikan jalan-jalan yang rusak akibat aktivitas mobil proyek,” tegasnya. (kho)

Mulai Kerja, PPK Masih Menganggur

BONGAS–Kendati sudah mulai bekerja pada tanggal 1 Januari, namun anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) belum melakukan aktivitasnya alias masih menganggur. Pasalnya, KPU Kabupaten Indramayu belum memberikan instruksi tahapan pekerjaan yang harus dilaksanakan.

Praktis, hingga pekan pertama di awal tahun, para penyelenggara Pemilu Legislatif 2009 baik PPK maupun PPS hanya melanjutkan libur panjang yang telah dimulai sejak September 2008. Meski demikian, soal honor, PPK tetap bersikeras menuntut agar ada perubahan. Pasalnya, upah yang diterima untuk Ketua PKK hanya Rp400 ribu/bulan. Sedangkan 4 anggota PPK di setiap kecamatan jatahnya masing-masing Rp350 ribu.
Honor itu, sama yang diterima oleh ketua maupun anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang berada di tingkat Desa. Pedihnya lagi, imbalan yang diterima oleh anggota PPK, jauh lebih kecil dari anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) yang Rp1 juta untuk ketua, dan Rp750 ribu/bulan untuk masing-masing anggota.
“Sebagai penyelenggara di lapangan, tugas PPK dan PPS sangat berat sekali. Mereka adalah pejuang-pejuang garis depan dalam menyukseskan Pemilu. Kalau penghasilannya kecil, jelas perjuangannya akan mudah digoyang,” tegas Ketua Aliansi PPK Kabupaten Indramayu M Ghozali kepada Radar, Rabu (7/1) di ruang kerjanya.
Sebagai pelaksana teknis di tingkat bawah, lanjut Ghozali, kinerja, kendala bahkan godaan yang dialami oleh anggota PPK dan PPS sangat besar sekali. Apabila tidak disikapi tuntutan kenaikan honornya, maka bisa terjebak kepentingan parpol maupun para caleg. “Nantinya mudah tergiur. Gampang melakukan penyelewengan. Yang rugi KPU sendiri,” tegas anggota PPK Bongas ini.
Di tempat terpisah Ketua KPU Kabupaten Indramayu Ahmad Khotibul Umam SAg menyatakan, belum bekerjanya anggota PPK lantaran masih menunggu komando dari KPU Provinsi Jabar berkaitan dengan adanya berbagai perubahan peraturan soal teknis Pemilu. “KPU Kabupaten juga masih menunggu panggilan dari provinsi. Insya Allah, pertengahan bulan semua penyelenggara akan mulai bekerja kembali melaksanakan tahapan-tahapan Pemilu. Di antaranya melanjutkan sosialiasi Pemilu ke tingkat PPS dan masyarakat serta memelihara Daftar Pemili hTetap (DPT),” terangnya.
Soal tuntutan honor PPK maupun PPS, Khotib mengaku pihaknya terus berjuang agar terjadi perubahan di TA 2009. Sampai saat ini, KPU Kabupaten Indramayu sendiri belum melihat anggaran untuk pelaksanaan Pemilu yang sebentar lagi akan dihelat.
“Kami berharap ada perubahan. Karena bagaimanapun juga, PPK dan PPS adalah ujung tombak serta selaku penyelenggara Pemilu yang memiliki tugas sangat berat untuk mensukseskan pesta demokrasi lima tahunan ini,” tandas Khotib. (kho)

Baru Tiga Parpol Laporkan Dana Kampanye ke KPUD

INDRAMAYU–Dari 27 partai politik peserta pemilu 2009 di Kabupaten Indramayu, ternyata baru tiga parpol yang sudah melaporkan dana kempanye ke KPU setempat. Ketiga parpol tersebut adalah PKS, PPRN dan Partai Patriot. Sementara 24 parpol lainnya sampai saat ini belum melaporkan dana kampanye maupun SK tim kampanye.

“Kami sudah mengirimkan surat kepada 27 parpol peserta pemilu. Kami mohon mereka secepatnya bisa melaporkan dana kampanye serta menyerahkan SK tim kampanye kepada kami,” kata Ketua KPU Kabupaten Indramayu Ahmad Khotibul Umam kepada Radar, Selasa (6/1). Dijelaskan, sesuai UU No 10 Tahun 2008 pasal 134, batas akhir penyerahan laporan dana kampanya dan SK tim kampanye paling lambat 7 hari sebelum pelaksanaan kampanye rapat umum.
Jika tidak menyampaikan data dan kampanye sampai batas waktu tersebut, maka partai bersangkutan akan terkena sangsi berupa pembatalan sebagai peserta pemilu dalam wilayah yang bersangkutan. Hal ini sesuai dengan pasal 138 (1) UU No 10 Tahun 2008. “Jadi kalau sampai batas waktu yang ditentukan ternyata parpol tidak melaporkan dan kampanya, maka bisa dibatalkan sebagai peserta pemilu 2009,” tandas Khotibul.
Khotibul menambahkan, dana kampanye pemilu 2009 diprediksi akan cukup tinggi. Sebab, dengan sistem suara terbanyak dipastikan masing-masing caleg akan berupaya maksimal, yang tentunya akan berimbas kepada biaya operasional yang besar. Biaya yang dikeluarkan para caleg ini tentunya harus dilaporkan kepada parpol masing-masing. Selanjutnya parpol yang melaporkan dana kampanye tersebut kepada KPU.
“Meskipun nantinya dengan sistem suara terbanyak, namun peserta pemilu adalah parpol. Jadi yang harus melaporkan dana kampanye sesuai peraturan adalah masing-masing parpol. Kami berharap kepada parpol yang lain untuk secepatnya melaporkan dana kampanye sekaligus SK tim kampanye,” harap Khotibul. (oet)

Kantor Kuwu Rambatan Wetan Rusak

Sudah Dua Tahun Rekomendasi Bupati
INDRAMAYU
–Bangunan kantor Desa Rambatan Wetan Kecamatan Sindang benar-benar mengenaskan. Selain sempit, bangunan ini juga sudah mengalami kerusakan di sana-sini. Kerusakan terlihat mulai dari tembok, lantai, kusen hingga atap. Kondisi ini mengganggu proses pelayanan kepada masyarakat.

Kalau hujan yang disertai angin, seluruh staf kantor desa memilih untuk mengungsi karena takut ambruk. Ironisnya, kondisi seperti ini sudah berlangsung bertahun-tahun dan sampai sekarang belum mendapat perhatian sama sekali. Padahal Bupati Indramayu H Irianto MS Syafiuddin telah memberikan rekomendasi agar bangunan kantor kuwu ini dipindahkan ke tempat lain yang lebih strategis.
“Pak Bupati sebenarnya telah memberikan rekomendasi terhadap proposal yang kami ajukan soal pembelian tanah pengganti untuk kantor desa yang lebih strategis. Bahkan rekomendasi tersebut sejak tahun 2006 lalu tapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjutnya,” ungkap Sartika, kuwu Desa Rambatan Wetan, Rabu (7/1).
Sartika mengaku kecewa karena ketika menanyakan persoalan ini ternyata disuruh membuat proposal lagi. Pada bulan Maret 2008 ia pun kembali membuat proposal yang diperbaharui, tapi sampai sekarang nasibnya tetap tak jelas. Sartika mengatakan, dengan rekomendasi bupati yang isinya agar ditindaklanjuti mestinya bisa segera diproses oleh bawahannya.
Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Indramayu H Uryanto Hadi SH SE yang kebetulan menerima pengaduan mengaku terkejut. Menurutnya, Bupati Yance merupakan orang yang cukup respons terhadap kepentingan masyarakat. Kalau pun terjadi kasus seperti ini, tuturnya, mungkin akibat terjadi mis komunikasi di jajarannya.
“Kalau bupati sudah merekomendasikan agar ditindaklanjuti, mestinya jajaran di bawahnya harus cepat pro aktif agar tidak terjadi seperti ini,” kata caleg DPRD Indramayu Dapil 1 nomor urut 1 dari Partai Golkar ini. (oet)

Yance Optimis Indramayu Segera Produksi Motor

Dari Kunjungan Muspida di Kecamatan Sukra
Tidak ada yang setengah-setengah dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Demikian disampaikan Bupati Indramayu H Irianto MS Syafiuddin (Yance) saat melakukan kunjungan bersama jajaran muspida di Kecamatan Sukra, kemarin.

LAPORAN: KHOLIL IBRAHIM DARI SUKRA
SETIAP
program dan kebijakan yang digelontorkan Pemkab Indramayu, memiliki visi jauh ke depan guna pengentasan kebodohan dan kemiskinan rakyat di Bumi Wiralodra. Bupati Yance berpandangan, paling tidak, tiga tahun ke depan bakal tercipta produk teknologi di bidang otomotif dan elektronik dari tangan-tangan terampil putra daerah.
Mereka (putra daerah, red) akan mampu memproduksi sepeda motor, traktor, komputer, sampai mobil buatan sendiri. “Apakah semua ini menghayal? Bukan!,” tegas Yance. Kunjungan Yance untuk bertemu dengan pegawai dan komponen masyarakat tersebut bertempat di RM Dian Sari, Desa Sumuradem Timur, Kecamatan Sukra.
Arah ke sana, papar Yance, sudah dirintis sejak setahun lalu ditandai dengan mengirimkan seratus pelajar Indramayu yang kuliah sekaligus magang di Jepang melalui kerjasama dengan Ikopin Bandung. Para pelajar itu, dibiaya oleh Pemkab Indramayu dengan dana miliaran rupiah untuk meningkatkan kemampuannya dalam menguasi bidang teknologi di negara-negara maju seperti Jepang.
Di negeri Sakura itu, mereka ditempatkan di pabrik-pabrik besar yang bergerak dibidang otomotif serta elektronik. “Saatnya pulang, mereka sudah menjadi sarjana lulusan Jepang yang diburu oleh negara manapun. Kita manfaatkan itu. Ilmu yang mereka dapat langsung diaplikasikan untuk ikut membangun Indramayu. Pemkab tinggal mendirikan pabrik atas nama BUMD untuk mewadahi sumber daya dan potensi yang telah mereka miliki,” katanya.
Bukan itu saja, melalui Politeknik Indramayu (Polindra) yang merekrut puluhan mahasiswa untuk mendalami berbagai disiplin ilmu bidang otomotif, komputer dan elektronik, maka sumber daya manusia yang dimiliki semakin banyak. Gagasan peningkatan SDM putra daerah itu, kata Yance, merupakan langkah strategis guna mewujudkan visi Indramayu religius, maju, mandiri dan sejahtera (Remaja). “Jadi jangan heran jika nanti akan ada motor merk Remaja, AC merk Remaja, bahkan mobil merk Remaja,” sebutnya penuh optimis.
Dalam kesempatan itu, Bupati Yance yang datang bersama Sekda Dra Hj Srie Indrawati MM, Ketua TP PKK Hj Anna Sophana Irianto dan sejumlah kepala SKPD Tingkat Kabupaten Indramayu menegaskan, arah program dan kebijakan selama memimpin Indramayu semata-mata untuk kemaslahatan masyarakat. Untuk itu, Ketua DPD Partai Golkar ini mengajak agar masyarakat Indramayu berpikir rasional dalam memilih pemimpin masa depan.
“Dua tahun lagi, mau tidak mau masa jabatan saya sebagai bupati Indramayu akan segera habis sesuai Undang-Undang. Masyarakat harus cerdas agar tidak terjerumus dalam jurang kesengsaraan. Kalaulah sekarang ini sudah dirasakan hasil pembangunan yang kita capai, maka kita semua harus sepakat dan berjihad bersama guna melanjutkan visi Indramayu Remaja ke depan,” tandasnya. (*)

Was-was Jelang Perubahan SOTK

INDRAMAYU-Pemkab Indramayu telah menetapkan empat peraturan daerah (Perda) terkait perubahan Satuan Organisasi Tata Kerja (SOTK). Empat perda tersebut adalah Perda No 7/2008 tentang Sekretariat Daerah-Sekretariat DPRD, Perda No 8/2008 tentang Dinas Daerah, Perda No 9/2008 tentang Lembaga Teknis Daerah dan Satuan Polisi Pamong Praja, dan Perda No 10/2008 tentang Kecamatan dan Keluarahan.

Terkait empat perda tersebut, awal tahun ini sudah santer digunjingkan soal rencana mutasi. Bahkan isu yang beredar mutasi akan dilakukan dalam minggu pertama Januari 2009. Perasaan was-was pun menghantui sejumlah pejabat terkait perubahan SOTK yang tentunya mengubah susunan personalia.
Pasalnya ada beberapa dinas dan kantor yang dimerger, serta ada perubahan dari kantor menjadi dinas dan sebagainya. “Katanya mau ada mutasi awal tahun ini, kapan sih,” begitu pertanyaan yang kerap muncul dari sejumlah pejabat kepada Radar.
Sesuai SOTK baru, Kantor Penerangan dipastikan tidak akan ada lagi. Sebagai gantinya akan ada Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika. Disamping itu juga akan ada Bagian Humas di lingkungan setda Indramayu. Dinas Pertanahan juga akan hilang dan sebagai gantinya adalah Bagian Pertanahan di lingkungan Setda Indramayu.
“Untuk dinas, yang tadinya ada 17 akan brubah menjadi hanya 15 dinas karena ada yang dimerger dan berubah status,” terang Kabag Organisasi Setda Indramayu H Kamud SH, Rabu (7/1).
Dinas Pertambangan dan Lingkungan Hidup (DPLH) juga akan good bye. Urusan pertambangan, dipastikan akan menyatu dengan Dinas Pengairan sedangkan urusan lingkungan hidup ditangani lembaga baru Kantor Lingkungan Hidup (KLH). Dinas KB juga akan berubah menjadi Badan pemberdayaan Perempuan dan KB. Sedangkan Dinas Koperasi dan Pemberdayaan Masyarakat diubah menjadi Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.
Sementara Bagian Keuangan dan Bagian Perlengkapan Setda akan menyatu dengan Dinas Pendapatan menjadi Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. Adapun kantor yang berubah menjadi dinas adalah Dinas Kehutanan dan Perkebunan. Serta Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata yang merupakan gabungan antara Kantor Pemuda dan Olahraga dengan Kantor Kebudayaan dan Pariwisata.
Dinas Pendidikan yang merupakan dinas terbesar juga tidak banyak mengalami perubahan. Di bawah kepala dinas ada sekretaris, kemudian di bawahnya ada empat kepala bidang (kabid) yaitu Kabid Pendidikan Dasar, Kabid Pendidikan Menengah, Kabid Pendidikan Luar Sekolah, dan Kabid Ekstra Kurikuler. Sementara Kasubdin Pendidikan Keagamaan yang pernah ada tidak berubah menjadi Kabid Pendidikan Keagamaan namun justru hilang. (oet)

SMS Mengecam Israel Menyebar

Waspadai Penipuan, Perlu Hati-hati
KANDANGHAUR
–Akhir-akhir ini menyebar short massage service (SMS) berisi kecaman terhadap penjajah Israel dan ajakan doa bersama untuk rakyat Palestina yang sampai saat ini semakin tertindas.

Seperti yang diterima Nanang (35) tokoh pemuda Desa Eretan Wetan Kecamatan Kandanghaur.
Sejak meletusnya agresi militer tentara Israel ke Gaza, telepon genggamnya sudah enam kali menerima SMS untuk bersama-sama melakukan jihad melawan Israel melalui doa.
Selain dari kawan-kawan dekatnya, pesan pendek yang juga berisi himbauan untuk menyumbangkan dana bagi warga Palestina yang menjadi korban perang. Beberapa di antaranya mengatasnamakan organisasi Islam. Dalam pesan itu pula, diminta mengirimkan SMS berantai kepada yang lainnya.
Oleh Nanang, anjuran melalui SMS yang diterimanya tidak semerta-merta diturutinya. Hanya ajakan untuk berdoa saja yang dipatuhinya. Sedangkan untuk mengirimkan dana kelembaga tertentu, dia berupaya selektif mungkin.
“Takut ini modus penipuan baru,” ujar Nanang kepada Radar, kemarin.
Sebab, kata dia, bisa jadi momen perang Gaza dimanfaatkan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang berdalih mengatasnamakan gerakan kemanusian namun untuk mencari keuntungan pribadi. “Kalau mau nyumbang, lewat organisasi yang ada di sekitar kita saja. Jelas kredibilitasya,” kata Nanang.
Pesan serupa juga diterima Ahmad Ali (35) tokoh pemuda Kecamatan Haurgeulis. Salahsatu pesan yang didapatnya, mencantumkan nama Imam Masjid Istiqlal Prof Dr KH Ali Musthafa Ya’qub. Isi SMS itu, Prof Musthafa mendapat pesan dari sahabatnya di Palestina agar umat muslim se dunia membaca surat Al Fath supaya Palestina meraih kemenangan dalam melawan penindasan pasukan zionis Israel. (kho)

Petani Terancam Kesulitan Pupuk

JATIBARANG—Memasuki musim tanam rendeng, petani kembali mengeluhkan kesulitan mendapatkan pupuk di pasaran. Karena keterlambatan pemberian pupuk pada tanaman padi, benih padi yang baru berumur sekitar dua minggu terancam mati.

Pantauan Radar di beberapa lahan pertanian, para petani yang memiliki pupuk bisa langsung memupuk tanaman padi, sementara yang tidak memiliki pupuk diliputi rasa was-was. Para petani sendiri berharap pihak-pihak terkait bisa mendistribusikan pupuk demi para petani. “Kami hanya memintah pemerintah dapat memenuhi kebutuhan pupuk. Kalau pemupukan telat, tanaman padinya jelas terancam,” kata Saeun (58), salahseorang petani.
Para kuwu di Kecamatan Jatibarang juga turut prihatin dengan kelangkaan pupuk ini. “Petani sekarang memang sedang membutuhkan pupuk dalam jumlah yang banyak. Dengan kesulitan yang dihadapi pemdes, kami menjadi salahsatu instansi yang terkena imbasnya,” tutur Kuwu Desa Pawidean H Tarmidi Karya.
Masih menurut Tarmidi, pemerintah dengan program swasembada beras untuk meningkatkan sektor pertanian guna laju pertumbuhan perekonomian, akan sulit tercapai jika pemenuhan pupuk terus mengalami hambatan. “Intinya sekarang petani lagi butuh pupuk dan pengadaan barangnya jangan menimbulkan masalah terhadap petani. Kami minta pemerintah dan pihak-pihak terkait agar bisa memenuhi kebutuhan pupuk bagi para petani,” tukasnya. (tar)
Quote this article in website
Favoured
Print
Send to friend
Related articles
Save this to del.icio.us

Jalan Desa di Juntinyuat Rusak

JUNTINYUAT-Sejumlah jalan desa di Kecamatan Juntinyuat saat ini mengalami kerusakan cukup berat. Jalan desa yang mengalami kerusakan adalah Desa Juntikebon, Desa Segeran Lor/Kidul dan Desa Limbangan.

Jalan di empat desa tersebut sulit dilalui kendaraan umum. Kendaraan bahkan terperosok kandas di badan jalan akibat lubang jalan cukup dalam. Kondisi semacam itu cukup memprihatinkan dan menuntut pihak terkait untuk segera memperbaikinya.
Pantauan Radar, kondisi jalan desa itu sudah sangat rusak berat dan rawan terjadinya kecelakaan kendaraan. Jika hujan tiba, di sepanjang jalan tersebut digenangi air serta kubangan jalan cukup dalam. Akibatnya tak sedikit angkot terperosok ke kubangan jalan.
Menurut Casnoto, sopir angkut jurusan Desa Juntinyuat-Segeran, kondisi jalan desa yang mengalami rusak parah cukup menganggu mereka saat mencari nafkah. Kerusakan jalan raya itu mengakibatkan biaya perawatan cukup tinggi karena hampir setiap bulan sekali mereka harus ganti as mobil. Dia berharap PU Bina Marga segera memperbaiki jalan-jalan itu.
Kuwu Desa Segeran Kidul Abdul Mukit membenarkan bahwa sudah hampir tiga bulan jalan desa tersebut mengalami kerusakan cukup parah. Pihaknya juga sudah seringkali mengusulkan kepada pihak terkait agar segera segera diperbaiki namun sampai sekarang belum juga diperbaiki. (dun)

Simpati untuk Palestina Terus Mengalir

Mahasiswa Galang Dana di Jalan Raya
INDRAMAYU
-Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam korp sukarelawan unit Universitas Wiralodra (Unwir) tidak mau ketinggalan untuk membantu penderitaan masyarakat Palestina akibat agresi militer Israel . Mereka melakukan penggalangan dana melalui dompet peduli yang dibuka di sepanjang Jl Indramayu.

Untuk hari pertama kemarin (7/1), para sukarelawan berhasil mengumpulkan dana ratusan ribu rupiah. Dana yang terkumpul nantinya akan dikirim melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kabupaten Indramayu.
Pantauan Radar, mahasiswa yang tergabung dalam korp sukarelawan untuk Palestina membuka dompet peduli di depan Toserba Yogya Indramayu. Mereka menyuarakan kepada masyarakat Indramayu untuk menyisikan rezekinya guna meringankan beban penderitaan masyarakat Palestina akibat agresi Israel .
Menurut Ketua Tim Sukarelawan Tarjono, pihaknya bersama anggota tim sukarelawan akan terus melakukan penggalangan dana untuk membantu umat Muslim Palestina yang saat ini sedang membutuhkan bantuan. Dana yang terkumpul nantinya akan dikirim melalui PMI Cabang Indramayu. Selanjutnya, kata Tarjono, PMI Cabang Indramayu akan mengirim dana itu melalui PMI Pusat.
Tarjono menjelaskan, masyarakat Indramayu sangat antusias untuk memberikan bantuan. Selain di depan Toserba Yogya, mereka akan menyisir sejumlah pusat keramaian dan sepanjang jalan protokol di Kota Mangga. ”Masyarakat Indramayu benar-benar peduli dengan penderitaan masyarakat Palestina. Untuk hari pertama pengalangan dana, mereka berhasil mengumpulkan uang ratusan ribu rupaih. Di samping menerima bantuan uang, kami juga menerima berbagai bentuk bantuan lainnya yang siap dikirim ke sana,” tandasnya. (dun)

Petani-Nelayan Rugi Rp1,46 M

Akibat Ceceran Crude Oil Pertamina di Karangampel
KARANGAMPEL
–Kerugian yang dialami para petani tambak dan nelayan Blok Tegalagung Desa Benda Kecamatan Karangampel akibat ceceran crude oil, ditaksir mencapai miliaran rupiah. Ketua petani tambak Tegalagung H Andi Afandi mengatakan, luas tambak yang tercemar mencapai 21 hektare atau terdiri dari 32 petak.

Tambak-tambak itu sebagian besar berisi ikan dengan usia dua bulan atau setengah bulan lagi akan dipanen. “Kalau dijumlah secara total kerugian yang dialami petambak dan nelayan memang mencapai sekitar Rp1,46 miliar,” ungkap Andi Afandi, Selasa (6/1).
Darsa (45), salah seorang nelayan mengungkapkan, akibat pencemaran crude oil tersebut nelayan sangat dirugikan. Pasalnya, nelayan tidak bisa melaut akibat kejadian ini. Selain harus membersihkan kapal akibat terkena crude oil, nelayan juga kesulitan mencari ikan karena banyak yang mati. Dikatakan Darsa, di Kali Cigedang yang tercemar crude oil terdapat 120 perahu besar dan 32 perahu kecil milik nelayan yang terpaksa tidak melaut untuk sementara waktu. “Yang pasti kami sangat dirugikan atas kejadian ini dan minta kepada Pertamina untuk bertanggung jawab,” tandas Darsa.
Sementara Kepala Layanan Operasi Pertamina EP Region Jawa Joko Riyanto didampingi Sunyoto mengatakan, PT Pertamina tidak menutup mata atas kejadian ini dan akan memberikan kompensasi asalkan semuanya diselesaikan dengan kepala dingin atau melalui musyawarah. Dikatakan Joko, dalam memberikan kompensasi Pertamina tidak bisa seenaknya.
Hal itu, lanjut Joko, harus sesuai dengan aturan yang ada dalam undang-undang penyelesaian sengketa lingkungan hidup.
Jadi, tambahnya, untuk bisa memperoleh ganti rugi, maka terlebih dahulu harus mengajukan proposal yang berisi tentang jumlah kerugian yang dialami nelayan dan petambak. Dari pengajuan tersebut tentunya akan diverifikasi apakah memang layak untuk mendapatkan ganti rugi seperti yang diajukan atau tidak.
Joko menambahkan, Pertamina saat ini juga sudah melakukan pembersihan crude oil di sepanjang Kali Cigedang agar tidak semakin meluas.
“Jadi pada prinsipnya kami tidak akan lepas tangan. Kami justru ingin bisa duduk bersama untuk membahas persoalan ini agar bisa dicarikan solusi terbaik dimana semua pihak sama-sama enak,” ungkap Joko. (oet)

Letkol Hindro Martono Dandim 0616 Indramayu

INDRAMAYU-Dandim 0616 Indramayu berganti nahkoda, kemarin (6/1). Pejabat baru adalah Letnan Kolonel (Letkol) Arh Hindro Martono yang sebelumnya perwira madya rencana operasi Kodam III Siliwangi. Dia menggantikan Letkol Inf Bangkit PS SIP yang ditarik ke Kodam III Siliwangi dan menjabat sebagai kepala bagian umum Rindam III Siliwangi.

Serahterima jabatan dilakukan dalam sebuah upacara di halaman Kodim 0616 , dipimpin langsung oleh Danrem 063 SGJ Cirebon Kolonel Inf Sigit Yuwono. Ikut hadir saat sertijab Bupati H Irianto MS Syafiuddin, Ketua DPRD H Hasyim Djunaedi SAg MBA, Kapolres AKBP Drs H Mashudi bererta jajaran muspida lainnya, serta para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan para camat di Kabupaten Indramayu.
Dalam amanatnya, Kolonel Inf Sigit Yuwono meminta kepada pejabat yang baru dan jajarannya agar terus meningkatkan kinerja di tengah masyarakat dalam ikut serta menciptakan suasana yang kondusif. Tantangan tugas ke depan, kata Sigit, semakin berat. “Apalagi Indramayu merupakan jalur pantura yang ramai arus lalu lintas dari berbagai wilayah,” kata Sigit.
Sigit meminta pejabat baru harus mengintensifkan pemantauan di sepanjang jalur pantura yang selama ini dikenal rawan tindak kejahatan. Di samping itu, Indramayu juga merupakan salahsatu daerah yang paling banyak memasok Tenaga Kerja Indonesia(TKI) ke luar negeri, sehingga menuntut anggota TNI untuk lebih meningkatkan pengawasan di tengah masyarakat.
Dijelaskan, mutasi di lingkungan TNI merupakan kebutuhan organisasi dalam rangka meningkatkan kinerja prajurit ke arah yang lebih baik. ”Kami mengucapkan terima kasih kepada pejabat lama Letkol Inf Bangkit PS SIP yang telah berhasil dalam menjalankan tugasnya dan mengucapkan selamat datang kepada pejabat baru Letkol Arh Hindro Martono. Semoga mampu melanjutkan program yang sudah berjalan,” ungkapnya. (dun)

H Durahman Dekati Petani

INDRAMAYU–Caleg DPRD Indramayu dari Partai Golkar untuk dapil II nomor urut 8 H Durahman, optimis akan mendapat banyak dukungan dalam pemilu 9 April mendatang. Sebagai calon wakil rakyat, H Durahman memang sudah banyak bergaul dengan rakyat di daerah pemilihannya. Salahsatunya adalah dekat dengan kalangan petani.

Bersama para petani, caleg asal Juntinyuat ini aktif ikut turun ke sawah membantu petani dalam memberantas hama tikus. Seperti yang dilakukan Selasa (6/1). H Durahman sibuk memberantas tikus di areal pesawahan di Kecamatan Juntinyuat bersama para petani.
Dikatakannya, kegiatan seperti ini bukan hanya kali ini dilakukan namun sudah sejak beberapa bulan lalu dilaksanakan di sejumlah desa. Durahman mengaku gembira karena banyak petani yang mengharapkan kehadirannya dalam setiap kegiatan, termasuk dalam pemberantasan tikus.
Menurutnya, itu merupakan salahsatu bukti kalau para petani memang ingin agar calon legislatif juga mau turun kebawah. “Terus terang saya sangat gembira bisa ikut melakukan kegiatan dengan para petani, seperti dalam pemberantasan hama tikus kali ini,” ungkapnya.
Sementara menurut Kadirah (57) dari kelompok tani, kehadiran H Durahman membuat para petani tambah bersemangat untuk melakukan pemberantasan hama tikus. Ia mengaku gembira karena H Durahman yang dicalonkan untuk menjadi anggota DPRD Indramayu ternyata masih mau bergabung memberantas tikus dengan para petani. “Ini menunjukkan bahwa H Durahman adalah orang yang mau bergaul dengan rakyat kecil,” kata Kadirah. (oet)

Pecatur Wanita Muda Dominasi Porcam Patrol

PATROL–Layak jika Kabupaten Indramayu disebut sebagai gudangnya bibit-bibit pecatur handal. Dalam even Pekan Olahraga Kecamatan (Porcam) Patrol saja, bermunculan pecatur-pecatur muda potensial dan bahkan mendominasi kejuaran di cabang olah raga olah bidak itu.

Meski umur peserta dibatasi sampai 23 tahun, dari sebanyak 16 atlit catur perwakilan masing desa-desa, sebagian besar rata-rata berusia 15 tahun ke bawah. Bahkan 3 pecatur kelompok wanita, masih duduk di bangku SD yang berumur antara 10 sampai 12 tahun.
Seksi Cabor Catur Hadi kepada Radar mengatakan, potensi atlit catur di wilayah Kecamatan Patrol sangat luar biasa. Meski keahlian yang didapat melalui otodidak (alami), namun jika benar-benar diasah melalui pelatihan yang profesional, akan menjadi pecatur masa depan yang bisa mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional.
“Sebab, olahraga catur ini tidak membutuhkan dana yang besar. Bisa dilakukan dimana dan kapan saja. Asal punya semangat, senang dan berlatih setiap hari, maka kemampuanya secara otomatis akan terus meningkat,” jelasnya kepada Radar, Selasa (6/1) di sela-sela pertandingan.
Melalui kejuaran catur tingkat kecamatan, kata dia, setidaknya bisa dilihat kualitas dan kuantitas bibit-bibit muda itu. “Pembinaannya perlu ditindaklanjuti. Setelah porcam ini pengurus maupun pembina olahraga harus melangkah selanjutnya untuk mengakomodasi bakat para pecatur muda supaya menjadi aset daerah di masa depan,” harapnya. (kho)

Direspons Baik Masyarakat, Sehari Terkumpul Uang Sebesar Rp1,5 Juta

PCM Haurgeulis Terus Galang Dana untuk Palestina
Respons masyarakat untuk ikut peduli terhadap penderitaan rakyat Palestina yang menjadi korban serangan militer Israel di Gaza, ternyata cukup besar.
LAPORAN: KHOLIL IBRAHIM DARI INDRAMAYU
TERBUKTI
, di hari pertama aksi pengumpulan dana kemanusiaan yang dilakukan Tim Peduli Palestina (TPP) Pimpinan Cabang (PC) Muhammadiyah Haurgeulis, hasil sumbangan yang diperoleh dari masyarakat sekitar Rp1,5 juta.
Jumlah itu diperkirakan akan terus bertambah karena kegiatan penggalangan dana rencananya akan terus dilakukan selama sekitar dua pekan dimulai Senin (5/1) kemarin. Penggalangan itu mencangkup lima wilayah kecamatan yakni Haurgeulis, Gantar, Anjatan, Sukra dan Patrol.
“Hasil ini baru bersifat sementara yang diperoleh TPP. Sedangkan penggalangan dari setiap ranting maupun sektor belum dilaporkan,” terang Ketua Tim Ir Burhanuddin didampingi Sekretaris Muh Ali Nurhidayat SAg MA, kepada Radar Indramayu, Selasa (6/1).
Pengumpulan dana di hari pertama, kata Ali, masih kurang maksimal. Pasalnya, sasarannya baru mencangkup pegawai kantor pemerintah dan swasta di beberapa wilayah kecamatan. Waktunya pun cukup sempit dari pagi pukul 10.00 sampai pukul 14.00.
“Untuk hari selanjutnya, TPP akan melakukan gerakan secara door to door. Insya Allah sampai akhir pelaksanaan target Rp20 juta bisa dicapai,” ungkapnya.
Selanjutnya, dana yang berhasil dihimpun rencananya akan disalurkan ke lembaga-lembaga yang memiliki akses ke Palestina dan Libanon. Seperti melalui rekenening MUI Pusat. Selain melakukan aksi pengumpulan dana, PCM Haurgeulis juga telah mengimbau kepada umat Islam untuk melaksanakan doa bersama. Di antaranya dengan ajakan membaca Alquran surat Al Fath (kemenangan) dan melaksanakan Qunut Nazilah pada rakaat terakhir sebelum sujud di setiap pelaksanan salat lima waktu.
“Instruksi itu disebarkan di masjid-masjid. Bukan hanya untuk warga Muhammadiyah saja, tapi juga seluruh umat Islam,” pungkas Ali. (*)

3 Pejudi Wanita Ditangkap

PATROL—Kendati pihak kepolisian terus berperang membasmi perjudian, namun para pelaku judi masih terus menjamur dari waktu ke waktu. Buktinya, sekali lagi tiga pejudi berhasil diamankan jajaran Mapolsektif Sukra, ketika tengah asyik bermain judi kartu di emper rumah warga yang berada di Desa Bugel RT 02 RW 01 Blok Karanganyar, Kecamatan Patrol.

Mirisnya lagi, ketiga pejudi itu adalah para perempuan. Satu masih perawan, dua lainnya adalah ibu rumah tangga. Mereka adalah Li (18), Um (21) dan In (38), warga setempat.
Kapolres Indramayu AKBP Drs H Mashudi SH melalui Kapolsek Sukra AKP Jaya Hardiantho SH menuturkan, pihaknya berhasil membekuk keempat tersangka akhir pekan lalu berdasarkan laporan masyarakat. Disebut masyarakat, ketiga wanita itu sering berjudi meski sudah beberapa kali diingatkan.
Maka, pihaknya pun langsung turun memimpin empat orang anggotanya ke lokasi melakukan penyelidikan. ”Di lokasi itu, kita menemukan mereka yang tengah asik bermain di emper rumah milik warga setempat,” kata Jaya kepada Radar, Selasa (6/1) di Mapolsektif Sukra. Dituturkan Jaya, semula, ketiga pelaku judi itu sempat akan melarikan diri saat dikepung. Tapi berkat kesigapan anggotanya, mereka berhasil diciduk.
Saat ditangkap, tak ada alasan yang bisa dibuat para pejudi itu untuk melepaskan diri dari tuduhan polisi. Pasalnya, petugas memergoki barang bukti berupa uang tunai Rp8100 yang dijadikan taruhan dalam permainan remi itu. Untuk kepentingan penyidikan, aparat pun mengamankan satu set kartu remi (bridge). Ketiganya langsung digelandang ke Mapolsek Sukra untuk dikasuskan secara hukum karena telah melanggar pasal 303 KUHP.
Saat ditangkap, penduduk sekitar bersorak kegirangan sembari mengucapkan selamat kepada petugas karena telah berhasil menciduki mereka. “Warga mungkin merasa puas. Sebab, mereka sudah sering diperingatkan namun tidak kapok-kapok untuk berjudi,” ujar Jaya.
Ditegaskan Jaya, karena perjudian merupakan salah satu kasus atensi jajaran kepolisian, pihaknya tidak akan ada toleransi terhadap para pelakunya. Tak peduli apakah taruhannya besar atau kecil. “Baik pelakunya pria maupun perempuan, Polisi akan menindaknya,” tandas mantan Kasat Lantas Polres Sumedang ini. (kho)

Kapolres Beber Nomor HP

Bila Ada Masalah, Masyarakat Diminta Langsung Menelepon
ANJATAN
–Kapolres Indramayu AKBP Drs H Mashudi SH Selasa malam (5/1) bertemu dengan elemen masyarakat di Kecamatan Anjatan. Sekitar 100 undangan terdiri dari unsur muspika, para kuwu, BPD, LPM, Karang Taruna, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda, mengikuti kegiatan yang mengambil tempat di aula Kantor Kuwu Desa Anjatan itu.

Mashudi tidak datang sendirian. Ikut serta mendampinginya antara lain Kabag Bina Mitra Kompol Suhiro SH, Kasat Intel AKP Sukriawan, Kasat Narkoba AKP Asmari, Kasat Lantas AKP Djaman Asri Harahap SH serta sejumlah perwira di lingkungan Polres Indramayu.
Dalam sambutan selamat datangnya, Camat Anjatan Drs H Sugeng Heryanto MSi mengatakan upaya pihak kepolisian dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban khususnya di Kecamatan Anjatan, mendapat apresiasi positif dari masyarakat. Terlebih Polres Indramayu beserta jajarannya di tingkat kecamatan (Polsek, red) semakin giat dalam memberantas berbagai penyakit masyarakat di antaranya minuman keras (miras), perjudian dan razia premanisme. Sehingga, kinerja polisi dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Sementara Mashudi menyampaikan, tujuan digelarnya pertemuan forum silaturahmi kamtibmas tersebut tidak lain untuk mendekatkan jajaran kepolisian dengan seluruh lapisan masyarakat. Pihaknya meminta masukan, tanggapan, kritik dan saran terhadap kinerja kepolisian. Sehingga ke depan, akan lebih terjalin kemitraan yang kuat antara polisi dan masyarakat.
“Sudah tidak jamannya lagi polisi sok jagoan, bertindak sewenang-wenang. Tapi harus dekat dan siap melayani masyarakat. Paradigma buruk polisi harus diubah supaya menjadi lebih baik lagi,” kata mantan kapolresta Cirebon ini.
Dalam kesempatan itu pula, kapolres yang baru menjabat selama tiga bulan ini memaparkan berbagai program yang akan, sedang dan telah dilaksanakan oleh lembaganya. Baik di bidang lalu lintas, kriminilitas, pemberantasan narkoba, serta pelayanan perijinan kemasyarakatan.
“Ke depan, program kemasyarakat akan lebih ditingkatkan. Selain rutin melaksanakan safari forum kamtibmas, Polres Indramayu juga menggelar Jumat keliling dan menempatkan anggota polisi di setiap desa. Sehingga tidak ada jarak dan polisi benar-benar melekat dengan masyarakat,” ucap pria kelahiran Surabaya ini.
Ditegaskan Mashudi, apabila masyarakat mengetahui atau menemukan tindak kejahatan maupun menerima perlakuan dari anggota polisi yang bersikap arogan, dipersilahkan melaporkan langsung kepadanya melalui nomor HP 081322354576. (kho)

Rehab Rumah Gakin 2008 Rampung

JATIBARANG—Realisasi Program Pengembangan Infrastruktur Pedesaan (PPIP) di Desa Pilangsari Kecamatan Jatibarang sudah rampung dilaksanakan pemdes setempat. Program itu menggunakan dana yang dialokasikan dari APBD Kabupaten Indramayu tahun 2008.

Menurut Kuwu Pilangsari Kaswan Wasa, rangkaian program yang telah selesai dilaksanakan merupakan program pembangunan sarana dan prasarana rumah sederhana sehat dan jalan lingkungan.
“Akselerasi pembangunan pedesaan harus terlaksana secara tertib sesuai kebutuhan, tepat sasaran, taat peraturan dan perundang-undangan. Hasil pelaksanaannya dapat dipertanggungjawabkan dengan memperhatikan azaz keadilan, kepatutan dan bermanfaat bagi warga,” papar Kaswan didampingi Sekertaris Dedy Abdurrahman kepada Radar, Selasa (6/1).
Menurutnya, besaran nominal dana yang diterima dari APBD Kabupaten Indramayu 2008 senilai Rp75 juta, terbagi untuk program pemugaran rumah keluarga miskin sebanyak lima rumah dengan anggaran Rp25 juta. Dan dalam realisasinya, berhasil memugar enam rumah, satu di antaranya menggunakan dana imbal swadaya.
Sedangkan dana APBD yang berjumlah Rp50 juta, tambah Kaswan, dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur jalan setapak/lingkungan sekitar jarak 500 meter. Dan untuk jalan setapak sepanjang 150 meter dibangun dengan menggunakan dana swadaya. “Pembangunan jalan menggunakan sistem pengecoran,” terangnya.
Rumah-rumah warga yang mendapat bantuan program tersebut yakni rumah milik Carti, Sutinih, Cartinah warga Blok Tengah RT 04/01, Dirjan warga Blok Cilengkong RT 08/02, Rasmidi warga Blok Kempluk RT 11/03 dan Rubiyah warga Blok Como RT 15/04. (tar)

Sepak Bola Porcam Berhadiah Kambing

JUNTINYUAT–Dua ekor kambing masuk aula pertemuan Bima Sakti Kecamatan Juntinyuat, Selasa ( 6/1), saat acara penutupan Porcam (Pekan Olahraga Kecamatan) Juntinyuat. Bahkan kedua ekor kambing itu mengeluarkan kotoran yang membuat aula menjadi tidak bersih lagi.

Meskipun demikian Camat Juntinyuat Drs H Udi Suwarsudi tetap terlihat gembira dan tidak mempermasalahkan hal ini. Menurutnya, dua kambing ini sengaja dibeli sebagai ungkapan rasa syukur atas pelaksanaan Porcam Juntinyuat yang berlangsung sukses.
“Saya memang telah berjanji apabila pelaksanaan porcam khususnya sepakbola berlangsung aman dan tertib maka saya akan memberi hadiah dua ekor kambing untuk juara I dan II,” kata Udi di sela-sela acara.
Ketua panitia Porcam Kecamatan Juntinyuat Tadri SPd didampingi Sekretaris Wartana mengatakan, porcam berlangsung aman dan kondusif. Menurutnya, hal tersebut tidak lain berkat peran serta seluruh panitia serta dengan dukungan unsur Muspika Juntinyuat serta lapisan masyarakat. “Kami juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur, termasuk Pak Camat yang telah menyumbang cukup besar sehingga acara berlangsung sukses,” tandas Tadri.
Sementara berdasarkan hasil perolehan prestasi, Desa Juntinyuat berhasil keluar sebagai juara umum dengan meraih 5 medali emas, 3 perak dan 4 perunggu. Peringkat kedua Desa Segeran Kidul dengan 3 emas, 1 perak dan 3 perunggu. Sementara peringkat ketiga adalah Juntikedokan dengan 3 emas, 1 perak, 1 perunggu, dan peringkat empat Juntikebon dengan 1 emas, 5 perak, 5 perunggu.
Khusus untuk cabang sepakbola, juara I diraih Desa Dadap dan Juara II Desa Segeran Kidul. Penutupan porcam juga dihadiri Kapolsek Juntinyuat AKP H Susamto, KCD Pendidikan Kurnia SA SH, Sekmat Kharirin SSos dan tamu undangan lainnya. (oet)

Simpang Tiga Jatibarang Semerawut

Lampu Pengatur Padam Total, Rawan Terjadi Kecelakaan
JATIBARANG
— Akhir-akhir ini kondisi simpang tiga Jatibarang cukup semerawut. Lampu pengatur lalu lintas di jalur ramai itu sudah tak berfungsi. Lalu lintas kendaraan pun kacau balau, bahkan rawan terjadi kecelakaan. Konisi itu dikeluhkan pengguna jalan.

Pantauan Radar, kemarin (6/1), persimpangan yang merupakan muara arus kendaraan dari tiga ruas jalan yakni Jl Ahmad Yani, Jl Siliwangi dan Jl Letnan Joni tampak tidak beraturan. Dari Jl Ahmad Yani warna lampu pengatur selalu berwarna merah, dari Jl Letnan Joni berwarna hijau. Begitu pula yang terjadi dengan warna lampu pengatur arus lalin di Jl Siliwangi. “Lama-lama kita bisa berantem karena rebutan jalan di persimpangan ini,” ujar seorang warga.
Sejumlah sumber mengatakan, lampu pengatur lalu lintas di lokasi itu sudah tak berfungsi sejak Desember 2008. Lampu-lampu itu kini sudah mati total. Menurut Bambang (45), warga Desa/Kecamatan Jatibarang, aparat terkait kurang peduli dengan kondisi itu. “Lampu pengatur kan sangat dibutuhkan oleh pengguna jalan dan sudah menjadi kelengkapan sarana bagi pengguna jalan. Tapi kok malah terus dibiarkan seperti itu. Mana petugasnya,” Tanya Bamgang.
Hal serupa disampaikan Imran (35) warga Desa Widasari. Menurutnya, keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas pihak terkait dalam melengkapi sarana kelengkapan lalu lintas di jalan raya. “Nyawa manusia sangat tidak dapat dinilai dengan besaran nominal uang, sehingga untuk meminimalisir tingkat kerawanan dan terjadinya kecelakaan lalu lintas, pihak terkait harus rutin melakukan peninjauan ke lapangan,” ungkapnya dengan nada kesal.
Selain itu, simpang tiga di pantura Pilangsari juga masih belum mendapat perhatian dari pihak terkait. Kondisi persimpangan di jalur cepat itu sangat memprihatinkan. Setiap saat pengendara yang melintasinya selalu diintai musibah. (tar)
 
Copyright © 2013 Indramayu Post . Com | Media Online Indramayu
. Powered by RAJA TOWER.NET